
" Tolong panggilan untuk Kenzo dan Tasya Tanaka, untuk segera menemui kami di pintu utama...!"
" Apa??"
" Tolong ini sangat darurat!,infokan juga di bagian pesawat yang akan berangkat pukul 12 ke Roma!"
Bagian Informasi pun segera memberikan informasi sesuai apa yang di minta oleh Noah.
" Om, kau dengar itu??, kenapa nama kita di sebut??"
" keadaan Darurat apa??"
" Apa mereka bercanda???"
" Saya Kenzo dan Tasya, ada apa??"
" saya juga tidak tahu, bagian informasi meminta saya untuk menyampaikan seperti itu ada hal darurat, dan menunggu di pintu utama!"
" Tuan, saya bisa berangkat sendiri kok, anda bawa nyonya Dan Dhiren pulang saja, terimakasih sudah merawat kami dengan baik!"
Tasya dan Kenzo saling memandang,
akhirnya mereka pun turun dari pesawat, dan segera ke pintu utama.
" Fahad noah ada apa??"
" Om Di mana Anna??"
" Dia meminta kami turun, tidak perlu mengantarnya....!"
" Jadi dia sudah berangkat??"
" Ya, bukankah kau memintanya untuk kembali, apa kau menyesal ...!"
" aku akan ke Roma, om ayo bawa aku padanya!!!"
" Kenapa???"
" jangan tanya lagi om, ayo...!"
Fahad menarik tangan Kenzo.
" Tapi penerbangan selanjutnya pukul 6 pagi....!"
" Bukankah kau yang menginginkan mereka pergi, kau tidak bisa menarik kata-katamu dengan mudah, padahal Anna sudah memohon padamu untuk tetap tinggal, kenapa kau baru menyesal, aku kan sudah katakan aku bisa memberikan solusi...!"
tegas Tasya.
" sudahlah kau fokus saja pada Dhiren,..."
Kenzo memberikan Dhiren pada Fahad.
" Ya benar, kasihan dia, ayo di bawa pulang...!"
" Tuan, tuan tunggu saya mau berangkat, itu...saya akan tertinggal pesawat!!"
" Nyonya...anda bukankah enggan pergi??, saya diperintahkan tuan Kenzo membawa keluarga anda turun dari pesawat!"
" Saya harus pergi, karena kami tidak dibutuhkan lagi!"
" Tuan Kenzo....!" teriak Dai dengan keras.
Semua menoleh ke arah Dai,
terlihat Anna berusaha berbalik arah namun Dai terus menghalangi.
" Anna, Nora...!" Fahad memberikan Dhiren pada Kenzo dan segera berlari ke arah Anna yang sudah berusaha kabur.
"Anna berhenti...!"
" Saya, saya akan pergi tuan tenanglah!" ujar Anna ketakutan.
Fahad langsung menarik Anna dan membuka maskernya...
Anna menutupi wajahnya, dengan satu tangannya.
__ADS_1
" Diana, kenapa kau diam saja, aku merindukanmu!" Fahad langsung memeluk Diana dengan erat.
" Hiks hiks hiks...maaf...aku takut mengganggumu tuan ...aku sudah berjanji kita tidak akan berhubungan lagi...!"
" Jangan pergi lagi Diana...ku mohon...!"
" bukankah anda yang memintanya tuan...!"
" Diana tolong jangan menyiksaku lagi..."
" Tapi, ..."
" Maaf sudah membuatmu menderita, kau mengandung anakku, dan melahirkan anakku sendiri, aku akan menebusnya Anna, terimakasih karena kau mau melahirkan darah dagingku..."
" Anda tahu Nora anak anda??, bagaimana jika bukan??"
" Anna, Fahad itu tidak bisa kau remehkan kegeniusannya, jika dia merasa ada yang membebani pikirannya dia akan mencari tahu, tanpa kau tahu!" ujar Kenzo.
" Anna, ayo besarkan anak kita bersama..."
" Sudah ayo kembali dulu, apa kalian tidak kasihan pada anak- anak dan bibi Anna??" ujar Tasya.
mereka pun segera kembali ke kediaman Pratama.
sepanjang perjalanan dari bandara sampai kediaman Fahad menempel terus pada Anna.
Di ruang tamu.
" Baiklah sekarang kalian bisa bicara , sementara anak-anak kalian tidur,kami akan mencoba. mencari solusi, sesuai dengan harapan yang kalian inginkan!"
ujar Tasya.
" Om, tante kecil...kenapa kalian menyembunyikan Diana dariku??, aku hampir kehilangan dia lagi!"
" itu permintaan Anna...kau juga sangat anti pada wanita, itu juga untuk kebaikan dia!"
" Kenapa kalian menyembunyikan jika aku memiliki anak ??"
" kau yang sangat anti wanita, apa akan langsung mengakui jika Nora itu anakmu, jika kau meragukannya kau akan melukainya !"
ajak Fahad sambil meraih tangan Anna dan menciuminya Fahad sekarang terlihat sangat bahagia.
" otak anak ini susah kalau sudah bucin, kenapa dia malah melupakan permasalahan pentingnya???" Tasya sangat kesal dengan Fahad , benar-benar bodoh jika sudah bucin.
" Had, pikirkan tentang Nora dan juga Dhiren, masalahnya kan mereka, yang kau debatkan dengan Anna!"
" Ya Tuhan aku melupakan hal itu, lalu bagaimana om, tapi biarkan Anna fokus pada Nora saja, lalu Dhiren tolong carikan Ibu susu..."
