
Julius berjalan dengan sangat kesal dan marah, ...
Tin tin...
Julius dengan wajah yang sangat masam menoleh ke belakang lalu menendang ban mobil yang mengklaksonnya.
" Nak, ini mobil bukan punyaku, kau ini apa sedang datang bulan?"
" What kau lihat aku apa seperti perempuan?"
" Heheheh ,apa yang kau lakukan di sini??"
keluar dari mobil.
" om Zayn??"
" Masuklah!"
Julius pun masuk dengan membanting pintu
Hadeh, anak ini sangat kasar sekali, aku yang seperti ini saja sangat lembut.
dalam hati Zayn.
" Om, kenapa lewat sini??"
" Kebetulan saja!"
Aku membuntutimu dengan Cindy sedari tadilah, memangnya Sinetron kebetulan bertemu?
dalam hati Zayn.
" Memang mau kemana om??"
" Jemput saudara mu!"
" Julia?"
" Diakan kembaranmu!"
" ah benar, ...!"
"aku mau ke tempat Aina menjemputnya!"
" Tapi ini masih jam berapa?, sudah menjemput!"
" Heheh, dari pada terlambat aku lebih suka datang lebih awal!"
" Oh astaga om, aku turun sini saja, mati aku jika bertemu dengan Aina!"
" Apaan sih, tidak kau sudah naik, duduklah dengan baik!" Zayn mengunci pintu otomatis dan melajukan mobilnya lebih kencang.
" om kumohon om, cepat turunkan aku!"
" Tidak!"
" ini mau kemana sih?? kenapa beda arah??"
" Aku lupa harus menjemput Natali dulu!"
" Oh bagus itu, aku akan turun di kampus Natali saja!" Julius merasa lega ,dia menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya,
" Om nanti jika sudah sampai tolong bangunkan aku, aku sedikit lelah!" Ujar Julius
Zayn hanya diam saja, ....
karna dia tidak berniat menjemput Natali, dia hanya mengubah arah sedikit memutar menuju Toko bunga Aina.
Aku justru mau lihat, sebenarnya kalian ada masalah apa? dalam hati Zayn yang menghentikan mobilnya di depan toko Aina.
Zayn memarkirkan mobilnya , sambil menunggu Julius yang masih tertidur.
Tak lama Aina mengetuk kaca mobil
" Aina kau sudah pulangkah??, bukankah masih satu jam lagi???"
" Ya benar, tapi Fahad menyuruhku lekas pulang om!"
" Ya sudah naik!"
" om buka pintu depan dong!" pinta Aina.
" Belakang nak, di depan sudah terisi!"
Aina segera masuk ke dalam mobil, dia melihat siapa yang ada dibangku depan.
" Lah, Iyus!!!"
" Ya, kenapa?, apa kalian ada masalah??"
" Ya om, dia masih berhutang tempeleng pada Aina!"
" Oh???" Zayn tidak mengerti maksud Aina.
" Ya, kenapa dia bisa ke sini?"
" Tadi kebetulan om melihatnya di jalan!"
" Oh, ya??"
" hemmm, dia sedang patah hati karena cintanya ditolak oleh seorang wanita!"
" Apa dia itu Yohana?"
__ADS_1
" Yaz wanita yang bersama Suhail itu!"
" Wah tragis sekali nasib Julius, hemmm aku tidak akan perhitungan padanya untuk sementara!"
" Bagus nak!, dia sangat ketakutan untuk bertemu denganmu!"
" Apa aku sangat menyeramkan om??"
" memang wanita itu sangat menyeramkan, sampai sekarang aku tidak pernah berurusan dengan wanita karena wanita sangat rumit!"
" Terserahmu lah om!, om apa Natali sudah pulang??"
"sudah...!"
" Lalu Sansan??"
" sudah juga!"
" Kami akan melihat konser hari ini om!"
" Oh, anak muda memang harus bersenang-senang!"
Julius pun terbangun dari tidur dan mimpinya,
" Om, kenapa belum sampai?"
