GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
340. Sekutu


__ADS_3

" Hiks hiks...maaf memang aku sangat kotor dan menjijikan itu memang balasan untukku "


" Kau sudah berbuat kesalahan yang cukup berat Yuna!"


" Hihihi, lihat aku Aina, Robert menyiksaku, dia sangat kejam, bukan maksudku melukai adikmu, aku di ancam oleh Robert hiks hiks hiks...!"


" Itu sudah pilihanmu sendiri Yuna...kau tidak boleh menyesal!"


" Tapi aku sangat menyesal Aina...apa kau mau memaafkan ku...??"


" Ya, aku memaafkanmu ...!"


" Sungguh??"


" Ya, tapi tetap saja kita tidak akan bisa seperti dulu...!"


" Kenapa??"


" Aku tidak bisa melukai perasaan adikku Yuna...!"


" Apa???"


" Ya...dia sangat membencimu,,, aku tidak bisa membuatnya kecewa karna aku dekat denganmu, oh ya...aku sudah membayar perawatannya, ini obatmu...dan ini ongkos untuk kau pulang!" menyisipkan uang 200ribu di tangan Yuna.


" Aina....!"


" Maaf Yuna, meski aku tidak bisa berteman denganmu lagi, tapi aku sudah melakukan kewajiban ku sebagai manusia, aku menolongmu, kau tidak usah membalasnya, jaga diri baik-baik semoga kau bisa menjadi lebih baik lagi, aku harus kembali bekerja, selamat tinggal!"


Aina pun segera pergi meninggalkan ruang IGD itu.


dan kembali ke tokonya.


" Sialan wanita bodoh itu sangat menyebalkan!" mengepalkan tangannya dengan erat.


Yuna segera pergi meninggalkan IGD dengan rasa kesalnya, rupanya Aina sudah cukup ada kemajuan, tidak mudah ditipu lagi.


" Bagaimana aku harus hidup??, aku tidak bisa seperti ini lagi...!"


Yuna terlihat linglung di pinggir jalan,


" Aku tidak bisa seperti ini terus, apa yang harus aku lakukan??"


Tak terasa Yuna berjalan sampai di perusahaan Robert.


" Kenapa aku malah ke sini??, Robert akan marah jika sampai tahu,...!"


Yuna berbalik mengambil langkah putar balik, namun dia melihat Robert bergandengan dengan Gatick begitu mesra, dan itu pun terang-terangan di tunjukkan pada karyawan-karyawannya.


" Aku yang menemani dia dari tidak punya apa-apa sampai hari ini dia bisa mendirikan sebuah perusahaan, tapi dia malah begitu tidak tahu malu bersama wanita lain!!!"


Yuna tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa menggigit jari dari kejauhan, dia sangat mencintai Robert hingga apapun dia berikan pada Robert.


"Kau membutuhkan uang untuk menggait priamu lagi???"


" Siapa kau??"


" Tidak penting siapa aku, kita punya musuh yang sama, bagaimana jika kau bekerja denganku??, aku akan membayarmu mahal!"


" Aku butuh uang tapi aku sudah tidak mau dengan Robert!!!"


" Ternyata kau tidak sebodoh diriku di masalalu???"


" Memangnya siapa musuhmu??"


" Keluarga Pratama...!"


" Hei apa kau mantan dari salah satu anak keluarga itu???"


" Bukan, salah satu dari mereka merebut suamiku!!"


" appaaaaa???, sekelas mereka berebut suami denganmu???, seperti apa suamimu itu???"


" Apa kau kenal Sansan??"


" Ya, tante kecil itu sangat berbahaya, tapi aku bisa berjalan lagi berkatnya!"


" Dialah yang merebut suamiku!"


" Apa??, apa kau berhalusinasi??, mana mungkin om Ken itu mau sama denganmu??, eh tapi itu wajar jika memang dia bisa merebut suamimu, Tante kecil itu sangat cantik dan genius...aku tidak mau berurusan dengannya!!!"


