GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
254. Berlomba-lomba


__ADS_3

Jepang


" Sayang, bangun....ayo sarapan!"


" Hmmm, ..." Sansan menggeliat meregangkan saraf ototnya.


Kenzo segera memeluk tubuh mungil itu dengan sanga gemas, Sansan terlihat sangat sangat cantik saat bangun tidur.


" Om... aku tidak bisa bernafas...!"


Kenzo segera melepaskan pelukannya.


" Aku siap memberikan nafas buatan untukmu...!"


" Kalau begitu Sansan gosok gigi dulu okey!" Sansan segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi, dia mencuci muka dan menggosok giginya, setelah di rasa bersih Sansan segera keluar dan berjalan menghampiri Kenzo.


Sansan menarik telapak tangannya di depan mulut.


" Hahhh ,hahhh...!" Sansan mengeluarkan nafasnya lewat mulut .


" Hahahaha!" Kenzo selalu di buat tertawa oleh tingkah menggemaskan bocah nakal yang tidak pernah mau di panggil bocah itu.


" Om ayo mulai...!" pinta Sansan siap.


" Kenapa kau menanggapi candaan ku dengan serius ..??"


" Jadi aku tidak jadi diberikan nafas buatan??"


" Kau kan tidak pingsan...!"


" Oke, aku akan pingsan dalam hitungan ke tiga, 1, 2, 3...!"


Sansan segera menjatuhkan badanya di ranjang.


" Hahahahahahaha....!" Kenzo langsung menindih tubuh mungil itu.


" Oghhh, om...aku benar - benar akan mati kehabisan nafas, jika kau berada di atasku...!"


" Sansan, kenapa kau selalu konyol??, hemm...!" Kenzo segera bangun dan duduk kembali dengan benar di samping Sansan yang masih terbaring.


" Om, kapan kita menikah???"


" Tentu saja secepatnya!"


" Kapan????"


" Heheheh, Sepertinya kita akan kalah cepat dengan saudaramu sayang!"


" Hah??"


" Hmmm, Pamanmu mengabariku, jika Putra menyetujui perjodohan dengan anak sahabatnya!"


" what abang putra??"


" Ehmm, dan Fahad juga mengatakan pada Paman Hiro jika akan membahas pernikahannya dengan kekasihnya saat ulang tahun Cindy...!"


" What??, oh benar kak Cindy ulang tahu 2 hari lagi aku akan segera mengirim hadiah untuknya!'


" Hmmm, jadi sepertinya kita harus mengalah dulu setelah mereka menentukan pasti pernikahannya!"


" Wanita seperti apa itu yang di pilih untuk abang Putra??"


" Aku juga tidak tahu...tapi sepertinya dia baru akan lulus tahun ini, tapi kata kak Nathan, mereka akan bertunangan dalam waktu dekat, dan setelah lulus akan segera menikah, ...!"


" Oh kita menunda lagikah??"


" Kau tidak sabar??"


" Ehmm, aku ingin segera mendapatkan status om...!"


" Tentu saja, nyonya Kenzo akan menjadi statusmu!"


" Harus dong....!"


" hehehe, jadi tenanglah...oh ya...iyus juga akan segera menikah saat menyelesaikan pendidikannya!"


" ehmmmm....kenapa semua kebelet nikah??"


" Ya tidak tahu itu...jika putra kan sudah masuk waktu cukup, tapi untuk Fahad dan Iyus, mereka terlalu terburu buru !"


" Setelah ini pasti Suhail akan mengajukan pernikahan juga bukan??"


" Hahahahahha.... sudahlah sepertinya aku bagian terakhir!"


" Hemmm kita akan segera menikah, tenanglah...setelah urusan di sini selesai!"

__ADS_1


" Siap...!"


" Ayo makan...!"


Kenzo menggandeng tangan Sansan kuar kamar dan menuju meja makan yang menjadi satu dengan dapur.


Terlihat Dai sudah mengering menunggu mereka keluar dari kamar untuk sarapan bersama.


lebih baik aku dibascamp utama saja


dalam hati Dai.


"Dai maaf lama ya, seharusnya kau makanlah dulu!"ujar Kenzo.


" Hehehe tidak tuan...!"


"Ah, baiklah ayo sarapan...apa rencana kalian hari ini??"


"Kami akan menemui nona Mizu om ...!" Sahut Sansan.


" Baiklah, semoga beruntung...!"


" Ya, om ..!"


" Aku mungkin akan kembali minggu depan, Dai kau di sini menjaga Sansan...jangan biarkan dia ceroboh!'


" Siap Tuan!"


" Lama sekali om??"


" Ehmmm bukankah kau ingin cepat menikah?"


" Oh baik...itu tidak lama kok...!"


" Pintar, ayo cepat makan sayur yang banyak!"


setelah selesai sarapan Kenzo pun pergi, Sansan dan Dai bersiap menemui Mizu...


...----------------...


Rumah tengah keluarga Pratama


semua berkumpul kecuali Suhail Sansan asli dan kurang Fahad yang katanya datang tapi terlambat.


Semua berkumpul merayakan ulang tahun Cindy


Mereka bernyanyi dan memberikan hadiah pada Cindy secara bergilir dan mendoakan yang terbaik, di sana juga ada Fanan.


"Maaf Fahad terlambat!" terlihat Fahad ngos-ngosan


" Fahad, kau dari mana, apa kau lari maraton??"


" Hufftt...aku dari rumah Yuna, niatnya mau ajak dia tapi ternyata dia tidak di rumah!"


" Astaga, kan tidak perlu terburu-buru, lihat kau berkeringat!"


