GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
227. Beratnya tanggung jawab


__ADS_3

Dan hal itu pun menyebar ke seluruh istana dan terdengar sampai ke telinga Selir ketiga.


" Apa katamu?, Julia dimasukan penjara oleh Raja??"


" Benar, nona Julia sangat brutal dan lebih brutal dari Nona Tasya, dia sangat berani di hadapan orang banyak mengacungkan jari tengahnya pada Raja!"


" Apa??, hahahaha dia itu sangat bodoh, dia terlalu terbang tinggi sampai lupa diri, bagaimana bisa dia melakukan hal itu??"


" Tidak tahu nona, mungkin dia merasa Raja akan slalu membelannya!"


" Hahahahah, akhirnya aku tidak perlu capek-capek mengurusnya dia sudah akan tersingkir sendiri!"


" Memang dia harusnya tidak di sini, karena ini bukan tempatnya!"


" Hahahahahah....aku sangat bahagia mendengar dia sengasara!"


Dai yang mendengar hal itu segera menuju ke penjara dan menemui Julia dan Yuzan.


" Julia, bagaimana bisa kau berbuat begitu pada Raja??"


" Aku hanya ingin membuktikan jika Raja itu baik-baik saja tidak seperti yang di katakan orang - orang!"


" Apa sih yang ingin kau buktikan, Yuzan bisakah kau menjelaskan padaku??"


" Haaaa Tuan Dai ini salah Yuzan, Yuzan tidak tahu jika nona sepolos ini...!" merengek merasa bersalah.


" Hei kau jangan sambil menangis, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan!"


" Huhuhu, kalau begitu Yuzan menangis dulu Tuan!"


" Astaga....!" Dai mencoba bersabar menunggu Yuzan menenangkan dirinya.


" Julia kau apa tidak tahu arti dari jari tengah itu??"


" Maksud mu seperti ini??" mempraktekan lagi di hadapan Dai.


Dai menggeleng kepalanya, dia baru mengerti ternyata memang Julia mainnya kurang jauh.


" Julia, kau tidak boleh melakukan hal itu lagi kepada siapapun!"


" Kenapa??"


" Itu artinya tidak baik, seluruh istana sedang membicarakanmu...kau membuat masalah untukmu sendiri!, aku juga tidak tahu Raja bisa memaklumimu atau tidak!"


" Hanya satu jari begini apa sangat fatal??"


" Tuan, ini salah Yuzan yang membicarakan tentang gosip di luar sana, tentang bagaimana raja yang tidak normal, gosip di luar sana mengatakan raja impoten!"


" Impoten???, tadi kau tidak. bilang raja impoten!" Julia terkejut.


" Nona itu hanya perumpaanya, saya tidak berani mengatakannya dengan jelas ,siapa sangka anda tidak tahu yang dimaksud jari tengah!"


" Aku tahu jari tengah ini kan!" Di praktekkan lagi oleh Julia.


" Huhuhu...noni jangan lakukan itu lagi!"


Dai menepuk Jidatnya sambil menahan tawanya.


" Baiklah aku akan menjelaskan semua ini pada Raja...kalian jangan membuat masalah dulu...!"


" Dai, tolong bantu kami membujuk Raja , aku tidak tahu jika Raja sangat marah padahal niatku baik...!"


" Yuzan sudah menjelaskan tapi kau masih tidak paham...kau harus tenang!"


Dai pun segera menuju Paviliun Raja.


" Nah itu Dai...!"


" Dai, apa kau meminta pembelaan untuk nona Julia??" Tanya Dans tegas.


" Ah, benar Dans...ini hanya salah paham...!"

__ADS_1


"Dai, bagaimana bisa Julia berbuat seperti itu di depan banyak orang, padahal aku sudah memperlakukannya dengan baik...!"


" Yang Mulia ijinkan saya menjelaskan semuanya!"


" Apa yang di jelaskan?? sepertinya nonamu itu tidak menyukai Raja!" tegas Dans.


" Dans tenanglah, dia masih sangat kecil belum sepenuhnya mengerti!"


"Baik Yang Mulia!"


" Dai coba kau katakan apa sebenarnya motif Julia seperti itu??"


" Seperti yang anda ketahui Yang Mulia tentang gosip yang beredar diluar sana tentang anda yang tidak normal atau mungkin anda impoten!"


" oh ya ada apa?"


" Yuzan berusaha menyampaikan gosip itu pada nona saya, namun dengan bahasa perumpamaan, Yuzan mengatakan bahwa jari tengah Raja tidak dapat berdiri, namun Julia yang tidak percaya ingin membuktikan jika anda sehat dan baik-baik saja, Julia tidak tahu jika jari tengah itu artinya mengolok, jadi dia melakukan hal itu di hadapan anda...!"


" Hahahaahhahahahahahah, ahahahahahahahhahahah, hahahahahahahahah.....!"


Alfred tertawa sangat lepas mendengar cerita yang sebenarnya dari Dai, begitu juga dengan Dans yang tadinya kesal pun ikut tertawa namun sedikit ditahan.


" Mereka sangat berani menggosipkan seorang kaisar di dalam istana, aku akan tetap akan menghukum mereka Dai...baru mereka aku bebaskan!"


" Yang Mulia , Yang Mulia...!" teriak seseorang dari luar.


" Apa yang terjadi??" Dans segera keluar untuk memeriksa.


