GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
423. Perangko


__ADS_3

Savina dan Nathan sudah menunggu kedatangan Incess dan Putra di ruang tamu.


ketika keduanya datang sepanjang orang tua itu cukup heboh menyambut keduanya.


"akhirnya akhirnya datang ...ayo duduk nak..." Savina langsung memeluk menantu pertamanya untuk duduk.


" mom dad..."


" hehehehe, iya menantu pertama ada apa??" tanya Nathan lembut.


" Daddy kapan kembali??"


" baru kemari nak, bagaimana dengan kondisimu sementara tinggal di sini saja, daddy juga cuti, mommy mu juga akan cuti untuk merawat Incess"


" terimakasih mom dad...tapi itu akan merepotkan!"


" tidak, cucu pertama kami harus dengan perawatan terbaik, terimakasih Incess memberikan kami cucu...hehe..."


" kau tampak sangat bahagia suamiku!"


" setelah ini aku akan ziarah ke makam Jovan dan Bram, aku akan memberitahu mereka aku juga akan punya cucu hahahahah, memangnya Jovan saja yang cepat punya cucu hahaha...hemm, sangat sekali adiku tidak bisa melihat anak-anaknya tumbuh dengan baik..."


" Dia melihatnya, dia pasti sangat bahagia..."


" ehmm, rasanya begitu hampa, tidak ada persaingan lagi di antara kita..."


" sudah jangan bersedih, bukankah kita harus bahagia??"


" ya kau benar, Putra pokoknya kalian harus tinggal di sini!!"


" Dad, tanya dulu dengan Incess, ..."


" Incess bagaimana??"


" baiklah Dad..."


" bagus...bagus..."


" oh di mana Julia??"


" biasalah di rumah tengah,..."


" Julius apa juga di sana??'


" tidak, dia sedang menyelesaikan tugasnya dan Suhail ini slalu menempel pada Fathia, mamy jadi kesepian, biasanya kemana mana dengan Fatia, ini dia tempelin terus sampai mommy tidak ada waktu dengan Fathia..."


" kapan mereka akan menikah mom??"


" Secepatnya, ..."


" Bagus jangan terlalu lama mom, Suhail itu banyak sekali yang mengejar..."


" tentu saja anak-anak Daddy banyak yang mengejar ketampanannya menuruni Daddy 100 persen!" Nathan berbangga diri.


" kalau harus maklum ya orang tua semakin tua semakin lucu - lucunya..."


" apa maksudnya sayang??"


" kau ini semakin tua semakin narsis saja!"


" kenyataannya begitu kan nak??"


" iyakan sajalah Daddymu itu, sekarang kalian masuk kamar kalian dan istirahat..."


"baik mom..."


keduanya pun masuk,


tak lama datanglah Sansan Dan Kenzo.

__ADS_1


" Bibi paman, di mana Abang dan Incess??"


" aku menyuruhnya beristirahat..."


" oh tidak masalah, ini Sansan bawakan obat herbal, di minum pagi hari saja,agar lebih enakan sebelum sarapan!"


" terimakasih sekali Sansan memang sangat perhatian, ..." menerima racikan herbal yang di buat oleh Sansan.


" oh ya Paman, anak angkatku ingin menjadi Abdi negara tapi mereka kan orang asing yang kami angkat menjadi anak..."


" syaratnya sudah jelas


1.Warga Negara Indonesia


2.Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa


3.Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945


4.Pada saat dilantik menjadi prajurit berumur paling rendah 18 tahun


5.Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia


6.Sehat jasmani dan rohani


7.Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang 8.telah memperoleh kekuatan hukum tetap


9.Lulus pendidikan pertama untuk membentuk prajurit siswa menjadi prajurit


Persyaratan lain sesuai dengan keperluan..."


Nathan langsung berceramah.


" jadi bisa atau tidak paman??"


" jika dia bukan WNI, tidak bisa... paham??"


" kalau jadi WNI bisa???"


"oh begitu..."


" San, ingatlah jangan memakai jalur instan, jika dia benar - benar ingin mengabdi pada negara kita, biarkan dia berjalan di jalan yang sulit, jika dia bisa bertahan dan melewatinya, maka kita tidak perlu khawatir...jangan memalsukan dokumen juga karena ini menyangkut 2 negara..."


