
setelah Anna bersama Dhiren masuk, Pak Bambo segera melajukan mobilnya, kembali pulang.
setelah sampai di rumah, Fahad segera menidurkan Nora di box bayi.
" tolong jaga Dhiren aku pergi dulu!"
" Tuan..."
Fahad tidak menggubris Anna dan pergi begitu saja .
.Fahad segera pergi menuju rumah sakit milik Kris.
" Loeh Had, ada apa??, apa ini urusan Yuna??, kenapa Yuna, apa dia sudah...???"
" Bukan om, ..."
" apa tentang kakakmu??, aku tidak tahu Cindy bagaimana di Swiss....tapi mamamu pasti menjaganya sepenuh hati...lagian anda siapa itu lupa aku...."
" Bang Fannan!"
" Ya,..."
" tapi ini tidak ada hubungannya dengan keluargaku om..."
" ha ??, lalu apa??"
" om, tolong bantu aku tes DNA, ini sampel rambut yang aku bawa..."
" ini rambut siapa Had, pokoknya om, dan tolong jangan beri tahu siapa pun tentang ini!"
" baiklah, 3 hari lagi akan aku kabari, hasilnya.."
" terimakasih om...aku permisi dulu"
" Ya, Had..."
Crist, hanya menggeleng kepalanya,
...----------------...
"Ini hari Minggu ngapain ke sini??"
" lagi suntuk..."
" Kenapa??"
" Nggak tahu Yud, kayaknya om Kenzo dan Tasya menyembunyikan sesuatu!"
" tanyalah..."
" Nggak enak, ...tapi aku ada cara lain, untuk mencari tahu...!"
" Apa aku perlu membantumu..."
" apa yang bisa kau bantu??"
" Kemarin aku bertemu gadis polos, dia membutuhkan seorang Sugar Daddy, dia mengatakan dia masih segel, apa kau mau??"
" Yuda , apa sambilanmu ini menjadi Germok...??"
" Sialan, jika kau tidak mau ya sudah, aku akan menjadi sugar Daddynya..."
" terserah...!"
" Lihatlah, dia sangat mulus...tidak tergores dan sangat polos, di menjamin dia masih Ting Ting...lihat!"
Yuda menunjukkan, foto gadis itu, Fahad tetaplah pria normal, melihat wanita begitu cantik juga tetap terpesona.
" Apa dia suka uang???"
" tidak dia, butuh uang untuk membayar hutang keluarganya sebesar 200juta...!'
__ADS_1
" Dia menjual Virginnya seharga 200juta saja??"
" Ya, tapi jika memang menyenangkan, aku akan mememlihara anak ini..."
" Yud, sejak kapan kau menjadi bajiingan??"
" Aku hanya membantunya...!"
" Sekarang kau benar - benar tahu tentang berbisnis, kau cukup mengerikan!"
" Hehehe, setidaknya aku tidak bermain gratis dan *** bebas..."
" yah uang memang merubah segalanya!"
" Tapi kesetiaanku tidak akan tergadaikan untuk slalu setia padamu, apakah aku ini bisa di sebut simpananmu Had??" menempel pada lengan Fahad .
" Kau tahu, wanita saja aku hajar, apalagi kau modelan begini!!'
Yuda segera menjauh dari Fahad, karena jika masih menempel sudah pasti akan menjadi lemper, karena itu sudah pernah terjadi.
" Baiklah....jadi mau aku yang mencobanya apa kau??"
" Apa yang kau tanyakan padaku Yud??"
" Ayolah, aku yang tidak duda tahu rasanya menahan diri, pasti sangat stress kan, dari pada memanjakan diri,lebih baik ada lawannya, karena memanjakan diri itu tidak baik untuk kedepannya!"
" Diam...."
" Tenang saja aku sudah menyelidiki, tentang anak ini, dia bukan wanita buruk, dia masih sangat polos dan tidak memiliki ambisi besar, dia berkorban seperti ini untuk keluarganya, sayang sekali jika dia mendapat orang yang hanya akan membuatnya salah jalan, barang kali, dia mau di arahkan, menjadi lebih baik!"
Fahad, terdiam...
" aku berikan nomer ini padamu, 3 hari lagi, aku janji menemuinya...aku sudah memberikan dia 50 juta untuk DP..."
" sialan kau sedang kerdit motor???"
" hehehe iya, kan bisa dinaikin..."
" Aku belum siap menikah... itu kau pikirkan lagi saja, Had...jika kau tidak mau aku akan mengambil anak ini, dia butuh uang dan aku butuh sesuatu..."
