
" Terimakasih Abang..."
" aku yang berterima kasih padamu Julia"
" untuk apa??"
" sudah mau menjaga Putraku!"
" karena aku sangat menyukai Tobby..."
" apa dia menyusahkanmu??, ku dengar kau semalaman menggendong Tobby Tanpa istirahat!"
" Ya Tobby akan menangis jika diletakkan..."
" Bayi ini sudah sangat manja padamu ..."
" tidak apa-apa... Julia tidak kerepotan kok bang ..."
drrrrrt drrrrrtttt....
ponsel Julia tiba-tiba bergetar...
" mommy??"
" biarkan Tobby bersamaku ,kau angkat panggilan ibumu..."
" oh baik..." Julia segera memberikan Tobby pada Alfred dan mengangkat telepon Savina.
" Ya mom..."
" Julia apa kau gila???"
" aku sehat mom..."
" Kau ini anak satu-satunya di keluarga kita, apa yang kau lakukan di sana??!!"
" aku sedang bekerja heheh..."
" kau harus pulang Julia, kau tidak usah bekerja!"
" mom aku sedang merawat bayi..."
" Julia itu bukan kewajibanmu mengurus anak orang lain..."
" tapi mom...."
" tidak ada tapi-tapian kau harus kembali secepatnya, mommy tidak tenang kau di sana, Raja itu sangat mengerikan...!"
" mom...abang sangat baik padaku ..."
" tidak mommy tidak akan tenang jika kau di sana..."
" mommy... Julia sedang ingin menghibur diri, tolong mengerti hati Julia mom..."
" apa kau begitu sangat suka di sana Julia??"
" Mom...aku akan menunjukkan Tobby padamu..."
" tidak, mommy tidak mau melihatnya!,cepatlah pulang Julia...!!"
" Mom, ...jika Julia pulang bagaimana dengan Tobby??"
" Kau sudah masuk perangkap, Raja itu punya segalanya, dia bisa mendapatkan apa yang dia mau ..."
" Mom, maafkan Julia ya...Julia masih ingin di sini..."
" Julia...."
tutttt tutttttttttttt...
Julia terpaksa mematikan teleponnya.
" Juli...kau tidak apa-apa??, jika ibumu tidak mengijinkannya maka pulanglah..."
" abang, bagaimana dengan Tobby??"
" Hemm mau bagaimana lagi Juli, aku pasrah saja..."
" Abang...Julia akan tetap di sini..."
" jangan kau harus patuh pada ibumu..."
" ehmm... biar Sansan membantuku berbicara pada mommy Nanti..."
" Aku sungguh tidak msalah Juli??, maafkan aku membuatmu mendapat masalah..."
" jangan minta maaf, karena Juli sudah memutuskan..."
" jangan terpaksa Julia..."
__ADS_1
" Abang, tolong sampaikan pesan pada Sansan untuk menjelaskannya pada mommy, aku tidak menggunakan ponselku selama aku merawat Tobby, aku akan fokus pada Tobby !"
Deg ....
ucapan Julia membuat getaran hebat dalam hati Alfred.
Anak ini memang sangat mengesankan, jika kau seperti ini mana boleh aku melepaskanmu Julia, aku dan Tobby harus memilikimu dalam hidup ini, jika tidak kami pasti akan menyesal.
dalam hati Alfred.
Julia mematikan ponselnya dan menyimpannya di laci meja lalu menguncinya, Julia menghampiri Alfred dan mengambil alih Tobby.
" Julia..."
" Iya bang...??"
" Aku akan menjagamu...!"
Julia hanya tersenyum...
" Abang aku ajak Tobby jalan-jalan di taman ya..."
" boleh..."
Julia menggendong Tobby keluar menuju taman,
" Yang Mulia..."
" jaga nyonya kalian dari jarak jauh, jangan membuatnya tidak nyaman..."
" siap Yang Mulia..."
...****************...
Di kediaman Pratama
" istriku...tenanglah, Raja itu sangat baik kok...kau tidak perlu cemas!"
" tidak aku tidak bisa tenang... bagaimana bisa dia mau mengurus anak orang lain??, dia pasti di ancam oleh tiran itu!!"
" Mana berani dia mengancam keluarga kita, anak-anak kita kan ada hubungan baik dengannya jangan khawatir Julia akan baik-baik saja .."
" kau ini sebagai ayah apa begitu tenang???"
" Bibi...Sansan yang bertanggung jawab untuk keselamatan Julia..." sahut Sansan yang tiba-tiba muncul.
" Bibi apa mau ke sana, aku akan mengantar bibi kalau begitu, biar bibi tahu keadaan di sana!"
" Bibi tidak bisa karena harus menjaga Incess..."
" Bibi harus tenang, semua akan baik-baik saja bibi..."
