
Terlihat Suhail menghampiri Fathia dengan wajah yang sangat berseri - seri.
" Apa kakak Fathia ini orang yang di maksud abang Putra!"
Julius mengamati di balik pohon, agar tidak diketahui Abang Suhail jika sedang menguntitnya.
" Fathia...!" mendengar Suara Suhail Fathia segera bangkit dari duduknya.
" Kau Suhail??"
" Kau masih mengingat suaraku??"
Fathia tersenyum mendengar pertanyaan Suhail.
" Sudah setahun lebih kau tidak datang,...apa kau sudah menikah??"
" Belum...!"
Fathia kembali tersenyum,
"Aku membawa buket bunga mawar untukmu!" mengambil tangan lentik Fathia dan memberikan bunga itu pada Fathia.
" Terimakasih,...!" Fathia sangat bahagia, dan mencium aroma bunga pemberian Suhail.
" Ini mawar merah??"
" Ya,...!" jawab Suhail merasa senang karena Fathia sangat menyukai bunga pemberiannya.
" apa yang kau lakukan selama setahun lebih ini??"
" Bekerja!, merantau...!"
" Kenapa kau masih berjualan di pinggir jalan??, apa kau masih belum memiliki suami??" tanya Suhail bermaksud menggoda .
" Kau masih dengan candaan yang sama, membosankan!, siapa yang mau dengan wanita buta ini!" ujar Fathia.
" Aku!" Jawab Suhail singkat sambil tersenyum.
" Kau masih suka bercanda Suhail!"
tanpa di sadari ternyata Julius sudah berada di halte, menggunakan topi dan memakai hudinya untuk menyamar.
Suhail sudah gila, bagaimana bisa kau menikahi wanita buta, kau sangat konyol...kau tidak boleh memberikan harapan palsu seperti itu.dalam hati Julius.
" Aku sudah bekerja, aku sudah memiliki uang yang cukup, aku bisa menafkahimu Fathia!"
" Hentikan candaanmu itu!"
" Aku tidak bercanda, ...!'
Bagus Suhail, kau memang buaya kelaparan, kemarin masih dengan Yohana sekarang dengan kak Fathia, kau harus di beri pelajaran dalam hati Julius sangat kesal.
" Kau bercanda, kau pasti sudah memiliki kekasih jangan menggodaku!"
Bagus kak Fathia jangan percaya pada buaya kelaparan ini .
" Tidak,...!"
" Bagaimana dengan teman SMA mu itu??, dia sangat menyukaimu!"
" Siapa??, Yohana?"
" Oh ya Yohana!"
" Dia disukai oleh adikku...aku tidak menyukai Yohana!"
" adikmu??, menyukai Yohana?, apa kau sudah baikam dengn adikmu?"
" Belum, ...dia baru saja lulus pendidikan kepolisian!"
" Kau tidak memberikan selamat padanya?"
" Sudah ku titipkan hadiahku pada Julia, jika itu dariku dia tidak akan mau menerima nya!"
" apa??, jam tangan ini darinya?" melihat ke arah jam tangannya, Julius segera menutupinya dengan lengan jaketnya.
" oh sayang sekali dia tidak tahu jika abangnya sangat menyayangi nya!"
" Fathia kau sengaja merubah topiknya, bagaimana apa kau mau menikah denganku??"
" Tidak!"
"pfffftttt....!" Diam - diam Julius menertawakan Suhail.
" apa alasannya?"
__ADS_1
" Aku tidak cukup baik untukmu, aku akan mempermalukanmu dan keluarga mu!"
" aku akan membawamu ke dokter...mari kita cari donor mata untukmu!"
" Benarkan??, kau malu memiliki wanita buta!"
" Bukan seperti itu, aku ingin kau bisa melihatku, untuk mempertimbangkan lagi apakah kau mau menikah denganku atau tidak!"
" Tidak!"
" Fathia, pikirkanlah baik-baik lagi...hanya memiliki waktu 2 bulan cuti!"
