GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
484. Keharuan


__ADS_3

" Dad... bagaimana??"


" aduh kau ke ruang bersalin anakmu sudah lahir tadi Julius yang mendampingi di dalam,dia malah pingsan!"


" ok Dad, tolong jaga Iyus ..."


Putra segera berlari ke kamar bersalin, dia mendapati Alfred sedang berbincang padanya.


" nah ini yang ini suaminya!" ujar Alfred menunjuk ke arah Putra.


" Ya dok saya suaminya..."


" owalah, jadi tapi siapa??"


" adik saya... bagaimana keadaan anak dan istri saya??"


" istri anda baik sedang di bersihkan perawat, anak anda ada di ruangan bayi..."


" oh baiklah apa saya bisa masuk??"


" bisa tuan silahkan!"


Putra pun segera masuk ke ruangan,


Putra mendapati istrinya terlihat sangat berantakan kelelahan dan pucat.


" Sayang...." Putra menghampiri istrinya, dan mengusap kepalanya dengan penuh haru.


" Komandan, misi saya selesai, Putri anda lahir dengan selamat...!!"


" Kerja bagus, Laporan di terima, terimakasih!" Putra mencium kening istrinya cukup lama, rasanya sedikit sesak karena tidak bisa menemaninya berjuang untuk melahirkan putri mereka, tapi juga sangat bahagia anak dan istrinya selamat hal yang dia inginkan juga sudah hadir.


" pak, setelah ini istri anda akan di pindah kamar..."


" Adakah kamar yang terbaik sus??"


" Ehmmm, kami akan berikan, dan siapkan, tapi sebaiknya kamar di sini ya mungkin tidak seperti di rumah sakit besar, karena ini puskesmas pak..."


" tidak masalah, tolong siapkan yang terbaik agar istri dan anak saya nyaman..."


" kami usahakan!"


" terimakasih!"


" tidak apa-apa, ala kadarnya saja suamiku, aku malah bangga bisa melahirkan di puskesmas..."


Putra tersenyum mendengar ucapan sang istri.


" Iya,...benar...nanti aku akan bilang pada daddy untuk memberikan bantuan renovasi di setiap faskes di kota kita , agar mereka yang tidak bisa melahirkan di rumah sakit besar, bisa nyaman tanpa khawatir biaya yang mahal ..."


" Apa itu termasuk syukuran untuk buah hati kita..."


" ya, kita harus membagi kebahagiaan kita pada hal yang primer dan bermanfaat untuk orang lain, ..."


" Hemmm suamiku baik hati..."


" sudah jelas, heheheh apa ada yang sakit??, itu pasti sangat menyakitkan Julius saja sampai pingsan...!"


" iya dia sangat menjagaku dia terlihat pucat saat melihat darah begitu banyak dan pingsan...aku juga malah khawatir!"


" Bagaimana pun dia masih sangat muda, mungkin aku juga akan pingsan melihat kau begitu mengeluarkan darah yang luar biasa..."


" Hahaha, aduh sakit sekali..."

__ADS_1


" mana yang sakit???"


" Di sana karna tadi di jahit, tadi tidak sakit sekarang terasa cekit-cekit...."


" aku akan panggil dokter ya???"


" tidak apa kata dokter nanti akan diberikan salep pereda nyeri..."


" Ehmmm baiklah...apa kau tahan sakitnya??"


" Tidak apa-apa...semua rasa sakitnya terbayar dengan keselamatan putri kita..."


" Aku tidak tahu harus membayar pengorbananmu ini dengan apa??, aku akan slalu berusaha membahagiakan kalian..."


" Pak bisa tanda tangan di sini pak??"


" oh baik..."


" Dan ini pak,..."


" oke... terimakasih, ruangannya sudah siap, kami akan memindahkan istri anda..."


" oh baiklah..."


Incess pun segera di pindahkan di ruangan dadakan khusus untuk istri komandan ini, dengan beberapa penataan yang terlihat sudah semaksimal mungkin memberikan terbaik, ada sofa dan ranjang pasien yang lumayan baik, cukup luas.


hanya tinggal beberapa hari tapi membuat pihak puskesmas serba kelimpungan setelah tahu itu adalah cucu Dari Laksmana di keluarga Pratama.


" Di mana cucuku??" Savina yang datang dengan ngos-ngosan mendengar Cucunya lahir .


" di dalam nyonya, apa anda sendiri??" tanya Alfred.


" ya, kau pulang saja Yang Mulia, Julia hanya dengan Tobby, tidak tahu 2 orangmu kemana, terimakasih!" Savina segera masuk ke dalam.


