GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
488. menuntaskan Dendam


__ADS_3

" Aina...."


" Yus...kamu kok udah di sini aja??"


" iyalah, aku mau kasih ini buat Aina..."


" tapi ini pasti mahal..., kan iyus udah belikan satu set perhiasan dulu sebelum iyus lanjut pendidikan!"


" iya tapi beda, ini tanda untuk calon istriku!"


Iyus langsung memakaikan gelang itu pada Aina, tapi tidak bilang jika itu diberi oleh Sasha, ya masak ngaku kalau dapat gratisan, mau ditaruh di mana muka.


" makasih sayang..."


" Iya sama-sama Ai... sekarang tidak ada halangan lagi untuk kita bukan??"


" Ehmmm, iya...."


" Ai...hari ini kita lihat-lihat perumahan yuk, sekalian jemput Joven pulang sekolah nanti..."


" Kenapa tidak minta bantu om Ken saja sayang??"


" kan lagi honeymoon Ai... masak mau aku ganggu??"


" iya juga....Ai selesai kan ini dulu ya ... setelah itu kita berangkat..."


" iya..." Julius duduk di samping Aina yang masih sibuk dengan pekerjaannya dengan sabar dan suka senyum-senyum sendiri melihat Aina yang sangat cantik jelita.


pukul 10 akhirnya selesai, Aina pun pamit pada karyawannya untuk lebih dulu kembali dan toko di serahkan sepenuhnya pada karyawannya sampai tutup.


Aina dan Julius pergi melihat-lihat perumahan yang tidak jauh dari toko Aina dan sekolahan Joven.


" ini paling dekat dengan toko dan sekolah Joven Ai..."


" tapi ini sepertinya perumahan Elite..."


" Nggak apa-apa asal itu perumahan cukup pasti uangku!"


" Yang paling pojok aja kalau gitu sayang..."


mereka pun bertemu dengan pengurus perumahan itu.


perumahan itu sudah jadi tinggal finishing saja langsung bisa di pakai.


setelah mendapatkan kesepakatan, resmilah rumah itu menjadi hak milik Julius.


" Katanya mau sederhana??"


" itu sederhana kan Ai??"


" mana ada perumahan sederhana 2 lantai dan ada kolam renangnya??!!"


" hehehe, lumayan lah kan kecil tidak sebesar di kediaman kita...kamarnya aja seukuran kamar mandi di kamarmu!"


" hah baiklah ...tidak masalah ...mobil ini biar di pakai Joven sekolah tinggal cari sopir..."


" Tidak Biarkan Joven aku yang antar, dan kau yang menjemputnya bagaimana??"


" iya boleh...."


" aku tidak suka ada orang lain di kediaman kita!"


" iya iya...."


" kalau gitu aku yang isi furniture nya..."


" tidak, aku ....semua aku.... sementara rumah dan isinya dulu ya Ai...n


sisanya untuk seserahan dan pernikahan kita..."


" Iya Sayang terimakasih..."


" untuk apa??"


" untuk semuanya..."

__ADS_1


" itu kewajibanku Ai...jangan berterima kasih, aku sudah menghitung nafkah per-bulan untukmu Ai, nanti aku kasih 10 juta ya perbulan bersih nafkahmu, uang saku Joven dan makan sehari-hari sudah aku tanggung..."


" sebenarnya tidak usah!"


" aku tahu penghasilanmu perbulan lebih banyak dariku, 10 juta tidak ada setengahnya dari penghasilanmu kan, tapi tolong di terima karena itu tugas ku sebagai seorang suami, nanti kalau aku ada tambahan rejeki aku tambahin kok..."


" Iya aku terima..." Aina tersenyum bahagia mendengar bahwa Julius benar - benar berusaha keras untuk membahagiakannya


" wah cepat sekali sudah Setengah 1, kita jemput Joven dan makan siang bersama!"


" Ya..."


setelah menjemput Joven, mereka segera makan ke restoran milik Fahad sekalian ingin pamer jika dia akan menikah.


" Anak siapa??"


" anakku..."


" hah???"


" pah dia ini siapa pah??"


tanya Joven yang melihat Fahad dan Julius agak mirip.


" ini om Joven panggil om..."


" hallo om...."


" iya hallo ...gila kapan kau buat anak, sudah begini besarnya..."


" Had, aku dan kakakmu mau menikah, tafi pagi daddy ku sudah meminang Aina!'


" omong kosong apa kau ini, hahahaha memangnya paman sudah setuju??"


" sudah..."


" eh, benarkah kak??"


" iya...mama papah sedang mencarikan hari untuk pernikahan kita!"


