GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
456. Misi dadakan


__ADS_3

Pukul 12 malam...


tok tok tok...


" Yus...Yus..."


Sandy mengetuk pintu kamar Julius.


Julius segera bangun dan membuka pintu,


" Apa Uncle...?"


" Yohana menelponku dan dia mengatakan dalam bahaya!"


" apa??"


" Ai, kau dan Tiara tetap di sini tunggu kami akan kembali..."


" Kalian hati-hati jangan sampai terluka!"


ujar Aina.


" Om San...jaga dirimu..."


" tentu ...kami pergi dulu!"


Sandy dan Julius pun segera pergi meninggalkan Villa itu sebelum pergi Julius meminta orang - orangnya menjaga Villa itu.


" Yus apa Villa itu aman??"


" Aman, Aku sudah mengutus penjaga bayangan ku menjaga mereka..."


" ehmmm Syukurlah kalau begitu... sekarang kita juga harus waspada, mungkin kitalah yang masuk perangkap..."


" Hah...ya benar..."


mereka berdua berhati - hati dalam perjalanan menuju ke tempat di mana Yohana membagi lokasi.


mereka akhirnya sampai di lokasi yang di bagikan oleh Yohana.


" Yus ...ini jebakan...!"


ujar Sandy yang merasa janggal dengan tempat lokasi.


" benar uncle, ...."


tiba - tiba terdengar suara serigala mengaung...dan sangat dekat bersama dengan gonggongan anjing.


ternyata mereka di kepung gerombolan Serigala, bertubuh besar, dan di belakang serigala itu ada beberapa orang dengan membawa anjing Doberman Pinscher ditangan mereka.


" Bagus...kalian memang cepat dalam bergerak..!" ujar seseorang yang membawa anjiing.


Sandy dan Julius mengatur posisi membelakangi untuk saling melindungi.


" Uncle,pistolku hanya ada 3 peluru..."


" aku malah tidak membawa pistol..."


" Tidak mungkin aku membuang peluruku untuk serigala sebanyak ini...!"


" Aku membawa belati, ambilah di sabuk pinggangku...!"


" ehmmm lalu uncle..."


" aku ada satu di sepatu ku..."


" Oke...!'


pria pembawa anjingg paling depan itu memberi aba-aba pada anjiing dan serigala untuk segera menyerang Sandy dan juga Julius.


gerombolan anjiing dan serigala itu langsung menyerang Julius dan Sandy


pertempuran sengit antara segerombolan anjiing serigala dan 2 orang itu sangat sengit.


saat Julius dan Sandy bertarung habis - habisan dengan para hewan buas itu, beberapa sniper hebat telah bersembunyi untuk menembak targetnya.

__ADS_1


dalam pertempuran satu jam Julius dan Sandy sudah menjatuhkan puluhan serigala.


Kini tenaga keduanya sudah terkuras habis, tapi beberapa orang itu seakan tidak ada habisnya mengeluarkan serigala - serigala lapar itu.


" Yus kita tidak bisa seperti ini terus, kita akan mati karena kehabisan tenaga...!"


" Kita serang pemilik serigala ini uncle..."


" Oh ya benar... ketuanya yang asli ada dibelakang sebelah kanan, yang depan itu hanya anak buah atau orang kepercayaan saja...bunuh ketuanya dulu !"


" tapi uncle dia terlalu jauh, senjataku bukan snapan jarak jauh...!!"


" Kalau begitu kita tidak bisa menyerangnya...dulu..."


" hah...mereka bertuju peluruku hanya isi 3..."


" tunggu sebentar...kita buat pertarungan itu mendekati mereka !"


" Oh Tahu..."


Julius segera menggiring gerombolan Serigala itu ke arah 7 orang yang ada.


" hahahaha dia ingin membuat serigala itu menyerang kita bos...!'


" Bodoh, Serigala ini sangat mengenali tuannya!"


" dia masih sangat muda, wajar bodoh..."


ketujuh pria itu tertawa meremehkan. Julius, saat Julius sudah mulai mendekat dan mengeluarkan pistolnya, Sandy menyadari ada beberapa orang bersembunyi di pepohonan tinggi agak jauh.


" Oh tidak...mereka. di pihak ... tunggu Boy...!" Sandy memperingatkan Julius tapi sudah terlambat, Julius sudah mengeluarkan pistolnya.


" Tidak..."


" Doooooooor......"


" Dooooooooooooooooooor..."


" agggghhhh..."


doooooorrrrr...


suara tembakan bertubi-tubi.


" OMG... Boy???!!!"


Sandy segera menghampiri Julius .


" Apa kau baik-baik saja...??"