" hehehe...iya, tadi aku sudah menjemput Natali, dan mengantarnya sampai rumah tapi aku lupa membangunkanmu!"
Zayn membohongi Julius.
" astaga lalu kita akan kemana lagi om??"
" Pulang lah!"
" Oh syukurlah jika pulang, aku tidak akan bertemu dengan Aina!"
Zayn terdiam
" Ehz loh memangnya kita habis dari mana om, kok pulang??"
" biasalah jemput Aina!"
" Owalah Jemput Aina, yayayaya...aku tenang deh kalau gitu!" Julius menyandarkan tubuhnya lagi , namun tiba-tiba dia melompat dari kursi karena terkejut.
" Siapa om??" tanya Julius lagi.
" A-I-N-A \= AINA!!"
tegas Zayn .
" WTF!!!!!!!" Julius menengok ke belakang.
" Ah... Haiiiii hehehehehheh" Julius merenges.
" Oh, bagus....bagus...saudaraku bagus!"
" Iyussss...!"
" Ya??? apa??"
" Sebaiknya kau tidak perlu mendekati Yohana lagi, aku mengatakan ini atas nama saudara!"
**Apalagi, ini ?? apa ini cinta bertepuk sebelah tangan beruntun?, Yohana menyukai Suhail, tapi Suhail tidak, Iyus menyukai Yohana tapi Yohana Tidak, lalu Aina menyukai Iyus sedangkan Iyus tidak???, wah apakah suhail juga ditolak wanita yang di sukainya?? wah ini sedikit up normal tapi menarik, sungguh Epic sekali, hahahahah eh asyik lagi jika Fahad menyukai Aina dan Aina Tidak, lalu Natali menyukai Fahad dan Fahad tidak hahahah
kisah cinta anak jaman sekarang cukup menghibur hihihi
dalam hati Zayn.
( maklum lah jeng, Zayn kelamaan di penjara, tingkat halunya melebihi author hihihi**)
" hmmm, aku tahu...!"
" baguslah, jangan bersedih...!"
" Kapan aku bersedih?"
" Haaaa Lupa aku, kau adalah orang yang paling keras hati, hmmmm...!"
" Om, aku turun sini...!"
pinta Julius.
" Oh, sedikit lagi kita kan sampai Yus!"
" Aku mau membeli sesuatu!"
" Biar aku antar!"
" Tidak om, berhentilah!"
Zayn segera menghentikan mobilnya, Julius pun segera turun dari mobil dan Zayn pun lanjut melajukan mobilnya segera memasuki gerbang utama keluarga Pratama.
...----------------...
Bagian Timur Istana.
" Pangeran, saya sudah menyelidiki identitas Tejo, ...!"
" Ya, apa yang kau dapat??
" Dia hanya sebatang kara!"
" apa kau yakin itu identitas aslinya??"
__ADS_1
" Benar, dia di jual untuk di jadikan dari negara Asia!"
" oooo... karena dia sebatang kara, aku tidak curiga lagi,rencana kita sudah hampir finish, bagai mana deng keluarga Menteri sudah mengumpulkan berapa banyak orang di pihak kita??"
" Setengah dari negera kita sudah berada di pihak kita, dan sebagian adalah penduduk setia di pihak raja terdahulu, jadi mereka mempercayai pilihan Raja terdahulu, mereka menganggap aturan di larang menikah itu di tunjukan untuk penghormatan pada Mendiang Ratu... karna mereka sangat mencintai mendiang Ratu, jadi tidak begitu mempermasalahkan aturan Raja itu!"
" Hahahahhahahahahaha...yang seperti ini harus di habisi!"
" Tapi, mereka yang masih setia , kebanyakan justru para sarjana, dan memiliki latar belakang yang tidak biasa!"
" Ya aku tidak mau tahu setelah Kita membunuh Raja , kita akan menghabisi mereka!"
" Baik Pangeran,...!"
Sementara Raja menyimak pembicaraan Pangeran dan Asistennya itu bersama dengan ketiga orangnya siapa lagi jika bukan, Tasya, Dai dan Dans.
" wah, suaranya terdengar jelas sekali ya! alat itu buatan mana??" Ujar Raja gagal pada alat penyadap.