" terimakasih, ini mau makan apa kalian...haloo nak siapa nama mu??"


" Joven om...."


" eh Joven??, kayak nama papahku tapi Jovan!"


" tentu saja aku terinspirasi dari Om Jovan!"


" ehmm anak ini cukup berani dari tatapannya, kau dapat dari mana ini??"


" ada deh ..."


" hilih....ya sudah kalian duduk aku akan memasakan untuk kalian, ajaklah dia ke rumahku Dhiren dan Nora pasti senang punya abang ..."


" iya abis ini aku ajak sana deh..."


" ehmm...oke...."


Fahad memasakkan banyak makanan untuk makan siang, dia juga ikut makan siang bersama mereka.


" Had, aku akan jadi kakak iparmu hahahaha jangan lupa panggil aku abang ..."


" sudi....sudi sekali ..."


" kau tidak menghormati kakakmu aina berarti!'


" tentu saja ku hormati kalau kau malas sekali..."


Setelah mereka selesai makan.


" Sayang, kau ajak dulu Joven beli stok jajanan di mini market depan, buah juga, aku mau ngobrol dengan fahad Bentar boleh??"


" boleh... Joven ikut mama yuk!" Joven pun mengikuti langkah Aina keluar restoran.


" ada apa??" Fahad penasaran.

__ADS_1


" Itu tentang Yuna..."


" ada apa dengannya??, dia hidup dengan nyaman bukan untuk saat ini??'


" Dia mengatakan padaku jika kau setiap hari menemuinya!'


" ya..."


" sebenarnya apa kau ini masih menyukai Yuna??"


" omong kosong Apa??"


" kau membawakan makan dia setiap hari bukan??"


" iya...apa begitu bisa kau simpulkan aku masih menyukainya....??"


" Kenapa tidak anak buahmu saja??'


" Terserah aku Yus....kenapa kau terlalu ikut campur??"


" Apa kau akan membunuhnya??"


" Iya ... setidaknya dia bisa hidup baik sebelum mati...giliran dia belum, aku masih mencari ayah Tian..."


" Had, berilah kesempatan pada yang mau berubah!'


" kesalahan papahku tidak akan ku ulangi Yus, papahku menyisakan keluarga dari musuhnya tapi malah papahku mati ditangan anak musuhnya...tidak ada yang bisa selamat satu keluarga jika dia sudah mengusik keluarga ku!"


" oke, kau memang tidak memiliki toleransi...baiklah...aku tidak akan memaksamu ..."


" sebaiknya begitu Yus...semua harus ku tuntaskan..."


" bagaimana dengan ibu Yuna??"


" Dia sudah hidup dengan satu ginjal, dia akan menderita sendiri!"


" kau melepaskannya??"


" Ya ...lagian dia kan juga sudah menderita sakit-sakitan..."


" baiklah Had...aku tidak akan menghalangi yang menjadi tekad mu tapi hati-hati ya..."


" iya iya santai aja...bukankah selama ini kau yang ceroboh??"


" sekarang sudah tidak loe..."


" bagus...ingat ya...awas kalau kamu bikin kakakku nangis, aku juga akan membunuhmu!"


" Hah, aku tidak akan menyakitinya, Had...fia separuh nyawaku bagaimana bisa aku menyakiti..."


" lihat saja jika sampai kau menyakiti..."


" iya kau lihat saja deh,...lalu bagaimana hubunganmu dengan Cindy??'


" tidak tahu aku Yus.... semenjak kejadian itu dia belum datang lagi...tapi aku dengar dia sedang pergi honey moon!"


" Ku harap semua baik-baik aja Had, Dia juga sangat kasihan..."


" Hanya menyayangkan caranya saja aku ini...'


" iya juga sih...tapi yang terpenting sekarang Dhiren sehat dan slalu ceria...."


" Ehmmmm, benar..."


" eh apa si melvin masih sering datang??'


" sudah tidak lagi dia sangat lengket pada Noah, hahahahahah, lucu juga anak itu..."


" Noah juga tidak buruk untuk jadi ayah sambung heheheheeh"


" tapi Noah ini terlalu kaku, jadi sulit menebak isi hatinya...Sansan saja tidak bisa menebak isi hati Noah..."


" Ya kita doakan yang terbaik aja...Had aku balik dulu ya, makasih nih udah di bela-belain masak buat kita... seharusnya kau duduk diperusahaan dengan tenang.."


" tidak apa-apa santai aja , hati-hati ya!"

__ADS_1


" Oke..." Julius pun segera menyusul Aina dan juga Joven yang masih sibuk berbelanja.


__ADS_2