
Pagi hari di kediaman Fathia,...
" Selamat pagi...!"
" Suhail....!"
" Bukan, saya Dai...!"
" Oh Tuan Dai...maafkan saya!"
" Tidak apa-apa nona..., bagaimana keputusan anda?"
" Tuan, bisakah kau membawaku ke bersamamu dan Sania, aku percaya jika kalian dapat menyembuhkan mataku!"
" Apa sungguh percaya?"
" Ya, entah bagaimana rasanya aku harus percaya!"
Aku akan membantu Suhail memastikan jika Sania adalah Keponakannya yang hilang.
dalam hati Fathia.
" Baiklah, sementara aku mengurus semua surat - suratmu, kau tinggallah, di apartemen agar lebih aman!"
" Baik...!"
" Mana barang yang akan anda bawa?"
" Ehmm...Tidak banyak karena aku tidak memiliki apapun!"
" hm...di mana surat - surat anda?"
" coba tolong, bukalah lemari itu, sepertinya di sana!"
Dai segera membuka lemari dan mengambil map yang berisi surat-surat Fathia.
Dai membantu Fathia masuk ke mobil dan segera membawanya ke apartemen.
Dai menelphone Tasya, untuk memberikan keputusan Fathia.
" Apa Dai??"
" Fathia malah ingin segera mendapatkan perawatan segera!"
" Ya sudah di bawa saja,...tapi om Kenzo tidak mengenal Fathia kan?"
" sepertinya tidak!"
" Tapi lebih aman dia di tempatkan di tempat lain saja bagaimana?"
" Siapa yang mengurusnya nanti Tasya?"
" Oh, kau saja... bagaimana?"
" Aku harus menjagamu bagaimana bisa aku menjaga orang lain?"
" Tenang Dai aku bersama on Kenzo...!"
" Baiklah, memang tidak ada yang lebih penting dihatimu kecuali Tuan Kenzo!"
" Haaaa....mulai lagi,...kau harus menjaga Fathia karena dia orang yang dicintai oleh abang Suhail!"
" Yayaya Cerewet, mungkin aku akan sedikit lama kembali ke sana, karena mengurus surat -surat Fathia dulu!"
" Ya bagus itu....!"
panggilan pun berakhir,
" Tuan, apakah aku merepotkan?' Tanya Fathia tidak enak hati.
" Tidak tenanglah...aku akan mengurusnya untukmu, yang kau butuhkan hanya cukup duduk dan bersantai!'
" Baik, terimakasih!'
Dai pun segera pergi, namun ternyata Dai tidak sadar jika Suhail mengikutinya dari belakang.
" Sepertinya aku tidak asing dengan pria ini?" Gumam Suhail tetap mengikuti.
Dai menuju Bascamp Black Dragon,
" Oh, benar saja dia orang black Dragon, jika begitu kemungkinan 89% dia benar - benar Sansan!"
Suhail tidak gegabah, Dia menanti dengan sabar di luar, setelah Dai keluar dari bascamp dan pergi, Suhail baru masuk ke dalam bascamp.
" Om....!"
sapa Suhail pada Gerry.
" Oh Jenderal besar, tiba - tiba datang ke sini ada perlu apa?"
" Om, siapa pria yang baru saja keluar dari sini?"
" Oh Rio?, dia orang kami, tapi sekarang dia masuk ke dalam Aogiri!"
" Oh begitu, apa yang dia lakukan ke sini?"
" Dia meminta tolong memudahkan akses seseorang ke negara M!"
__ADS_1
" Negara M?"
" Ya...bang Putra , Fahad dan iyus di sana juga kan?, Lalu apa yang dilakukan Rio?"
" Kenzo meminta seseorang untuk menjaga orangnya di sana!"
" Siapa itu entahlah, sepertinya wanitanya Kenzo!"
" om apa kau punya alamatnya?"
" Untuk apa?'
" Tidak apa-apa,hanya ingin tahu saja!"
" Ingin tahu?, hahaha kau pasti sangat ingin tahu dengan wanita itu ya, sama aku juga ingin tahu!"