" Raja, bukan di situ poin penting nya!!!"
" Ahahahha...yayaya lupa!"
" Raja kita harus mengganti rencana!" Ujar Tasya.
" Eh, kenapa??...!"
" Kau harus siuman!"
" Mana bisa?, jika aku siuman kau akan di gantung oleh Albert!!"
" Jangan khawatirkan aku, aku bisa menjaga diriku sendiri!"
" Aku tidak akan membiarkan mu terluka Tasya!"
"kita sudah memiliki bukti cukup, kita akan menyebarkan bukti itu setelah anda siuman!"
" adakah cara lain yang tidak harus membahayakanmu??"
" Yang Mulia, itu cara yang tepat, anda tidak perlu khawatir dengan Tasya saya yang akan melindunginy, dan Kau Dans lindungi Yang Mulia!"
" Tapi aku tidak setuju!"
" Yang Mulia, ini jika anda tidak setuju, kita semu yang akan mati, dan rakyat yang masih dipihakmu juka akan di bantai habis!!"
" Apa kau bisa berjanji padaku tidak terluka???"
" Ya!"
kenapa dia begitu mengkhawatirkanku??
dalam hati Tasya.
" Yang Mulia besok anda harus bangun setelah, dokter menyuntikan sesuatu pada tubuh anda!"
" Apa kau yakin, jika dokter itu berada di pihak kita sekarang?"
" Saya akan memastikannya sekali lagi besok pagi!"
" apa kau sungguh tidak takut mati?" tanya Alfred pada Tasya
" Saya sangat yakin pada perlindungan Raja, karena saya adalah orang anda!"
" Ratu bahkan pilar kerajaan, aku justru tidak bisa melindungi istriku sendiri! " merasa sedih dan tidak berguna.
" Anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama bukan??"
" hmm, kau benar, jika begitu lakukan sesuai rencanamu!"
" Baik Yang Mulia, segeralah beristirahat!"
" Hmmm...!'
" Dai ayo kita kembali!" ajak Tasya, Dai pun mengikuti Tasya kembali ke kamarnya.
" Dans, apa kau tahu sebenarnya mereka berdua itu, tidak kebetulan masuk ke istana ini?"
" Dai, sudah memberitahu saya Yang Mulia!, mereka murni di pihak anda!"
" Siapa yang memasukannya??"
" Tuan Putri!"
" Apa??, Tuan Putri??"
" Ya, Kakak perempuan anda!"
" Kakak perempuan ku hanya menginginkan aku mengubah peraturan yang telah aku buat, aku sudah membunuh semua orang yang di masukkannya, dia masih tidak menyerah dan memasukan Dai dan Tasya, jadi mereka ini bukan orang ku yang sebenarnya???"
" Meskip begitu mereka sangat tulus berada di pihak anda Yang Mulia!"
" aku masih tidak bisa menerima semua ini, semua ini adalah rencana kakak perempuan ku??"
" Tuan Putri sangat menyayangi anda Yang Mulia!, anda membencinya karena pengaruh Pangeran agar anda tidak dekat dengan tuan Putri yang sebenarnya sangat menyayangi anda, tuan putri tidak memiliki hak dalam urusan pengaturan kerajaan, karna tidak mempunyai kekuatan besar untuk memihak anda secara terbuka!"
" Jadi aku harus bagaimana Dans??"
" Tetaplah percaya pada kedua anak itu, kedua anak itu memang sangat perusuh namun mereka slalu totalitas dalam pengerjaanya, dan sangat tulus !"
" Apa kata - katamu bisa aku percaya!"
" Saya memberikan leher saya untuk taruhannya Yang Mulia!"
Aku sangat kecewa karena dia adalah orang yang di atur oleh kakak perempuan ku, namun mereka memang sangat membantu ku dalam masalah besar ini, sampai membahayakan nyawa mereka untuk membantuku, jadi aku harus bagaimana?
__ADS_1
dalam hati Alfred yang merasa sangat campur aduk antara kecewa dan harus tetap menerima.