
Di Italia...
" Om kata bunda Julius mau menikah dengan Aina...paman sudah setuju!"
" oh iyakah ...nanti kalau sudah di tentukan tanggalnya kita datang dan kembali lagi ke sini...."
" Tuan..."
" Ya, Dai??"
" ehmmm saya sudah menyelidiki tentang Fangxi..."
" apa yang dia kerjakan di sini??"
" Sepertinya ingin membangun sebuah organisasi lagi...di Jepang..."
" oh iya??"
" Awasi, ..."
" ehmmm baiklah...."
Dai pun mengikuti perintah Kenzo.
" apa dia mau balas dendam??, tapi ya mengirim putrinya ke tangan kita kan dia sendiri??, bukankah yang salah itu dia??"
" dia sulit di tebak sayang..."
" kalau begitu biar aku yang tebak saja...."
..
" ayo tebak kalau begitu..."
" sepertinya Fangxi memang merencanakan sesuatu dan dia mengorbankan putrinya untuk kita, dan membuat kesepakatan dengan kita, saat di pelelangan mungkin dia bekerja sama dengan orang lain, tidak tahu niatnya apa sih, tapi di pikir saja lagi masak ia sekebetulan itu kita bertemu di pelelangan om??, dan dia meminjam uang padamu...dan harga yang dia mau 350 M kan gila sekali ya om...hanya untuk sebuah Gingseng dengan jaminan yang tidak jelas...."
" Tunggu kabar dari Dai, jika dia merencanakan sesuatu yang buruk, maka share lock saja, posisi dia pada Fahad!!!"
" hehehehe, langsung cod dengan Fahad ya om..."
" iyalah, biarkan Fahad yang menyelesaikannya untuk kita!"
" Om, Julius ini kasihan sekali...Om tf aja gih uang tambahan buat kebutuhan dia...dia pasti sangat butuh uang kan??"
" oh ya, Nyonya Kenzo jadi berapa nominal yang harus saya transfer pada Julius??'
" Seharga rumah berserta mobil dan isinya om...."
" oke laksanakan!"
Kenzo menuruti perkataan sang istri .
Sementara kediaman tengah.
" Had, kau sudah tahu kakakmu akan menikah?"
" Tahu ma, mereka datang sendiri padaku membawa serta anaknya!"
" anak?? apa jangan-jangan "
" mah itu anak angkat... jangan pikir aneh - aneh, Julius itu masih sangat polos perihal seperti itu ..hahaha"
" mana ada kamu aja nggak polos..."
" iya kan beda..."
" heleh, ya syukurlah kalau mereka tahu batasannya, membuat mama deg-degan aja..."
" memang kapan mau menikah??"
" 2 bulanan lagi saja...kayaknya cukup buat persiapkan semuanya..."
__ADS_1
" ah ...kelamaan dia pasti protes ma..."
"eh iyakah??"
" satu bulan dari sekarang saja, lama-lama juga tunggu apa sih??, kasihan dianya malah..."
" emmmm nanti aku bicarakan lagi dengan papahmu deh..."
" oke... anak-anak dah tidur ya mah..?, akhir - akhir ini aku sangat sibuk, aku sangat rindu sebenarnya!"
" ehmmm, iya tidur...oh ya Had besok mama ajak anak-anak lagi ya pergi 3 harian..."
" besok aku libur ma, aku mau ajak anak-anak dan Anna jalan-jalan menebus waktuku yang Hilang untuk mereka ..."
" Ya, kalau begitu besoknya deh...."
" kemana ma??"
" ya kemana pun, mama juga mau liburanlah, tapi slalu ingat cucu,biar mama tidsk pikiran ya mama ajak boleh kan??"
" iya boleh yang penting mama nggak kerepotan bawa kruyul 2 ku..."
" anak-anak sanga patuh, kok....tenang sajalah....kau istirahat gih...katanya besok mau pergi dengan anak-anak!"
" iya mama juga ...papah mana??"
" papah, lagi beliin mama makan di luar ...hehehe"
" mau Fahad masakin?"
" enggak papah udah beliin kok!"
" ya udah ma,Fahad istirahat dulu ..." tak lama fahad masuk Hiro tiba membawa makanan untuk Vevey nasi goreng .
mereka berdua makan bersama,
" Fahad besok libur jadi kita tunda ya sayang bawa anak-anak padah Cindy ..."
