
" Cindy masakanmu sangat luar biasa!"
" Heheh terimakasih kakak, syukurlah jika kalian menyukainya!"
" Fannan, kau bisa meminta Cindy membuatkanmu makanan yang sehat setiap hari !"
" Kakak, bicara apa nona Cindy sangat sibuk!"
Anak bodoh ini kenapa tidak tahu kakaknya sedang berusaha membantu.
" Oh, ya...sayang sekali...ini enak sekali meskipun tanpa penyedap!"
" Tuan Fannan, berikan alamat mu bekerja ,nanti akan ada orang ku yang mengantar makanan untuk anda, sebagai ucapan terimakasih ku!"
" Nona, tidak perlu...saya tidak mengharap balasan apapun...!"
" Apa tuan tidak ingin menerimaku menjadi teman?"
" Tentu saja mau nona!" sangat senang.
" Kalau begitu terimalah bentuk ketulusan pertemanan Cindy ini !"
" Baik, jika begitu nona bisakah berbagi kontak?, saya akan mengirimkan alamatnya!"
memberikan ponsel
" tentu tuan!" menerima ponsel dan segera memasukan nomer telponnya.
" jadi kartu namanya hangus ya hehehe!" Ujar Cindy bercanda.
" dengan begini aku bisa menagih kelulusan pertemananmu nona, barang kali lupa! heheh!"
" Hahah, begitu cukup adil tuan!"
" Panggil saja aku Fannan, kita kan teman!"
" Ah, tapi anda lebih tua dariku!"
Fanniiya tersenyum melihat keduannya.
" Panggil dia mas Fannan...Cindy...kami keturunan Jawa asli panggilan ini lumayan untuk kedekatan seorang teman!"
" Mas??, ah baik...Mas Fannan....!"
Cindy menuruti perkataan Fanniiya.
" Uhuk uhuk...Fannan saja tidak apa, kita hanya terpaut 4 tahun kan?"
" Oh mana boleh?, apa Tuan Fannan tidak menyukai panggilan ini?"
" Tentu suka, lakukan senyamannya saja!" Fannan menunduk, menyembunyikan wajahnya, karena wajahnya sangat memerah.
" Ya...bagus ini baru namanya teman baik!" Fanniiya sangat gembira.
Lihat mukamu yang seperti tomat itu...
dalam hati Fanniiya menertawakan adiknya yang malu.
" Cindy, menurutmu bagaimana pendapatmu tentang Fannan?"
" Awalnya, aku bertemu dengannya dia terlihat sangat tegas tidak menunjukan senyum sama sekali, itu hal biasa sih adikku juga begitu jika memakai seragam,eh tapi Tuan eh Mas Fannan, dia sangat ramah, tidak sama dengan adikku, dia akan sangat jutek meski bibirnya banyak bicara, Mas Fannan sangat baik hati, dia banyak tersenyum dan suka bercanda dengan sopan setelah mengenalnya sampai detik ini!"
" Oh adikmu juga seorang pengayom masyarakat?"
" Iya baru saja lulus kemarin, setelah ini dia akan melanjutkan pendidikannya lagi...!"
" adikmu usia berapa?"
" belum genap 17 tahun, dia dan saudara ku satu angkatan keduanya belum genap 17 tahun!"
" Wah....hebatnya sepertinya keluarga kalian memiliki bibit unggul, bisakah kita menjadi keluarga sungguhan?"
" Kakak....!"
" Heheh aku hanya bercanda!, siapa tahu aku bisa memiliki anak super genius ,itu pasti menyenangkan dan menggemaskan!"
" Kakak...!"
"iya iya tidak bercanda lagi..."
" hehehehe....kakak terlalu berlebihan memuji!" Cindy hanya merenges
sedangkan Fannan, tidak terkejut dengan itu, karena sudah menyelidiki hal itu sejak awal.
__ADS_1
" Untunglah aku menjadi teman Cindy!" Ujar Fannan ikut memuji.
" Mas Fannan bisa saja, karena sudah selesai makan Cindy akan cuci piring!"
" Tidak boleh, kau sudah memasak...biar Fannan saja!" Ujar Faniya
" Lalu kakak apa yang kau lakukan?"
" Aku dan Cindy akan mengobrol...!"
" Hihihi kakak, biar Cindy saja ya!"
" Kalau begitu kalian berdua sana ya biar cepat selesai, aku akan memersihkan kamar untuk Cindy!"
Kakakmu ini sangat bergunakan Fannan?
dalam hati berbangga diri.
" Mas, biar Cindy saja...!"
" Jangan, kau adalah tamu kami...!"
" Tidak masalah, hal seperti sudah biasa ku lakukan!"
" Sudah biasa??, apa Cindy tidak ada Art??"
" Ada, tapi Cindy suka mengerjakannya sendiri untuk mengisi waktu kosong setelah itu istirahat!"
Wanita ini sangat sederhana meskipun hidup bergelimang harta.
" Mas...!"
" Iya....!"
" Terimakasih untuk hari ini...rasanya Cindy sangat bahagia berada di sini!"
" Cindy bisa datang kapanpun saat Cindy mau!"
" Sungguh boleh?"
" Tentu saja, Mas yang akan menjemput dan mengatarmu ke sini!"
" Tuhan sangat baik, Dia mengirim 2 orang baik padaku hari ini!"
" Benarkah?"
" Benar, kakakku sudah lama tidak seperti ini, Kakakku sangat menyukai Cindy...!"
" Seperti ini bagaimana?"
" Cerewet, jika aku pulang dia akan marah - marah dan masuk kamar!"