"sialan kau ini malah, meragukanku..aku tidak memintamu melawannya, tapi aku mau kau melakukan sesuatu pada keluarganya!"


" Hei, keluarga mereka tidak sembarangan, aku tidak mau mati dengan cepat!"


" Kau tahu itu tapi kau mempermainkan salah satunya!"


" Diam kau!!"

__ADS_1


" Ini kartu namaku...jika kau berubah pikiran dan mau bekerja sama denganku, aku akan memberikan kau banyak uang, rumah mobil dan sebagainya!"


" Hahahahah, rupanya kau cukup kaya, apa aku bisa mempercayaimu???'


" apa kau mau uang 10 juta???"


mengeluarkan amplop berisi uang sepuluh juta pada Yuna.


" Apa??"


" Ambil ini, ini hanya uang jajanku satu jam...!"


pergi berlalu begitu saja.


Yuna membuka amplop itu, yang benar saja, isinya uang.


" Tunggu jangan-jangan ini palsu!, coba aku setor tunai dulu ke atm!" Yuna pun segera ke atm terdekat, dia menyetorkan semua uang secara bertahap.


yang benar saja uang itu asli, betapa girangnya dia mendapat uang cuma-cuma.


" Oke, Tuhan rupanya masih baik padaku!"


Gumam Yuna senang.


...----------------...


Kediaman Pratama.


" Kau dan Fahad berangkat kapan??"


" Tidak tahu, Fahad belum menghubungi Julia abang...!"


" ehmmm, kalau mau berangkat, berangkat saja dulu...abang akan menyusul kalian!"


" Ya abang, biarkan kakak ipar sembuh dulu...!"


" Ehmm..."


" Ya sudah cepat bawa, sarapan untuknya!"


" ya...apa tuan Ryu sudah berangkat??"


" Sudah tadi berangkat,ada apa bang??"


" Mau berterima kasih padanya!'


" oh baiklah...!" Putra pun segera membawa sarapan untuk istrinya.


" Sayang, ayo...sarapan dulu..."


putra meletakkan di meja makan dan mendekati istrinya yang masih terlelap itu.


" Sayangkuh...!"


" ehhmmmmmm..."


" Bangun ayo sarapan, bagaimana dengan pinggangmu??"


" Ehmmmm...pinggang??" yang nyawanya belum genap langsung terduduk.


" Ahhhhhh"


" Haduh....pelan pelan sayang...kau ini sangat ceroboh, apa sangat sakit, kalau begitu kita tunda dulu ya keberangkatan kita, tunggu sampai kau sembuh!"


" Tidak kok, hanya kaget saja memarnya masih terasa, kita harus berangkat!"


" Iya kita berangkat, sekarang sarapan dulu!"


" Kapan kita berangkat??"


" Belum tahu sayang, kau sangat semangat!"


" Ya aku mau ke luar Negeri!"


" Hahahahah, baiklah...makan dengan perlahan sayang, dan minum susumu"


" Abang terimakasih..."


" Untuk apa??"


" Semuanya, Incess sangat bahagia, abang sangat baik padaku!"


" Makanya jadilah istri yang patuh, maka aku akan memperlakukanmu dengan baik, dengar sayang, aku tidak sesabar om Kenzo, jadi jangan melakukan hal konyol yang di lakukan Sansan...aku akan menghukummu jika kau membuat masalah!"


" Memang sekonyol apa sepupu abang itu??"


" sama konyolnya denganmu,tapi dia dilevel tertinggi konyolnya...!"

__ADS_1


" ada begitu kah??"


" Adalah, aku bisa memberikan satu toleransi,tapi tidak ada kedua dan ketiga...!"


" Abang, bagaimana aku tahu saat kau marah??"


