GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
40. Kecurigaan


__ADS_3

" Makan mu sangat banyak, apa perutmu aman mencernanya?"


" Heheh sangat aamannn paman, hmmm ini sebenarnya makanan favorit Cindy, sayang dia tidak di sini!"


" Hemmm, kau sangat dekat dengan Cindy, kau tidak boleh membatasi ruangnya dengan berdalih menjaganya!"


" Aku tidak membatasi paman!"


" Kenapa kalian ini tidak punya teman?, kalian hanya bersama setiap saat!"


" Dunia ini luas itu memang benar paman, namun kami hanya mampu menjangkau semampu kami!"


" Aku khawatir, kalian akan terlihat hubungan rumit karena terbiasa bergantung satu sama lain, karna jika paman perhatikan kalian ini seperti perangko!"


" Maksud paman apa ?, Martin tidak mengerti loe!"


" Hmmm, sebenarnya jika terlibat hubungan yang rumit juga tidak masalah kalian tidak ada hubungan darah juga!"


" Paman kau bicara apa, aku dan Cindy itu murni seperti kakak adik, kita tumbuh bersama paman!"


" Itu bukan halangan kan ?, apa kau tahu jatuh cinta itu sangat rumit!"


" aku memang belum pernah jatuh cinta paman, tapi aku sangat tulus menyayangi adik adikku"


" Ah, baiklah aku tidak membahas itu, jadi bagaimana dengan Juno?, kenapa dia sangat betah dengan Renata di luar negeri?"


" Uhuk uhuk uhuk..."


" Eh lah, minum - minum , pelan - pelan makannya!"


" uhuk uhuk, maaf paman maaf, uhuk uhuk!"


" .kenapa minta maaf, ayo tenangkan dirimu dulu!"


" Uhuk, uhuk, uhuk...!"


Ada apa dengan anak ini, setiap kali menyinggung Juno dia seperti terkejut, apa yang dia sembunyikan, aku akan mengetesnya lagi.


" Apa kau sudah lebih enak?" tanya Chiko.


" Sudah paman!, ehem ehemmm!"


" Ya kau jawablah pertanyaan ku tadi jika sudah enakan!"


" Uhuk uhuk uhk..."


" Martin???"


" Uhukk, ya Uhuk paman?"


" apa ada hal besar yang kau tutupi tentang adikmu???".


" Uhuk uhuk uhk, ah tidak ada paman, kenapa paman bertanya seperti itu?"


" Oh bagus jika begitu, namun jika memang ada sesuatu yang salah, kau bisa bicarakan pada paman ya!"


aku akan menyelidiki anak ini, sebenarnya kenapa dia sensitif saat aku menyebut nama adiknya.


" Tentu saja paman, terimakasih sebelumnya!"


" Ya, sama - sama...!"


" Paman, aku sudah selesai makan...!"


" Hmmm, paman juga, ayo antar aku ke basecamp BD ( Black Dragon )!"


" Ayo paman!"

__ADS_1


Ah syukurlah aku selamat hari ini, tapi pasti paman sangat curiga padaku, aihhh berbohong itu sangat sulit, aku lama - lama juga tidak akan tahan seperti ini terus, aku harus bagaimana?


dalam hati Martin kebingungan.


Martin mengantar Chiko ke Basecamp,


" Paman aku langsung ke resto ya!, terimakasih traktirannya!"


" Oke!"


Chiko pun masuk ke dalam, dia membicarakan semua hal tentang Sasha pada Gery dan meminta gery tetap merahasiakan nya.


" Gery, coba kau pantau aktivitas kedua adik Martin di luar negeri, apa yang mereka lakukan di keseharian nya?"


" Mereka ku dengar belajar dan bekerja!"


" Ya coba di pantau, dan laporkan hasilnya padaku, aku merasa ada sesuatu yang di tutupi Marti!"


" Hmmm, okelah...!"


" Kenzo, ini kemana kok tidak bisa dihubungi?"


" mungkin masih dalam misi !"


" Hmmm, anak itu apa sungguh ada simpanan?"


" Bisa jadi, dia bahkan menebus gadis yang dilelang seharga 20 M!"


" Dia sangat polos masalah wanita!"


" Chiko ,kau sedang membicarakan dirimu sendiri?"


" Sialan!"


" umurmu berapa?, cepat carilah pendamping kau seorang Panglima kenapa masih menjombles!"


" Sulit, aku hanya ingin menjaga nyonya sepenuhnya, kalau aku punya istri, bisa repot kayak Kenzo!"


" Lalu?"


" Carilah seseorang yang bisa membuatmu nyaman, dan bisa menerima mu apa adanya!"


