GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
349. Langkah selanjutnya


__ADS_3

Setelah kembali ke istana,


Julia membagikan pernak-pernik belanjaannya pada semua pelayan.


kemudian dia beristirahat sebentar lalu bersiap-siap untuk menemui Tuan Putri Alena.


" Nggit, tolong ambilkan koperku, kemarin aku bawa beberapa kain batik untuk tuan Putri, dan juga selendang batik!"


" Oh ya,..." Anggita segera mengambilnya


" Ini nona...!"


" Oh terimakasih...ayo nggit ikut ke paviliun tuan putri!"


" Baiklah, baiklah..."


mereka segera menuju Paviliun, dalam perjalanan ternyata banyak kenangan kurang baik di istan karena dia beberapa kali bergelut dengan Selir Raja,tapi sekarang paviliun para selir-selir itu tampak sangat sepi tak ada penjaga dan pelayan standby di sana.


" Selamat malam, apa tuan putri sudah datang??" tanya Julia.


" oh non Julia, Tuan putri sudah datang, silahkan masuk!"


" Terimakasih!"


keduanya pun segera masuk,


" Julia...." Alena langsung memeluk Julia karena sangat rindu meskipun hanya beberapa kali berbincang namun Julia cukup mengesankan hati Alena.


" Tuan Putri...!"


" Panggil aku kakak saja, oh ini siapa??"


" Ini adalah sepupu saya!" ujar Julia tanpa ragu mengakui Anggita saudaranya dan itu membuat Anggita merasa sangat di hargai dan tersanjung.


" Oh halo, saya Alena...siapa namamu??"


" Tuan putri saya Anggita!"


" Panggil kakak saja, kau adalah saudara Julia , tak apa jangan terlalu formal!, ayo duduk!'


" Kakak, aku membawa hadiah untukmu, ini adalah batik khas dikotakku, tolong terima ya kak hadiah kecil ini!'


" aduh cantik sekali, Julia aku sangat menyukainya terimakasih aku terima ya!"


" Syukurlah jika kakak senang....!"


" tentu saja, oh ya Julia apa kau sudah tahu nasib para selir di sini??"


" Sedikit kak heheh..."


" Selir ketiga dan keluarganya sudah dieksekusi habis oleh Raja, dia sangat jahat dan keluarganya melakukan banyak kriminal!"


" Saya sangat menyayangkan tidakkan keluarga selir ketiga!"


" Ya, sekarang tidak ada harem di istana ini??"


" Tidak ada??"


" Ya, semua sangat mengkhawatirkan keturunan Raja... karena Ratu tidak kunjung hamil...!"


" Lah siapa ratunya??"


" Seharusnya Sansan tapi Mereka tahunya kamu!"


" Hah???"


" Ya, mereka tahunya punya ratu dari negara lain dan ratunya suka pulang kampung, hihihi"


"Puffffft...kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya saja sih kak??"

__ADS_1


" tidak tahu kau bisa menanyakan hal itu pada adikku itu!"


" ah, tidak mau kak..."


" Oh ya, kenapa kau tidak membuka tokomu lagi??"


" Inginnya, tapi saat itu karena banyak tragedi sehingga aku di jemput oleh keluargaku!"


" buka lagi, sekarang tidak ada selir tidak ada yang mengganggumu!"


" nanti aku mau lihat Fahad dulu kak!"


" Fahad siapa??"


" Saudara ku dia sedang mencoba mempelajari budaya di negara ini dan baru akan membuka cabang perusahaannya di sini!'


" Wah luar biasa keluargamu , oh aku dengar kakakmu baru menikah,wah sayang sekali adikku tidak mengajakku!"


" heheh iya kak, sebenarnya mereka juga ingin Honeymoon di sini, tapi kakak ipar malah sakit,mungkin lain waktu!"


"Ah...semoga lekas membaik!"


" terimakasih kak...!"


" Apa kalian sudah makan??"


" sudah tadi di luar kak, kakak sudah belum oh ya, aku membuat cake sedikit untuk kakak, apa kakak mau coba??"


" Ya boleh!"


Anggita segera memberikan cake buatan Julia.


betapa senangnya Putri Alena dengan Cake buatan Julia itu.


" Ah, ini sangat lezat, cocok untuk sarapan pagi, sayang sekali aku tidak bisa menikmatinya setiap hari!"


" Ah, aku sangat tidak menolak, terimakasih!, kalian tidur bersamaku ya, kita harus banyak bercerita!"


