GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
107. Mencari Jawaban


__ADS_3

Setelah mood kembali baik, Tasya segera berganti wujud dan pergi bersama Dai menemui Martin.


" Rio??" Martin terkejut melihat Rio yang datang dan melihat ke arah seseorang yang berada di samping Rio dengan bertutup hudi.


Rio/ Dai hanya mengangguk kan kepalanya


" Kau bukanya di Jepang?"


" Aku sudah kembali...!"


" Hmmm kau pasti sudah tahu semuanya bukan??" masih memperhatikan orang di samping Dai.


" Ya...aku sangat terkejut...aku sebenarnya juga tidak mengenal dekat keluarga Pratama, namun aku bisa melihat mereka bukan orang jahat, kenapa kau sangat tega??"


" Benar aku sangat tega Rio... seharusnya saat adikku tahu tentang kematian ayah kami, aku seharusnya mencari tahu kebenaranya, bukan diam saja!, jika aku tahu kebenarannya kesalah pahaman itu masih bisa diperbaiki, aku sangat menyesal dengan kebodohanku, dan masih membantu menutupi kejahatan adikku!"


" Kau harus bertanggung jawab atas ketidak sigapanmu, kau melukai banyak orang, dan mereka sangat menyayangimu, sangat di sayangkan , kau harus mendekam di penjara jika saja kau tidak membela adikmu!, mereka tidak akan membencimu!"


" Ya benar, ....tapi sebenarnya aku juga sangat menderita!"


" menderita?, apa karena Kau menyukai anak tertua di keluarga Pratama ?, itu penderitaan mu?"


" Ya... jika seluruh dunia ini membenciku,aku tidak akan merana, namun jika wanita yang kucintai sangat membenciku, aku tidak tahu lagi dengan alasan apalagi aku hidup, aku terlahir dari orang tua yang buruk, ayahku mati karena kejahatannya ,ibu kami meninggalkan kami untuk hidup tanpa terbebani, aku adalah orang yang terbuang, lalu kelurga pratama yang memberikan kami kehangatan saat kami kedinginan karena tak memiliki rumah, dan Cindy adalah seseorang yang sudah menjadi separuh dari ragaku ini, saat dia pergi maka aku akan merasa terpincang - pincang saat berjalan, Rio... apa kau juga ingin memukul ku, karena kebodohanku??"


" Memang kau sangat bodoh,...untuk apa aku mengotori tanganku untuk seseorang yang bodoh sepertimu!"


" Ah, aku memang sangat menjijikan...aku berhutang beribu maaf...pada Sansan juga, sampai sekarang aku tidak bisa membantu mencarinya!"


" Apa yang akan kau lakukan jika kau menemukannya?"


" Maaf...hahahah...tidak mungkin aku hanya meminta maaf padanya, dosa ku sangat besar, Sansan oh Sansan...anak itu bagaimana sekarang?, aku sangat tersiksa jika terus seperti ini, tapi aku juga menderita, aku juga sangat menderita Rio...aku menderita, aku akan memberikan kedua tanganku, kakiku, kedua mataku ,kepalaku, pada Sansan...dan keluarga Pratama, untuk minta maaf...untuk mengampuni ku, tolong juga ampuni kedua adikku, sebagai kakak, aku juga sangat kebingungan, kami dihianati orang tua kami sendiri, jika adikku melakukan kesalahan dan dihukum, lalu aku.... aku sebagai kakak jika diam saja, bagaimana di mata mereka, aku juga menghianati mereka, tidak, tidak,aku akan menanggung kesalahan mereka karena gagal mendidik mereka menjadi seorang manusia bernurani, tapi ...!"


"penderitaanmu tidaklah seberapa Martin di bandingkan aku!" Tasya membuka hudi dan maskernya.


Martin terbelalak melihat Tasya yang berada di depan matanya.


" Sisisiapa kau??"


" Lihat baik - baik Martin, lihat siapa aku??, bukankah kau suka membantuku bersembunyi saat ayah ibuku mencariku untuk memarahiku?"


"Sansan.....kau Sansan...oh Sansan syukurlah kau masih hidup...hikhikhik...!"


" Rio, Dia Sansan Asli, benar aku slalu menyembunyikannya di belakang tubuhku saat masih kecil dulu,...!" Tiba - tiba Martin terdiam dan mengingat kembali kesalahannya.


" Sansan kau bisa membunuhku...!" tegas Martin dengan wajah tak berdayanya.


