
"Jadi siapa yang mau membelinya??"
Tanya Kenzo, sambil melihat laporan dari Noah.
" Biar Suhail yang membeli...!"
" Aku saja, itu kan, akan ku tempati sendiri Suhail... jangan sampai aku tidak punya apa-apa dengan jeripayah ku sendiri!, jika kau tidak menyukai ku lagi, aku bisa mengusirmu, jadi aku masih punya harga diri!"
" Hahahah" Kenzo tertawa mendengar perkataan Fathia.
" Fathia, bagaimana bisa kau mengatakan hal itu??, aku bukan orang yang mudah berubah perihal perasaan, nyatanya aku bersabar sampai sekarang!"
" Iya iya, tapi kan kita tidak bisa memprediksi ke depannya, biar aku saja ya, yang membayar, tuan Kenzo jika tabunganku kurang, tolong beri aku waktu ya!"
" Tidak, uangmu ada 10 Milyar,...aku akan mengambilnya sesuai harga yang di sepakati sekaligus untuk pembalikan namamu, tenang saja sudah ada perabotannya kok, Minggu depan kau bisa menempati!"
" Wah, kau orang kaya Fathia, jadi kau tidak bisa menolakku dengan alasan tidak pantas!"
" Tunggu itu kok banyak sekali sih ??, apa tidak salah, hanya minuman saja, apa iya segitu banyaknya??, aku ingin menemui nona itu lagi...!"
" Ehnm, kau bisa menemuinya, Suhail bisa mengantarmu!"
" Eh kemana aku mengantar om??"
" Restoran Masakan Jawa...!" sambil memebri kode mata.
Suhail sudah menduganya, jika bukan Mommy nya pasti Cindy.
" Fathia, apa kau mau ke sana sekarang??"
" Ya aku mau ke sana!"
" Om kalau begitu, aku pamit ya...!"
" Setelah urusan selesai antar Fathia ke sini lagi, biar Sansan memeriksanya, saat ini biarkan Sansan bersama Lily dulu!"
" Baik om, sampai jumpa!" Suhail pun segera membawa Fathia ke Resto.
Namun sesampainya di restoran, Suhail tidak menemukan Cindy tapi Fahad .
" Had, di mana Cindy??"
" Kakakku sudah tidak mengurus Resto lagi bang, ada apa??"
" Di luar ada Fathia, ternyata Fathia bekerja sama dengan Cindy, dan dia ingin menanyakan sesuatu pada Cindy!"
" Perihal apa, aku bisa bantu jelaskan pada Kakak ipar??"
" Itu minuman kopi!"
"oh itu, ada apa?, apa kakak ipar kurang puas dengan pembagian hasilnya??"
" Kebanyakan katanya!"
" Ha??? " benar-benar rekan bisnis yang membagongkan.
" Yud tolong carikan berkas kerja sama untuk minuman kemasan, kopi dong!"
" Ok Had tunggu!"
" Had, pura-pura tidak kenal saja ya, aku takut dia akan marah!"
" Lah???"
__ADS_1
" Aku tidak tahu jika Fathia bekerja sama dengan Cindy, aku juga kaget!"
" Oke oke aku mengerti, biar aku lihat dulu ya bang!"
" Ini Had...!"
Fahad membaca berkas itu sambil manggut-manggut.
" Kak Fathia mendapatkan 50 % dari pembagian laba bersih, dan kami mengambil 30% untuk 20 % masuk untuk Julia!"
" Apa??"
" Ehmm abang, ini sepertinya pangaturan bibi, jika Julia dia tidak akan ada inisiatif seperti ini bukan, dia pebisnis tapi tidak peduli dengan uang!" ujar Fahad.
" Benar juga ya??"
" Abang bisa tanyakan pada bibi, lebih lanjutnya bang...!"
" Lalu bagaimana kau mau menjelaskan pada Fathia??"
" Katakan saja belum bisa menemui kak Cindy!, tunggu dia bisa melihat dengan jelas baru kita pertemukan dengan kakakku, kita sama-sama tidak terlibat kan bang ...!"
" Benar juga, ... kalau begitu maaf menggangumu Had!"
" Hei abang, jangan bergaya, tidak sama sekali!"
" Hahaha, oh Ya rumahmu yang kau jual, dibeli Fathia.
" Hahaha baguslah... semoga betah!"
" Dan lagi om Ken meminjamkan Orangmu untuk menjaga Fathia sementara!"
