
"Hemmmm...om mengerti Fahad, om ada satu bangunan 7 lantai , bekas perkantoran ekspedisi, kau mau ?"
" Tak apa om, tolong rombak untukku, dan secepatnya ya om!"
" Oke, 3 bulan selesai,...mau di rombak seperti apa nanti ada orangku yang akan menghubungimu Fahad!"
" Jika kau ingin mengajakku bergabung dalam perusahaanmu boleh saja, tapi kau hanya mendapatkan 10% saja...!"
" tak masalah, yang penting yang aku pegang sesuatu yang sudah memiliki nama baik!, heheheh!"
" Ya tidak sulit, karena nama Pratama sudah cukup di kenal...!"
" Om, aku Tf ya.... untuk uang jadinya, nanti sisanya aku bayar jika sudah selesai!"
" Ya , apa kau sudah punya beberapa kandidat dalam urusan perusahaanmu???"
" Sudah, aku punya Yuda, dan beberapa kandidat lain untuk posisi yang sudah ku tentukan...!"
" Baiklah, jika butuh bantuan katakan pada om ya Had...!"
" Oke om....!"
" Had, kau berubah sangat cepat, aku takut mantanmu ingin kembali padamu!" ujar Sansan.
" Sansan, eh Tante...tolong, jangan membahas mantan lagi, tidak ada waktu untuk memikirkan wanita lagi !"
" Hahahah, baiklah... sekarang pangeran dingin adalah julukanmu!"
" Terserah tan... om, tante terimakasih ya, Fahad mau menemui kakak ipar dan juga Anggita dan nenek!"
" Ya sudah hati-hati!"
Fahad pun bergegas menuju ke kediamannya yang lama, sebenarnya dia agak malas, tapi dia sangat ingin bertemu dengan Fathia, Anggita dan Neneknya.
Karena hanya beda kampung, jadi tak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat yang sudah resmi menjadi rumah Fathia itu.
terlihat seorang wanita cantik, berdiri sambil memegangi selang dan menyirami semua tanaman yang ada dihadapannya.
Fahad tahu jik itu calon kakak iparnya.
" Selam..."
" Agggghhhh" Fathia terkejut dan secara reflek mengarahkan selang ke arah Fahad.
Fahad pun pagi-pagi di mandikan oleh Fathia
" Astaga, ....kakak..tahu saja jika Fahad belum mandi!"
mau bagaimana lagi karena Fathia kekurangan dalam pandangannya.
" Fahad??, oh astaga tuan...Fahad maafkan saya, apa saya membuat anda basah kuyup??"
" Ah, lumayan kak...lumayan segar!" ujar Fahad .
" Aduh..... Anggita....!" teriak Fathia.
tak lama Anggita pun keluar
" Nyonya ada apa?, oh kakak??"
melihat Fahad basah kuyup.
" Anggita bantu tuan Fahad untuk mengeringkan baju dan carikan baju ganti!"
"tapi nyonya, tidak ada baju pria...!"
" Ehmmm... bagaimana ini...??'
" Tenang saja, kakak masuk dulu Fahad ada baju ganti di mobil... Anggita bantu kakak ipar masuk!" Anggita pun menurut
Fahad segera mengambil baju ganti di mobil.
setelah itu Fahad masuk ke dalam membawa beberapa oleh-oleh nya.
" Ehmm... selamat pagi semua...!" Sapa Fahad ramah, meskipun wajahnya tak tersenyum.
" Nenek ini adalah kakak Fahad yang membantu kita!"
__ADS_1
" Oh tuan terimakasih terimakasih...!" Nenek Anggita langsung berdiri menyambut tangan Fahad.
" nenek duduklah...itu hanya masalah kecil saja, tidak perlu begini!"
" tuan Fahad untuk orang seperti kami itu bukan masalah kecil...!" Sahut Fathia.
" Ya kakak....!"
" Biarkan nenek mengapresiasikan rasa terima kasihnya, itu tidak berlebihan kok Fahad!"
" Ah baiklah, nenek dan Anggita, sementara ini tolong jaga Kak Fathia ya...!"
" Tenang saja kak, pasti kami jaga nona Fathia dengan baik!"
" Iya tuan Fahad...tenang saja ...!"
" Ehmmm ini oleh-oleh untuk kalian, semoga suka!" meletakan paper bag dimeja.
" Semuanya, Fahad harus segera kembali, sampai jumpa lagi!" Fahad pun bergegas kembali kekediaman Pratama.
" Kak Aina...mau kerja??"
" Ya Had...kau sudah pulang cepat sekali??"
" Ya , kak...ini oleh untuk kakak, dan berikan sekalian pada Natalia dan Tiara!, ini untuk mbok Yem dan juga Tante Sasa dan om Chiko!"
" Wah banyak sekali... terimakasih Had, kakak akan berikan sekarang, istirahatlah!"
Fahad pun masuk ke dalam, terlihat mbak Zara sedang membereskan makanan di meja bekas sarapan Aina.
