GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
262. Yang paling wangi


__ADS_3

Setelah jam kerjanya selesai Fahad segera pergi ke rumah Yuna dia ingin memberikan hadiah dari nonanya untuknya, dan juga uang bulanan untuknya.


Seperti biasa mobil yang katanya milik saudaranya itu baru saja pergi dari rumah Yuna.


Fahad segera turun dari motornya, dan masuk ke dalam.


" Selamat malam...!"


" Nak Fahad...?,Sebentar ibu panggilkan Yuna...!"


Ibu Yuna segera masuk memanggil Yuna, tak lama Yuna pun keluar dengan kursi rodanya.


" Sayang, ....!" Panggil Yuna tersenyum tenang.


" wah kau berdandan??"


" hehehe sedikit hanya coba-coba make up baru hihihi...!"


" Wah cantik sekali...!"


" tentu saja aku kan calon istrimu...!"


" Hihihih benar...benar...lihat aku bawa sesuatu untukmu...!"


memberikan kotak perhiasan set pada Yuna.


" Oh my God, ini...ini aku tidak bisa terima, ini sangat mahal...Fahad jangan habiskan uangmu untuk ini, aku tidak bisa menerimanya!"


" Aku tidak menghabiskan uangku, ini adalah hadiah pernikahan dari nonaku untukmu , Dia berharap kau menyukainya...!"


" Apa??, baik sekali nona mu Fahad, kalau begitu aku akan menyukainya, dan menerimanya tolong sampaikan terimakasih ku padanya...!"


" Tentu saja, kau bisa simpan ini untukmu!" memberikan


" Dan ini uang bulanan untuk bulan depan, penuhi semua kebutuhanmu dan ibu , makan makanan yang bergizi dan minuman sehat, oke??!"


" Fahad, Terimakasih....!"


menerima amplop yang di berikan Fahad.


" Tadinya mau aku Tf, tapi mungkin kalian akan repot mengambilnya!"


" Nak, Fahad... terimakasih semoga kau slalu bahagia...!" Ibu Yuna sangat senang menerima amplop yang sekarang berada di tangannya.


" Aamiin, ...!"


" Nak Fahad mau makan??"


" Tidak bu, saya harus segera kembali!"


" Kenapa selalu buru-buru?"


tanya Yuna.


" Nanti kalau sudah menikah, akan banyak waktu kok sayang!" mengusap kepala Yuna.


" Benar, itu benar...!"


" Hemmm aku sebenarnya agak lelah, aku pamit ya...!" Fahad. mencium kening Yuna, dan punggung tangan ibu Yuna lalu pergi.


Fahad segera pergi dengan hati yang senang, karena dia bisa memenuhi semua kebutuhan Yuna dan Ibunya.


Di Mansion Alexcey


" nona kenapa belum tidur??"


" Bagaimana apa calon istrimu menyukainya Fahad?"


" Nona menungguku pulang hanya untuk menanyakan hal ini??"


" Ya, ...!" Terlihat raut ketulusan dari gadis yang biasanya membuat masalah itu.


" Yuna sangat menyukainya nona, dan dia mengucapkan terimakasih pada nona untuk hadiahnya!"


" Syukurlah, aku sekarang bisa tidur nyenyak!"


Fahad tertegun dengan perkataan Diana


" Nona, ...!"

__ADS_1


" Apa??"


" Kau sangat baik...!"


" Siapa yang baik,??? aku hanya berusaha mengahabiskan uang ayahku!" Diana segera masuk ke kamarnya.


Fahad menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena bingung dengan sifat nonanya.


Itu pertama kalinya Diana perduli dengan orang lain, selama ini dia tidak tahu tentang berbagi, tentang memberi, karena Fahad dia belajar tentang banyak hal kebaikan, namun itu membuatnya canggung.


" Karena Fahad sangat baik, maka aku akan baik pada orang - orang yang Fahad sayangi, berbuat baik ternyata butuh mental yang lebih kuat!" gumam Diana yang masih bersandar di balik pintu.


...----------------...


Kediaman Fannya


" Fanan, kenapa? apa dia memilih masalalunya??"


melihat adiknya yang datang dengan wajah murung.


" Ehm...!"


" Kakak sudah mengatakannya...tapi kau harus tetap berada di sisinya...!"


" Iya Fannan tahu kak...tapi Fannan ingin menata hati Fannan dulu...!"


" Ya, Fannan...kakak tahu, apakah adiknya akan segera menikah??"


" memang tidak seru berbicara dengan kakak, jika tahu pura-pura lah untuk tidak tahu, bisakah aku yang berbicara lebih dulu agar hatiku di dengarkan!"


" Hahahaahah, iya iya maaf...baiklah ceritakan!"


" Ehmmm, Fahad sempat sedikit mengeluhkan tentang sikap keluarganya padaku..!"


" Ya, jelaslah kar...opps maaf. apa itu??"Fannya segera menghentikan dan pura- pura tidak tahu .


" Katanya sepertinya Keluarganya tidak bisa menerima keadaan Yuna, dan mungkin karena pilihan Dia yang memilih mengundurkan diri dari kepolisian membuat orang tuanya kecewa!, dan dia memilih hal itu demi Yuna!"