" Om, kau ternyata suka bergosip!'
" Hehehe, ini kan hal yang tidak biasa Suhail, ini alamatnya, dia tinggal bersama keluarga Tanaka, ... jika kau nanti berjumpa jangan lupa kirim fotonya, Rio tidak mau mengirinkan foto gadis itu padaku, anak itu sangat patuh pada Kenzo!"
" Oke terimakasih Om ...aku pergi dulu!" Suhail saat itu juga pergi menuju bandara.
Gerry hanya menggeleng kepala melihat Suhail yang sangat bersemangat pergi ke negara M.
Hari itu juga Kenzo berangkat ke negara M , Suhail dan Kenzo tidak menyadari bahwa Mereka berada di satu pesawat.
setelah 12 jam perjalanan sampailah Kenzo dan Suhail pun turun dari pesawat,
" Astaga, om Kenzo ...!" Suhail segera bersembunyi.
" Om Kenzo sangat terburu-buru sekali?" perlahan Suhail mengikuti Kenzo dari belakang.
" Ommmm Kenzooooo!" Seperti biasa Tasya segera melompat dan bergelantung di tubuh Kenzo.
" Dia, mirip dengan Sansan...!"
Suhail melihat lebih jeli lagi...
Tapi bola matanya hitam,...
bukankah Sansan memiliki bola mata coklat?
" Wah hari ini kau sangat cantik Tasya, apa kau berdandan untukku?"
" Tentu saja, apa om Suka?"
" Kau tidak berdandan pun aku suka, lain kali kau hanya boleh berdandan saat di rumah saja, jika keluar jangan berdandan!"
" Baik om!"
Mereka mesra sekali, jadi sebenarnya siapa wanita ini, apa karena mirip dengan tante Sasha dan Sansan, om Kenzo menyimpannya?"
Suhail masih mengikuti mereka sampai tempat tinggal Tanaka.
" Jadi mereka di sini!, okelah...aku akan membicarakan hal ini pada saudara ku lebih dulu!"
Suhail segera menghubungi Putra.
" Abang posisi?"
" negara M suhail....!"
" Ya aku di negara M...!"
" apaaaaa?, dimana kau aku akan menjemputmu!"
" aku akan kirim lokasinya !" Suhail pun segera mengirim lokasi dirinya.
tidak lebih dari 10 menit, Putra sampai di tempat Suhail .
" Suhail, kenapa kau menyusul kami?"
" Hmmm...abang. kita bicarakan hal penting setelah sampai di kediaman mu!"
" Oh baik!"
" Kakak, kau bisa mengendarai kendaraan pribadi di sini!"
" Semua berkat orang- orangnya om Ken!"
" Wah, om Kenz sama hebatnya dengan om Bram ya!"
" Benar, setelah kita sampai kau harus menceritakan detailnya pada kami, Fahad dan iyus juga penasaran Kenapa kau sampai ke sini!"
" Yaya...!"
Dan sampai lah mereka...
Suhail mengikuti putra masuk ke dalam, ternyata Fahad dan Iyus sudah menunggu kedatangan Suhail dengan wajah yang sangat membutuhkan penjelasan.
" Abang Suhail, apa yang kau temukan?" Tanya Fahad tanpa basa-basi sapaan.
" Ya Suhail, kau membuatku penasaran!" Sahut iyus.
" Biarkan dia duduk dan riles dulu, kalian ini kenapa langsung mengintrogasi nya?"
" Tak apa bang, aku akan menjelaskan pada semua!"
__ADS_1
Putra pun duduk di samping Suhail untuk menyimak.
" Aku akan sampaikan inti ceritanya, jadi aku mr
mencurigai Sansan ada di sini!"
" apa??, memangnya apa yang kau lihat sampai menagatakan hal itu!"
" Entahlah, aku tadi turun dari bandara tidak sengaja bertemu dengan om Kenzo, dia sangat mesra dengan gadis ini!" memberika. hasil jepretannya diam - diam.
" menurut kalian ini mirip Sansan kan?"
mereka bertiga mengamati seksama.
