GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
409 Tiara Malang


__ADS_3

bruuuuuuaaaakkkkkkkkkk


memang kekuatan Komandan sungguh luar biasa.


pintu kamar dari kayu jati itu langsung terbelah.


" Julia apa yang kau lakukan??"


Dia menggunakan Earphone kucingnya, dia memakai kaos oblong dan celana pendek, yang berdiri di ranjang., dan membawa sebuah Gasper ditanganya.


" Abannnnnngggggggggg" Teriak Julia sangat keras.


" Julia kau mau apa?, jangan bunuh diri..."


Putra langsung menarik Julia turun dari ranjang dan merebut Gasper yang di tangan Julia lalu membuangnya.


" Julia, kau harus tenang, tidak semuanya kau atasi dengan bunuh diri!" ujar Incess


tapi tampaknya Julia masih linglung.


Putra mengambil earphone dan membuangnya.


" dengarkan abang Julia, bunuh diri bukan solusi yang tepat!!!" tegas Putra sangat marah.


Julia semakin bingung dengan situasinya.


" Abang, kita bawa ke dokter bang, Julia sudah kayak orang linglung..." ujar Incess khawatir.


" apa?? aku tidak sakit loe..."


ujar Julia menepis tangan Putra dan berlari mengambil earphonenya.


" apa ini, huhuhuhuhu huaaaaaaaaa" Julia tiba-tiba menangis keras.


" heh ada apa ini???" Savina yang mendengar tangis putrinya segera datang.


" Mom Julia mau bunuh diri mom, Untung kami masuk tepat waktu!"


" apa??" Savina sangat terkejut.


" siapa mau bunuh diri???"


teriak Julia tak terima.


" lalu apa itu, kau di atas ranjang berdiri membawa Gasper???"


" aku sedang mendengarkan musik dan sedang berekspresi seperti yang ada di video klip itu..." menunjuk kelayar depannya.


terlihat seorang wanita menjadi Cat women membawa sebuah pecut di tangannya dan menyiksa seorang pria.


putra menepuk jidatnya dia tidak tahu jika adiknya memiliki sisi konyol seperti ini .


" Jadi kau tidak ingin bundir Julia??" tanya Inncess.


" kenapa aku harus bundir??, kalian ini ada apa??, huaaaaa mommy lihat earphone kucingku rusak, padahal ini edisi terbatas huaaaaa abang merusaknya!!!"


" Hah, Kau ini juga mengkhawatirkan Julia, abang dan kakak iparmu sangat mengkhawatirkanmu....lagian kau juga aneh-aneh saja..."


" Syukurlah jika kau tidak ada niat bunuh diri, abang sangat khawatir, nanti abang carikan earphone yang mirip dengan itu, sekarang jangan mengunci dirimu di kamar, abang sudah jantungan melihat kekonyolanmu tadi..."


" huaaaaa abang, ganti dulu..." Julia merengek di pelukan abangnya dengan manja.

__ADS_1


" tentu saja, untuk adikku ini apa pun abang akan lakukan, kau temani kakak iparmu dulu, jangan suka menyendiri jika sedang bersedih!"


" Ya abang, kakak ipar maafkan aku ya, ayo kita melihat bayik di rumah tengah!" ajak Julia dengan senang.


Incess pun dengan senang hati pergi bersama Julia ke rumah tengah.


" Mom, apa kau sudah selesai memasak??"


" belum heheh, mommy baru memilih bahan-bahan kalian sudah heboh..."


" kalau begitu jangan memasak sekarang nanti malam saja mom, kami akan memginap di sini, sekarang putra pergi dulu, carikan ganti Earphone Julia, biarkan mereka bermain di rumah tengah dulu mom..."


" oh iya, mommy akan ke tempat tantemu Sasha jika begitu..."


" oh baik, salam dong mom, untuk Tante!"


" tentu saja kau hati-hati dijalan ya nak"


" siap mom..." Putra pun pergi dengan membawa earphone Julia yang sudah di rusaknya, entah kemana dia harus mencari, dia harus mendapatkan ganti agar Julia tidak bersedih.


...****************...


Di rumah Tiara.


