GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
237. Liburan


__ADS_3

" Nah ini bagus luas, bersih dan dekat bibir pantai...!" Iyus merasa puas.


" Oh lupa...Aina suka??" Tanya Iyus yang melupakan pendapat Aina.


" Bagus...!"


" Berapa sewanya di sini??"


" Sekitar 2 juta sih tuan, kalau cocok langsung ke resepsionis saja!" ujar ibu itu tersenyum ramah.


" Ini bukan penginapan ibu??"


" Bukan tuan...!"


" Oh ibu Calo??"


" Heheheh...!" Ibu itu merenges...


" Ya sudah ini untuk ibu, terimakasih sudah mengantar...!" Memberikan beberapa lembar kertas merah, ibu itu terlihat sangat senang lalu berpamitan pergi.


" Kau suka yang mana??" Tanya Iyus


" Ikut saja aku...!" sambil malu-malu, pikiran Aina saat ini kemana -mana, karena Aina adalah korban drakor, jadi dia berpikir yang tidak-tidak, sementara Iyus berpikir untuk memudahkan mereka jika lelah bisa istirahat dan menyimpan barang mereka agar aman, maklum pendewasaan perempuan dan laki-laki itu berbeda.


"Tunggu di sini aku urus dulu semua...!"


Iyus pun segera membayar kamar tersebut, dan kembali pada Aina yang berdiri kaku id depan pintu kamar.


" Aina apa kau tidak enak badan??" tanya iyus khawatir karena wajah Aina memerah.


" Oh tidak!"


" ayo masuk sayang , istirahat dulu boleh, berganti pakaian lalu ke pantai juga boleh...!" Ujar Iyus santai.


"Ya, Aina mengikuti Iyus masuk...!" Jantungnya dag dig dag dig dug.


Iyus meletakan belenjaannya dan barang bawaanya.


" Sepertinya aku mau istirahat dulu, menyetir beberapa jam membuatku ototku kaku... bergantilah pakaian santai Aina agar tidak lelah...kau memakai celana jeans sepanjang perjalanan pasti capek!" ujar Iyus yang matanya sudah mengantuk, dia tidak terbiasa menyetir berjam-jam.


Aina segera mengambil satu dress selutut dengan lengan buntung kemudian segera berganti pakaian, memang sangat lelah memakai celana jeans ketat sepanjang perjalanan kakinya perlu bernafas.


di dalam kamar mandi otak Aina sudah tidak beres, dia berpikir jika Iyus akan menerkamnya pasti hari ini, hatinya berkecambuk tak karuan.


Akhirnya setelah lama berperang dengan hati dan isi kepalanya akhirnya Aina memantapkan diri keluar dari kamar mandi dengan dres di atas lutut dan lengan buntung itu, sangat imut Aina memakai dres itu.


" Iyus...!" Terlihat iyus sudah terjun ke alam mimpinya, Aina tersenyum dan merangkak menaiki ranjang yang membuat lelap sang kekasih.


" Hoo...apa ini kencan pertama kita??" Ujar Aina lirih sambil mengusap lembut pipi Iyus, wajah tanpan itu penuh dengan luka, dan memar tapi tidak mengurangi ketampanannya, justru menambah karisma Iyus benar - benar pejantan tangguh.


Itu juga dapatnya agar bisa cuti dan melihat Aina.


Aina merebahkan tubuhnya di samping Iyus, dia juga merasa lelah karena tidak biasa perjalanan jauh.


Terlelaplah Aina di samping Iyus yang sudah terlelap lebih dulu.


2 jam kemudian,


Iyus terbangun dan terkejut melihat Aina dengan pakaian yang sedikit sexy, karena Aina bisa memakai baju yang sopan, karena di pantai niatnya mau bermain air Iyus memilihkan pakaian yang sedikit terbuka.


" Ah...Cantik sekali....!" Iyus memandangi gadis yang beberapa tahun lebih tua darinya dengan penuh kekaguman.


Iyus melihat ke arah jam tangannya,


" Eh kok sudah malam saja, kita tidak sempat melihat sunrise dong...?"


Iyus segera mengambil set baju dan mandi, dia segera keluar untuk membeli beberapa makanan, Iyus memutuskan untuk tinggal lebih lama bersama Aina.


Dia menelepon Cindy dan juga mommynya untuk mengabari jika dia tidak pulang untuk beberapa hari.


" Cin, aku bersama Aiana...kami sedang liburan, belum tahu pulang kapan!"


" Kemana kalian??"


" Pantai...!"


" Oh ok...!"


setelah memberitahu Cindy dia segera menelepon mommy nya.

__ADS_1


" Mom."


" hei anakku kenapa belum pulang..."


" Mom aku belum tahu pulang kapan, pokoknya mau liburan dulu sampai puas!"


" Awas tidak ada macam-macam!" Ujar Savina memperingati anaknya untuk tidak melakukan hal di luar batas.


" Siap nyonya!"


