
" Mom, mana orang yang mau minta sumbangan??" Nathan tersenyum kemudian tertawa.
" Hahahahahaha!"
" Itu kan lagi ke arah sini, apa mommy samperin aja , ke sana!"
" Biar mereka ke sini!" Nathan tersenyum dan menggeleng kepala.
Dia teringat, dulu saat pulang membawa Suhail dalam gendongannya , Mama papanya juga mengira Nathan gelandangan karena perjalanan dari mengambil Suhail Nathan tidak sempat mandi, Sekarang anak yang di gendongnya dulu, kini sudah menggendong dan menggandeng pulang anak dan seorang wanita.
" Aku sudah sangat tua rupanya...!"
gumam Nathan sambil meneguk cangkir minumanya dan memandang ke arah Suhail yang semakin mendekat.
karena penasaran dengan obrolan kedua orang tuanya dan juga adiknya Putra yang sudah selesai dengan mobilnya pun menoleh ke belakang,
Satpam di sini kerjanya bagaimana sih??, masak orang minta sumbangan di biarkan masuk
dalam hati Putra
saat menengok kebelakang, Putra langsung terkejut dan berdiri,
" Ahahahaahaha, Dad...Mommy dan Julia jahat sekali!" Ujar Putra yang melihat jelas itu adiknya dan kekasihnya, tapi tidak tahu siapa yang ada di gendongan Suhail .
Saat Suhail sudah dekat,
" Pagi abang...!" sapa Suhail dengan sumringah.
" Pag....."
" Suhail???" Savina teekejut bukan main, yang dikira orang meminta sumbangan itu ternyata anaknya sendiri.
" loh kok Abang...??" Sahut Julia tak percaya.
"Lah mau kamu siapa Jul??, mommy mau kemana bawa bingkisan begitu besar???"
Savina gelagapan, bingung menjawab nggak mungkin kan mengatakan yang sebenarnya, sedangkan Fathia di samping Suhail, pasti akan tersakiti mendengarnya dan salah paham .
" Hahahaha, mommy mu kan wanita paling baik hati, tadi mommy mu lihat orang minta sumbangan makanya mau di kasih sembako!" sahut Nathan.
" Mana orangnya dad, dari tadi aku datang tidak melihat siapapun loe dad yang masuk!"
" Oh mommy salah lihat iyakan Jul, hehehehh" sahut Savina
" Eh, iya mom...hehehe"
Putra dan Nathan hanya tertawa,.
" Oh sampai lupa ini siapa Suhail??" tanya Savina pura-pura tidak tahu.
" Ayo ajak masuk dulu ,bicara di dalam!" pinta Nathan.
" Ya ayo ajak masuk dulu Suhail, ini anak kecil ini siapa??, jangan bilang ini cucu mommy!"
" Hehehe, maunya juga pingin cepat kasih cucu buat mommy tapi Suhail kan tidak mau melangkahi abang Putra!"
" Aihhhh.... sok-sokan sini biar mama gendong Suhail!"
mengambil alih Lily dalam gendongannya.
mereka pun segera masuk dan duduk di ruang tamu, Sementara Savina menidurkan Lily di kamarnya, lalu keluar.
"Yuzan, Amii tolong bantu saya siapkan minuman dan Cemilan di ruang tamu, dan masak sarapan yang lengkap dan banyak ya!" pinta Savina.
"siap nyonya!"
Savina pun menuju ruang tamu dan langsung duduk di samping Fathia.
" Suhail, apa ini pacarmu??" Tanya Savina.
" Dia calon istri Suhail mom, kenalkan mom, dad, abang, jul...ini Fathia!"
mereka sudah tahu Fathia, mereka mengangguk serempak.
" Mom Dad,... beginilah keadaan Fathia... ku harap kalian menerimanya!"
__ADS_1
" Ada apa dengan Fathia??"tanya Nathan.
" Ehmmmm...." Suhail ragu menjawab.
" Saya, tidak dapat melihat dengan jelas nyonya dan tuan...!" sahut Fathia percaya diri.
" Oh sungguh??, apa yang terjadi padamu yuk semangatnya.
" Kau wanita yang tangguh!" Sahut Putra
" Ehmmm...tapi apa kau sungguh mencintai putra ku Fathia??" Nathan bertanya dengan cukup tegas.
" Ya tuan, saya mencintainya!" tanpa ragu Fathia menjawab.
" hem...baiklah!"
Savina tersenyum senang, karena akhirnya usaha putranya membuahkan hasil.
" Oh suhail??, siapa anak cantik itu??"
menunjuk ke kamar.
" Dia anak Om Ken dan Sansan!"
" apa??" serempak terkejut.
" Angkat angkat maksudnya!"
tambah Suhail.