" dia sangat sulit, takutnya malah dia nanti mempersulit Fanan, putraku ini sangat pendendam sekali..."
" jika kau tidak jujur putra mu akan salah paham padamu jika tahu ...."
" iya juga ...saat akan pergi saja nanti aku coba bicara dengan baik padanya!"
" emmmm"
Keesokan paginya,
Kediaman tengah sangat ramai, karena ada Lister, Melvin, Tobby dan Haruka,juga kedua anak Fahad.
Fahad yang libur pun bangun karena kediamannya sudah seperti pasar.
" suamiku sudah bangun??"
" ehhhmmm sayang...apa ada acara di rumah??, rame sekali..."
"tidak ada...ini pada kumpul biasalah anak-anak kan rame..."
" ehmmm apa mereka masih lama di sini??"
" loh kok gitu tanya nya??"
" iya aku mau ajak kalian pergi jalan-jalan..."
" ya mungkin agak siangan menunggu mereka puas bermain, lagian si Dhiren kalau sudah banyak temannya mana mau di ajak pergi...??!"
" benar juga kalau gitu, aku tidur lagi ya ...aku agak lelah...nanti kalau sudah pada pulang bangunkan aku..."
" baik...apa kau tidak mau sarapan??"
" tidak nanti aja sekalian, aku ini kalau gak kerja malah capek ..."
__ADS_1
" ya udah kalau gitu istirahat dulu ya...aku ke depan lagi...suapi anak-anak "
" iya sayang..."
Anna pun segera kembali ke ruang tamu dan bergabung dengan ibu-ibu muda .
sementara di tempat lain
" om... kenapa semenjak masalah terselesaikan om malah murung terus??" tanya Tiara pada Sandy.
" kesal pada pamanmu...tertua!"
" paman Nathan ada apa??"
" kesel ajalah...dia itu kan juga buka. keluarga kandungmu masak ngatur-ngatur kita untuk menikah lebih cepat..."
" sudah om jangan kesal- kesal nanti tumbuh keriput...nanti kita bujuk lagi paman nathan ya??, aku dengar Julius juga berhasil mendapatkan restu paman..."
" oh ya??, anak itu kenapa tidak mengatakan padaku??"
" mendadak sekali katanya lamarannya!"
" aku juga tidak akan kalah aku akan menemui Nathan..." Sandy segera bangkit dan pergi ke halaman utara.
ternyata Nathan sedang berbincang dengan Raja negara F.
" Nathan aku mau protes!!!"
menggebrak meja.
" apaan sih San, nggak sopan...."
" itu Julius kau ijinkan menikah dengan segera kenapa kau menghalangi ku mrnikH segera??"
" aku tidak menghalangimu, Itu karena Tiara baru saja berduka masak iya, kau mau mengadakan pesta pernikahan ???"
Sandy terbelalak mendengar alasan Nathan,
" berilah jarak dari waktu berkabung,mungkin Tiara bisa mengendalikan emosinya dalam masa berkabung, lalu bagaimana dengan adik-adiknya??, mereka cukup dewasa untuk mengetahui keadaan..."
" Maaf than aku salah kali ini maafkan aku!"
" hah, kau bilang kali ini??, mana ada kali ini??, berkali kali iya..."
" ayolah, biasanya juga gimana...halo tuan Alfred...maaf atas ketidak nyamanan yang saya timbulkan!"
Alfred menggut-manggut sambil tersenyum, memaklumi apa yang terjadi
" kalau gitu kan aku bisa dong menentukan kapan aku menikah??"
" ya bisa kau atur saja tapi jangan berdekatan dengan Julius,..."
" yaya 2 bulan setelah pernikahan Julius Gimana??"
" Acc..."
" Yes... eh tuan Alfred anda tidak mengajukan pernikahan pada pak Nathan??"
" heheh, anaknya masih belum di dapatkan sepenuhnya tuan...heheh masih bersabar!"
" wah, anda harus sabar,mertua seperti ini sangat sulit di hadapi..."
" hahaha tuan bisa saja, sesulit apapun akan saya hadapi tuan.
" dengar tu Than, ....dia juga tidak akan menyerah"
" ya bagus jika menyerah dia tidak pantas menjadi menantuku, benar begitu Yang Mulia??"
" hahahaha tentu saja benar..."
hah kedua orang ini memang cocok satu sama lain apalagi jadi mertua dan menantu.
__ADS_1
dalam hati Sandy