GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
234. Ketulusan


__ADS_3

" Wah kita hampir terlambat... di mana tempat duduk kita om?"


" Di depan Sayang...!"


" Hebat kita duduk di depan!" Sansan menyeret Kenzo dengan buru-buru menuju tempat dudukknya.


" tenanglah, tidak ada yang akan menempati itu sesuai undangan!"


" Hihihi, aku tidak tahu...kalau begitu di nomer berapa??"


" 3 & 4...!"


" Bagus ...!" Sansan dan Kenzo pun segera duduk di tempat duduk sesuai dengan undangan.


" Om,...apa yang harus kulakukan??"


"kau hanya perlu mengikuti pelelangan dan menikmatinya saja, aku akan mengurus semuanya!"


" Aku tidak ada tugas??"


" Tugasmu adalah menghabiskan uangku, barang kali ada barang yang kau sukai, ambil saja...aku akan membayarnya untukmu!"


" Apakah ada maximal berapa??"


" Unlimited untukmu...!"


" wahhhh aku tidak tahu jika calon suamiku sangat kaya!" bermanja di lengan Kenzo.


Kenzo mengusap lembut kepala Sansan dan mengecup ringan di keningnya.


Tanpa mereka berdua sadari ada 2 pasang mata yang memandang kearah mereka dengan tatapan kebencian.


" aku harus ke suatu tempat sayang, kau tetaplah tinggal aku akan segera kembali...tenang saja kau aman orangku mengawasimu diam-diam!"


" Aku mengerti!" Sansan tetap fokus pada pelelangan dia benar-benar berniat menguras kekayaan Kenzo .


Sudah satu jam berlalu Sansan belum menemukan barang menarik di pelelangan.


" membosankan sekali, tidak ada barang yang bagus...!"


Sansan celingukan mencari sesosok pujaan hatinya namun tak nampak di mana pun, Sansan tetap bertahan duduk di pelelangan, dia tidak akan pergi sebelum Kenzo datang.


" Barang yang ke - 7 adalah kalung set Mutiara terbaik !, kami akan membuka dengan harga 7,5 M...!"


" 8 M!"


"12 M!"


" 15 M"


" wah mahal sekali...bagusan juga design bundaku!" Sansan memperhatikan para tamu yang berebut menaikan harga.


Sansan masih menahan diri untuk tidak bosan.


" Huhuhu om, di manakah dirimu?, aku hampir mati konyol karena bosan!" gumam Sansan.


" Aku ada sayang!" Kenzo yang tiba-tiba nongol di sampingnya.


" oh honey... akhirnya kembali!" merangkul lengan Kenzo dengan sangat manja dan girang.


" Apa sudah mendapatkan sesuatu??"


" Tidak ada yang menarik!"


" Apa ingin pulang sekarang??"


" Apakah urusannya sudah selesai??"


" Sudah sayangkuh...!"


" Kalau begitu ayo pulang saja, aku hampir mati karena bosan...!"


" Ayo...!" Keduanya pun memutuskan kembali namun saat baru melangkah 5 langkah telinga Sansan mendengar bahan herbal langka yang sedang di carinya.


Sansan menghentikan langkahnya,


" Apa baru saja dia mengatakan bahan obat herbal langka??" tanya Sansan pada Kenzo, kenzo pun mengangguk.


" ehmm...apa kau tertarik??"


" Ya!"


" Kalau begitu kita tinggal untuk mendapatkannya!"

__ADS_1


Sansan berlarian menuju tempat duduknya kembali meninggalkan Kenzo karena kegirangan.


" Anak itu !" Kenzo pun segera duduk kembali ke tempatnya.


" bahan herbal ini sangat lengkap ada 30 bahan herbal langka di sini...kami membuka harga 25 juta !"


" wah harga yang cukup murah, 30 juta!" Sansan mengangkat tanganya


" Seharusnya kau bisa mendapatkan barangnya, di sini jarang ada dokter tradisional, jangan gegabah menaikan harga tipis-tipis saja !"


"Om apa kau takut bangkrut??"


" Tidak, mana ada...uangku adalah milikmu aku tahu kau orang yang bijak dalam urusan keuntungan!"


" sepertinya tidak ada yang tertarik dengan ini apa hanya satu orang saja??"


" Saya 40 juta!" seseorang wanita mengangkat dan memberi harga.


" 41 !" Sansan tidak mau kalah


" 50 juta!" tambah wanita itu


" 51!" Tawar sansan lagi.


" 60 juta!"


" 61!"


begitu terus hanya 2 orang itu yang berebut penawaran Sansan hanya menambahkan 1 juta.


"100...!"


" 101!"


" Nona, apa kau hanya berani menambahkan 1 strip saja??" wanita itu sangat jengkel.


