
Julia pun tidak tahu harus bagaimana menghadapi Alfred.
" Juli, kau tidak usah sungkan padaku, seperti biasa saja, aku tidak ingin kau menjaga jarak denganku karena kau menolakku"
" sungguh tak apa??"
" Baiklah, aku tidak akan sungkan pada abang, terimakasih abang ..."
" Iya,...."
" eh... cantiknya..."
" kau mau??"
" Iya lucu sekali...."
" nyonya tolong bungkus 1 set hiasan ini, dan 2 set yang ini juga..."
" baik tuan..." penjual itu segera membungkus hiasan rambut itu.
" Berapa nyonya??"
" 750 ribu saja tuan...."
" Ah... tidak salah kenapa murah??" Alfred sangat terkejut.
penjualnya juga terkejut, baru kali ini pembeli tidak menawar tapi malah mengatakan murah , padahal itu harganya sudah dinaikan agar kalau ditawar , dia masih untung.
" Apa tidak ada yang mahal??"
" Tidak ada tuan..." masih keheranan.
" Bagaimana Juli, ini sangat murah?, jadi dibeli atau tidak??"
Julia tak kuasa menahan tawanya.
" Hahahahahahha...iya mau abang..."
Alfred pun segera membayar hiasan rambut itu dengan sedikit agak tidak enak pada Julia.
" terimakasih tuan...semoga anda dan istri anda slalu bahagia, dan langgeng"
" eh kami..."
" Aamiin terimakasih atas doanya nyonya, semoga anda slalu untung dalam berdagang " Alfred segera menarik Julia untuk lanjut melangkah.
" Doa baik aku tidak akan menolaknya " Alfred sangat senang.
Julia tidak mau ambil pusing, tentang itu Julia juga tidak tahu jalan kedepannya itu nanti bagaimana.
" Maaf Juli, ini murah sekali"
" Julia tidak pernah melihat barang dari harganya, sejak kecil mommy Julia tidak pernah membiaskan Julia membeli barang dari harganya atau merknya..."
" lalu??"
__ADS_1
" dari kegunaannya, jika itu barang akan di pakai dengan jangka panjang atau untuk mencari cuan, cari kualitas terbaik, tapi jika hanya seperti ini ya tidak perlu mahal, orang fungsinya kan tidak begitu berdampak besar, baju juga Julia pernah pakai yang harga 50ribuan itu karena nyaman, karena mahal juga belum tentu nyaman abang, apalagi hiasan seperti ini harga 10ribu saja Julia pakai...ini gelang yang Julia pakai juga hanya gelang seharga 15ribuan..."
Alfred tersenyum melihat kesederhanaan Julia, padahal dia buka dari kalangan bawah tapi tak malu sama sekali dengan barang-barang murah.
" Aku penasaran dengan cara didik orang tuamu, kenapa anak-anaknya tidak ada yang gagal..."
" Hem ...aku juga tidak begitu mengerti, Daddy tidak akan mengijinkan namanya dan nama mommy di sebut untuk membanggakan diri atau, untuk mendapatkan hak istimewa...jika ada dari salah satu kami seperti itu Daddy akan memukul kami dengan batang sapu 7x..."
" oh seriuskah??"
" contohnya kembaran Juli, dia ketahuan mau kabur dari tempat pendidikannya, dan ketahuan identitas orang tuannya, daddy menghajarnya sampai sekarat, padahal dia tidak bermaksud bersembunyi dibalik nama Daddyku...."
" cukup mengerikan juga..."
" bukankah Abang juga sama, aku mendengar dari Ami, bahwa dari kecil abang di latih keras, diusia muda pun abang juga ikut dalam pertempuran melawan para bandit dan pemberontak, bukankah itu perlu latihan ekstra??"
" oh ya??, itu benar...semua pangeran dan putra mahkota harus kuat, tapi putra mahkota justru menghindari pertempuran, dan malah melakukan sesuatu yang mencoreng nama keluarga kerajaan, akhirnya gelar itu beralih padaku, bukan hanya pertempuran, tapi aku juga harus bertahan dari orang - orang yang tidak menyukaiku, beberapa kali aku hampir mati karena kena racun, tapi kakakku menyelamatkan ku sampai aku menikah dan naik tahta, kakak laki-laki ku slalu sangat baik padaku, dan aku kehilangan ratuku, aku sudah jatuh pada titik kelelahan hampir menyerah, aku adalah raja tapi aku tak bisa mengebdalikan semuanya, dan kakakku memanfaatkanku dengan merubah peraturan kerajaana yang membuat para rakyat sengsara, termasuk larangan menikah, hemmm ternyata dialah musuh dalam selimutku selama ini, dia yang memberi racun dia yang menyelamatkan ku, dan membuatku percaya bahwa dia satu-satunya orang yang bisa aku percaya, sampai akhirnya kakak perempuanku membawa Tasya dan Dai ke istana, dan membuat semuanya terbongkar...
negaraku berhutang budi besar pada keluargamu Juli...."
