GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
368. seperti kembar


__ADS_3

" Selamat pagi nyonya, saya Zurra, saya adalah penjaga anda 24 jam"


Tasya terkejut karena membuka mata tiba-tiba ada yang memperkenalkan diri, Tasya mengusap mata.


" ehmmm,apa suamiku sudah berangkat??"


" sudah nyonya...!"


" Loeh di mana Nora?"


" Bersama Ibunya!"


"Ehmmm..., baiklah aku ingin mandi..."


" Saya sudah menyiapkan air untuk anda mandi nyonya, dan ini pakaian ganti anda... selamat mandi!"


Tasya terkejut,


" Kau menjaga aku saja, jangan melakukan hal lain, aku bisa melakukannya sendiri!"


" tidak, tuan Kenzo meminta saya untuk menjaga anda agar tidak kelelahan!"


" Hemmm.." Tasya mengambil pakaiannya dan berjalan masuk.


Zurra mengikuti Tasya masuk ke dalam kamar mandi.


" Hei ....aku mau mandi"


" Silahkan nyonya..."


" kenapa kau malah masuk???"


" Saya akan membantu nyonya mandi"


Tasya memegangi keningnya, merasa sangat kesal.


" Sepertinya om Ken ini mencarikan aku masalah baru..."


" kau keluar, atau akan ku tendang???!!!


" Tendang saja nyonya!!"


Tasya segera mendorong Zurra dengan keras keluar,


" Ingat, jangan masuk atau aku akan membenturkan kepalaku sendiri ke tembok??!!" ancam Tasya.


Zurra pun segera mundur..Tasya segera menutup pintunya dengan keras.


Blaaaarrrrrrrr...


" Sialan, sialan...om Ken ini membuatku gila lama-lama!"


Tasya pun segera masuk ke buthab dan menenggelamkan tubuhnya untuk menghilangkan kesalnya.


" Hemm...aku bisa gila ..."


Tasya segera membersihkan tubuhnya.


Dan berendam selama 15 menit.


tok tok tok


" Nyonya..."


" Aku masih hidup...."


teriak Tasya dari dalam kamar mandi.


" jangan terlalu lama nanti masuk angin..."


" Ya... cerewet!!".


Tasya terpaksa segera menyelesaikan mandinya mengeringkan tubuhnya dan memakai bajunya kembali.


" nyonya saya keringkan rambut anda!"


Tasya diam saja, karena sudah tidak tahu harus berbuat apalagi.


Dengan perlahan dan penuh dengan kehati-hatian Zurra mengeringkan rambut Tasya.


" Berapa umurmu??"


" 25 tahun nyonya..."


" kau lebih tua dari aku, ..."


" Iya nyonya..."


" aku akan memanggilmu kakak!"


" Tidak anda tidak perlu sopan pada saya, panggil Zura saja nyonya..."

__ADS_1


" terserah aku mau memanggilmu apa, kau tidak bisa mengaturku!"


" Baik nyonya!"


" kakak ini orang atau robot?? kenapa kaku sekali, tidak ada senyum, terlalu tegap, dan sangat kaku!"


" maaf atas kekurangan saya!"


" kau seperti mendiang ayahku, dia sangat kaku pada orang yang di hormati nya..."


" Begitu ya nyonya" dengan datar.


" Tidak menyenangkan sama sekali, kakak ini cantik tapi kaku"


" terimakasih atas pujiannya nyonya"


" Setelah ini aku mau ke rumah sebelah, kau tidak usah mengikutiku..."


" Maaf tidak bisa nyonya!"


Tasya menghela nafas panjang,,,


" Apa nanti saat aku tidur dengan suamiku kau juga ada disini??"


" saya akan keluar saat tuan di rumah"


" Hah... sudahlah "


Tasya segera berdiri dan berjalan keluar menuju kediaman selatan, diikuti oleh Zurra, Dai dan Noah menahan tawa melihat Tasya sangat badmood dengan penjaga barunya.


" Noah, kau kenapa bisa dapat orang seperti itu??" tanya Dai.


" Itu sesuai permintaan tuan Kenzo..."


"Oh astaga, aku sangat tahu perasaan Tasya saat ini, dia sangat kesal..."


" itu bukan salahku Dai, itu semua permintaan Tuan!"


" Hah, kita lihat saja apa yang terjadi nanti...."


" Aku yakin nyonya akan mengajak nya duel, saat kesal "


" bisa jadi..."


Di depan kediaman Sasha.


" Mbok...tante ada??"


" Nona...san...eh Tasya... ada nona...silahkan masuk..."


" iya mbok, apa tiaara dan natalie masih di korea??"


" Benar nona, belum tahu pulangnya kapan"


" Oh baiklah, aku masuk ya mbok??"


" masuk lah non..."


Tasya pun segera masuk...