" Untuk apa aku membunuhmu?, itu tidak akan mengembalikan semua hal yang sudah hilang dariku!"


" Lalu??"

__ADS_1


" Aku ingin adikmu di hukum!"


" apa aku saja tidak cukup?"


" Jika kalian ada kembar 7 juga tidak akan cukup!"


" Sansan...mereka masih terlalu muda untuk berpikir matang, tolong kau limpahkan saja semua padaku!"


" Heiii Martin...jika aku membunuhmu, aku iuga akan mengantar kedua adikmu bersamamu menyusul ayahmu!"


" Mereka masih sangat muda !"


" Kenapa memang??,aku juga akan menjadi anak muda yang membunuh kedua adikmu karena tidak bisa berpikir matang, kau meminta ku memakluminya, bagaimana jika dibalik??"


Wah...anak ini sangat keren saat tidak gila


dalam hati Dai memuji Santan Sasa alias Tasya...bukan yang santan Kara ya beda produk.


hohoho...


" Baiklah, sekalian kau bunuh aku Sansan!"


" Tidak!!!, aku ingin melihatmu menderita karena kehilangan keluargamu!, aku akan menyiksa mereka lebih dahulu, sampai mereka memilih kematian dari pada hidup menderita!"


"Maaf, jam besuk sudah berakhir!"


Martin di seret kembali ke dalam penjara oleh petugas.


" Tasya, Dia sudah kena mentalnya... sekarang kau mau apalagi??"


" Aku akan datang lagi besok, sampai dia meberikan kunci jawabanya!"


" Ah...!" Dai menghela nafas mengikuti Tasya keluar dari rutan.


Saat dia balas dendam, memang tidak ada yang bisa menandingi kekejamannya


dalam hati Dai.


" Aku ingin mencari om Kenzoooooooooo!"


" Bukankah sudah ku bilang, kau tidak bisa mengekpos sekarang???, tapi jika memang kau sudah ingin mengakhiri permainannya silahkan!"


" Lalu bagaimana aku menempel padanya??"


" Menjadi Sansan....!"


"Bagaimana jika dia menolakku??"


" tubuh tidak bisa berbohong,jangan kau samakan seperti mulutmu yang suka berdusta!" Tegas Dai

__ADS_1


" Aku berdusta??"


" Ya, kau kejam sekali pada Martin, dia juga tidak sepenuhnya salah, ...kau kejam sekali menjatuhkan mentalnya saat dia tidak memiliki siapapun!"


" Aku tidak berdusta!"


" Sebenarnya kau sangat kasihan pada Martin bukan??"


" Dia itu kenapa bodoh sekali, andai dia tidak bodoh!"


"Semua sudah Takdir...!, Kau harus belajar mengambil hal positif dari semua tragedi, memaafkan untuk hidup lebih baik lagi!"


"Kau...tidak pernah menjadi kami!, jadi kau mudah mengatakan itu Dai!"


" Bukan, bukan begitu...aku tidak ingin kau salah langkah karena dendam"


" Sudah, aku ingin mencari om Ken ken, ...!"


" Hei...aku sudah bilang, jangan!"


" Aku akan menjadi Tasya, tidak bisa jika menjadi Santan karah..om Kenzo pasti akan menjaga Jarak dengan santan kara itu!"


" Sudahlah, terserah kau!, aku sudah ada janji dengan keluarga ku juga, jika ada masalah telpon aku!"


" Yea aku di ijinkan??"


" Aku bukan orang tuamu, kau tak perlu meminta ijinku!"


" Benar juga, aku akan berdandan yang sexyyyyyyyhhh!"


" Katakan sekali lagi!!!"


" Eh, yang imut dan menggemaskan, maksudnya...Dai...kau kan bukan orang tuaku sudahlah jangan ceriwis!"


" sudahlah bicara padamu hanya buang - buang waktu!"


Dai segera pergi meninggalkan Tasya.


" Ah, dia kenapa marah?, sudahlah aku akan mencari tahu lokasi om Ken Ken sekarang!"


Setelah Tasya mengetahui lokasi akurat Kenzo, dia Segera mencari penyewaan motor, untuk di gunakanya agar lebih mudah berpergian.


" Nantilah , aku akan meminta Dai membelikan mobil juga!"


gumam Tasya.


" segera aku harus menemui Kenkenkuuuuu!"


Tasya mengendarai motor sewaannya menuju tempat Kenzo berada.

__ADS_1


__ADS_2