
" Daddy, ....!"
" Apa Putraku???"
" Daddy, bisakah Daddy yang memberikan Cincin ini pada Incess?"
" Kenapa jadi Daddy nak??"
" Ingin sedikit mengerjainya...!"
" Kau ini memang sangat jahil ya??, baiklah tapi kau minta ijin dulu pada mimimu, jika dia tidak mengijinkan maaf Daddy tidak akan membantu...!"
" kata mimi, boleh kok...!"
" Oh dia tidak cemburu??"
" Mimi percayalah pada Daddy...!"
" Kenapa juga harus Daddy sih??"
" Hehehehe...dia kan yang mengira aku pria tua Daddy...!"
" Hahaahah... baiklah kasihan anak orang harus di ospek dulu biar seru...!"
" Ini Daddy...!"
memberikan kotak pada Nathan...
Nathan membuka kotak kecil itu, dan tersenyum tipis.
" Oh, sangat cocok untuknya...!"
"Daddy aku berterima kasih pada Daddy...!"
" Tidak perlu nak, kau istirahatlah sekarang agar besok lebih Fresh!"
" Baik Daddy aku permisi!"
Putra segera keluar dari ruangan Nathan.
...----------------...
Hari pertunangan pun telah tiba
Jadi Incess tidak di beritahu jika makan malam keluarga itu adalah pesta kecil pertunangannya dengan Putra, ayah ibunya hanya mengatakan untuk acara kumpul teman lama .
Jadi hanya ada keluarga inti Derie dan Pratama di pesta makan malam itu .
Keluarga Pratama pun hadir tepat waktu,
Nathan memimpin di depan rombongan keluarganya.
mereka saling menjabat tangan dan saling menanyakan kabar dengan akrab.
" Apa semua sudah berkumpul Nathan??" Tanya Derie
" Tunggu, 10 menit lagi masih ada beberapa keluarga dalam perjalanan, karna dia dari jepang!"
" Oh baik, kalau begitu kita santai dulu dan nikmati semua hidangan terlebih dahulu...!"
Tuan rumah mempersilahkan para tamu untuk segera menikmati hidangan prasmanan yang sudah di siapkan.
" Sayang, Kenzo juga akan menikah loe...!" Ujar Chiko pada istrinya.
" Siapa yang mau dengan pria tua seperti dia!"
" Dia gadis muda yang sangat lucu...!"
" Jangan memuji wanita lain di depanku, aku tidak suka!"
" Aih ...baiklah...kau dan Sansan yang paling lucu!"
__ADS_1
" Tidak Aku saja!" tegas Sasa tidak setuju.
" Iya iya kau yang paling menggemaskan!"
" Itu baru benar!" Sasa menempel pada lengan kekar suaminya, karena itu tempat ternyamannya untuk bersandar.
Sementara semua berbincang satu sama lain, Mata Putra mencari-cari seseorang di antara kumpulan keluarga.
Namun putra tidak menemukannya.
" Abang kau mencari siapa??"tanya Fahad yang melihat abangnya gelisah
" Tunanganku!"
" heheheh...mungkin dia mencari udara segar!"
" oh bisa jadi, aku akan mencoba mencarinya!" Putra pun keluar untuk mencari Incess yang sejak tadi tidak terlihat batang hidungnya.
Sampai langkah putra terhenti di taman belakang keluarga Derie.
Putra memang tidak terlalu suka keramaian, jadi dia akan menghirup udara segar juga di halaman belakang, sambil menunggu keluarganya lengkap.
"tukkk .."
" Ah ....." Kepala Putra tertimpa sepatu heels entah dari mana datangnya.
Putra mengambil sepatu yang menimpanya itu dan mendongak ke atas.
ternyata Incess tertidur di atas pohon, dan tidak sadar jika sepatunya terjatuh.
" Pffffffft...dia bisa memanjat pohon dengan heels??" Putra semakin gemas dengan calon istrinya itu .
Putra menyandarkan tubuhnya di batang pohon besar, yang di atasnya ada Incess yang terlelap.
Dalam hatinya bertekad,Seberapa sulitnya mendapatkan hati Incess dia tetap akan mengejarnya, sampai dapat.
" Ehmmm...hoaammm.... astaga aku tertidur...apa acaranya sudah di mulai, aduha ayah pasti akan memotong uang jajanku jika aku membuat masalah, loe di mana sepatuku...??"
Dengan nyawa yang masih setengah Incess mencari - cari sepatunya.
Incess sangat terkejut, dan tidak bisa menyeimbangi tubuhnya dan tergelincir ke bawah.
" oh tidak aku tidak mau cacat...!" Teriak Incess memejamkan mata, jika tidak mati dia pastu cacat terjatuh dari pohon yang cukup tinggi.
" Aghhhh ....."
Incess bingung kok dia merasa tidak sakit.