" iya paman juga sudah membujuk bibimu, tapi masih keras kepala..."
" apa ini ribut - ribut??" Sandy yang baru datang.
" Julia ke negara F San, tapi Istriku tidak setuju!"
" ada perlu apa??"
" itu merawat anak Raja .."
" hah??????" Sandy terkejut.
" apa dia dipaksa??"
" tidak kok om San tenang saja, aku yang membawa Julia ke sana..." sahut Sansan.
" ehmmm begitu, sudah ada yang menjamin nyonya Laksmana janga terlalu khawatir..."
" hah, sudahlah...kalian ini berkomplot...jika terjadi apa-apa, kalian lihat saja aku akan menguliti kalian!!" tegas Savina segera masuk ke dalam kamarnya.
" hah...kalian anak-anak ini kenapa memby hariku sulit??" Ujar Nathan memegangi kepala.
" Maaf paman..."
" tidak tidak bukan salahmu, karena Julia sendiri yang memutuskan!"
" Sudah kau bujuk istrimu dulu!" ujar Sandy,
" Sansan, paman masuk dulu ya nak..."
" Ya paman!"
kini tinggal Sansan dan juga Sandy,
Mereka mengobrolkan tentang misi yang Sandy jalankan dengan Julius.
" Juliaaaaaa" terdengar suara memanggil dari luar
__ADS_1
" itu suara Tiara kan??" ujar Sandy segera keluar.
" Ra...cari Julia??"
" iya om..."
" Julia kan sedang berada di negara F..."
" lah.... gimana dong..."
" memang ada perlu apa Ra?, di dalam ada kembaranmu Ra!"
" Sansan??"
" Iya..." Tiara pun segera masuk ke dalam.
" San...kapan kau datang??"
" satu jam lalu, ada apa kau mencari Julia??"
" aku mau meminta bantuannya perihal tugas akutansi ku..."
" oh begitu tapi Julia di negara F..."
" oh begitu, siapa lagi yang bisa ku minta tolongin ya??"
" sini aku bantu!" ujar Sansan
" Ah sungguh..."
" Cepat aku tidak banyak waktu, setelah ini harus menjemput anakku!"
" yayayaya..." Tiara segera duduk di samping Sansan lalu membuka laptop nya.
meskipun Sansan ini tidak lanjut sekolah tapi untuk akutansi keuangannya dia tidak di ragukan lagi, sudah di luar angkasa hafalnya.
" apa masak kau tidak hapal rumus dasar persamaan akuntansi??"
" aku buka dulu...."
" sudahlah...Harta (Aktiva) \= Hutang + Modal (Pasiva)...kau ingat itu ...!!!"
" ah...gimana tadi??"
" Tiara fokuslah!!!" Sansan sudah sangat kesal.
" sudah biar aku saja San...tinggalkan Tiara denganku!"
" dengan senang hati Om, aku akan melihat Callister dulu.."
" ok..."
" Ayo Tiara, kau pasti bisa tenang kan dulu dirimu..." Sandy pun dengan perlahan menjelaskan semuanya secara detail gamblang dan mudah di tangkap oleh Tiara.
setelah di bimbing oleh Sandy akhirnya Tiara paham dan mampu menyelesaikan soal dalam setengah jam.
" akhirnya tugas Tiara selesai om... terimakasih!"
,Sandy mengusap kepala Tiara dengan lembut,
" Lain kalia hubungi aku soal mata kuliahmu!!"
" ya om terimakasih...aku kembali dulu ya!"
" Oke...."
Tiara pun segera kembali ke kediamannya,
meski dia sangat lambat dalam menghafal dan berpikir, tapi dia tetap sangat imut...
dalam hati Sandy.
" padang saja terus sampai matamu lepas..."
" Keponakanmu itu manis Than..."
" hais...buaya..."
" eh benar aku buaya...kau juga tabu itu adalah hewan paling setia bukan??"
" San, kau sakit...aku percaya buaya di air itu sangat setia, beda lagi kalau sudah di darat!!!"
" hah kau ini ...loe mau kemana kau bawa keranjang??"
" aku di suruh istriku belanja ke pasar!!" Nathan pun segera pergi menenteng keranjang belanjaan ditangannya.
" Pfffffffffffttttttttt...apa dia itu Laksamana yang aku kenal??, hehehe dia sangat mencintai istrinya, di suruh ke pasar pun juga berangkat...hahahahah...wibawa seorang suami itu di tangan istri ya....? heheh"
Sandy tertawa sambil menggeleng kepala, sayang sekali dia baru akan mengejar kebahagiaannya, jika dia memutuskan menikah jauh-jauh hari ,siapa yang tahu dirinya malah lebih parah dari Laksmana.
__ADS_1