" Oke selamat bersenang-senang!"


setelah mengabari keluarganya Iyus segera mencari beberapa cemilan dan memesan BBQ di pinggir pantai.


setelah Iyus kembali


terlihat Aina masih pulas...


" Sayang, ... bangun yuk makan...!"


Iyus membangunkan Aina dengan sangat lembut.


" ehm...!" Aina mengusap matanya


" Oh tidak aku ketiduran!" Aina segera bangun.


" Pelan - pelan nanti kamu pusing...!" ujar Iyus lembut.


" Jam berapa sekarang?"


" sekarang jam 9 malam...!"


" Apa??, kenapa tidak membangunkanku??"


" hehehe... sekarang kan sudah di bangunkan!"


" Kita terlambat pulang!"


" Aku sudah mengabari orang rumah jika kita belum tahu pulang kapan!"


" Ha??"


Iyus menggenggam kedua tangan Aina,


" Berapa hari??, aku tidak bisa lama-lama libur...!'


" Satu minggu!"


" Heiii apa - apaan seminggu...!"


" Kalau begitu kau bisa libur berapa hari lagi??"


" Aku akan bertanya dulu ada banyak pesanan atau tidak !"


" Pakai Wifi di sini... signal ku saja hilang, tadi aku di beritahu oleh penjaganya!" mengambil hp Aina .


" Sudah...!" Tak lama hp dikembalikan banyak sekali pesan masuk.


" Ayo cepat selesaikan semuanya dan beritahu aku kau bisa libur sampai kapan?, setelah ini simpan handphone kita, aku tidak ingin terganggu!"


" Ya...!" Setelah beberapa menit memainkan ponselnya Aina segera meletakan ponselnya di meja.


" Sudah??"


" Ya...!"


" Berapa lama??"


" 2 hari saja...!"


" Apa ??"


" Maaf iyus...!"


" Oke tak apa... ayo kita makan aku sudah memesan BBQ dengan View yang cantik, seperti dirinu yang sangat cantik.


Aina tersipu malu,


" Aina...sejak aku kembali aku belum memeluk dan menciummu dengan benar, bisakah aku melakukannya??" Ya meskipun Iyus adalah anak yang nakal dan keras kepala, dia tetap menghargai perasaan Aiana.

__ADS_1


Wajah Aina semakin memerah,


" Boleh tidak??"


" Boleh...!" Jawab Aina menunduk


Iyus yang mendapatkan lampu hijau segera menarik Aina kedalam pelukannya, Iyus memeluk Aiana dengan sangat erat.


" Huft...2 tahu lama ya!" Ujar Iyus.


Aina hanya mengangguk, Iyus mendongakkan wajah Aina menghadapnya,


" Aina kau sangat cantik, bagaimana bisa aku baru menyadarinya, matamu sangat indah ...!"


" Apa aku sungguh cantik??"


" Ya, sangat cantik...meskipun agak lemot heheh!"


" His menyebalkan kenapa kau selalu mengungkit kekuranganku??"


" Heheheh...marah coba marah??, aku ingin melihat wajahmu saat cemberut!"


Aina meruncingkan bibirnya karena kesal dengan ledekan Iyus


" Imutnya....!"


Iyus mencubit gemas kedua pipi Aina


" Sakit Iyus....!"


" Oh maaf...!" Iyus mengusap pipi Aina dengan lembut.


" Aina selama aku melanjutkan pendidikan ,kau tidak berkencan dengan pria lain kan??"


" Tidak...!"


" Sungguh??"


" Iya sungguh...aku berkencan pertama kali juga denganmu hari ini...!"


" Oh ya??" Iyus senang mendengarnya.


" Awas jika sampai aku tahu kau bersama pria lain aku tidak akan memaafkanmu!"


" Tapi aku sering bertemu pelanggan pria apa kau juga marah??"


" Tidak, yang penting jangan pernah keluar dengan pria lain !"


" Iya aku mengerti Iyus...!"


" Panggil aku mesra...!"


" Sayang ...!"


" Lagi...dengan manja..."


" Ayanggg.......ayang...ayang...!" Ujar Aina dengan manja


Iyus langsung menyantap bibir Aina yang masih berkicau manja.


" Ahmmm...!" Aina terkejut, Iyus melepas ciumannya sepertinya dia terlalu kasar.


" Apa sakit??"


Aina menggeleng...


" baik...!" Iyus mencium Aina lagi dengan penuh kelembutan, Aina pun terhanyut dalam kehangatan ciuman yang diberikan oleh Iyus, Ciuman itu semakin dalam, dan membuat aliran darah keduanya mengalir sangat kencang.


Tok tok tok...


" Tuan...makan malam anda sudah siap!" teriak dari luar pintu.


Keduanya menghentikan adegan romantis itu


" Ah, mengganggu saja...!" Keluh Iyus yang merasa belum puas.


" Ya terimakasih!"


Iyus melihat wajah Aina yang sudah sangat merah.

__ADS_1


" Sayang kita makan dulu apa lanjut??" Iyus menggoda kekasihnya yang mudah tersipu malu.


" makan!" Aina berlari keluar lebib dulu.


__ADS_2