GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
321. mengejar


__ADS_3

" Lo suhail sudah pulang, mana Fathia??'


sambil membawa kotak cincin ditangannya.


" ini Putra cincin pernikahanmu, tantemu sampai kelelahan membuat cincin ini untukmu!"


" benarkah, aku harus memberi hadiah untuk Tante!"


" Ya, tantemu sedang hamil loe ...ah ...Sansan akan memiliki adik hahahahahaah, jaraknya jauh sekali !"


" Hahahah, itu kabar baik mom...!" ujar Putra


" Wah, Om Chiko sudah bekerja keras!" sambung Suhail.


" Ehmm, kalau kalian kapan memberi mommy Cucu??"


Mendengar pertanyaan mommy nya keduanya menelan ludah.


" ehnmmm biarkan abang Putra dulu mom!"


" Mom, sepertinya sulit mendapatkan cucu sangat cepat dari Putra, menantu mommy sangat istimewa, Putra saja sudah menyiapkan diri untuk kemarahannya nanti...!"


" Haaaaaaah, lagian kau ini kenapa harus berbohong??'


"Heheh itu karena kesalahpahaman dia juga mom...!"


" Halah, alasan ...jadi Suhail kau bagaimana??'


" Mom,tentu Suhail akan menikah, dan memberikan cucu tapi juga tidak secepat itu...oh ya mom bolehkah Suhail minta penjelasan dari mommy?"


" ehhhmmm apa...??"


" Mom, apakah mommy yang membantu urusan kerja sama antara Fathia dengan Cindy??"


" Oh??, itu ... sebenarnya itu bukan Mommy, Suhail...itu Julius!"


" Ha?? Julius??"


" Ya, meskipun dia sangat kesal padamu, tapi dia diam-diam datang pada Fathia,...!"


" Oh aku ingat itu Julius bertanya -tanya padaku, tak ku sangka Julius menemui Fathia!" sahut Putra.


" Ya, tapi dia tidak mengaku sebagai saudaramu, dia sangat menyukai Fathia sebagai kakak iparnya, niatnya juga tidak tulus awalnya, agar dia memiliki kesempatan untuk mengejar Yohana, eh malah dia sangat menyukai kepribadian Fathia, dia menyamar menjadi Juki, ya awalnya Julius meminta mommy untuk mengambil kerjasama itu, mommy datang menemuinya, rupanya dia sangat keras kepala, mommy akhirnya meminta Cindy untuk mengambil kerjasama itu, jika mommy yang ambil, itu akan membuat masalah rumit di masa depan untukmu bukan Sayang??"


" Suhail mengerti mommy, terimakasih...!"


" Ya, jika itu Cindy...masih bisa dikatakan kebetulan, tapi jika itu mommy dia pasti akan merasa kehilangan harga dirinya, itu akan membuatmu kesulitan bukan??!, Julius yang sulit menerima orang baru saja langsung takhluk pada Fathia, mommy juga menyukai Fathia ...!"


" Terimakasih mommy....love you ..!" memeluk dan mencium Mommy nya ,Putra pun tak mau kalah ikut merangkul mommy angkat yang serasa mommy kandungnya sendiri.


" oh pangeran-pangeran tampanku, kalian tumbuh terlalu cepat, kalian akan memiliki keluarga kalian sendiri, huft...cinta kalian pada mommy pasti akan terbagi...!"


" Heheh... mommy kami milikmu...!" ujar Putra


" hahaha, bahagianya mommy memiliki kalian nak...!"


" Kami pun sama mom!" Sahut Suhail.

__ADS_1


" Mom, apa kau juga menyukai Inces mom??" tanya Putra


" Hehehe, anak itu dari kecil pembuat masalah, sepertinya akan ada pertunjukan bagus di rumah ini nanti saat dia menikah denganmu!"


" Mom, ...Putra akan membawa Inces ke rumah dinas putralah...!"


" Oh ya, ah...rumah ini akan sepi ...!"


" Mom, kami akan menginap di sini setiap akhir pekan...!"


" Benarkah??, baiklah...memang kalian sudah besar, mommy akan mendoakan kebaikan kalian, ok...mommy lelah mommy akan istirahat lebih awal...!"


" Baik moms selamat beristirahat!" ujar Suhail dan Putra.


Savina pun segera masuk ke kamar.


" Hemmm...bagaimana dengan persiapan pernikahanmu abang??"


" Kau tahu keluarga kita itu super sibuk, jadi kami menyerahkan mentahan pada pihak wanita, semuanya pihak wanita yang mengurus abang tinggal datang saja ke acara pernikahan dan menikah!"