" Mbak, ...!"
" Oh tuan muda...sudah pulang, apa mau sarapan??"
" Tidak mbak, mbak ini untukmu...!"
" Oh terimakasih tuan muda...hehe mbak Zara dapat oleh-oleh!"
" Iyalah... semoga suka mbak, Fahad mau mandi dulu, tolong siapkan roti dan susu saja mbak!"
Fahad pun segera masuk dan bersiap-siap untuk bekerja.
setelah mandi dan sarapan, Fahad pun mampir sebentar ke kediaman Utara menitipkan oleh-oleh pada Yuzan untuk mereka dan keluarga pamannya, dan tak lupa memberikan oleh-oleh juga untuk Zayn yang slalu berada di taman utama.
Fahad pun bergegas menuju apartemen kakaknya ya, kakak tertuanya lah yang paling banyak memesan oleh-oleh.
untung di sana juga mudah berbelanja online, Vevey membantu Fahad untuk menyiapkan semua oleh-oleh jadi tidak repot pergi kemana-mana.
" Kak, ini oleh-oleh nya...!" memberikan beberapa paper bag.
" Yea... terimakasih Had...!"
" Kak, kau tidak bisa bersembunyi terus menerus...kakak harus segera memberitahu mama dan papa!"
" Had, kakak akan melakukannya, tapi tolong jangan mendesak kakak...!"
" Ya baiklah...oke...!"
"terimakasih karena sudah mengerti keadaan kakak!"
" Ya, tentu saja...jaga kesehatan...Fahad kerja dulu kak!"
Fahad pun segera berangkat ke resto,
" Had kau sudah kembali??"
" Ya...!" Sambil melemparkan oleh-oleh pada Yuda.
" Wooo aku dapat oleh-oleh terimakasih!"
" Ya, ... bagaimana keadaan resto??"
" Aman Had...!"
"Yud, apa kau sudah dapat orang untuk menangani resto ini??"
" Sudah bos ... aku sudah mengarangkan dari sekarang, minggu depan sudah bisa lepas!"
__ADS_1
" mereka orang lama??"
" Ya tentu saja, orang lama yang sangat tekun dan setia, harus naik jabatan...!"
" Ehmmm...atur saja Yud,aku percayakan padamu, aku akan fokus pada perusahaan yang akan ku dirikan, aku mengandalkanmu!"
" Ya bos...!"
" setelah semua permasalahan di resto teratasi kau harus bersamaku Yud...!"
" Apakah aku akan menjadi sekretaris utaman CEO??"
" Ya...!"
" Tapi aku harus izin dengan tuan Martin dulu!"
" Aku sudah bicara padanya, kau orang ku sekarang!"
" ah baiklah, siap bos...tapi bahkan aku tidak lulus SMA Had!"
" Belajar dari sekarang, kemampuan lebih diutamakan dari pada hanya lembaran ijazah palsu!"
" Ah, baik bos...!"
" Ya begitu saja dulu, sambil kau mengurus resto sambil belajar ya ...!"
" Ya....!"
" Oke aku mau melihat bangunan perusahaan ku dulu, sudah janjian dangan orang om Ken "
" Siap bos...!"
Fahad pun bergegas pergi dia benar-benar sudah bertekad pada rencananya dia hanya akan fokus pada bisnisnya, tidak ingin terlibat masalah perasaan apapun, benar dengan yang dikatakan oleh Sansan, Fahad berubah menjadi pangeran dingin.
wajahnya sangat datar, tidak pernah tersenyum, meskipun dia suka menyapa orang lain namun tidak pernah terlihat senyuman di saat menyapa orang lain.
" No woman no Cry...!"
prinsip sang pangeran dingin.
...----------------...
persiapan pernikahan Putra,
Persiapan pernikahan putra sudah 95%
Karna tinggal 5 hari lagi pernikahan itu terselenggara.
" Abang, beberapa hari lagi Incess menikah!"
" Ehm...apa kau jadi kabur Incess??"
" Sebenarnya Incess belum siap menikah, tapi mau bagaimana lagi, jika Incess kabur, mereka juga akan dengan mudah menemukan Incess!"
" Jadi??"
" Sudahlah, menikah saja...nanti kalau tidak cocok kan bisa cerai...!"
" Hah???"
Putra sangat terkejut dengan ucapan Incess yang sembarangan.
" Kalau begitu aku doakan kau bahagia dengan pernikahanmu Incess... semoga dia bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab!"
" Semoga saja...abang...!"
"kalau begitu, abang kembali ya...!"
Incess mengangguk pasrah,
sebenarnya Incess sudah jatuh cinta pada Putra, namun Putra sudah jatuh cinta pada calon istrinya, meskipun calon istrinya tidak menyukainya.
Andai kita bisa bertukar pasangan Tuhan,
lebih baik aku menikah dengan abang Putra dari pada paman tua itu.
dalam hati Incess.
__ADS_1