" memang bagaimana rasanya menikah?"


" wah, kau pasti akan menyesal!"


" La???"


" menyesal karena tidak cepat - cepat menikah!"


" Hmmm, tidak jelas sekali kau ini"


" Chiko, bukan kah banyak anak - anak petinggi mendekati mu?"


" Masalahnya aku tidak suka dengan mereka, risih!"


" Ah, aku pikir kau dan Kenzo itu sama, tapi Kenzo masih tertolonglah, kalau dirimu itu coba kau periksa lagi, tapi ya senyamanmu..ya berumah tangga itu memang ada susah senangnya lah, banyak juga masalahnya, namanya juga hidup!"


" Kampret!!, kau kira aku tidak pernah jatuh cinta?"


" sungguh?"


" memangnya kita harus slalu mempublikasikan perasaan kita?'


" Tidak juga, tapi aku bahkan orang terdekatmu tidak pernah melihat mu dekat dengan wanita!"


" ah, sudah jangan membahas hidupku, oh ya Kemana Rio? kita butuh dia nanti saat nyonya sudah sadar!"

__ADS_1


" Eh, Rio ke Jepang!"


" ke Jepang?, kenapa?"


" Kenzo meminta seseorang untuk menjaga orangnya!"


" lah kenapa kau malah mengirimkan Rio?"


" Hanya Rio yang saat itu tidak ada misi!"


" Oh,.... seharusnya aku mengingatkanmu untuk tidak membuatnya mengambil misi internasional!"


" Kau ini cepatlah menikah, emosimu sangat labil, kau dengan ibuku sama persis!"


" Diam kau, membuatku kesal saja, sudahlah aku akan kembali ke rumah sakit!"


" Chiko, hey...kau seharusnya mengambil cuti untuk menikmati hidup, nyonya kan sudah ada yang menjaga, kau carilah kebahagiaanmu juga!"


" Bawel, sekali...!" Chiko merasa gatal jika sudah di cerewet i Gery, Chiko pun segera kembali ke Rumah sakit.


" Selamat malam Panglima!" Sapa Dokter yang berjaga .


" Enmm,...!" Chiko pun masuk ke dalam ruangan baru Sasha.


" Ah, ruangan ini lebih luas, ada 2 tempat tidur, semua peralatan medis lengkap sekali, Lidya dan Crisht benar-benar bisa di andalkan"


Chiko segera menghampiri Sasha yang masih terbaring.


" Nyonya, apa nyonya menyukai...kamar baru nyonya?, hmmm aku harap anda lebih menyukai kediaman Pratama dan segera pulang, nyonya aku akan tidur di sini, meskipun aku sekarang seorang Panglima, aku tidak memiliki rumah untuk pulang, apalagi setelah ayah dan ibu angkat ku tiada,saat bos masih ada biasanya aku pulang mengunjungi kalian, nyonya akan memasakan apapun yang ingin aku makan, terakhir nyonya mengatakan akan memasakan Chiko bebek bakar bumbu rendang kan?, jadi aku masih setia menunggu bebek bakar nyonya!"


Chiko masih teringat jelas kenangan indahnya bersama keluarga tuannya itu, air Mata Chiko mengalir deras tanpa terasa.


" Ah, kenapa aku malah menangis!, nyonya selamat malam!"


Chiko pun tidur di ranjang yang memang di siapkan untuk penjaga pasien, kadang - kadang mbok Yem juga menginap, dan keluarga yang lainnya.


Selama satu minggu Chiko berada di rumah sakit untuk menemani Nyonya nya.


" Panglima, waktunya makan siang...!"


ajudannya mengingatkan.


" Panglima, panglima...!"


" Oiiii!!!, ada apa?"


" Panglima saatnya makan siang!"


" Ah, yayaya tahu...!"


Kenapa akhir-akhir ini aku kurang Fokus?


Ah sudah lah..makan dulu.


Chiko pun segera keluar ruangan, dan pergi untuk mencari makan.


" Paman, kau masih di sini?" sapa Cindy yang berpapasan dengan Chiko


" Hmmm, kalian mau melihat tantemu?"


" iya paman, ...paman mau kemana?"


" Cari makan dulu, masuklah dan temani Tante kalian!"


" Okey paman!"


mereka segera menuju tempat tujuan masing - masing

__ADS_1


Martin ini tumben sekali sangat pendiam,...


ah, ada apa sebenarnya dengannya, membuatku semakin penasaran, aku harus menyelidikinya sendiri, tapi waktu cuti tinggal 3 minggu lagi, ah...sudah nanti saja makan dulu agar bisa berpikir.


__ADS_2