" Kau membuang Dhiren setelah kau memiliki anakmu sendiri!" tegas Tasya kesal.
" bukan begitu tante...!"
" Tuan Fahad, biar saya menyusui Dhiren dan biar Nora meminum Formula!"
" Tidak, Nora adalah anak kita...!"
" Kalau begitu biar Dhiren aku yang menyusui!" tegas Tasya.
" Apppaaaaaaaaa?" semua terkejut.
" Aku akan Induksi Laktasi Asi, kan tidak harus memiliki anak kan untuk menyusui sekarang??"
" Sayang, itu punyaku ..." Bisik Kenzo tidak rela.
" Pfftttt" Fahad tak bisa menahan tawa.
" apa yang kau tertawakan??"
" tidak om tidak!"
" Sayang pikirkan resikonya, ..."
" aku sudah memikirkannya, ...."
" tapi om Kenzo tidak rela tante..."
__ADS_1
" Ommmm....ayolah, kau nanti bisa mencicipi...!"goda Tasya
Wajah Kenzo langsung memerah,
" Dhiren biar Anna yang menyusui, Dan Nora biar istriku yang menyusui...!"
" Nyonya...jangan..."
" kenapa kau panggil nyonya, kau calon istriku, panggil tante..."
" Sudah ku putuskan, besok aku akan ke dokter, untuk melakukan Induksi, ..."
" oke, masalah anak-anak sudah kan?, om aku mau menikah dengan Anna!"
" astaga Kau ini masih tidak berubah Fahad!"
" Anna katakan padaku, kau masih mencintaiku kan?,iyalah pasti , kau saja mau membesarkan anakku!"
" Had, bukankah kau tidak akan menikah lagi??"
" itu berbeda jika Anna orangnya!"
" Baiklah, sebaiknya memang kalian menikah, anak-anak membutuhkan orang tua lengkap, kalian harus saling melengkapi, tapi Anna, bagaimana denganmu??, apa kau mau menikah dengan keponakanku ini??, dan mau menerima Dhiren ??" ujar Kenzo.
" Anna jika kau tidak mau menikah denganku, Nora akan ku ambil...kau tidak boleh bertemu dengannya!"
Kenzo dan Tasya menepuk jidatnya,
" Apa seperti itu caramu melamar??" ujar Anna sangat heran.
" Maaf Anna aku tidak mau kau tolak!"
Kenzo dan Tasya tertawa dengan tingkah Fahad, tapi juga ikut bahagia karena Fahad mendapatkan apa yang diinginkannya,melihat dia telah menjalani hal berat.
" Anna, menikahlah denganku, kau tidak perlu bekerja, kau hanya perlu fokus pada putra - putri kita...aku akan memberikan apa yang kau inginkan.."
" Tapiii.."
" Om bantu aku daftarkan ke KUA om besok!"
ujar Fahad tergesa-gesa, padahal Anna belum menjawab mau atau tidak .
" Hei,kau bertanya tapi tidak mau mendengar jawabannya, kenapa kau sangat menyebalkan, sekarang!!!" Anna sudah tidak bisa sabar dengan Fahad.
" Maaf maaf Anna, aku terlalu senang, jadi bingung harus bagaimana, kalau jawabannya tidak pun tetap aku akan mengatakan itu Iya!"
" Kalau begitu kau tidak usah bertanya!"
" Bagus Anna, kita akan menikah besok!!!, apa kau ingin pesta pernikahan??"
" Tidak Fahad, itu Berbahaya untuk Anna dan Nora"
" Nora apa kau tak masalah tanpa ada pesta pernikahan??, tapi aku sangat ingin memberikanmu yang terbaik!"
" Fahad, aku tak butuh kemewahan, aku dan Nora hanya butuh sebuah rumah untuk berteduh yang hangat yang membuat kami aman dan nyaman hanya itu saja!"
" Tentu saja aku adalah rumah kalian, aku akan menjaga , dan membahagiankan kalian seumur hidupku!"
" Dai, tolong bantu Fahad mengurus surat-surat, dan Noah kau bisa datang ke Swiss dan menyampaikan pada kak Vevey dan Hiro, jika dia sudah memiliki 2 cucu...Katakan Fahad akan menikah dalam waktu dekat!"
" Terimakasih Om... Anna ayo kita istirahat, pasti lelah kan, om tante .. titip anak-anak ya!" Fahad segera menarik Anna masuk ke dalam kamar.
" Sayang sepertinya kau salah mengambil keputusan, kita menjadi penjaga bayi sekarang!"
" Sudahlah om, tak masalah kasihan mereka, jika mereka bahagia, kita juga senang bukan, hah...jadi kita akan tinggal di sini selama satu tahunan??, Lily pasti akan mengomeli kita!"
"Saudaranya semua di sini, dia tidak akan terlalu kesepian sayang, sesekali kita berkunjung di akhir pekan untuk quality time bersama anak-anak kita!"
" iya om...aku juga sangat lelah, om kau yang begadang ya??, jika anak - anak menangis, bangunkan itu dua bocah di sana!"
" iya istirahat sayang aku akan menjaga mereka!" Tasya pun tidur di samping dua bayi itu.
Kenzo tersenyum, melihat Tasya yang cukup membanggakan dirinya, meskipun sangat muda dia cukup dewasa, slalu ada saat saudara -saudaranya membutuhkannya.
" Dulu kau juga sekecil mereka, sekarang kau sudah menjadi bagian dari hidupku...heheh" gumam Kenzo membelai rambut Tasya lembut .
__ADS_1