
Setelah kembali ke istana,
Julia membagikan pernak-pernik belanjaannya pada semua pelayan.
kemudian dia beristirahat sebentar lalu bersiap-siap untuk menemui Tuan Putri Alena.
" Nggit, tolong ambilkan koperku, kemarin aku bawa beberapa kain batik untuk tuan Putri, dan juga selendang batik!"
" Oh ya,..." Anggita segera mengambilnya
" Ini nona...!"
" Oh terimakasih...ayo nggit ikut ke paviliun tuan putri!"
" Baiklah, baiklah..."
mereka segera menuju Paviliun, dalam perjalanan ternyata banyak kenangan kurang baik di istan karena dia beberapa kali bergelut dengan Selir Raja,tapi sekarang paviliun para selir-selir itu tampak sangat sepi tak ada penjaga dan pelayan standby di sana.
" Selamat malam, apa tuan putri sudah datang??" tanya Julia.
" oh non Julia, Tuan putri sudah datang, silahkan masuk!"
" Terimakasih!"
keduanya pun segera masuk,
" Julia...." Alena langsung memeluk Julia karena sangat rindu meskipun hanya beberapa kali berbincang namun Julia cukup mengesankan hati Alena.
" Tuan Putri...!"
" Panggil aku kakak saja, oh ini siapa??"
" Ini adalah sepupu saya!" ujar Julia tanpa ragu mengakui Anggita saudaranya dan itu membuat Anggita merasa sangat di hargai dan tersanjung.
" Oh halo, saya Alena...siapa namamu??"
" Tuan putri saya Anggita!"
" Panggil kakak saja, kau adalah saudara Julia , tak apa jangan terlalu formal!, ayo duduk!'
" Kakak, aku membawa hadiah untukmu, ini adalah batik khas dikotakku, tolong terima ya kak hadiah kecil ini!'
" aduh cantik sekali, Julia aku sangat menyukainya terimakasih aku terima ya!"
" Syukurlah jika kakak senang....!"
" tentu saja, oh ya Julia apa kau sudah tahu nasib para selir di sini??"
" Sedikit kak heheh..."
" Selir ketiga dan keluarganya sudah dieksekusi habis oleh Raja, dia sangat jahat dan keluarganya melakukan banyak kriminal!"
" Saya sangat menyayangkan tidakkan keluarga selir ketiga!"
" Ya, sekarang tidak ada harem di istana ini??"
" Tidak ada??"
" Ya, semua sangat mengkhawatirkan keturunan Raja... karena Ratu tidak kunjung hamil...!"
" Lah siapa ratunya??"
" Seharusnya Sansan tapi Mereka tahunya kamu!"
" Hah???"
" Ya, mereka tahunya punya ratu dari negara lain dan ratunya suka pulang kampung, hihihi"
"Puffffft...kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya saja sih kak??"
__ADS_1
" tidak tahu kau bisa menanyakan hal itu pada adikku itu!"
" ah, tidak mau kak..."
" Oh ya, kenapa kau tidak membuka tokomu lagi??"
" Inginnya, tapi saat itu karena banyak tragedi sehingga aku di jemput oleh keluargaku!"
" buka lagi, sekarang tidak ada selir tidak ada yang mengganggumu!"
" nanti aku mau lihat Fahad dulu kak!"
" Fahad siapa??"
" Saudara ku dia sedang mencoba mempelajari budaya di negara ini dan baru akan membuka cabang perusahaannya di sini!'
" Wah luar biasa keluargamu , oh aku dengar kakakmu baru menikah,wah sayang sekali adikku tidak mengajakku!"
" heheh iya kak, sebenarnya mereka juga ingin Honeymoon di sini, tapi kakak ipar malah sakit,mungkin lain waktu!"
"Ah...semoga lekas membaik!"
" terimakasih kak...!"
" Apa kalian sudah makan??"
" sudah tadi di luar kak, kakak sudah belum oh ya, aku membuat cake sedikit untuk kakak, apa kakak mau coba??"
" Ya boleh!"
Anggita segera memberikan cake buatan Julia.
betapa senangnya Putri Alena dengan Cake buatan Julia itu.
" Ah, ini sangat lezat, cocok untuk sarapan pagi, sayang sekali aku tidak bisa menikmatinya setiap hari!"
" Ah, aku sangat tidak menolak, terimakasih!, kalian tidur bersamaku ya, kita harus banyak bercerita!"