" abang kau ini, menikah kenapa seperti main-main!?"


" Ya, enggaklah tentu saja serius, abang sudah sangat terobsesi dengan anak nakal itu, tidak akan main-main, abang yakin dia akan marah dengan abang saat tahu nanti!"


" Abang suka cari penyakit!"


" Biar agak seru...hehehe, tapi sepertinya jika nanti Suhail menikah, keluarga kita yang akan mempersiapkannya, Fathia kan yatim piatu...!"


" Benar abang, sepertinya Suhail tidak bisa sesantai abang hahahaha!"


" Nanti Abang bantu dong pastinya!"


" Ya besok abang antarkan ,kau mau mebelikan gaun untuk Fathia kan??"


" Iya abang ...!"


" Oke beres, abang istirahat dulu ya Hail!"


" Ya bang Suhail juga ingin istirahat!"


" Ok selamat malam...!"


mereka pun segera beristirahat di kamar mereka masing-masing.


...----------------...


Di negara F.


" Yang Mulia, ... pernikahan kakak Nona Julia 2 minggu lagi...!"


" Oh cepat sekali ya...??"


" benar Yang Mulia...!"


"Dans...apakah aku akan diusir datang tanpa di undang??"


" Yang Mulia anda tidak bisa meninggalkan negara ini ,apalagi untuk hal sepele seperti itu!"

__ADS_1


" Calon kakak iparku akan menikah bagaimana itu urusan sepele Dans??"


" aku sudah sangat rindu pada Julia, aku sudah menyingkirkan para selirku, sudah saatnya aku mengejarnya bukan??!"


" Tidak Yang Mulia, anda tidak bisa melakukan hal yang dilakukan oleh orang biasa, anda memiliki pertemuan penting setiap hari...!"


" Dans...cari cara agar aku bisa datang di acara pernikahan calon kakak iparku!"


" Yang Mulia...!"


" Aku akan memenggalmu jika kau tidak menemukan caranya Dans!!!"


" Baik Yang Mulia...!"


Dans pun segera pergi,


Ah, Raja menjadi sangat keras kepala akhir-akhir ini, bagaimana bisa Raja meninggalkan istana , dia tidak memiliki kaki tangan yang bisa menangani masalah kerajaan, haduh...aku akan di penggal jika aku tidak menemukan caranya, Keluarga selir ketiga sudah dieksekusi, selir ketujuh di bebaskan, dan menjadi orang biasa, Rajaku benar - benar tergila-gila pada gadis kecil itu.


dalam hati Dans merasa dilema.


Dans mondar-mandir di kamarnya mencari cara bagaimana bisa Rajanya menghadiri pernikahan anak tertua keluarga Pratama itu.


" Dans, pikirkan dulu urusan istana, baru kau pikirkan urusan selanjutnya!" gumamnya


namun Dans tidam memiliki keahlian dalam hal itu, teringatlah dia dengan Dai.


Dans mengambil ponselnya dan mencari nama Dai, setelah itu memanggilnya.


tuuuuuut tuuuuuuutttt tuuuuuuuuut...


" Ya Dans??"


" Dai tolong aku, jika kau tidak menolongku, kepalaku akan dipenggal!" ujarnya mengadu pada Dai .


" Hahahaha baguslah, selamat ya!"


" Hei, ayolah setidaknya kita pernah bekerja sama!"


" Apa ?? apa yang mau kau aku bantu??"


" Dai, Rajaku sudah tergila - gila sangat dengan saudara nona Sansan, dia meminta ku mencari cara untuk bisa mendapatkan undangan kepernikahan kakak nona Julia, apa yang harus kulakukan, dan lagi Raja tidak bisa meninggalkan istana begitu saja, tolong aku Dai tolong...!"


" Aih...aku juga tidak tahu Dans, sepertinya aku harus mengucapkan selamat tinggal padamu!"


" Tidak jangan Dai tolong, tolong minta tolong pada nona Sansan!"


Dai terdiam,


" Ehmmm...baiklah, nanti aku kabari lagi jika nonaku mau membatu Dans!"


" Pasti mau, pasti mau ...jika tidak mau tolong katakan nyawaku terancam!"


" Memangnya nonaku peduli ...!"


" Dai....tolonglah, jika nona Julia...bersama Yang Mulia itu akan aman bukan untuk Tuan Kenzo??"


"Hei kau meremehkan Tuanku, meskipun itu Rajamu tetap saja Tuanku lebih baik...!"

__ADS_1


tutttttttttt tuuuutttt...


Dai memutuskan panggilan begitu saja karena kesal.


__ADS_2