"Eh, kok tidak sakit?? apa aku langsung pindah alam??" Incess membuka matanya perlahan matanya bertatap langsung dengan mata Putra .
Mata Incess terbelalak,
" Apa kau seorang pangeran surga??" ujar Incess yang mengira dia mati dan langsung masuk ke surga dan dipertemukan dengan pangeran tampan di surga.
Putra mengernyitkan dahinya , bingung dengan perkataan random Incess.
" Oh tidak aku sungguh sudah mati, huhuhu bagaimana ini aku masih ingin hidup, baiklah tuan pangeran, kau memang tampan, tapi aku belum siap bertemu denganmu, aku baru akan memulai hidupku, aku belum merasakan makan ramen dengan bumbu balado, aku belum mencoba rendang di campur dengan kuah soto, huhu tolong bisakah aku di kembalikan di dunia, ku mohon...ya ya, biarkan aku menjalani masa mudaku, aku tidak mau mati konyol terjatuh dari atas pohon, aku tidak masalah menikah dengan pria tua, yang penting aku ingin menggapai cita-citaku dulu, boleh ya boleh???"
" pufffffffffffffftttttttttt....hahahahahaha" Putra sungguh tak bisa menahan tawanya karena ocehan random Incess yang benar-benar menggelitik hatinya.
" Baiklah dengan satu syarat...!"
" Sungguh??" Incess terlihat kegirangan.
" Ya ada 3 Syarat...!"
" Apa??"
" Yang pertama kau harus menepati Janjimu, meskipun kau menikahi pria tua kau juga harus terima!"
" Setuju yang kedua apa??"
__ADS_1
" Kedua, kau tidak boleh menghianatinya meskipun tua!"
Sial sepertinya aku termakan dengan omonganku sendiri, seharusnya aku tidak bicara sembarangan.
dalam hati Incess
" Ya yang ketiga Cium aku!"
"What??"
" Jika tidak kau tidak akan bisa hidup lagi...!"
" Yayayaya.... aku berjanji dan aku setuju!"
" Lakukan syarat ketiga...!"
Bagaimana ini ternyata pangeran surga sangat mesum
dalam hati Incess.
Maklum nyawanya belum sepenuhnya kembali dia tidak menyadari jika dia sudah di tipu oleh Putra .
" Ayo...!"
" Di mana aku harus menciumnya, tapi ini ciuman pertama ku seharusnya tidak denganmu tapi dengan suamiku kelak!"
" jika kau tidak menciumku juga kau akan tetap bersamaku di sini...!"
" Apa??"
" Cium...!"
Putra menyodorkan pipinya.
Incess dengan ragu-ragu mendarat kan kecupannya pada Putra, namun ternyata Putra tanpa aba-aba menghadapkan wajahnya pada Incess dan kecupan itu mendarat di bibir Putra, mata Incess terbelalak memandang mata yang memiliki pandangan tajam bak belati yang akan menghujamnya.
Putra tersenyum puas, karena ciuman pertama Incess sudah di dapatkannya.
" Kau ....??!!!" Incess menarik kepalanya mundur, Putra segera menurunkan Incess dari gendongannya, dan memakaikan sepatu Incess yang menimpa kepalanya tadi.
" Kau sudah bisa hidup kembali...!"
Ujar Putra tersenyum dengan sangat menawan.
mendengar dia hidup kembali Incess segera kabur dari hadapan Putra.
Putra senyam-senyum sendiri, namun senyumnya terhenti tiba-tiba.
"Keluar atau aku pukul kalian??" tegas Putra yang sedari tadi menyadari keberadaan adik-adiknya yang bersembunyi melihat abangnya sudah menipu seorang gadis untuk mendapatkan ciuman.
" Hehehee...." Fahad, Iyus, Julia, Aina segera muncul dengan pringisan kaku.
" Cepat masuk!" Putra segera masuk ke dalam dengan wajah datarnya.
mereka berempat saling memandang
" Aku baru tahu, jika abang sehebat itu menipu wanita!" Ujar Julius sangat terkesan.
" Abang sangat mesum ternyata!" tambah Julia tak percaya.
" Wah, begitu caranya mendapatkan ciuman pertama seorang gadis!" Sambung Fahad masih ternganga tak salah Fahad sangat mengidolakan Putra dia tidak hanya hebat dalam pekerjaan hebat juga dalam mengejar wanita.
sementara Aina masih loeding untuk memahami keadaan.
" Sayang, biasanya kau sangat tanggap dengan adegan romantis?? kenapa kau diam??"
" Sayang, apa itu tadi abang Putra?" seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Ya, bagaimana bisa kau tidak mengenali abang sepupumu sendiri??" Iyus keheranan.
" Oh...itu membuatku merinding!" ujar Aina memegang lenganya.
__ADS_1
" Sudah ayo masuk...!" Ajak Julia.
mereka pun kembali ke dalam takut ketinggalan momment penting dalam acara .