" Ooooooo ...Kenapa kau membawanya?, bukankah ada banyak anak angkat??" ujar Nathan.
" Ehm...Lily baru saja bisa melihat, dia sama seperti Fathia, tapi Lily sudah pulih lebih cepat, Lily merengek ingin melihat kedua orang tuanya, dia mengatakan percuma bisa melihat tapi tidak bisa melihat Om ken dan Sansan!"
" Oh anak itu tahu berbalas budi, di sangat menyayangi Sansan dan Kenzo !"
"Nyonya sarapan sudah siap!"
" Wah ayo kita sarapan bersama, jarang sekali kita bisa sarapan bersama!"
" Ya Dad!" Suhail segera menuntun Fathia ke meja makan.
Suhail segera mengambilkan sarapan untuk Fathia, Suhail tahu Fathia menyukai telur dadar dan juga sayur bayam.
" Fathia ada sayur bayam dan telur...mau??"
" Ya mau!"
" Oke...!"
Ya meskipun Fathia tidak begitu jelas melihat, dia masih bisa makan dengan rapi.
mereka makan dengan hening seperti biasa,
" Aku di mana??" tiba - tiba Lily bangun dan sudah berdiri di dekat mereka.
" Lily, sudah bangun...ayo sarapan!" ajak Suhail.
Lily melihat satu persatu wajah keluarga Suhail, dia mencoba mencari ayah dan ibunya.
" Ibu atau kau ibu Sansan??" Ujar Lily menghampiri Julia.
Julia sampai tersedak,...
" Uhukkkk uhukkkk....!"
" Minum Julia!" Putra segera memberikan minuman pada Julia.
" Lily, dia saudara ibumu, namanya Julia!"
" Bagaimana bisa dia mengira aku Sansan??" ujar Julia keheranan.
" Lalu di mana ibuku dan ayahku kakak??"
" Kami tidak satu rumah, setelah ini kita bertemu dengan mereka ya!"
__ADS_1
" Ya anak manis, aku bibi dari ibumu dia paman dari ibumu, dan mereka saudara dari ibumu...kau akan segera melihat mereka tapi makan dulu, biar omma suapi ya??"
"Ommma?????" semua sangat serempak.
" Ya kan anak Sansan, cucu dong!"
"Tapi kan Sansan mau menikahi om Ken mom,dia keponakan mommy lah!"sahut Suhail.
" Aih, siapapun terserahlah, sini anak manis!"
" Hahaha itu kode namanya, mommy mu minta cucu...!" Sahut Nathan
" Itu biar abang Putra dulu, aku dan Fathia gampang hehehe!"
" Bang, sepertinya bang putra sedikit sulit untuk itu, harus menggunakan jurus tipuan lagi dong!"
ledek Julia.
" Jurus tipuan??, apa itu?"
" Hahahaha, abang sih tidak datang saat itu, seru tahu!"
" Apa sih bang??" tanya Suhail penasaran.
" Hahaha Julia hanya bercanda Suhail!"
putra tidak mau membahas aibnya.
" Sepertinya aku harus banyak belajar dari abang deh!"
" Abang juga tidak bisa mengajarimu!"
" Ya semoga saja mempelai wanitanya tidak kabur, iyakan Putra!" Tambah Nathan.
" Dad ....jangan lah!"
" seperti apa calon kakak iparku Dad??"
" Dia baru mau lulus SMA!"
" Apa???, abang kau kenapa suka sekali dengan daun muda??"
" Aku kan di jodohkan Suhail!"
" Oh?? kok Suhail tidak tahu??"
" Ya kan kamu jauh di ufuk timur!"
" Abang yakin mau menikah karena dijodohkan??"
" Maulah orang dia sudah maju start sebelum pertunangan!" sahut Nathan.
" Oh jadi abang udah kenal ya??, seperti apa orangnya??"
" 11 12 dengan Sansan!"
" Bercanda abang nih??"
"kenapa?, dia cantik dan menarik, pokoknya abang cuma mau sama Incess aja nggak yang lain!"
" Sama bang, aku juga cuma mau sama Fathia aja nggak mau yang lain!"
Wajah Fathia memerah,
" Suamiku sejak kapan Suhail kita ini menjadi manusia??" ujar Savina menggeleng kepala
" Memangnya Aku bukan manusia apa??"
" Yaz kau itu seperti pantung, tidak berekspresi, mommy sekarang merasa kau lebih hidup berkat Fathia!"
" Oh iya dong, jadi aku di restui kan mom, dad, dengannya???"
" Ya... setelah Putra menikah giliranmu menentukan kapan mau menikah!" ujar Nathan.
" Dengar Fathia, orang tuaku menerimamu kan??!"
__ADS_1
Fathia tersenyum mengembang, ternyata keluarga Suhaiil tidak semenakutkan seperti yang ada di pikirannya.