" Sayang, aku juga banyak kekurangan , saat emosi mungkin aku bisa membentakmu, ingat saat aku marah kau jangan ikut marah, sebaiknya kau diam, aku terlihat lembut dan ramah, tapi saat aku marah aku tidak memandang siapa pun itu, itulah keburukanku, apa kau mau menerimanya??'


" Aku sudah biasa di bentak ayahku!"


" Ah...berbedalah, tapi aku akan berusaha untuk mengontrolnya agar tidak menyakitimu di masa depan!"


" Siapa yang pernah abang bentak??"


" Mantan kekasihku, tapi memang dia pantas mendapatkannya!"


" Berapa mantan abang??"


" Berapa ya??, aku hitung dulu heheheheh"


" Pasti banyaklah!!"


" Yang aku seriusi hanya satu, karena yang lain hanya menyukai uangku!"


" Sudah ku duga, kau adalah buaya darat!"


" tenang saja, sekarang hanya kau seorang, aku sudah kena karma dengan mantan kekasihku itu, jadi aku sudah bertobat, hehehe"


" Pergi sana!!!, aku tidak mau melihatmu!"


" Hahahahaz aku bercanda sayang, mana boleh aku bermain wanita, Daddy bisa mengebiriku, aku sudah berjanji pada mendiang ibu kandungku untuk tidak menyakiti seorang wanita, karena dulu aku dan ibuku, di usir oleh ayahku.....!"


" Apa??"


"ehmmm kau tahu aku sangat sulit mengerti, ayahku menyakiti ibuku dan aku untuk membahagiakan janda beranak 2, sampai akhirnya ibuku sakit dan tak bisa berjalan, hahaha dulu aku bekerja sebagai tukang Sol sepatu, dan bertemu Daddy yang sedang bucin dengan mommy, hahahahha dari sanalah hidupku berubah menjadi baik sampai sekarang!"


" Kau sangat menderita abang??"


" Itu dulu, sekarang aku sudah lupa rasanya, lihatlah bagaimana keluarga ini memperlakukanku sayang???, mereka adalah penawar rasa sakitku, sehingga aku sangat lupa bagaimana kami menderita!"


Incesss berkaca-kaca mendengar cerita pilu Putra,


" Apa kau menangis untukku??"


" hikshiks, rasanya sakit di bayangkan!"


" Itu sudah berlalu sayang, sekarang aku sangat bahagia, keluarga ini tidak memandang sebelah mata padaku, kau pasti tahu kan??"


" Ya...aku tahu....!"


" Jadi mereka sangat penting bagiku, aku akan menghabisi mereka yang menyakiti keluarga ini!"


" Incess sayang abang..."


Putra tersenyum mengembang, mendengar pernyataan istrinya.


" Aku tahu...!" merangkul pinggang Incess dengan kasar


" Aggggggggggggghhhhh..."


" Astaga aku lupa,. maaf sayang ...!"


" Huhuhuhu...sakit....."


Tok tok tokk...


" Apalagi Putra???, kau jangan menindas menantuku!"


Incess segera membungkam mulutnya,


" kami tidak melakukan apa-apa mom, jangan khawatir"


" itu Incess mengeluh sakit, buka pintunya!"


" Sayang, kau jangan memaksa mereka, aku yakin Putra tidak akan menyakiti istrinya, jangan terlalu ikut campur, mereka tidak akan nyaman..."


" Tapi Incess baru saja terkilir kemarin, Putramu itu keterlaluan, jika sampai terjadi sesuatu pada Incess bagaimana??'


" ssssttttt ..ayo cepat kembali sarapan saja!"


Savina dan Nathan pun segera pergi.


" maaf abang...!"


" Tidak ini salahku karena tidak lembut, biar ku oles salep untukmu sayang!, setelah ini aku ijin keluar sebentar ya,menemui seseorang!"


" Ya bang ..." jawab Incess menurut Incess mulai mencoba untuk percaya pada Putra, jadi tidak mau banyak bertanya padanya, meskipun sangat ingin tahu siapa yang akan di temuinya.

__ADS_1


__ADS_2