
" Lepaskan tanganmu!!"
" Tidak!"
" Lepaskan!"
" Tidak mau!"
" Aina kenapa kau diam saja??" Iyus sangat kesal.
" Kenapa kau marah pada Aina, dia sedang membantu kita berbaikan!"
" Apa benar maumu begitu Aina??"
Aina bingung harus menjawab apa,
" Jadi kau masih tidak percaya padaku Aina??"
" Hana, tolong lepaskan Iyus!!" tegas Aina
" Aina...kenapa??"
" Lepaskan dia cepat!"
" Kau tidak memihakku lagi??"
" Julius milikku, jangan suka mengganggu milik orang lain!" tegas Aina memberanikan dirinya.
" Apa, kalian saudara, aku tahu kau berusaha melindungi saudaramu, tapi juga tidak perlu berbohong!"
" Hanna lepaskan, pacarku marahkan??, jangan menjadi penggangu, kau sangat suka sekali menjadi orang ketiga!" Julius melepaskan diri dari Hanna dan segera memeluk Aina.
" Hanna, kami memang saudara..tapi kita saudara angkat, kau harus tahu itu!"
Tegas Julius.
" Apa??, kalian hanya bersekongkol untuk membuatku menyerahkan, lihat saja iyus suatu hari nanti aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku!"
" Oh ya?? aku sudah pernah melakukan hal bodoh itu, tapi kau menolakku dengan sarkas!"
" ah...itu itu... pokoknya aku tidak akan menyerah , dan kau Aina kita bukan teman lagi!" Hanna segera pergi dan membuang buket bunga di tangannya.
" Ahz apa dia benar-benar lulusan psikologi??"
Ujar Julius tak percaya
" Iyus dia sekarang membenciku!"
" Biar saja, dia bukan orang baik... yang penting aku tidak membencimu, terimakasih sudah mengakuiku di hadapan Hanna... sekarang aku tahu kau mencintaiku!"
" Diamlah, aku mau lanjut bekerja!"
Aina tersipu malu.
Iyus sangat senang melihat reaksi wajah Aina.
" Ya baiklah, apa aku boleh membantu sayangku??"
" Apa yang bisa kau lakukan pak??, beristirahatlah dengan baik di ruanganku, biar lukamu cepat pulih!"
" Aku memang tidak mau cepat pulih!, aku belum puas bertemu denganmu!"
" Oh...pak iyus kau sangat kerasa kepala!"
hufffff....Aku harus membuatnya menurut,...
orang keras kepala ini tidak akan mendengarkanku jika aku tidak lembut padanya.
dalam hati Aina mencoba untuk lebih berani mengendalikan Julius.
" Sayang, jika kau terluka hatiku akan ikut terluka, apa kau sangat suka jika aku merasa sedih??"
" Oh ...baik bu...!, aku mengerti aku akan istirahat dengan baik diruangan anda!"
woh ini berhasil, memang harus lebih berani untuk menghadapi Iyus...heheheh aku harus banyak melihat Film romantis untuk belajar lagi memahami hatinya hihihi.
"Bagus, sayang... selamat istirahat!"
Iyus pun segera masuk ke dalam ruangan Aina beristirahat, dan Aina bisa lanjut bekerja tanpa gangguan sang pujaan hati.
...----------------...
Di sekolah Diana
__ADS_1
Terlihat semua anak - anak SMA sudah keluar dan dijemput oleh sopir mereka masing-masing, namun sudah begitu lama sampai hanya tersisa beberapa anak saja, Diana belum juga keluar.
" Maaf pak, saya menjemput nona saya, namun kenapa nona saya belum keluar??"
" Siapa nama nona anda??"
"Diana...!"
" Nama Diana banyak kali nak...nama panjangnya!??"
" Sebentar saya telpon tuan saya dulu!" Fahad segera menelepon ayah Diana dan menanyakan nama panjang Diana.
" siapa nak??"
" Diana Alexcey pak!"
" Oh putri dari Tuan Arnold Alexcey??"
" benar - benar!"
" Oh Dia sekarang kelas 11 A, bangunan no 2 lantai 3, coba kau lihat ke sana sendiri nak!"
" Oh baiklah!" Fahad segera menuju tempat yang di beritahu satpam penjaga gerbang.
" Kemana dia??, sudah tidak ada orang di lantai 3, sekolah ini benar - benar berkelas, aku yakin mereka anak-anak orang kaya semua yang bersekolah di sini!"
Fahad terus mencari ke segala sudut tempat itu dan mencari sampai di atas balkon.
" Oh, kemana dia menghilang benar-benar anak nakal...!"
" Berani mendekat aku akan melompat!"
Fahad mendengar suara Diana dan segera berjalan menuju arah suara.
Terlihat Diana sedang terpojok di ujung balkon, ada 3 pria dan satu wanita yang mengepungnya melingkar.
" Hah, aku yakin mereka sedang balas dendam pada nona Diana...memang pembawa masalah...!" Fahad melihat situasinya dengan baik dan tidak gegabah bertindak.
" Mari kita lihat, kucing liar ini seberapa kuat mengeluarkan cakarnya!"
" Kalian cepat lakukan, aku akan mengambil gambarnya!" perintah seorang gadis yang berada di hadapan Diana.
"Bagaimana dia benar-benar melompat??"
3 orang itu segera menangka Diana 2 orang memegangi tangan Diana dan satu orang tiba-tiba merobek seraga Diana dan terlihatlah tubuh indah dengan pakaian dalamnya.