" Ah ya motor Fahad bannya bocor ada di bengkel, Fahad.lari saja karena pesan gocar tak kunjung dapat!, kakak Selamat ulang tahun, semoga bahagia selalu dan sehat...!" memberikan hadiahnya pada Cindy.


" Oh manisnya adikku, terimakasih ayo cepat duduk kau pasti lelah ..ayo kita makan-makan dulu setelah itu kita keliling membagikan makanan!"


mereka pun segera duduk di karpet besar yang sudah tersaji berbagai macam makanan


mereka berbincang dan makan bersama.


" ehmmm...kenapa Yuna malah pergi??, bukankah katamu dia akan datang bersamamu??"


tanya Aina.


" Mungkin ada urusan yang lebih penting...!"


Vevey tidak tertarik untuk membahas Yuna dia hanya diam, tidak ikut menanggapi percakapan mereka


" Oh ya, aku mempunyai kabar baik, Putra akan bertunangan minggu depan!" ujar Nathan menyela percakapan mereka yang membahas Yuna.


" What??" semua terkejut.


" Dengan siapa bang??" Cindy terkejut karena abang sepupunya itu membatasi dirinya dari para wanita.


" Anaknya teman paman Cindy!"


" Wah, apa mereka sudah saling mengenal??"


" Belum, heheheh tapi kita sudah sepakat untuk itu ...jadi kalian juga harus meluangkan waktu untuk minggu depan...!"


" Wahhhh abang, kau sungguh akan menikah??" tanya Fahad terkejut

__ADS_1


" Ya, apa itu sangat aneh??"


" Tidak, aku juga tidak akan kalah...mama papa paman, bibi, tante dan om....!" Fahad mengumpulkan tekadnya untuk mebahas pernikahannya juga.


para penetua memandang ke arah Fahad , menunggu apa yang akan terucap dari bibir Fahad.


" Apa Fahad??" tanya Vevey


" Fahad juga memutuskan untuk segera menikahi Yuna...!"


" Apa???" Semuanya Terkejut


" heheheh...jadi tolong arahanya, kami akan menikah dengan acara yang sederhana saja!"


Semua terdiam...


semua mata kini memandang ke arah Vevey yang terlihat datar,


" Fahad, apa kau sudah bertekad??"


" tentu saja ma, rumah kecil kami sudah selesai, Fahad sudah mendapatkan pekerjaan yang cukup, Fahad tidak ada cita-cita lagi selain untuk membahagiakan orang yang aku cinta....!"


Belun sempat membuka mulutnya,


" Daddy, mommy aku juga ingin mengikat Aina... setelah pendidikan selesai kita juga akan menikah!" Julius tidak mau kalah.


Nathan sudah terlihat kebakaran jenggot,


namun Savina memegang tangan suaminya itu agar tetap tenang.


" Iyus, diamlah hargai tantemu lebih dulu, biarkan dia berbicara dengan Fahad...!"


" Hmm baiklah...!"


" Kakak kau ini memancing perkara sih!" ujar Vevey pada Nathan .


" Eh kok aku...?"


" Sayang kau ini, lagian ini ulang tahun Cindy, kenapa membahasnya di waktu ini!" tambah Savina.


" Oh ya maafkan paman Cindy ya...!"


" Tidak apa paman...!"


" Fahad, paman kan sudah menyarankan hal itu padamu kan??"


" Ehmmm, ya paman...tapi jika aku mengikuti saran paman, itu sama saja Fahad tidak menerima Yuna apa adanya, Fahad ingin Yuna tahu, jika Fahad menyukai Yuna bagaimana pun keadaanya!"


" Hmmmmm....baiklah!" Nathan hanya manggut-manggut.


" Ya sudah, memangnya kau ada dana berapa untuk pernikahanmu??" ujar Vevey dengan ekspresi datar.


" Ehm, hanya ada 40 juta ma... sederhana saja!"


" Uang itu jadikan mahar saja semua...!" ujar Vevey.


" Lah tapi untuk yang lainnya??"


" Yang lainnya keluargamu akan menanggungnya, papamu akan mengurus dari baju riasan, kakakmu akan mengurus hidanganya, dan dekorasi serahkan saja pada kakak Aina!"


" Untuk snack dan kue biar bibi dan julia saja Fahad...!" sahut Savina


" Untuk Gedungnya pakai milik tantemu Saja!"


Sambung Sasha yang sekarang sibuk dengan bisnis kecilnya menyewakan beberapa gedung pertemuan yang bekerja sama dengan Cindy dan Savina juga Aina.


Fahad menghela nafas berat, dia sungguh merasa sedikit kesal pada dirinya,


" Sebenarnya acara kecil saja tidak apa-apa...!"


" Kami hanya akan membantumu sampai di sini, setelah kau menikahinya, maka kau menanggung hidup orang lain...jangan sampai membuat istrimu kelaparan...!" Tegas Vevey


" Ya ma...apa kalian memutus hubungan dengan Fahad??"


" Bicara apa kau, karna kau sudah bisa menafkahi anak orang maka, kami menganggap kamu sudah mampu..."


" Ya kami tetap Keluarga mu!"


Sahut Hiro.


" Apa kalian menerima Yuna??"


" Kami kan tidak menentang pernikahanmu Fahad!" ujar Hiro lagi.


" Seharusnya kau tidak terburu-buru Fahad, tapi jika kau sudah membulatkan tekad mu, kami bisa apa??" ujar Nathan menyayangkan.

__ADS_1


Kenapa mereka menanggapi perihal bang Putra dan Iyus dengan heboh, sedangkan aku, mereka terlihat datar, apa karena aku gagal menjadi seseorang yang di banggakan bagi keluarga??, atau mereka tidak bisa menerima keadaan Yuna yang cacat dan tidak punya


dalam hati Fahad menerka - nerka.


__ADS_2