" kalau begitu tawar saja sampai batas Maximum anda!" Ujar Sansan Santai.


Wanita itu terdiam,


" Apakah tidak ada penawaran lagi??"


" 200juta!" ujar wanita itu


" 300!"


" 301 juta!"


" 500 juta!"


" 501 juta!"


Kenzo hanya tersenyum melihat calon istrinya yang usil dengan orang lain.


" 1 M !"


" Daebak... selamat nona kau pemenangnya!" ujar Sansan bertepuk tangan untuk wanita itu.


Bajiiiingan anak kecil itu mempermainkanku.


" Sayang ayo pulang...!" Ajak Sansan pada Kenzo.


" Oke, apa kau tidak mau bahan herbal itu??"


" Ingin sih, itu memang langka, tapi jika tidak tahu meraciknya dengan benar juga akan sia - sia membelinya dengan harga tinggi, mungkin nona itu adalah master pengobatan yang hebat!" ujar Sansan sambil melirik dan memberikan senyum mengejek pada wanita itu.


" Oh hebat...apa kau tidak ingin menunggu sampai selesai, barang kali ada barang yang kau suka!"


" Aku lelah sayang,...!"


" Oh baiklah...!"


mereka pun segera meninggalkan tempat pelelangan dengan wajah berseri-seri.


sesampainya di apartemen.


" Apa kau sungguh tidak mau bahan herbal itu??"


" Mau, lihat saja wanita itu akan mencariku!"


" Oh ya, kenapa??"


" kasih tahu tidak ya??"

__ADS_1


" Dasar kucing nakal...!" Kenzo meraih Sansan duduk di pangkuanya.


" Om...!" Sansan membalik tubuhnya menghadap Kenzo .


" Ya sayang...!"


" aku ingin gelang ini...!" menunjukan layar ponselnya.


" Beli saja...!"


" Tapi mahal sekali...!"


" semahal apa itu??, jika masih berbentuk nominal itu tidak mahal !"


" Gilang mutiara ini 700juta om...!"


" Ya sudah beli saja asal kau suka!"


" Tapi, 700 juta sangat di sayangkan...!"


Kenzo meraih ponsel Sansan, dia segera membelinya secara online.


" tunggu barangnya datang!" mengembalikan ponsel Sansan kembali.


" Kenapa kau membelikanku om??"


Kenzo menarik Sansan ke dalam pelukannya, kini wajah mereka saling beradu pandang.


" Uang itu bisa di cari lagi, apa kau senang aku membelikannya untukmu??"


" Senang!" Sansan segera merengkuh kepala Kenzo dan mencium bibir pria yang 25 tahun lebih tua darinya.


Kenzo pun langsung melumatt bibir mungil Sansan dengan penuh perasaan.


" Terimakasih om... aku akan menjadi istri yang baik untukmu nanti...aku memang tidak salah memilihmu."


" awas sampai suatu hari nanti kau menyesal!"


" Mana mungkin, awas saja jika om masih mencari yang lain jika sudah bersamaku nanti!"


" Jika aku orang yang seperti itu, aku tidak akan sesabar ini menunggumu...padahal kau ini seharusnya menjadi putriku...!"


" Ya masih tertoleransilah, beda lagi kalau aku seuasia cicitmu!"


" Bahahahahahahahahaha...memang kau mau jika aku ini sudah buyut??"


" Ya maulah...!"


" Heleh...Dusta ...!" Mencubit gemas hidung runcing Sansan.


" Om, aku ingin cepat menyandang status nyonya Kenzo!"


" Aku suka sudah tidak sabar ingin memilikimu seutuhnya!"


" Memangnya aku tidak utuh??"


" Seutuhnya!" tangannya menempel pada salah satu dadaa Sansan.


Sasa melirik Tangan Kenzo, yang mulai nakal itu.


" Om...!"


" apa kau tidak ingin aku menyentuhnya agar sedikit lebih berkembang??"


Kenzo menggoda Sansan.


" Apa om sedang mengejekku datar??"


Sansan menekankan tangan Kenzo ke dadanya, bermaksud menunjukkan jika bakpaonya cukup berisi


Kenzo mereeeemas sedikit bukit Sansan itu,


sambil menahan tawa.


" Pfffffffffffttttttttt....!"


" Apa yang lucu??" Mulai marah.


" Tidak!" Kenzo meraih pinggang ramping Sansan dan bersandar di dada Sansan.


" aku tidak tahu lagi bagaimana hidupku jika tidak bersamamu...!"


Sansan memeluk kepala Kenzo dengan penuh rasa sayang, Sansan pun juga merasakan hal yang sama, dia tidak pernah bisa melihat ketulusan orang lain , dia hanya mampu merasakan ketulusan Kenzo di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2