" Orang tua mana yang tidak sakit hati, putranya yang ia rawat dari kecil hingga tumbuh dengan baik, justru perduli dengan orang lain yang terhitung sangat sebentar mereka bertemu, bukan masalah balas budi, tapi tentang letak berartinya seorang Ibu di hati anaknya!"


" Benar juga, Fahad terlalu Bucin pada Yuna, tapi kata kakak itu baik untuk Fahad bila bersama Yuna...!"


" Benarkah??"


" Ehmm, orang hebat itu jalannya tidak mudah, dengan Yuna dia akan menjalani semua jalan berliku yang membuatnya menjadi seorang pria hebat!"


" Bisa jadi sih...lalu bagaimana denganku apakah aku akan berakhir menjadi Sadboy??"


" Hahahahah, bukankah kau tidak mau kakak banyak bicara??"


" Ehmmm iya juga sih, kakak sebaiknya tidak keluar, keenakan pembaca dapat clue dari kakak, biarkan mereka menebak - nebak jalan ceritanya!"


" Benar setelah ini aku tidak akan dapat bagian, jadi biarkan para pembaca geregatan"


" hehehe ..."


" Apa kau sudah lebih enakan??"


"Ya kak...aku akan tidur di sini besok pagi aku akan menemui Cindy, aku mengambil tugas luar pulau selama beberapa bulan!"


" Bukankah kau akan menghadiri acara di keluarganya!"


" Tentu saja , aku akan berangkat 1 bulan lagi...!"


" Begitu, seharusnya kau tetap berada di dekat Cindy Fannan...!"


" Ya, aku terburu-buru mengambil keputusan, aku menghentikan orangku untuk menjaganya, maka dari itu Martin muncul tak terduga, saat aku pergi aku akan menjaga Cindy dari jauh...aku akan menempatkan beberapa orang untuk menjaganya!"


" Baiklah, tak masalah... cepatlah istirahat!"


" Ya kak...!"


Fannan segera masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, Fannya masih terjaga memang dia tidak bisa tidur dengan baik karena dia seorang insomnia.


...----------------...


Jepang...


" Om katanya satu minggu baru pulang, kok sudah pulang??"

__ADS_1


" Apa kau tidak suka melihatku pulang??"


" Om aku suka, tapi apa urusannya sudah selesai??"


" Ya, karena Sebentar lagi Putra bertunangan dan juga Fahad menikah, apakah kau tidak ingin datang??"


" Aku ingin...!"


" Ya kita akan pulang, urusan di sini sudah beres apa kau masih ada urusan di sini??"


" Masih, tapi biarkan dia yang datang mencariku saja!"


" Baiklah, artinya tidak ada masalah...!"


" Ehmmm"


" Di mana Dai??"


" Dia ada di kamarnya!"


" Oh baiklah... kita istirahat dan besok pulang !"


mereka pun segera masuk ke dalam kamar.


" Tapi om aku hadir menjadi Sansan asli atau tidak??"


" Kau akan hadir menjadi pasanganku, biarkan Tiara yang menjadi dirimu!"


" Heheh itu artinya aku akan bertemu dengan paman dan bibi mertua??"


" Iya sayang,...kita akan segera menikah juga!"


memeluk Sansan dari belakang.


" Heheheheh..." Sansan tertawa puas.


"apa kau senang ...!"


" Tentu saja karena aku akan menjadi Nyonya Kenzo...!"


" Hemnm, anak kecil sudah ingin menjadi nyonya- Nyonya...!"


" Om, berhenti menganggapku anak kecil, apa kau tidak lihat aku cukup montok untuk dipanggil nyonya??"


" Pfffffffttt...!" Kenzo meletakkan kedua tangannya pada Dada Sansan, untuk mengukur seberapa montok tubuh Gadis nakal itu.


" Hei, om kau nakal... lepaskan!"


mencoba menyingkirkan tangan Kenzo yang nakal.


" Ehmm, sebentar aku hanya memastikan kebenaran dari perkataanmu!"


" Hei om ini pelecehan...!"


" Hahahahahaahah" Kenzo justru semakin merremas bakpao Sansan.


" Om...." Suara Sansan menjadi lirih.


" Ah..... baiklah aku tidak menggoda lagi, sekarang tidur...!" Kenzo membalikkan tubuh Sansan mengahdangnya, Kenzo mengecup rata wajah Sansan dengan gemas.


" Om, air liur mu menempel di seluruh wajahku...!"


protes Sansan.


Kenzo malah menjiilati pipi Sansan dengan sengaja, karena membuat gadis nakalnya kesal itu sangat menyenangkan hatinya, bibirnya yang mengerucut membuat wajah Sansan begitu menggemaskan.


" Ommmm...bau jigooong...!"


" Enak saja, bau jiggong, haaaaaaah" Kenzo menghempaskan nafasnya di hidung Sansan


" bau ....Bau wangi om ..."


" Tentu saja, ... emangnya kamu??" Kenzo adalah tipe orang yang sangat menjaga kebersihan, apalagi kebersihan mulut dan gigi, itu sangat penting baginya.


" Aku punya obat kumur yang ku racik sendiri, tentu saja aku juga slalu wangi...!"


" Iya iya kamu yang paling wangi sayang, ayo sekarang tidur ...!"


Kenzo menempelkan bibirnya pada bibir Sansan dan memejamkan mata, Sansan pun ikut memejamkan matanya, mereka tidak sabar untuk kembali ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2