" Tante...tante..."


panggil Tasya.


menggelikan aku memanggil bundaku tante , lucu lagi saat dia memintaku memanggil kakak ipar...ohhh . rusak sudah tatanan silsilah keluarga ku...


dalam hati Tasya.


" oh Tasya, masuk sini....kamu panggil tante aku kira Aina...panggil aku kakak ipar ya..."


" hehehehe...kok aneh ya kalau panggil kakak ipar, padahal Tasya kan seumuran anak tante..."


" Iya juga, tapi kan..kamu istri kenzo..."


" Ya sudah aku panggi saudara ipar saja bagaimana ?? kan Om Ken temen Tante "


" Huaahahahhahahahah, kau ini lucu, terserah Tasya saja mau panggil aku siapa senyamannya..."


" Ya kakak saja lah....biar awet muda tantenya"


" hahahah dasar ..."


" Nona anda belum sarapan loe..."


Zura mengingatkan.


" eh Tasya belum sarapan?, ya udah sarapan di sini saja..."


" memang kakak masak...??"


" masak tadi...suamiku itu kalau nggak makan masakan kakak nggak makan..."

__ADS_1


" Manja sekali ya, sayang sekali Tasya tidak bisa memasak ..."


" belajar,... belajar....mau kakak ajarin masak??"


" kasihan dapur kakak, sebaiknya tidak, ...kak mau gendong Callister sebentar dong..."


" oh boleh..."


Sasha menyerahkan Callister pada Tasya.


" Nyonya bibir Callister dan anda sama, itu kalian bertiga bibirnya kenapa bisa sama ya??"


ujar Zurra .


Sasha segera melihat ke arah Sasha, dan juga Callister.


"oh benar kata penjagamu ...kenapa kita mirip ya??"


" heheh di dunia ini katanya ada 7 kembaran kak, mungkin aku salah satu kembaran kakak"


" Oh benar - benar...., eh ayo sarapan, aku siapkan dulu ya..."


Sasha segera masuk ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk Tasya dan penjaganya.


" Ayo sha... sini...."


menghirup aroma masakan Sasha yang sangat menggoda iman itu Tasya segera berjalan menuju ruang makan.


" Ehmmm sudah lama aku tidak mencium aroma lezat ini..."


"Hilih, sini Lister, kau dan penjagamu makan dulu..."


"ayo kak Zurra sarapan, masakan bundaku, eh...kakakku enak loe"


" tidak nyonya!"


Tasya menarik Zurra duduk dan menaikan satu kakinya di paha Zurra agar tidak berdiri lagi.


" Sarapan atau aku tidak sarapan!" tegas Tasya.


"Ayo makan temani Tasya..." bujuk Sasha.


" baik!"


mau tidak mau Zurra ikut sarapan, walaupun sedikit


Tasya sangat lahap makan, sambil bercucuran air mata, karna sudah sangat lama dia tidak merasakan masakan ibunya, dan makan di rumahnya sendiri itu, Tasya teringat, ayahnya yang slalu menyuapinya sarapan sebelum berangkat kerja,itu pun terkadang bundanya tidak mau mengalah, juga minta di suapin, tidak jarang mereka selalu ribut di meja makan, meski ayahnya sangat garang tapi sangat sabar menghadapi anak dan istrinya yang sangat memusingkan kepala .


" kenapa menangis??"


Sasha merasa sangat sedih melihat Tasya menangis, entah mengapa rasanya juga ikut sakit dihati.


" nyonya apa ada yang sakit??"


" Hiks hiks, aku sangat rindu masakan bundaku..."


" oh sayang, cup cup cup... Tasya bisa makan setiap hari bersama kami di sini oke...jangan sedih lagi..."


" Terimakasih kakak ipar, kalau begitu aku tidak sungkan.."


" Iya, ...harus tidak sungkan Tasya bukan orang lain kok!"


Rasanya, memang dia sebaiknya menjadi orang lain karena sangat baik, jika dia tahu aku adalah anaknya, apa dia juga akan sebaik ini, mengingat masalalu ,kami seperti kucing dan tikus....


dalam hati Tasya


" iya kak .. terimakasih..."


" Nyonya ayo makan lagi yang banyak!" ujar Zurra.


" Iya kau, juga ...kenapa sedikit??"


" iya Zurra kau juga makan yang banyak, kau kan juga bekerja keras menjaga Tasya!"


" terimakasih nyonya Sasha..."


" Iya kalian makanlah, aku akan menidurkan Callister dulu"


" Ya kak..."


" Nyonya, kalian itu seperti orang kembar !"


bisik Zurra .


" Dia ibu kandungku!" jawab Tasya lirih.


" apa??"


" Sudah habiskan makanannya nanti tanya saja pada Dai atau Noah..."


" Baik..."

__ADS_1


mereka pun segera menghabiskan makanan mereka lalu kembali berbincang setelah itu Tasya kembali, mengingat asinya sudah harus di salurkan dengan segera agar tidak sakit.


__ADS_2