" Sansan mengerti Paman..."


" masih umur mereka saat ini??"


"13 tahun...dan 10 tahun..."


" tidak apa-apa, pelan-pelan saja..."


" mereka juga bisa berubah pikiran suatu saat nanti... biarkan om Gery mendidiknya dulu, jika mereka sudah resmi menjadi warga negara kita, urusan masuk dalam militer itu mudah..."


" Benar begitu lebih. baik, jangan berkecil hati bukannya paman tidak mau membantu ya..."


" Sansan mengerti Paman, terimakasih!"


" anak pintar, kalian sudah punya 7 anak , apa ada rencana menambah lagi??"


" jelas, masih kurang 4 karena Kenzo ingin kesebelasan anak paman..."


" pfffffffffffttttttttt....bisa saja Kau kenzo..."


" om enaknya punya istri muda kan begitu kan??"


" benar sih tapi kau juga harus tanya yang punya badanlah..."


" mau kan Sayang??"


" nanti lihat sikon" jawab Sansan santai.

__ADS_1


" ahahahahaahahahh" Savina dan Nathan tertawa.


" Ya udah paman bibi, kami pamit ya dalam buat calon orang tua itu..."


" iya iya terima kasih loe ya ..."


" siap paman bibi..."


" kak, pamit ya!" mereka pun segera kembali ke kediaman mereka.


----------------


keesokan.


" Adikmu sedang sibuk menumpas kejahatan kau malah menempel padaku terus..."


" kami kan sudah ada porsinya masing-masing, aku yakin dia sangat hebat perihal kekejaman, dia dan Fahad sangat kejam jika menurut mereka itu sudah di luar kewajaran!"


" haih...tapi kau juga tidak setiap hari mengikuti ku!"


" oh apa kau sangat terganggu??"


" tidak..."


" lalu??, kau kan sudah berjanji mengambil cuti untukku tapi kau ingkar janji..."


" iya iya maafkan aku, aku akan menyelesaikan hari ini besok kita habiskan waktu kita..."


" awas jika kau sangat sibuk setelah kita menikah!!"


" Jendral kau mengancamku???"


"mengancam itu juga kejahatan!"


" lalu??"


" aku hanya menasehatimu, ...aku tidak butuh istri hebat dalam karir, aku hanya butuh istri yang berbudi dan patuh pada suaminya, tapi aku tidak melarangmu berkarir, tapi tolong berikan waktu padaku jangan sampai kau sibuk terus menerus sampai lupa dengan kewajibanmu sebagai seorang istri...."


" siap pak siap..."


" Apa kau sudah dengar kabar jika kakak ipar mengandung??'


" oh sungguh???"


" kita juga harus...kejar tayang nanti ya..."


" iya iya pak.... akhir - akhir ini bapak kok bawel sekali sih??"


" iyalah...aku sudah sabar menanti bertahun-tahun dengan penolakanmu!"


" Siap pak..."


Fathia meletakan laptopnya, telinganya sangat panas mendengarkan Suhail sangat ceriwis.


Fathia duduk di pangkuan Suhail meletakkan kepalanya di pundak Suhail.


" iya iya aku sudah tahu itu, kau tidak bertanya aku sangat sibuk apa bukan??"


" iya maafkan aku apa yang kau sibukan??"


" sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Jendral, aku sibuk merekrut beberapa karyawan, untuk mengurus beberapa hal yang bisa aku percayakan untuk mereka urus, jadi saat kita menikah aku akan banyak waktu untuk bapak Jendral yang ceriwis ini...!"


sambil mencubit bibir Suhail dengan gemas,


" Jendral tenang saja, ... wanitamu ini akan slalu menjadi yang terbaik untukmu...kau tidak akan pernah menyesal karena bersabar menungguku!"


Suhail sangat puas dengan jawaban Fathia


" Syukurlah kau tahu itu,jika tidak aku akan kejam padamu...."

__ADS_1


" sekejam apa Jendral dengan wanita cantik ini??"


Suhail langsung menjatuhkan tubuh Fathia ke Sofa , dan langsung mencium bibir Fathia dengan brutal, dan membuat Fathia terbelalak dan kehabisan nafas.


__ADS_2