" Oh??"
" ayolah...!"
" Baiklah..."
akhirnya mereka pun mengobrol sampai larut, menceritakan semua kisah masing-masing dan tertidur.
Satu Minggu berlalu
Sansan merawat Fathia dan Incess selama satu minggu, Incess sudah sangat membaik, dan Fathia sudah bisa melakukan sedikit aktivitas, meskipun masih belum yang berat-berat.
" heheh terimakasih Tante kecil!" ujar Incess
" Ya terimakasih tante kecil, hihihihi" sambung Fathia.
" Aih, jika Incess yang panggil Tante masih oke, lah kak Fathia terasa aneh!'
" hahaha, bukankah kau sangat bangga??" sahut Kenzo mencapit hidung Sansan gemas.
" Ya tapi kak Fathia lebih tua loe!"
" ehmmm, tak apa aku memanggil istri komandan Putra dengan kakak ipar!'
" Ah, baiklah kalau begitu aku tetap panggil kakak saja!"
" sudah kalian ini ribut panggilan saja, aduh aku bahagia sekali karena menantuku sudah pulih kembali,haaaaaaaa senang rasanya!" Savina terlihat sangat bahagia.
" Fathia sudah sembuh, cepat urus pernikahan kalian, mau kapan menikah?"
Ujar Kenzo.
__ADS_1
" Tapi Om, apa tidak om saja dulu yang menikah??'
ujar Suhail.
" Om masih lanjut ke masalah Cindy, jika kalian belum baik-baik, kita juga belum bisa menikah!"
" Ken, menikah saja...jangan menundanya lagi!" tegas Nathan.
" Maunya juga seperti itu kak...tapi rasanya belum bisa jika urusan Cindy ini tidak segera di atasi, perutnya juga semakin besar loe...!"
" Benar paman, biar masalah Cindy saja dulu!"
" Ya dad, mending urus Cindy dulu, Fathia dan aku akan membicarakannya dulu soal pernikahan kita...!"
" Ya dad, Fathia ikut saja pokoknya bagaimana yang terbaiknya, dan utamakan yang lebih utama!"
" Ehmmm...ya sudah kalau begitu...kita akan cari waktu untuk membicarakan soal Cindy dengan Vevey dan juga Hirosan, agar mereka cepat menikah dan bisa bahagia, sebelum anak itu lahir....!'
" Baiklah, kalau begitu kakak kau tolong hubungi Kak Vevey dan juga kak Hiro, aku akan membicarakan ini pada Cindy dan juga Martin, jika mereka sudah oke tinggal tentukan waktunya!'
" baiklah, begitu juga boleh..."
" Paman bibi, kak Fathia dan Incess, abang Putra dan bang Suhail karna tugas Sansan sudah selesai Sansan kembali dulu!, sekalian mampir saja ya om ke apartemen Martin!"
" Ya benar...!"
" Kami pamit ya semuanya!"
" eh dimana Yuzan dan Ami??"
tanya Sansan menyadari keduanya tidak ada.
" mereka sangat senang berpergian sekarang San, biarkan mereka menikmati hidup mereka!" sahut Savina.
" Oh baiklah, ya benar mereka punya hak bahagia..."
mereka pun segera pergi sebelum ke apartemen Martin mereka mengambil Lily dulu di rumah paman mereka baru menuju apartemen Martin.
" Lily, apa kau marah??" tanya Sansan.
" Tidak, ibu kan sedang bekerja dengan ayah...!"
" Anak baik, kau ingin apa hari ini??"
" tidak ibu, Lily sangat merindukan kakak-kakak!"
Kenzo dan Sansan saling berpandangan.
" Baiklah, hari ini juga om Dai dan om Noah akan menjemput mereka ke sini, kita akan tinggal di Mansion Alexcey...!"
" Bagaimana dengan nenek dan kakek di sana??'
" Ikut jugalah!"
" Yeeeeaaaaaa, ayah ibu akhirnya kami berkumpul lagi...!"
" Apa kau sangat senang??"
" Ya sangat senang ibu, ayah terimakasih!"
" Sama-sama sayang, ... sekarang kita ke tempat om Martin dulu ya??"
" Ya ibu...!"
" Lily tidur saja jika lelah!"
" Ya ayah!"
Lily segera memejamkan matanya, karena memang benar - benar lelah karena diajak jalan-jalan seharian oleh oppa dan ommanya.
__ADS_1