GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
199. Bukan hal mudah


__ADS_3

" Aku sudah memenuhi keinginanmu, apa kau masih ingin menolakku??"


ujar Alfred pada Tasya .


" Yang Mulia, jika aku menikah denganmu aku juga tidak akan bisa kau sentuh, karena aku tidak mencintaimu!"


" Aku akan bersabar sampai kau jatuh cinta padaku, tapi aku tidak bisa menunda untuk menikahimu...!"


" Baiklah, jika seperti itu...tapi jangan menyesal suatu hari nanti karna menikahiku!"


" Aku tidak akan menyesal, karna kau sudah berkata begitu, maka aku menganggapnya kau setuju menikah denganku!"


Tasya hanya diam saja,


" Aku akan mengatur tanggal pernikahan kita lagi, ...!"


"terserah padamu Yang Mulia!"


" Baiklah, istirahatlah besok ada kompetisi kue pernikahan, kau bisa memilih sendiri sesuai seleramu di keputusan akhir!"


" Ya...!"


" oke selamat malam...!" Alfred pun segera kembali ke Paviliunnya dengan wajah sumringah, dan pada akhirnya Tasya pun menyerah padanya.


" Tasya, kau ...?"


" Sudahlah Dai, aku lelah aku ingin istirahat lebih dulu...kau tidak perlu memberitahu Tuanmu...!"


" Hm...aku akan menghargai keputusanmu!, tapi biarkan aku tetap menjagamu...!"


" Lalu bagaimana dengan anak - anak jika kau di sini??"


" Tuan sangat menyayangi mereka, mereka juga bisa menerima Tuan dengan sangat baik!"


" Ehmmm, aku akan mengingkari janjiku pada anak-anak Dai...mereka pasti akan membenciku!"


" apa kau sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh??"


" Aku malas berpikir, jalani saja sesuai skenario Tuhan, karena aku sudah lelah Dai...!"


" Aku bisa membantumu pergi besok Tasya...!"


" Tidak Dai...!"


" Besok akan di buka untuk kompetisi, kita bisa menyelinap pergi...!"


" Tidak Dai, dia akan menemukanku lagi...itu pasti mudah untuknya...!"


" Baiklah, aku akan tetap menjagamu di sini...!"


" hmmm aku tidur dulu!"


" Tidurlah...!"


Pada akhirnya dia menyerah dengan keinginannya...


dalam hati Dai merasa sedih dengan apa yang di alami sahabatnya itu.


...----------------...


Keesokan harinya,


Julia sangat senang akhirnya kompetisi itu tiba, dan lokasinya di rubah di Istana langsung yang itu di khususkan untuk pebisnis kuliner.


" Jadi menang tidak menang, aku bisa masuk Istana dan bertemu dengan Sansan!" Gumam Julia


Julia pun menunggu di bangku pinggir jalan,


saat baru duduk tiba-tiba ada sebuah Taxi datang.


" nona, apa butuh transportasi??'


" Iya Tuan, saya mau ke Istana!"


" Oh silahkan naik,...!"

__ADS_1


" Berapa ongkos ke sana??" tanya Julia.


" seratus ribu saja nona...!"


" Oh oke ...!" Julia pun masuk ke dalam Taxi.


dan Taxi iti pun melaju dengan segera.


Julia membuka Handphonenya lalu membuka Gps nya dan melihat rute menuju ke Istana.


Julia sangat terkejut melihat arah Gps yang justru berlawan arah dari Istana.


Sialan, kenapa di negara ini banyak orang tidak benar


dalam hati Julia kesal.


" Pak, maaf pak...bisakah cari toilet umum,...!"


Ujar Julia berakting gelisah.


" Oh sebeni nona...!"


" Pak cepat pak...cepat, aduh ini pasti karena aku sangat gugup saat kompetisi!"


" Oh yayayaya...100 meter lagi ada rest area nona tahanlah!"


" Huhuhuhu cepat' sedikit pak...!"


Hwuuuuuuuussssssssss....


Taxi itu melesat begitu cepat, dan sampailah ke rest area,dengan buru-buru Julia turun lalu menjatuhkan uang 100 dengan tergesa-gesa.


" Pak terimakasih,sampai di sini saja!" Julia segera berlari menuju toilet umum.


Huffft...sial...ini malah menjadi lebih jauh dari Istana.


Julia celingukan melihat situasi yang ada,


"aku naik Bus saja sialan..."


Julia bertanya pada security di sana, dia menceritakan pada petugas keamanan tentang kejadiannya yang dia alami tadi.


" Apa di sini banyak kejahatan??"


" Sebenarnya saya jarang mendengar ada hal seperti ini di negara kami, karna semenjak raja kami merubah peraturan baru, bisa dikatakan hidup kami terjamin, jadi takutnya itu bukan asli orang kami...!"ujar Security itu menjelaskan.


" Hmmm ... bapak bisakah mengantarkan saya ke kantor polisi sebentar??"