" Hei anak nakal beraninya kau kurang ajar pada nonaku!" dengan sangat cekatan Fahad segera menendang ke 3 murid itu hingga jatuh Dian terduduk menangis sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
" kau siapa??" tanya gadis yang masih memegang ponsel itu, Fahad segera merampas ponsel itu membanting dan menginjaknya dengan kuat sehingga ponsel mahal itu hancur menjadi kepingan kecil-kecil.
" Kau...!!!!"
" Aku hitung sampai 3 jika kalian tidak pergi kalian akan mati!!" teriak Fahad sangat marah, Fahad benar - benar membuat anak - anak yang mengganggu Diana itu kalang kabut.
" Nona, maafkan saya terlambat!"
Diana terlihat sangat syok, seluruh tubuhnya gemetaran, Fahad segera melepas Jasnya dan merangkapkan pada tubuh Diana yang gemetar itu.
" Nona, kita pulang!"
Fahad menggendong Diana dan membawanya turun.
" Apa yang terjadi nak??"
" Pak bagaimana bisa sekolah internasional sebagus ini memiliki murid yang tidak berakhlak??" ujar Fahad kesal.
" Memang seperti itu, kasta yang lebih tinggi akan mendominasi yang lebih rendah, saya juga menyayangkan hal itu...namun kami hanya orang kecil apa yang bisa kami lakukan??"
" Saya permisi!"
Fahad segera mendudukan Diana di dalam mobil.
" Duduk yang baik nona...aku akan melaporkan hal ini pada Tuan!"
" Tidak !!, Jangan!"
" Tapi...!"
" Jangan!!"
" Baiklah...kita pulang dulu...!"
Fahad segera membawa Diana kembali kekediaman Alexcey.
__ADS_1
Di kamar Diana.
" nona..aku akan membuatkan teh hangat, anda cepat berganti baju!"
" Kau...siapa namamu??"
" Fahad nona...!"
" Terimakasih!"
" Itu sudah kewajiban saya menjaga anda, nona sebenarnya masalahnya apa jika saya boleh tahu, saya yakin mereka akan mengadu ada orang tua mereka!"
" Katanya kau mau membuat teh, kenapa kau sangat peduli dengan urusanku!" berubah menjadi jutek seketika.
" Ah baik!"
Fahad berjalan menuju dapur,
Kucing liar itu benar - benar memyebalkan, sungguh tapi masih sangat menyebalkan Sansan, Nona Diana masih memiliki sisi lembut dan lemah, haaaaah?? sepertinya sifatnya yang seperti ini untuk melindungi dirinya.
dalam hati Fahad
setelah selesai membuat Teh hangat Fahad kembali naik ke lantai 2.
tok tok
" Nona ,tehnya sudah siap...!"
" Ya !" Fahad segera masuk ke dalam, Diana sudah berganti pakaian santai , Diana memang sangat cantik, walaupun rambut panjangnya acak-acakan tapi dia tetap cantik dan itu tanpa polesan make up sedikit pun.
" Nona,.saya akan bantu mengganti kasanya!" Fahad meletakkan gelas di meja dan segera membantu Diana memasang kasa di kakinya.
" Sudah selesai, ayo minum tehnya...saya ke bawah dulu nona...jika ada yang anda perlukan panggil saya!"
" Ehmmmm...!" terlihat Diana masih mencoba untuk menenangkan dirinya.
" Nona, bolehkah saya menyisir rambut anda??" Fahad orang yang tidak tahan dengan sesuatu yang berantakan.
Diana mengangguk...
Fahad segera mengambil sisir dan penuh dengan kehati-hatian menyisir rambut panjang di depannya.
" Apa anda tidak pernah sisiran??"
" Aku tidak tahu caranya menyisir, ibuku selalu melakukannya untuk ku , setiap kali aku menyisir aku akan botak !"
"pufffffffffffffftttttttttt...!" Fahad menahan tawanya.
" Apa yang lucu??"
" Tidak!"
" Kau sangat pintar menyisir rambut, apa kau memiliki sertifikat salon??" Diana sudah melunak.
" Tidak, aku sering menyisir rambut Jenny setelah mandi aku harus berhati-hati agar dia tidak marah, karena dia akan menggigit saat terasa di sakiti... hehe aku rasa aku juga harus memperlakukan hal yang sama pada nona!"
" Memangnya Jenny siapa mu?? adik?? pacar?? atau istri mu atau anakmu??"
" Bukan semuanya nona!"
" Lalu??"
" Dia anjiiing ditempat kerjaku sebelumnya, meskipun dia anjiiing pangkatnya lebih tinggi dariku!"
" Apa??"
" Apa kenapa??"
" Kau bilang Jenny itu anjiiiing???"
" Ye benar nona, dia bukan anjiiing biasa..!"
" Breeeeeengsek kau menyamakanku dengan anjiiing dasar kau sialan keluar aku membencimu, kau sangat jahat!" Mengeluarkan cakarnya lagi.
" Haaa?? bukan tidak , maksud saya-"
" Keluar!!!"
" Oh baik-baik!" Fahad pun keluar dengan buru-buru.
**Fiuhhhh....ini sangat melelahkan , kenapa dia mudah sekali marah...padahal aku sudah memperlakukannya dengan sangat baik dan sopan, hah....tenang Fahad kau pasti bisa bertahan, ini untuk masa depanmu dan Yuna, dan kau harus bisa membuktikan ini pada mamamu jika kau bisa hidup tanpa sepeserpun dari keluarga mu.
Fahad mencoba menyemangati dirinya sendiri**.
__ADS_1