" Wah kau bekerja diperusahaan apa bisa ambil cuti lama!"
" Kau slalu saja tidak menanggapiku serius, kau menolakku saat SMA, sekarang aku sudah berusaha keras menjadi pantas untuk menikahimu!"
" aku baru saja bertemu dengan pemuda yang mengingatkan ku pada mu!"
" apa ada pria yang sama denganku??"
" dia berbeda denganmu, namun kata - katanya sama sepertimu...!"
" Apa yang dia katakan?"
" Katanya aku cantik seperti ibunya, aku adalah wanita kedua dimuka bumi ini yang paling cantik setelah ibunya!"
" Oh sungguh , apa kau tahu siapa namanya?"
" Aku tidak bertanya tadi!"
" Hahhhh...untung tadi dia tidak bertanya!" Julius merasa lega.
"Fathia, sebenarnya kau mau atau tidak??"
" Beri aku waktu Suhail...!"
" aku sudah memberimu waktu setahun lebih, untuk memikirkannya!"
" Aku kira kau hanya bercanda!"
" Fathia, sudah lama dari SMA, ...kau kira bercanda bisa selama itu??"
" Kau tahu aku selain buta, juga miskin , keluarga mu belum tentu menyetujuinya!!"
" Fathia, aku beri waktu 1minggu, jika terlalu cepat, 2 minggu!"
" Masih kurang? 3 minggu....jika masih kurang lagi 4 minggu...jika kurang 2 bulan, jika kurang lagi , 3, 4,5,6,7,8...setahun apa cukup?"
Fathia dan Julius tertawa mendengar perkataan Suhail.
apa - apaan Suhail ini ,rupanya dia pandai melawak dalam hati Julius.
" Hahahahah, Suhail kau masih sangat lucu!"
Fathia terlihat sangat cantik saat tertawa, membuat Suhail tidak tahan untuk memeluknya.
" Kau sangat cantik, Fathia!" Suhail memeluk Fathia tanpa aba-aba.
Wah, dia agresif sekali...
Julius masih menyimak drama dihadapan nya.
namun Suhail segera tersadar,jika perbuatannya sangat tidak sopan, Suhail segera melepaskan pelukannya.
" Maaf, aku terlalu terbawa suasana, ...!" Ujar Suhail merasa bersalah.
Heh, sudah untung keles...
netizen setia slalu nyinyir dibelakang Suhail
" Fathia, aku akan datang satu minggu lagi, sampai jumpa!" Suhail bergegas pergi karena malu.
Fathia hanya tersenyum, ...
"Kakak kenapa kau tidak mau dengan pria tampan itu??"
" Kau anak muda tadi rupanya kau belum pergi???" tanya Fathia terkejut.
" heheh, aku lupa sesuatu lalu kembali, dan tidak sengaja melihat kalian berbincang?"
" Oh ya??, kau menguping?"
" sedikit, dia sangat tampan dan mapan kenapa kau menolaknya??"
" hmmm..??"
__ADS_1
aku akan membantu Suhail, agar peluang ku mendapatkan Yohana lebih besar, sepertinya Suhail sangat bucin pada kak Fathia.
" Dia sangat baik!"
" Aku tahu...!"
" Lalu apa lagi yang kau tidak puas darinya?"
" Aku, aku tidak puas dengan diriku sendiri!"
" katakan padaku, apa kakak juga menyukainya??'
" Kenapa kau sangat ingin tahu?"
" Iya, karena kakak wanita tercantik nomer dua!"
" Aku menyukainya, tapi dia lebih baik mendapatkan yang lebih sempurna dariku!"
" kakak jika boleh tahu kenapa kakak bisa seperti ini??"
" Kami sekeluarga mengalami kecelakaan,dan aku satu-satunya yang selamat, dan mengalami kebutaan!"
" maaf membuatmu mengingat hal yang tidak ingin kau ingat!"