Tiara memiliki 2 adik laki-laki dan perempuan,


yang masih Sd kelas 5 dan 6.


sekarang kegiatan Tiara adalah mengantar jemput kedua adiknya itu sekolah, keluarga Tiara sudah tidak susah lagi, sekarang mereka bisa membeli apapun yang mereka inginkan.


orang tuanya membuka usaha catering kecil-kecilan untuk memutar uang modal mereka agar tidak habis.


saat rapat sedang berlangsung Tiara tiba-tiba mendapatkan telpon dari ayahnya.


" Hallo ayah..."


" maaf nona, apa anda ini benar putri dari bapak Maldi dan ibu Terena??"


" benar, bapak ini siapa ya??"


" kami dari pihak kepolisian, menyampaikan dengan berat hati bahwa kedua orang tua anda meninggal dalam kebakaran mobil "


" Apa??, tidak , tidak...." seluruh tubuh Tiara bergetar tak karuan dia langsung teringat dengan ancaman Tian , jika Tian tidak akan melepaskan keluarganya.


" nona, nona ada apa???"


semua orang segera menghampiri Tiara yang sedang syok beratd an ketakutan,


" hiks hiks tolong, tolong bawa adik-adik saya ke sini!" Tiara teringat langsung dengan adiknya, dia tidak tahu juga ini adalah penipuan atau benar benar terjadi.


Di dalam pikiran Tiara hanya teringat tentang Sansan dan segera ingin melihat kedua adiknya di hadapannya baik-baik saja.


" Nona anda tenanglah, siapa nama adik anda??"


" Kena dan Mesa"


Salah seorang guru segera mencari nama anak itu, sementara Tiara langsung menghubungi Sansan.


Tiara masih menangis sesenggukan


" hiks hiks...hiks hiks..."

__ADS_1


" Hallo, Tiara???"


" Sansan..to tolong, ibu dan ayahku meninggal , tolong cari kebenaran aku sedang di sekolah adik-adikku, aku takut untuk meninggalkan mereka!"


" mengerti, kau tetap di sana sampai Noah datang menjemputmu!"


" ya terimakasih...."


panggilan pun berakhir, Tasya segera memberitahu Suaminya, mereka segera mencari informasi itu , sementara Dai dan Dan Noah menjemput Tiara dan kedua adiknya.


Setelah mencari kebenarannya, ternyata memang benar, mobil yang di gunakan oleh kedua orang tuanya mengalami kebakaran karena konslet, dan itu langsung membesar karena di dalam mobil banyak bahan yang mudah terbakar.


Tasya tak kuasa menahan air matanya, Tiara baru 1 bulan berkumpul dengan keluarganya, dan tiba-tiba seperti ini.


" Sayang jangan menangis,...kita akan mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi!"


" hiks hiks aku sangat mengerti perasaan Tiara, tapi kenapa polisi langsung menutup kasus ini begitu saja??"


" tidak masalah, kita tidak akan mengandalkan mereka, kita bisa dengan cara kita sendiri!"


" hemmm, tapi aku yakin ini ada hubungannya dengan Tian bukan??"


" bisa jadi, dia memang tidak melakukannya sendiri, ada orang yang membantunya pasti..


"


" Juno, pasti punya banyak orang yang membantunya!"


" tidak masalah, kita akan segera mengetahuinya, sekarang kita bantu mengurus pemakaman kedua orang tua Tiara"


" hiks hiks , Tiara dan adiknya masih dalam bahaya kita tidak bisa melepaskan pengawasan pada mereka,...bawa ke tempat tinggal kita saja..."


" Tidak anak-anak akan terlibat jika kita akan membawa mereka!"


" lalu kemana mereka akan aman??"


" biar mereka di kediaman Pratama dulu...di sana pengawasan sangat ketat, mereka akan sangat aman!"


" ehmmm baiklah aku akan berbicara pada bunda dulu..."


" Ehmmm, ayo kita bicarakan ini pada bundamu!" Kenzo dan Tasya pun segera kediaman Pratama.


dan menuju rumah selatan,


" Bunda, bunda..."


Tasya segera mencari keberadaan bundanya, ternyata Vevey dan Savina juga ada bersama bundanya.


" kenapa Sansan??" tanya Sasha


" Bunda tolong biarkan Tiara dan adiknya tinggal di sini?"


" eh kenapa??"


mereka terkejut dengan permintaan Sansan.


" hiks hiks...kedua orang tua Tiara meninggal"


" Apaaaaa???"


semua terkejut...

__ADS_1


__ADS_2