" Tunggu sebentar ya nona, saya minta izin dulu "


Security itu masuk ke dalam posnya, dan tak lama dia keluar, dan segera mengambil motornya


" nona, saya akan antar anda!"


Julia pun segera membonceng, dan Julia pun di antar sampai ke kantor polisi.


" Nona, sudah sampai masuklah, saya akan pergi setelah anda masuk!"


Julia membuka tasnya dan mengeluarkan box makanan yang dibawanya.


" Pak terimaksih, ini sebagai rasa terimakasih untuk anda...!"


" Nona tidak perlu, anda itu seumuran anak saya, saya juga berharap saat anak saya dalam kesulitan, ada yang membantunya!"


" jangan ditolak ya pak, anda orang yang baik Tuhan akan senantiasa menjaga anak anda di mana pun dia berada!"


Dengan senyum sumringah Security menerima box makanan dari Julia,


" Baiklah saya terimakasih nona semoga anda beruntung!"


" iya pak!"


Julia pun segera masuk ke dalam kantor polisi, setelah memastikan julia masuk dengan aman, security itu pun pergi


Julia melaporkan kejadian itu pada polisi , Polisi pun menghubungi bagian keamanan di istana, melaporkan jika ada tamu undangannya berada di kantor polisi sesuai identitas Julia yang lengkap.

__ADS_1


Dan hal itu terdengar langsung oleh Alfred.


" Jemput anak itu sekarang, berikan keamanan 24 jam padanya mulai detik ini sampai acara selesai!"


"Nona, tunggulah... orang istana akan menjemput anda !"


" oh??, baik terimakasih!"


Julia pun menunggu dengan sabar di kantor polisi.


sementara kompetisi itu sudah berlangsung,para peserta sudah memulai bergelut dengan peralatan mereka masing-masing.


Renata merasa lega karena dia tidak melihat Julia di kompetisi ini,


" Syukurlah kakak bisa di andalkan...aku juga tidak menyangka jika lokasinya langsung berada di istana, Jika aku jadi Sansan aku akan menerima lamaran raja!" Gumam Renata lirih sambil sibuk dengan adonannya.


...----------------...


" Sepertinya ada yang tidak ingin jika Julia ini mengikuti Kompetisi....!" Gumam Alfred


"Lalu bagaimana Yang Mulia!"


" Siapkan saja ruangan khusus untuknya...!"


" Baik...!"


" Selidiki hal ini...jangan sampai dia terluka sedikit pun...!"


" Baik Yang Mulia...!"


" Hmmm...!"


Beraninya menyentuh keluarga dari Tasya.


dalam hati Alfred sangat kesal.


Julia pun tiba di Istana, matanya terbelalak melihat keindahan Istana yang sangat luar biasa.


" Nona lewat sini...!" menunjukan jalannya.


" Ini adalah tempat anda segera menyusul yang lain, karena beberapa dari peserta sudah selesai!"


" Oh ya!" Tanpa banyak berpikir dengan segera Julia memulai membuat kuenya.


Setelah bergelut selama 2 jam, akhirnya selesai juga ,Julia memberitahu panitia bahwa dirinya sudah selesai.


" Nona, anda bisa bersantai di Paviliun selatan melihat bunga-bunga Sambil menunggu keputusan juri, jika anda lolos babak pertama maka anda bisa melihat Raja dan Calon ratu secara langsung, karena yang memutuskan hasil akhirnya adalan calon permaisuri!"


" Oh sungguh??"


" Benar nona...silahkan ke arah sana nanti akan ada seseorang yang memandu anda!"


Julia pun menuju Paviliun selatan,


" Nona ini ruangan anda, anda bisa beristirahat!"


" Oh, kok saya tidak melihat peserta lain ya??"


" Mereka juga sedang beristirahat di ruangannya masing-masing!"


" Oh...Raja sangat bijaksana karena mengutamakan privasi!"


" Hehehhe selamat beristirahat nona, nanti akan ada seseorang yang akan memberitahu hasilnya pada anda , dan jika butuh sesuatu silahkan tekan tombol hijau di sana!"


" Ya terima kasih!" Julian segera masuk dan merebahkan tubuhnya di Sofa yang sangat besar itu.


" Menyenangkan sekali, mencoba hal baru!" Gumam Julia merasa sangat puas.


" Aku justru tidak sabar ingin melihat Sansan yang sekarang... seperti apa dia??, aku sangat rindu...menang atau tidak tidaklah penting, tujuanku adalah melihat Sansan,dan mencari pengalaman untuk melebarkan usahaku di sini! ,oke Julia hari ini cukup menguras tenaga sekarang tidurlah sebentar!"


Julia pun memejamkan matanya.


Author


maaf baru bisa update karena memang lagi rempong terimakasih atas kesabarannya

__ADS_1


jangan lupa Gift dan likenya .


Terimakasih


__ADS_2