" Tasya itu menurunin kehebatan Ayahnya, dia memang sangat suka dengan uang...tapi dia juga seseorang yang menjadi andalan di keluarga Pratama..."
" Kau juga tak kalah hebat dengannya..."
" jauhlah...Julia baru saja memulai keluar dari zona aman, sedangkan Tasya dari umur 9 tahun dia berjuang seorang diri..."
" pantas dia tidak bisa di atur....sejak dini sudah berkelana..."
" hahahah benar, Abang jika kau jadi menikah dengan Tasya, semua negaramu dan rakyatmu akan beralih padanya,,,kau akan dikudeta oleh anak itu ..hahahha"
" Yah setuju aku ...seberapa besar obsesi abang padannya aku juga tahu..."
" hahaha itu sudah berlalu, dia memilih pria yang tepat, Kenzo orang yang paling bisa bersabar dengan Tasya, aku tidak sesabar Kenzo, tapi aku akan belajar bersabar sepertinya!"
" hihihihi.... terimakasih ya abang ini hiasan rambutnya, tapi kenapa banyak sekali satu set juga sudah cukup..."
" berikan sisanya pada Ami dan Yuzan..."
" sungguh boleh??"
" Bolehlah..."
"abang baik sekali abang ..."
" apa kau mau yang lain??"
" tidak ini sudah cukup,...."
" Kita kembali dan makan di restoran Fahad yuk..." ajak Alfred.
Mereka pun segera kembali menuju restoran Fahad untuk makan, karena lapar berjalan-jalan seharian.
...----------------...
2 hari kemudian Incess dan komandan Putra sampai di negara F.
__ADS_1
karena Julia ada janji dengan putri Alena, Fahadlah yang menjemput sepasang suami istri itu.
"Abang , kakak ipar..."
" Loh Had kok kamu yang jemput??, mana Julia??"
" Dia ada janji dengan tuan Putri...jadi aku yang menjemput abang..."
" aduh maaf mengganggu waktumu..."
" aku ini tidak sibuk, aku hanya mengawasi restoran ku selama satu bulan di sini, ayo aku antar ke penginapan kalian..."
" Aku harus merepotkanmu Had..."
" Tetap tenang...."
Fahad pun mengantar keduanya di penginapan yang sudah dipesannya.
" ini seperti ini, apa abang dan kakak iparku Cocok??, sangat sederhana tapi di jamin nyaman..."
" cocok saja, apalagi sudah dibantu pesan, terimakasih Had..."
" Aku menyediakan satu mobil sekaligus sopir nya, kalian bisa minta tolong pada dia .." menunjuk orang yang dimaksud.
" aih, pebisnis satu ini memang luar biasa, terimakasih banyak-banyak Had!"
" Sama-sama bang, aku tidak akan mengganggu lagi semoga, abang dan kakak ipar segera mendapatkan momongan, bye..." Fahad pun segera pergi .
" Apa itu Fahad??" tanya Incess.
" Ya, gunung es sudah mencair rupanya, dia terlihat sangat bahagia..."
" Ya sebelumnya dia juga tidak pernah tersenyum padaku, sekarang cerewet sekali "
" hahahah, karena dia sudah menemukan kebahagiaannya sayang..."
" Ah, Anna memang wanita yang lembut dan sangat keibuan..."
" siapa bilang, dia juga bar-bar sepertimu dulu ...!"
" Masak, ya semua akan melembut pada waktunya, seperti istriku ini, dulu sangat membangkang, sekarang sangat penurut....ya meski kadang-kadang masih ceroboh... beberapa kali merusak seragamku, sepatuku, dan yang lainya, tak masalah, karena istriku ini mau belajar..."
" maaf, ya aku baru tahu jika abang mencuci seragam abang dengan shampoo, pantas banyak shampo hitam, kirain abang rajin keramas...tahunya buat cuci seragam..."
" oh tentu saja, sekarang sudah punya istri jadi rajin keramas...!"
" hih...dasar...."
mencubit gemas lengan Putra.
" Ahhhh .. cubitanmu panas sekali...."
" rasain..."
mereka pun segera masuk ke sebuah penginapan yang sudah dipesan oleh Fahad, sederhana tapi cukup nyaman karena penginapan di sana seperti perumahan yang berjarak cukup jauh dari satu bangunan ke bangunan lain, jadi cukup privasi lah.
__ADS_1