
" Tuan mereka bersembunyi di dekat pesisir, sepertinya mereka tidak akan bergerak untuk sementara, Juno tidak pernah keluar dari rumah!"
" Dia ingin membunuh Cindy, dia tidak tahu di dalam perut Cindy ada keponakannya, jika dia tahu itu tidak akan terjadi, dia akan menargetkan yang lain...!"
" Dia sangat terpukul, dan dia tidak bisa mendatangi makam kakaknya, karena ada di pemakaman Pratama!"
" Ya, ... awasi terus!'
" Saya sudah menempatkan beberapa orang untuk bergantian mengawasi!"
" Bagus, sekarang kau kembali mengawasi keluargaku...!"
" Baik!"
4 bulan pun berlalu begitu cepat,
akhirnya Cindy melahirkan seorang bayi laki-laki, namun sayang sekali Cindy tidak mau menyusui bayinya, dia sangat takut menggendong putranya yang sangat mirip dengan Martin.
Cindy pun di bawa ke Swiss oleh Vevey dan juga Hiro.
Fahad pun menepati janjinya merawat keponakannya, oleh Fahad, sang keponakan langsung di masukan dalam kartu keluarganya sebagai anaknya.
di bantu oleh Anggita dan juga nenek Anggita, Fahad merawat keponakannya itu dengan sepenuh hati.
Anak itu dinamakan Dhiren Pratama
( satu yang kuat )
Dhiren sangat malang, dia sudah kehilangan ayah sejak dalam kandungan, dan ibunya tidak mau menyambut kelahirannya,dia pun tidak mendapatkan asi pertama ibunya, lebih malangnya lagi Dhiren alergi susu sapi, akhirnya Fahad harus ekstra mencari donor asi di bank Asi.
Dan 2 bulan setelahnya Sasha pun melahirkan anak laki-laki juga, Sasha dengan senang hati berbagi asinya dengan Dhiren.
Sansan kini memiliki seorang adik laki-laki bernama
Callister (Lelaki yang kuat)
" Dhiren dan Callister memiliki arti yang sama!" ujar Chiko.
" Fahad, kau sangat kualahan bukan, masih mengurus perusahaan, dan juga masih mengurus Dhiren...biarkan Dhiren bersama kami...!" ujar Sasha.
" Terimakasih Tante, tapi Fahad sudah bertekad untuk merawat dan membesarkan seperti anak Fahad sendiri!"
" Baiklah, jika begitu...tapi kau harus tetap mencari donor Asi untuk Dhiren, karena Asi tante akhir-akhir ini juga terbatas, tidak begitu melimpah, tante hanya bisa memberinya sekali menyusu dalam sehari!"
" Terima kasih Tante... sudah mau berbagi pada Dhiren...Fahad sudah mencari ibu susu, yang mau 24 jam standby untuk Dhiren tapi belum dapat, ternyata sangat sulit...!"
" Tasya dan Kenzo bisa membantumu mencarikan ibu susu untuk Dhiren kan ??"
" ah, iya Fahad sudah meminta pada om Ken mencarikan ibu susu yang sehat dan baik untuk menyusui Dhiren...katanya ada tapi dia masih dalam pemulihan??"
"pemulihan, jangan mencari ibu susu yang sakit Loe!"
" Katanya dia baru saja kehilangan bayi laki-laki nya !"
" Kasihan sekali..." ujar Sasha yang merasa kasihan, karena dia juga seorang ibu.
" menjadi ibu Susu Dhiren juga bisa membuat hatinya sedikit terobati" ujar Chiko
" Ya sudah, itu berarti kalian saling membutuhkan, kau membutuhkan Asinya untuk Dhiren, dia juga harus membuang Asi itu, jika tidak pasti sangat sakit...!"
ujar Sasha.
__ADS_1
" Ya, om Ken masih berusaha membujuknya, karena dia masih dalam masa berduka...!"
" ya berikan waktu padanya, ..."
" Ya tante, ..."
" ah, Dhiren sudah kenyang kan...ayo kembali pada papahmu..." Sasha pun berbalik dan memberikan Dhiren pada Fahad.
" Makasih tante...!"
" Sama-sama!"
" Oh apa Sansan dan Natali masih di korea??"
" Ya rumah sangat sepi, tanpa mereka, tidak tahu kapan mereka kembali, tapi untuk Ken dan Tasya sering datang melihat Callister,tidak tahu kenapa jika Tasya di sini aku lebih merasa tenang, dia sangat mirip Sansan mungkin!"
Lah emang dia Sansan,
dalam hati Fahad.
" Ya aku sudah memintanya sering datang sayang agar kau tidak merasa sepi, kejadian Cindy cukup mengejutkan semua orang,Kenzo dan Tasya seharusnya sudah menikah, tapi mundur lagi, pasti tidak enak kan menikah saat suasana masih berkabung "
" Benar, abang Suhail juga mundur, sampai cutinya habis dan kembali bertugas lagi, abang Putra juga belum kembali setelah mendapat tugas dadakan!"
" Iya, tak apa...memang belum waktunya tepat, tapi kalau Tasya dan Ken ,mereka itu sudah tinggal serumah, paling tidak juga menikah dulu tanpa pesta pernikahan, biar statusnya jelas!"