" Oh??"


" ayolah...!"


" Baiklah..."


akhirnya mereka pun mengobrol sampai larut, menceritakan semua kisah masing-masing dan tertidur.


Satu Minggu berlalu


Sansan merawat Fathia dan Incess selama satu minggu, Incess sudah sangat membaik, dan Fathia sudah bisa melakukan sedikit aktivitas, meskipun masih belum yang berat-berat.


" heheh terimakasih Tante kecil!" ujar Incess


" Ya terimakasih tante kecil, hihihihi" sambung Fathia.


" Aih, jika Incess yang panggil Tante masih oke, lah kak Fathia terasa aneh!'


" hahaha, bukankah kau sangat bangga??" sahut Kenzo mencapit hidung Sansan gemas.


" Ya tapi kak Fathia lebih tua loe!"


" ehmmm, tak apa aku memanggil istri komandan Putra dengan kakak ipar!'


" Ah, baiklah kalau begitu aku tetap panggil kakak saja!"


" sudah kalian ini ribut panggilan saja, aduh aku bahagia sekali karena menantuku sudah pulih kembali,haaaaaaaa senang rasanya!" Savina terlihat sangat bahagia.


" Fathia sudah sembuh, cepat urus pernikahan kalian, mau kapan menikah?"


Ujar Kenzo.

__ADS_1


" Tapi Om, apa tidak om saja dulu yang menikah??'


ujar Suhail.


" Om masih lanjut ke masalah Cindy, jika kalian belum baik-baik, kita juga belum bisa menikah!"


" Ken, menikah saja...jangan menundanya lagi!" tegas Nathan.


" Maunya juga seperti itu kak...tapi rasanya belum bisa jika urusan Cindy ini tidak segera di atasi, perutnya juga semakin besar loe...!"


" Benar paman, biar masalah Cindy saja dulu!"


" Ya dad, mending urus Cindy dulu, Fathia dan aku akan membicarakannya dulu soal pernikahan kita...!"


" Ya dad, Fathia ikut saja pokoknya bagaimana yang terbaiknya, dan utamakan yang lebih utama!"


" Ehmmm...ya sudah kalau begitu...kita akan cari waktu untuk membicarakan soal Cindy dengan Vevey dan juga Hirosan, agar mereka cepat menikah dan bisa bahagia, sebelum anak itu lahir....!'


" Baiklah, kalau begitu kakak kau tolong hubungi Kak Vevey dan juga kak Hiro, aku akan membicarakan ini pada Cindy dan juga Martin, jika mereka sudah oke tinggal tentukan waktunya!'


" baiklah, begitu juga boleh..."


" Paman bibi, kak Fathia dan Incess, abang Putra dan bang Suhail karna tugas Sansan sudah selesai Sansan kembali dulu!, sekalian mampir saja ya om ke apartemen Martin!"


" Ya benar...!"


" Kami pamit ya semuanya!"


" eh dimana Yuzan dan Ami??"


tanya Sansan menyadari keduanya tidak ada.


" mereka sangat senang berpergian sekarang San, biarkan mereka menikmati hidup mereka!" sahut Savina.


" Oh baiklah, ya benar mereka punya hak bahagia..."


mereka pun segera pergi sebelum ke apartemen Martin mereka mengambil Lily dulu di rumah paman mereka baru menuju apartemen Martin.


" Lily, apa kau marah??" tanya Sansan.


" Tidak, ibu kan sedang bekerja dengan ayah...!"


" Anak baik, kau ingin apa hari ini??"


" tidak ibu, Lily sangat merindukan kakak-kakak!"


Kenzo dan Sansan saling berpandangan.


" Baiklah, hari ini juga om Dai dan om Noah akan menjemput mereka ke sini, kita akan tinggal di Mansion Alexcey...!"


" Bagaimana dengan nenek dan kakek di sana??'


" Ikut jugalah!"


" Yeeeeaaaaaa, ayah ibu akhirnya kami berkumpul lagi...!"


" Apa kau sangat senang??"


" Ya sangat senang ibu, ayah terimakasih!"


" Sama-sama sayang, ... sekarang kita ke tempat om Martin dulu ya??"


" Ya ibu...!"


" Lily tidur saja jika lelah!"


" Ya ayah!"


Lily segera memejamkan matanya, karena memang benar - benar lelah karena diajak jalan-jalan seharian oleh oppa dan ommanya.

__ADS_1


__ADS_2