" Tak apa itu sudah berlalu!"
" Jadi kakak hanya sebatang kara?"
" Ya...!"
sepertinya ini akan sulit untuk Suhail menikahinya,...dia tidak memenuhi syarat menjadi seorang Jendral besar ,latar belakanganya tidak mendukung.
dalam hati Julius.
" apa pekerjaan kedua orang tua kakak dulu??"
" kedua orang tuaku hanya seorang guru saja!"
Suhail, baru saja naik pangkat, sudah mencari huru - hara saja...astaga...kenapa aku mengkhawatirkan nya, tidak ,tidak aku hanya ingin mendapat keuntungan saja dari hubungan mereka, aku tidak perlu bersaing dengan Suhail.
" Guru adalah pahlawan tanpa tanda Jasa, pantas saja kakak sangat pintar!"
" kau juga pandai meledek orang ya!"
" Mana ada, siapa yang meledek?, apa dia sering bercerita padamu tentang hidupnya?"
" Dia mengatakan, jika dia adalah orang yang beruntung memiliki ayah tiri yang cintanya melebihi ayah kandungnya, tapi dia merasa sedih karena adiknya, sangat membencinya!"
" Oh ya kenapa??"
" dia juga tidak mengerti kesalahanya, di mana!"
" Oh dia bodoh sekali ya!"
" Yang Bodoh itu adiknya, bagaimana bisa dia sangat membenci kakak tiri yang sangat menyayanginya, dia sangat sedih karena tidak bisa menggapai adiknya untuk menjadi kakak yang bisa di andalkan, jika aku menjadi Suhail, aku akan mengutuk adik seperti itu menjadi kodok!"
Kak Fathia, bagaimana bisa kau mengutuk, orang di depannya langsung??
" kakak, kau juga sangat menyukai Suhail bukan??"
" Apa yang kau katakan?"
" Jika kau sungguh menjadi kakak ipar adik bodoh itu apa yang akan kau katakan padanya jika bertemu pertama kali?"
" Aku akan mengatakan, hei kau anak nakal, apa kau buta??, aku yang buta saja bisa melihat ketulusan abangmu, bagaimana bisa kau yang memiliki mata normal tidak bisa melihatnya!"
" Hahahahahah.... hahahahhahahah...aku akan menunggu saat itu!"
" Apa??"
" Tidak maksudku ,aku tahu kenapa pria itu sangat menyukaimu!, meski kakak memiliki kekurangan, namun kakak sangat energik dan pemberani, kakak orang yang tidak memanfaatkan kekurangan kakak untuk mendapatkan belas kasih orang lain,kakak keren!"
" Aih, kau jangan membuatku terbanglah, jika aku jatuh aku tidak bisa memilih tempat yang empuk untuk jatuh!"
" Hahahahhahahahahah!" Julius sangat terhibur dengan Fathia, yang ternyata sangat humoris, pantas saja seseorang yang kesehariannya seperti patung itu bisa menjadi manusia hanya di depan Fathia, Suhail orang yang lembut namun dia sangat pendiam,dia sangat ramah namun, perkataannya hanya sekedar say hallo saja.
" Jika kau sangat mengerti bahwa Suhail adalah pria baik, kenapa tidak menerimanya, apa kau tidak percaya jika dia akan membahagiakanmu?"
" Bukan begitu, kita sangat berbeda aku cukup tahu diri untuk bersanding dengannya!"
" yang pantas bersanding dengannya memangnya orang seperti apa??"
" andai saja aku bisa menghasilkan banyak uang dengan caraku sendiri, dan bisa mencari donor darah untuk mataku, ... aku akan mengejarnya balik jika itu terjadi!"
Hemmm...pantas saja Suhail sangat menyukaimu, tanpa memikirkan apapun resikonya, kau adalah wanita tangguh seperti mommy kami...
__ADS_1
dalam hati Julius merasa sangat bangga dengan wanita di hadapannya sekarang.