" Kau sipir penjara kenapa ke sini??"


" Selir ketiga dan nona Julia bertengkar di Penjara!"


" Ha??, selir ketiga ini apa tidak ada kerjaan sampai ke penjara.???, kau kembalillah aku akan melaporkan pada Raja!"


" Ada apa Dans...?"


" Selir ketiga bertengkar dengan nona Julia di penjara!"


saat tiba di sana, terlihat Julia dijambak oleh Selir ketiga dari balik jeruji sehingga kepala julia menempel di jeruji, dan Julia menarik baju selir ketiga dengan erat, hal sama dilakukan oleh Yuzan dan pelayan setia selir ketiga.


" Kau wanita murahan, beraninya kau mengolok raja, tidak tahu berterima kasih!"


" Siapa yang mengolok Raja kau adalah wanita terhormat yang tidak terhormat, suka memfitnah!"


Alfred yang melihat langsung mengelus dada.


" Hentikan kalian!" Teriak Alfred.


semuanya segera melepaskan satu sama lain.


" selir Ketiga apa kau itu tidak ada kerjaan datang ke sini??"


" Maafkan saya Yang Mulia...!"


"Memalukan, kau adalah wanita bangsawan yang sangat mencoreng nama Harem istana!!"


" Selir ketiga mohon ampun Yang Mulia!"


" Pelayan bawa tuanmu kembali ke Paviliun sekarang!!"


" Baik Yang Mulia!" Pelayan itu segera membawa selir ketiga kembali ke Paviliunnya.


terlihat Julia menunduk, tak bergerak sedikitpun.


" Buka pintunya!"


Pintu pun segera di buka, Alfred masuk ke dalam dan berjalan mendekati Julia.


" Apa caramu berkelahi seperti itu???"


" Yang Mulia Julia tidak pernah mencari musuh , Julia sudah berusaha tidak membalas, namun Julia tidak tahan, Julia hanya membela diri!"

__ADS_1


" apa itu yang disebut membalas?"


" ha???"


" Dia menarik rambutmu dan kau hanya menarik bajunya??"


" Apa aku boleh memukulnya??"


" Tentu saja boleh!"


" Tapi dia selir kaisar... jika dia ada di negara Julia dia sudah pasti akan Julia balas dengan kejam!"


" apa sakit??" Alfred menyentuk kepala Julia lembut.


" Tidak Yang Mulia!"


" Aku akan membebaskanmu, tapi aku harus tetap menghukummu!"


" Yang Mulia, biar saya saja yang dihukum, nona masih ditahap pemulihan!"


" Tidak aku juga harus dihukum!" sahut Julia.


" Sudahlah Dai bawa mereka ke paviliun tenggara , hukuman mereka tidak boleh menginjak istana dalam selama 1 bulan!"


" Terimakasih atas belaskasih anda Yang Mulia!"


" hmmmm jaga nonamu agar tidak terluka lagi!"


Dai mengangguk dan segera membawa Julia dan Yuzan keluar dari Penjara.


" Aku tidak bersalah kenapa di hukum...!"


" Nona Yang Mulia sedang melindungi anda dari selir ketiga!"


" Selir ketiga itu kenapa tidak mendapatkan hukuman?, ini tidak adil aku akan meminta keadilan pada raja!" Julia berbalik lari menuju Penjara lagi.


" Nona tunggu, jangan...!" Dai mencoba menghentikannya namun Julia terlanjur masuk.


" Yang -....!"


Julia menghentikan langkahnya dan segera bersembunyi dibalik tembok.


" Yang Mulia,apa anda ingin menghukum selir ketiga lagi??"


" Pindahkan selir ketiga di tempat pengasingan!"


" Apa??, tidak mungkin Yang Mulia...!"


" Apa yang tidak mungkin??"


" Ayahnya sangat berjasa dalam mengatur keamanan negara kita, anda mengasingkannya hanya karena wanita asing, itu akan memicu pemberontakan!"


" Lalu aku harus bagaimana??, aku juga tidak menaruh hati padanya...!"


" Meskipun begitu, anda harus memperlakukannya dengan baik...!"


" Aku sudah berjanji kepada orang tua Julia akan menjaganya dengan sangat baik, namun aku tidak menepati janjiku!"


" Yang Mulia, bahkan ayah Selir ketiga mempertaruhkan jiwa raganya pada anda, dia sangat setia, dan memberikan putri satu-satunya pada anda, anda harus adil pada orang yang sudah sangat setia pada anda , anda seorang kaisar, anda. bukan pria biasa, anda sudah tahu apa yang boleh dan tidak boleh anda lakukan!, sangat di sayangkan kenapa anda sangat memperdulikan putri dari negara orang lain, mereka tidak pernah berkontribusi apapun pada kita, ini akan memecah belah negara kita Yang Mulia!"


" Kau benar Dans...lalu aku harus bagaimana??"


" Yang Mulia, seorang Raja tidak boleh banyak menggunakan perasaan, 90% logika dan 10% perasaan...!"


Ternyata akulah pengacau di Istana ini, sungguh aku tidak mengaca bahwa hadirku ini sangat menggangu, Julia kau bagaimana bisa hidup tenang di sini, sedangkan seisi istana kau kacaukan.


dalam hati Julia.


" Nona, ayo kembali...!"


Julia pun menurut dan mengikuti Dai kembali Kepaviliunya.

__ADS_1


__ADS_2