" Oh Anggita, boleh saja ...tapi aku akan mengambilnya kapan pun aku butuhkan loe bang!"
" Iya santai aja...tapi terimakasih sebelumnya ya Had!"
" Oh, sebenarnya Cindy kemana??"
" Ehmm, kakakku ada sesuatu, tapi Fahad belum bisa bercerita, nanti abang akan tahu kok!"
" Okok Had ...aku mengerti kalau begitu aku permisi dulu ya!"
" ehmmm iya bang hati-hati!"
Suhail pun kembali pada Fathia dan menjelaskan bahwa Cindy masih di luar negeri, dia tidak bisa menemui Cindy dalam waktu lama.
Fathia mengerti, Suhail pun segera membawa kembali ke rumah Kenzo.
" Bagaimana??" tanya Kenzo
" Orangnya sedang berada di luar negeri om !" sambil mengedipkan mata.
" Baiklah, tak masalah... itu bisa kapanpun di urus...biar Sansan memeriksa Fathia!"
" ehmmm, lily dimana om??"
" Tertidur, saat bermain...!"
Sansan pun memeriksa Fathia dengan detail, banyak pertanyaan yang dilontarkannya pada Fathia perihal penglihatannya, setelah mendapatkan catatan lengkap, Sansan segera menghubungi rekannya itu, melalui panggilan telepon.
" Om, siapa teman Tante kecil??"
" Namanya Ryu, dia seorang dokter hebat di jepang, dia juga memiliki bahan-bahan herbal yang dia jual, dan Sansan mengambil darinya untuk membuat ramuan-ramuan!"
__ADS_1
" Dokter?, bagaimana bisa dia kenal dokter dari Jepang??"
" Kau membawanya ke Jepang, karena ada masalah dengan bascamp Aogiri, di sana mendapatkan 1 pasien dan kenalan dokter itu!"
" Wah aku jadi yakin jika Fathia akan bisa melihat lagi!"
" Nyatanya, Yuna pun juga bisa berjalan lagi, semua tergantung tekad pasien Suhail!"
" Dengarkan itu Fathia!"
" Ya aku semangat!" ujar Fathia tersenyum senang karena ada harapan untuknya.
" Setelah kau sembuh aku akan segera menikahimu!"
Fathia mengangguk,
"kak Fathia, aku sudah membicarakan pada temanku tentang keadaanmu sekarang, sia bilang matamu bisa di sembuhkan, karena kau sudah berumur tetap harus melakukan operasi Fathia, saraf-saraf sudah membaik, besok temanku datang, kita bisa mengecek lebih detail dengan beberapa alat medis, jika memungkinkan kau akan menjalani cangkok mata!"
" apakah ada donor mata??"
" Dia pendiri bank mata di negaranya, ini adalah berkah besar aku mengenalnya, Tuhan sangat adil bukan Kak??"
" nona Sansan aku mengucapkan terima kasih atas bantuanmu, dari sekarang dan kedepannya, saya akan menjadi pihak yang slalu di pihak anda!"
" Heheheh, kak Fathia... istirahat di kamar belakang, pasti lelahkan?"
" Tante apakah aku boleh tidur di sini??"
" Ha??"
" Fathia butuh bantuan, dia masih asing di rumahmu!"
" Astaga,...tapi kau tidak boleh melakukan apapun padanya, dia akan tidur denganku!"
" Oh tidak bisa...kau tetap denganku!" tegas Kenzo.
" Suhail, aku baik-baik saja sebaiknya kau pulang...!"
" Benar, ....aku akan mengawasinya dengan baik, kau pulanglah, sepertinya kau juga masih ada sesuatu yang harus kau bicarakan pada keluargamu Suhail...!"
" Oh benar, Fathia...maaf aku memang harus kembali, besok pagi aku akan membawamu kebutik, untuk mencari gaun yang pas untukmu !"
" Gaun??"
" Sebentar lagi abangku menikah, kau juga harus datang!"
" oh baik , hati-hati di jalan Suhail!"
" Tante kecil, om Suhail titip Fathia ya!"
" Ya hati - hati!'
Suhail pun segera kembali ke kediamannya.
sesampai di kediaman.
"Bang, mommy mana??" tanya Suhail pada putra.
" Tadi ke tempat Tante Sasa Hail,...!"
" Aku ke sana!"
" duduklah, mommy bilang cuma sebentar aja kok!"
__ADS_1
" oh baiklah!" Suhail pun duduk dengan baik di samping Putra.
Dan tak lama pun Savina tiba.