" ohhh...Uncle....aku baik saja..." sambil menahan luka tembakkan di pundaknya.


" ternyata mereka menempatkan Sniper untuk menargetkan kita! di titik terakhir...!"


" benar tapi siapa yang membantu kita??!"


" Maaf boy...kami. terlambat!"


Sandy dan Julius melihat ke arah suara tersebut.


" Daddy, Om Chiko..."


" Serahkan sisanya pada kami...!!" tegas Nathan.


"Bagaimana kalian tahu kami di sini??"


" Orang Villa memberitahuku bahwa, Tuan muda dan temannya membawa seorang wanita datang ke Villa... niatnya aku ingin menghajar kalian, tapi ternyata kalian sudah hampir mati..." ujar Nathan agak kesal


" Benar, aku sudah ingin menghajar seseorang yang membawa putriku, rupanya kalian sedang menjalankan misi...kami hanya sedikit terlambat obati luka kalian sisanya biar kami yang urus!" Sahut Chiko.


Sandy dan Julius saling memandang mereka sebenarnya sedang double date, buka. menjalankan misi.


" Tadi Aina mengatakan jika kalian sedang menjalankan misi di sana...!"


tak lama team medis tiba,

__ADS_1


" Obati mereka!!"


sekarang Nathan dan Chiko segera turun tangan memberantas sisanya


Julius mendapatkan 3 peluru di pundak kanan dan lengannya.


sementara sandy satu di kaki.


Nathan Dan Chiko segera mengerahkan anak buah mereka sebanyak mungkin untuk menumpas sisanya.


Mereka menemukan markas tersembunyi di tempat yang terpencil itu.


Nathan dan Chiko segera mengepung dan menangkap semua orang yang berada di sana tak terkecuali, semua barang yang ada juga di angkut apapun yang bisa dijadikan barang bukti dibawa oleh anak buah Nathan dan Chiko.


kasus itu sudah langsung beralih pada panglima,tidak melibatkan kepolisian lagi karena banyak seragam coklat yang terlibat pada kasus tersebut.


Nathan sibuk menelusuri bangunan tua itu, mencari-cari sesuatu yang mungkin si sembunyikan dengan rapat sampai akhirnya Nathan menemukan jalan rahasia semua anak buahnya di kerahkan untuk menelusuri kolong bawah tanah tersebut jalan di bawah tanah itu cukup panjang.


ternyata menembus rumah seorang petinggi di kawasan elite.


Chiko mengerahkan anak buahnya untuk mendatangi kawasan elite itu.


sementara anak buah Nathan menunggu perintah untuk menyergap mereka dari jalan rahasia.


" Tolong...." terdengar suara lirih meminta tolong


Nathan segera mencari suara itu, yang berasal dari atas plafon


Nathan segera melihat ke dalam plafon, ternyata itu adalah suara seorang perempuan.


plafon itu di design cukup kuat.


Satu wanita itu penuh dengan luka cambukan, dan yang lain tergeletak entah masih hidup atau sudah mati, Nathan menggendong wanita yang masih bersuara itu dan membawanya turun,


"Lihat sisa di atas jika masih hidup segera bawa ke tenda medis!"


perintah Nathan pada anak buahnya.


" Tuan... ini tolong simpan ini...!"


wanita itu memberikan Nathan sebuah micro kecil.


Nathan segera menyimpannya, tiba-tiba wanita itu tergulai lemas.


" Hei...bangun...bertahanlah!!" Nathan segera berlari cepat menuju tenda medis.


Setelah sampai Nathan segera meminta dokter segera menangani wanita itu, namun sayang wanita itu tidak tertolong.


" Apa??, dia tidak tertolong??"


" Ya...luka dalamnya sangat parah, wanita ini banyak menerima tendangan di bagian dada dan perutnya Laksmana!"


" Simpan dulu jenazahnya, apa dia memiliki identitas??"


" tidak ada tuan, kami tidam menemuka. identitas apapun dari wanita ini..., tapi kami akan melakukan identifikasi sesegera mungkin!"


" hemm, dimana Sandy dan putraku, apa mereka parah??"


" kami sudah mengambil pelurunya mereka ada di tenda 7 , hanya butuh istirahat agar lukanya tidak terbuka lagi"


" oke terimakasih!"


Nathan segera menuju tenda 7 untuk melihat keadaan anak dan sahabatnya.


" Author"


maaf kakak kemarin saya tidak bisa update karena adik saya operasi...


ini saya sempatkan sedikit...


minta doanya untuk kesembuhan adik saya ya kak...


dan semoga kakak pembaca setia karya saya Slalu di berikan kesehatan dan dalam lindungan Allah 🤲


Aamiin

__ADS_1


__ADS_2