" terserah,..."
" Terserah tapi kau memasukan ke saku mu, heh...kenapa gengsimu besar sekali..."
" Diam!!, aku pulang dulu, aku rindu pada Nora dan Dhiren..."
" Ku amati akhir - akhir ini kau lebih sibuk mengurusi rumah tanggamu Had...kapan kau fokus ke perusahaan??"
" Bukankah kesetiaanmu tidak tergadaikan, kau jangan bilang lupa hal yang baru saja kau katakan!"
" tidak tentu tidak, aku akan menjaga perusahaan sebaik mungkin, aku tahu kau sedang ingin mengetahui sesuatu, lakukan dari pada kau bekerja tapi kau tidak fokus ...!"
" aku pulang!" Fahad pun segera meninggalkan Yuda dan kembali ke rumah.
Fahad segera masuk ke kamarnya mandi dan segera merebahkan tubuhnya ke ranjang.
" Aku tidak tahu kenapa aku melakukan tes DNA pada Nora, tapi rasanya aku harus melakukannya..."
" ooeeejjjj oooeeeeekkk ooooeeeeee...." terdengar suara Nora menangis cukup keras.
Fahad segera berdiri dan berlari ke kamar anak-anak.
" Kenapa kau diamkan Nora menangis??"
" Dhiren juga baru mau diam tuan!"
" Apa tidak ada orang??"
" tidak ada, mbak Zara dan bibi, pergi tidak tahu kemana..."
Fahad segera menggendong Nora, dan mencoba menenangkannya.
__ADS_1
" kenapa panas sekali??"
" apa?? panas??"
" cepat bawa Dhiren ,kita kerumah sakit ..."
" Pak Bambo ..pak, kerumah sakit om Krist"
Fahad buru-buru segera masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Anna, yang menangis sesenggukan.
" Cepat pak....!"
" Baik!"
" hiks hiks hiks...maafkan mama nak...mama sangat buruk menjadi ibu...!" Anna tak henti-henti menangis, sebenarnya dia juga merasa sangat lelah mengurus 2 anak sendiri, menyusui bergantian, belum lagi bekas jahitan pasca operasi masih terasa.
" Jangan menangis, Nora akan baik-baik saja..."
" huhuhuhu...." Tapi Anna terus menangis.
sampailah di rumah sakit...
Fahad segera masuk ke IGD, kebetulan, Lidya yang berjaga .
" Had kenapa Dhiren??"
" bukan Dhiren tante, tolong periksa dulu dia panas sekali..."
Lidya segera memeriksa Nora.
" ini dia mengalami dehidrasi Had, apakah ibunya tidak rutin memberi asi... dengan benar??"
" apa??"
"ASI adalah sumber makanan utama berbentuk cair yang berfungsi sebagai makanan sekaligus minuman untuk bayi. Jika kebutuhan ASI tidak terpenuhi, bayi bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Kondisi ini bisa membahayakan nyawanya.
Jadi, jika si kecil menunjukkan gejala dehidrasi seperti kulit kering, rewel dan terlihat lemas, itu adalah salah satu tanda bahwa ia kekurangan ASI..."
" Ibunya rutin tante, sepertinya karena ibunya harus berbagi Asi dengan Dhiren, ...!"
sambil menangani nora, Lidya sesekali bertanya pada Anna
" Astaga, ... apa kau melahirkan Caesar??"
" Iya dok...!"
" Berapa usia anakmu??"
" Hampir 3 bulan dok..."
" kau pasti lelah, apa masih merasa sakit ??"
" Hiks hiks...iya dok ....tapi bagaimana lagi, anak-anak membutuhkan saya, jadi saya mengabaikan rasa sakitnya...!"
" Kau tidak boleh memaksakan dirimu nyonya, setelah melahirkan itu bukan hanya bayinya yang lahir, ibunya juga sama seperti bayi yang baru lahir, sangat rentan... setelah ini aku akan memeriksamu!"
" tidak dok bagaimana dengan anak saya??"
" Dia sudah ditangani, tidak apa-apa, dia akan membaik..."
" Tante tolong periksa dia!" Pinta Fahad mengambil Dhiren dari Anna.
" Tuan tidak perlu..."
" Jangan merasa kau kuat, jika kau sakit siapa yang akan merawat Anakmu!"
Anna pun segera mengikuti langkah Lidya ke ruangan lain.
Selama ini dia menahan sakit, untuk menyusui Dhiren dengan baik ...
dia ini apa punya nyawa sembilan??
__ADS_1
dalam hati Fahad sangat kesal juga khawatir.