GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
214. Tidak Mengerti


__ADS_3

Chiko akhirnya sampai di kediaman Pratama.


" Suamiku...!"


Sasha berlarian ke arah Chiko dan langsung memeluknya.


" Hati - hati sayang, kau nanti terjatuh...!"


" Aku akan baik-baik saja, karena kau pasti akan menangkapku...!"


" Haih...anak dan ibu memang sama-sama mengkhawatirkan!"


" Anak ibu??"


" Ya...!"


" Apa kau menemui Sansan lebih dulu dari pada aku??"


" Ha?, tidak aku baru saja datang!"


" Huuu awas Sampai kau mendahulukan Sansan dari pada aku!"


"Tentu, istriku nomer satu...sudah puas??"


" Yaz ayo masuk..., suamiku mau minum apa??"


" Buat kan susu manis ya, bukan asin...!" Sambil mencubit hidung Sasha


" Ih... menyebalkan, aku kan tidak sengaja waktu itu, jangan dibahas lagilah...!"


" Baik istriku...!"


" Apa kau tidak lapar??"


" Nanti saja...aku belum lapar... karena setelah ini aku ingin menemui kak Nathan terlebih dahulu...!"


" Kau mau pergi lagi??"


" Tidak, aku mau menjemputnya di bandara...dia kembali...!"


" Oh, baiklah...!'


Sasha segera membuatkan susu untuk suaminya, dan memberikannya pada Chiko, mereka berbincang sebentar setelah itu Chiko segera menjemput Jonathan ke bandara.


Bandara.


" Selamat datang Laksmana!"


" Terimakasih Chiko sudah menjemputku!"


" Ya, kak Na...juga sudab menunggu di rumah dengan yang lainnya!"


" Ya bagus, sayang sekali anak - anakku tidak ada yang pulang saat daddy nya kembali...!"


" Hehehe...!"


" Chiko, apa Raja itu memperlakukan putriku dengan buruk??"


" Tidak Raja sangat menjaga Julia dengan baik Kak...!"


" Jadi Sansan sudah keluar dari Istana?"


" Ya, pada akhirnya Kenzo menyadari Tasya ada Sansan!"


" Hahahah, kasihan sekali....dia di kerjai Sansan begitu lama...lalu kapan akan menikahi keponakanku itu??"


" ku dengar mungkin beberapa bulan lagi Kak, lalu bagaimana dengan Sasha, dia akan menikah dengan identitas siapa??"


" itu nanti di bicarakan dengan yang lain dulu, jika Sansan masih belum mau kembali dengan identitas aslinya maka biarkan dia menikah dengan identitas keluarga angkat tanaka...!"


" Baik...!"


" Oh Ya...aku mungkin akan berkunjung ke negara F, aku ingin melihat putriku apakah dia sungguh baik-baik atau tidak di sana!"

__ADS_1


" Ehmm.oke kak...Raja itu ternyata cukup baik hati dan cerdas, tidak seperti yang dirumorkan!"


" ehmm...kenapa Sansan tidak mau dengan Raja yang begitu agung itu!"


" Hahahahah...dia adalah burung liar kak, mana mungkin betah di kurung...!"


"Benar juga...!"


Untuk pertama kalinya putri ku pergi jauh dan tidak mengeluh sama sekali.


dalam hati Nathan merasa heran.


...----------------...


Negara F


" Bagaimana apa kau suka tempatnya??"


" Hmmm suka ,suka ....!"


" apa lagi yang kau inginkan??, apa ini cukup??"


" Cukup Yang Mulia terimakasih...Yang Mulia apakah saya boleh menggunakan ponsel pribadi saya??"


" Boleh, aku mempercayaimu...!"


Memberikan kode pada bawahnya, untuk memberikan ponsel Julia, yang sebenarnya sudah di sadap oleh Alfred.


" Wah akhirnya aku bisa memakai ponselku lagi...waaa menyenangkan, Yang Mulia terimakasih banyak, Julia harus bagaimana membalas kebaikan Raja!"


" Aku harap Julia bisa menjaga, nama baik negara kami, dan semoga bisnismu berkembang pesat...!"


" Ya, pasti Yang Mulia,oh ya Apa anda sudah makan malam??"


" Tentu saja belum, bukankah sesuai kesepakatan makan malamku kau yang bertanggung jawab??"


" Baiklah, Yang Mulia apa aku bisa memakai dapur di tempat tinggal ku sekarang??"


" Oke Yang Mulia anda harus menunggu ku memasak, mari kita rayakan hari pindah rumah ku sekalian!"


" Pindah rumah??"