" mom, duduk dulu dan minum dulu, bagaimana kau bisa begitu kelelahan??"


" aku sangat senang, khawatir dan tidak tahu lagi jadi aku harus segera sampai ke sini, aku berlari dari kediaman ke jalan utama naik ojek, mommy sampai lupa di rumah ada sopir..."


" pfffffffft.....mommy sebegitu ngeblank nya ya..."


" ya iyalah cucu mama lahir...mana di mana??"


" sebentar lagi di antar sabarlah mom, aku juga belum lihat putriku..."


" aku dulu pokoknya!" Savina tidak mau mengalah.


" ibu ina anak..."


" sini sini sus..."


Savina langsung mengangkat bayi mungil itu dari box


" eh moms pelan lah itu masih kecil dan rentan!"


" hei mommy ini sudah punya banyak anak, kau meragukan mommy!"


" iya iya iya..."


" heheh, ibu tolong berikan pada ibunya untuk mendapatkan asi...apa asinya lancar bu??"


" Ya sus ..."


" baik, tadi sudah di beritahu caranya menyusui??"

__ADS_1


" sudah sus..."


" baiklah jika ada perlu nanti bisa panggil saya, maaf panggilnya manual kami belum begitu ada bel memanggil..."


" terimakasih sus..."


" ya kalau begitu saya permisi..."


" lihat dia sangat mirip bapaknya inces...hahahah kasihan sekali kau Incess..." Savina mencium dan memberikan pada Incess.


Putra melihat putrinya sangat senang tapi juga heran.


" astaga barang segini kecilnya ini bernyawa!"


" Barang kepalamu, kau ini itu bayimu bukan barang. dasar!" ujar Savina mengomel.


" heheh maafkan ayah ya nak....heheh astaga gemas sekali sayang ...tapi aku tidak berani menggendongnya!"


" Dasar...sama saja dengan Daddymu!, eh kemana dia??"


" Oh ya, Julius di IGD, mom dia pingsan setelah melihat darah Incess..."


" Oh sungguh??, memalukan sekali... mommy lihat dulu sebentar adikmu!!"


" Iya mom..."


Savina pun segera ke ruang IGD,


" Sayang apa Julius baik??"


" Dia sudah bangun tapi sepertinya masih syok berat ..."


Savina segera membuka tirai dan masuk ke dalam.


" Yus...."


" mom.." Julius segera turun dari ranjang pasien tiba-tiba berlutut lalu mencium kaki Savina sambil menangis sesenggukan.


" eh ada apa??" Savina sangat terkejut Nathan yang melihat anaknya yang tidak pernah menangis itu juga sangat terkejut apa dia terluka.


" moms maafkan Julius ya, mom jika selama ini tidak baik dengan mommy selalu membantah dan membuat mommy bersedih..."


Savina segera berjongkok memeluk putranya yang kini sudah dewasa, sudah bukan anak kecil lagi.


" Apa nak??, mommy slalu memaafkan apapun kesalahanmu, bagaimana pun Julius adalah anak mommy, ayo bangun jangan seperti ini" air mata Savina berlinang begitu saja


Nathan segera pergi, karena hatinya juga tersentil oleh kelakuan putranya yang slalu di anggapnya tidak patuh dan slalu membuatnya kesal itu, padahal sangat jelas sifat itu menurun dari dirinya.


" Anak itu kadang-kadang juga bisa membuat hati bangga" gumam Nathan yang matanya juga berkaca-kaca.


" Dad...apa kakak ipar dan. keponakanku lahir dengan selamat??"


" oh Suhail ...iya kau lihat mereka ada di ruangan pojok, Daddy akan menyusul nanti..."


" oh baiklah Dad ..." Suhail san Fathia pun segera menuju ruangan yang dimaksud Nathan.


Nathan kini baru menyadari jika dirinya terlalu fokus pada Suhail sehingga membuat Julius mungkin merasa tersisihkan dan menjadi membangkang padanya, Nathan terlalu fokus ingin membuktikan pada ayah kandung Suhail bahwa dia bisa menjadi ayah yang lebih baik darinya, sehingga malah mengorbankan perasaan putra kandungnya.


Nathan memegangi kepalanya,


" Nathan kau keterlaluan selama ini.... sebaiknya aku nanti minta maaf pada Julius.." ya meskipun sudah menekan gengsinya tapi tetap saja, Nathan masih belum mampu mengucap kata maaf.


" Ya sudah dengan perbuatan saja, pelan-pelan!" Gumam Nathan segera menemui ibu dan anak yang masih dalam suasana mengharukan itu.

__ADS_1


__ADS_2