" iya benar, kasihan Tasya kan bergelantung begitu statusnya...!"
tambah Sasha.
" Tante Desaklah mereka, Tante kan paling hebat mengomel!"
"Nah, begitu lebih baik...tante.. Om, Fahad akan membawa Dhiren kembali, sekali lagi terimakasih!"
" Ya... sama-sama "
Fahad pun segera membawa Dhiren kembali ke kediaman tengah.
" Kak, istirahat saja ...biar Anggita yang menjaganya bersama nenek...!"
" Ehmm... terimakasih Anggita..."
" Sama-sama, apa kakak sudah makan??"
" Belum..."
" kenapa belum nanti sakit, makan dulu gih kak!"
" Ya terimakasih nggit, tolong jaga Dhiren untukku, aku masih ada urusan"
" iya kak, jangan lupa makan!"
" Oke..."
Fahad pun segera pergi.
Di kediaman Utara
" Incess, kau melamun??, rindu dengan Putra??"
" Mom, iya mom sangat rindu...kapan abang pulang ya??, bukankah dia mengatakan akan membawa Incess kemana pun??"
__ADS_1
" mungkin ini sedikit berbahaya, jadi dia tidak bisa membawamu!"
" Ehmmm mom, mommy juga pasti rindu dengan daddy, daddy juga sudah lama tidak pulang!"
" Ya, begitu...tapi mommy sudah terbiasa, tidak cuma Daddy semua anak laki-laki mommy tidak ada yang pulang , untuk yang paling bontot masih 6 bulan lagi dia selesai pendidikan!"
" Tapi untung ada Julia kan mom??"
" Hilih, anak itu sudah mulai tidak rumahan, sekarang dia di jepang membawa Yuzan dan juga Ami untung ada Incess, jadi mommy tidak terlalu sepi, Fathia jug sudah mulai sibuk berbisnis sekarang, tak apa asal kalian senang dan happy jalaninya...!"
" Incesss pengangguran sendiri!"
" Heheh, kau sekarang juga sibuk mengurus rumah singgah, itu sangat mulia, kau mau berbagi ilmu dengan anak,- anak yang kurang beruntung itu..."
" Hhehehe semua karena Daddy membantu Inces mendirikan rumah singgah itu...jadi Incess bisa berbagi ilmu dengan anak-anak "
" Ehmmm anak baik, ayo sekarang kita tidur, heheheh di rumah hanya tinggal kita dan penjaga saja ...yuk kita istirahat "
" Ya mom..." Ibu dan anak menantu itu pun segera beristirahat mereka slalu tidur bersama, saat suami mereka tidak pulang.
...****************...
Di kediaman Alexcey, yang sudah di tempati oleh keluarga Kenzo.
" apa sudah selesai mengurus surat-suratnya??" tanya Bibi Kenzo.
" hehehe, sudah bi tanggalnya juga sudah kok, bulan depan semoga tidak ada halangan untuk kita menikah!"
" Syukurlah, semoga berjalan dengan baik Ken, kasihan Tasya itu kau gantung...!"
" Bibi tenang saja, om Ken tidak bermaksud begitu, semua itu karena belum waktunya"
" Kau ini benar-benar anak baik, terimakasih Tasya karena mau menerima anak keras kepala ini, bibi merasa tenang sekarang!"
" kau itu memang seharusnya tenang dari dulu, kau paksa menikah dengan Tian malah menjadi seperti ini, jika belum berjodoh ya tetap saja akan dipisahkan, kau harus belajar dari kesalahanmu, sekarang menjadi masalah seperti ini, Tian itu sangat menakutkan, lebih menakutkan dari ayahnya !"
" Kenapa kau malah menyalahkanku???"
" Sudah bi, paman semua sudah berlalu, jangan di ributkan lagi..."
" Itu benar pamanmu sangat kekanak-kanakan!"
" hahhhh baiklah baiklah... sekarang kita sudah banyak cucu, hari-hari sepi kita akan berlalu, sekarang kita nikmati waktu kita bersama mereka!"
" Ya benar, Tasya jika kau belum siap jangan buru-buru buat anak, anakmu juga sudah banyak juka mau anak ya satu atau dua sudah cukup!"
" Ya bibi itu terserah Tasya, dia mau kapan untuk memiliki anak, mau berapa biar dia yang memutuskan bagaimana pun itu tubuhnya, aku kan bagian produksi aja, hahahah"
" Ahahahaha, memang laki-laki itu bagian enaknya, kalau perempuan eneknya!"
" bener banget bi..." sahut Tasya setuju.
" ya Kaka Kenzo membuatmu menderita katakan pada bibi, bibi akan mencabuti ubannya!"
" Enaknya aku tidak ada uban! ,paman noh yang beruban cabutinlah..."
" Aku diam saja kena, kalian ini suka sekali ribut... cepat istirahat "
" nah nah...marahkan paman mah nggak seru, Ayo sayang kita istirahat...!" Kenzo menggandeng Tasya ke kamar.
( Jadi Sansan itu udah ganti identitas permanen yea, kan dia mau menikah sekarang panggilannya Tasya, dia sekarang pakai nama keluarga Tanaka, Tasya Tanaka, bukan Sansan lagi, demi jadi nyonya Kenzo dia melepaskan identitas aslinya)
__ADS_1