" Eh, singgah...heheh tunggulah dengan baik Yang Mulia!"


Alfred menunggu di halaman depan sambil berbincang - bincang dengan Dans.


Karena Ami sudah mencari tahu makanan apa yang boleh dan tidak boleh di makan, jadi Julia sudah tahu harus memasak apa untuk Raja, namun memang yang bisa dia masak mungkin hanya makanan luar pada umumnya dia masih belum tahu makanan khusus di negara F yang biasa di makan Raja .


setelah cukup lama memasak akhirnya Julia selesai memasak , Julia di bantu oleh Ami dan Yuzan menghidangkan semua makanan di hadapan Raja.


" Yuzan, tolong simpan ini untuk Dai...!" Ujar Julia lirih.


setelah semua tertata rapi,


" Yang Mulia, maafkan saya karena tidak pandai memasak masakan negara anda, saya akan belajar untuk itu...!"


" Justru aku penasaran dengan masakan negaramu...!"


" Sungguh??, kalau begitu ayo makan biar saya layani anda!"


" Tunggu nona, berikan sedikit untuk saya cicipi!" Ujar Dans..


" Dans aku mempercayai Julia... tolong Julia ambilkan untukku...!"


" Oh baik...!" Julia segera mengambilkan makanan untuk Alfred.


Alfred tanpa ragu menyantap dengan lahap sambil mengoreksi rasa masakan Julia.


" Ehmmm, enak sekali...ini sangat kaya rempah...apa ini namanya??"


" Itu Rendang Yang Mulia, ini makanan yang paling terkenal di negara saya!"


" Aku mau ini setiap hari...!"

__ADS_1


" Sebaiknya seminggu sekali yang Mulia...!"


" Kenapa begitu??"


" Karena masih banyak masakan negara saya yang harus anda Cicipi...!"


" oh baiklah, Lalu Kenapa kau tidak makan??"


" Saya nanti makan bersama Yuzan dan Ami saja!"


" Ha??"


" Mereka kan partner saya bukan pelayan saya, jika pun itu pelayan saya, saya juga tidak akan membedakan kasta...hehehe!"


" Ajak mereka makan bersama di sini... Dans duduk dan makanlah!"


" Tidak berani Yang Mulia!"


" ini perintah, hanya di bagian tenggara ini hal seperti ini berlaku, jika tidak di sini lakukan sesuai adat leluhur!"


" Tapi!"


" Duduklah!" Julia mendudukkan Dans di sebelah Raja lalu memberikan piring.


" Ami Yuzan...!"


Ami dan Yu, Yuzan pun segera tiba


" Ayo duduk makan bersama!"


keduanya tetap berdiri


" Ayo ini perintah ku!" Tambah Alfred.


Keduanya langsung duduk dan mengambil piring.


" Julia ,dekat denganku, aku mau tambah lagi tolong!"


" Baik Yang Mulia,...!"


Julia melayani Alfred sampai dia merasa cukup makan.


" Yang Mulia, sebaiknya anda berhenti makan, jangan terlalu banyak!" Dans mengingatkan


" Sekali lagi saja!"


" Yang Mulia, besok masih bisa makan lagi kan??"


" Oh baiklah jika begitu!"


"Yang Mulia sudah waktunya istirahat, mari kembali ke paviliun anda!"


" Sebentar aku terlalu kekenyangan....aku ingin bersandar sebentar...!"


" Yang Mulia , sebaiknya anda jalan-jalan sebentar, agar sedikit longgar!"


" Ya baiklah!" Alfred segera berjalan mondar mandir di ruang tengah sementara itu Julia dan kedua partnernya beres-beres.


" Yang Mulia, apa sudah bisa kembali??"


" Aduh, Dans aku ngantuk sekali, aku akan menumpang tidur sebentar di sini , setelah itu kembali!"


" Baik!"


Alfred pun segera membaringkan tubuhnya di sofa, Dans pun berjaga di dekat Alfred.


Yang Mulia, anda ini sebenarnya kenapa??,


kenapa mudah sekali menerima ora asing?, padahal Selir - selir anda juga tidak kalah cantik dari gadis - gadis belia ini?, saya semakin tidak memahami anda, apa memang selera anda gadis - gadis di bawah umur??


Di negara kita juga banyak gadis di bawah umur, dan dari keluarga bangsawan, tapi kenapa yang mudah anda terima malah justru dari negara lain, takutnya ini akan menimbulkan praduga yang tidak baik dari para petinggi, dan termasuk dari keluarga selir anda.


dalam hati Dans

__ADS_1


__ADS_2