" Ya benar, tapi kenapa bola matanya hitam?"
" Bagaimana kita memastikannya?" Tanya Suhail.
" hmmm...jalan satu-satunya adalah menculiknya dan mengintrogasinya!" iyus memberi usul asal-asalan sambil tertawa.
" Kau tidak lihat dia sangat dekat dengan om Kenzo?, kita yang akan kesulitan menanggung akibatnya!" tegas Fahad namun dengan ekspresi menahan tawa.
" Ya, benar...kita amati saja dulu gerak - geriknya!" sahut putra
" hmmmm....itu serahkan pada Iyus dan Fahad saja...kita akan mencari tahu bagaimana dia bisa bersama om Ken!" Ujar Suhail.
" Beri kami alamatnya!" pinta Iyus.
" Aku kirimkan ke wa mu!"
" Ya...!"
" Eh, tapi kau memblokir nomerku!" ujar Suhail
" Oh ya aku lupa, sebentar aku buka blokirnya!"
" Astaga kalian ini saudara tapi kenapa seperti itu?" Fahad menggeleng kepala.
" Diam Fahad aku tidak meminta komentar mu!" Ujar Iyus sangat kesal.
" Sudah ,kau bisa mengirimnya!"
Suhail segera mengirim alamatnya pada Iyus.
" Fahad kita pergi sekarang!" ajak Iyus semangat.
keduanya segera meluncur ke alamat yang di berikan pada Suhail.
Sesampainya di alamat tersebut, Fahad dan iyus, segera mendekati kediaman itu, keduanya saling memandang dan mengangguk, lalu Fahad menekan tombol bel Kediaman Tanaka itu .
" hahahah, abang Suhail dan Putra ini kenapa membuat rencana yang sulit sih?" Fahad menertawakan rencana Putra dan Suhail.
" Wkwkwkkwkw kalau ada yang gampang kenapa mencari yang sulit?" sahut Iyus ikut tertawa.
" Kau malah mau menculiknya!'
" Aku kan hanya bercanda, siapa sangka mereka serius menanggapi hehehe!"
Tak lama pintu pun terbuka,
" Ya tuan muda ini mencari siapa?" Tanya Mamoto mengamati Fahad dan iyus.
" Paman, apakah di sini Kediaman Kenzo?"
" oh bukan, ini kediaman Tanaka Tuan...!"
" Oh sungguh?, tapi tadi tidak sengaja kami melihatnya masuk ke sini, mungkin kami salah melihat orang!" ujar Fahad .
" Suamiku, apa yang kau lakukan di depan pintu, jika tidak ada kepentingan jangan menanggapi orang asing!" teriak Yuki dari dalam yang membuat Fahad Dan Iyus menutup telinganya.
" Maaf tuan, istri saya sepertinya tidak mrnyambut anda, maafkan saya harus menutup pintu!"
" Blammmmmm!'
pintu pun tertutup dengan keras.
" Apa abangmu mengerjai kita?" Gumam Fahad.
" Aku rasa tidak, tapi dia pasti sudah tahu situasinya makanannya melemparkan tugas ini pada kita!"
" Ah, kita sudah mengejeknya, tapi kita lupa abangmu juga orang genius, itulah kenapa kita tidak boleh menyombong!"
" Kaliannnnnn jika tidak pergi akan kusiram air!!!' Teriak Yuki dari dalam.
" What??, apa ada Cctv?"
Iyus mencari-cari setiap sudut namun tidak menemukan adanya Cctv.
" Sudah kita mundur dulu, ...amati dari jauh dulu!"
menarik iyus menjauh dari kediaman Tanaka.
" Suhail kurang ajar sekali!" Iyus menggerutu kesal.
" Hahahaha...sudah itu bukan masalah besar, karena ini menyangkut Sansan kita harus menyelesaikannya !"
" Ya, ...!" Iyus dan Fahad pun setia menunggu di pinggiran jalan dibawah teriknya matahari.
__ADS_1
namun keduanya tidak sabar, mereka berpikir keras bagaimana bisa masuk kedalam kediaman itu.
Likenya jangan lupa