" Oh??, kenapa seperti itu?"
" Ya, karena jika kakakku tidak menikah lagi maka aku juga tidak akan menikah, aku akan menjaganya seumur hidupku!"
" Keputusanmu melukai hatinya bukan mas??"
" Benarkah?, aku sangat menyayanginya meski dia sangat galak karena dia satu-satunya saudara yang ku punya!"
" Ya ,dia akan menyalahkan dirinya sendiri karena dirinya mas tidak bisa mendapatkan kebahagiaan mas sendiri!"
" begitukah...pantas dia sangat gembira aku datang membawa dirimu!"
" Oh ya, tapi kakak tahu jika aku bukan pacarmu!"
" Setidaknya ini pertama kalinya dalam hidupku membawa teman wanita pulang!'
"Oh sungguh?"
" Jika Cindy tidak percaya cindy bisa menayakannya pada kakakku!"
" Aku percaya kok mas...!"
" Jangan mudah percaya pada orang ya??"
" tentu saja, pengalaman hidupku menghajarku untuk tidak mudah percaya, namun hal seperti ini aku akan percaya, meskipun mas berbohong itu juga tidak merugikanku, siapa tahu hanya untuk menyanjungku saja!"
" Aku tidak suka menyanjung orang,hehehe... kakakku sangat tegas dan galak, aku terbiasa di didik untuk tidak berdusta, jika tidak ingin berbicara lebih baik aku diam dari pada berbohong!"
" Bagus, Kak Fanniiya adalah kakak yang baik, aku ingin belajar darinya..., tapi mas... bolehkah Cindy tahu kenapa suami kak Fanniiya meninggal?"
" Ehm...suami kakakku di bunuh secara misterius, kakakku tahu itu adalah pembunuhan berencana oleh keluarga dari suami kakakku, namun kakakku tidak memiliki bukti apapun, untuk mencari keadilan bagi suaminya!"
__ADS_1
" makanya kau memutuskan untuk menjadi seorang polisi?"
" Ya, tapi aku tidak menemukan apapun sampai saat ini!"
" Kita satu nasib bukan, sedang mencari keadilan untuk keluarga kita!" ujar Cindy.
" Benarkah??"
Fannan, berpura-pura tidak tahu, karena tidak ingin membuat Cindy tersinggung jika tahu dirinya sudah mencari tahu lebih awal.
" Kapan - kapan kita saling bertukar cerita ya mas?"
" Oh, tentu saja... kapanpun Cindy butuh orang untuk mendengarkan, panggil Mas ya!"
" Jika begitu aku tidak sungkan lagi!'
" Cindy sudah malam, ayo ku antar ke kamar untuk beristirahat!"
" Boleh...maaf merepotkan!"
" Jangan katakan itu, kita adalah teman, meski baru kenal tapi tidak ada hukum larangan untuk saling mengasihi sebagai teman baru!"
" ayo sini....!"
" Heiii kemana??, biar Cindy tidur di kamarmu!"
" apa??"
" Kamar tamu penuh debu, karna tidak pernah di pakai, apa kau mau membiarkan dia tidur di sana?, dan di temani oleh sekelompok makluk menyebalkan!"
" apa??, makhluk menyebalkan?, apa itu kak?"
" itu teman Fannan, dia berambut panjang, mukanya tidak rata, sangat menyeramkan!'
" Aghhhh, kakak Cindy takut!"
" Kakak kenapa kau menakutinya!"
" Aku sungguhan, kenapa menakuti?, makanya biar dia tidur dikamarmu kau di kamar tamu!"
" Cindy jangan dengarkan kakakku, semua itu tidak ada ayo ku antar ke kamarku...!"
" Aku tidak berbohong Cindy mana mungkinaku berbohong!"
" Kakak...!"
" Iya tapi di kamar Fannan aman kok!"
Aku kan tidak berbohong, memang ada hantunya di sana...
dalam hati Fanniiya kesal.
" Jangan hiraukan kakakku, meskipun memang ada tapi bukankah kita lebih sempurna dari mereka?, istirahat lah aku ada di ruang tamu, jika perlu apa - apa panggil aku!"
" Mas... Bisakah menunggu ku sampai tidur baru pergi?"
" kau rupanya sangat penakut ya?, apa kau tidak waspada padaku, Kau seharusnya lebih takut pada manusia dari pada hantu, sebab manusia lebih kejam dari hantu yang hanya bisa menakuti, cepatlah tidur!"
Cindy pun segera merebahkan tubuhnya, sambil lirak - lirik ke segala sudut kamar Fannan.
" Hahahah, baiklah aku akan berjaga sampai tertidur!, aku akan tidur di sofa itu"
menunjuk sofa yang jauh dari ranjang yang terletak di dekat jendela kamar.
" Baik...maafkan Cindy ya mas!"
" tidak apa tidurlah,...!"
Fannan segera duduk di sofa dan memainkan ponselnya sampai Cindy tertidur barulah Fannan keluar dari kamarnya.
" Fannan, ... bagaimana apa dia sangat mempesona?"
" Ya, ... dia sangat mempesona, tapi kakak...apakah Fannan bisa mendapatkannya?"
" Berusahalah, jangan beri longgar pada bajiiingan yang sudah menyakitinya...kau juga tidak boleh menyakitinya!"
" Fannan mengejarnya saja tidak berani apa lagi ingin menyakitinya, dia sudah menelan banyak derita, Fannan bisa menghiburnya saja sudah cukup tidak mau berharap lebih!"
" Ya sudah terserah padamu!"
Nanti kau juga akan mengejarnya
dalam hati Fanniiya.
__ADS_1