
" om Zayn kenapa mukamu kesal?" tanya Sansan.
" Ah, San...kau urus 2 orang itu agar aku bisa segera kembali dan menikah dengan Natali!!"
" Ha???"
" Sana, buat urusannya cepat selesai aku juga mau segera menikah!!!" tegas Zayn.
" ah, om kau ini..." Sansan pun segera masuk ke dalam.
" kalian berdebat apa???" tanya Sansan.
" San ini loe abang minta aku buat memberi identitas buat Tobby, ..."
" Julia...jika kau tidak mau juga tidak apa-apa...biarkan saja bayi itu nanti di rundung oleh para pelayan karena asal usulnya tidak jelas, biarkan orang - orang membunuh bayi itu untuk Yang Mulia, karena bayi itu tidak ada ibunya...jika raja tidak memiliki keturunan maka raja akan mudah di gulingkan...itu bukan urusan keluarga kita Julia, letakkan bayinya dan ayo kita pulang...jangan libatkan dirimu untuk urusan yang kau tidak suka!, ini juga bukan kewajiban kita!!!"
Bagaimana bisa Sansan malah berbicara seperti itu dalam hati Alfred.
" Ya Julia, Sansan benar...lupakan apa yang ku katakan, letakkan saja anakku di box bayi, terimakasih Julia...dan Sansan... sisanya aku akan mengurusnya!"
" ya Yang Mulia!, Julia ayo.... letakkan bayinya...aku mau pulang aku sudah di cari anak-anakku, sebenarnya aku juga bukan ibu mereka, tapi tidak ada salahnya kan mereka memiliki keluarga yang utuh??"
Julia terdiam...
" Julia, ayo pulang!!!" tegas Sansan.
" San kau bisa pulang dulu...aku akan tinggal merawat Tobby...!"
Sansan tersenyum, cara sadis adalah jalan ninja Sansan yang tidak pernah gagal.
" Untuk apa??, kau tidak bisa melakukan nya dengan terpaksa...sudah ayo pulang saja..."
" Tidak San, tolong beritahu Daddy dan mommy ku..."
Selama ini aku hidup dengan bahagia, tidak kekurangan apapun dalam keluarga, dan tidak semua orang seberuntung aku, aku akan mencobanya...
dalam hati Julia.
" Julia katakan apa alasanmu??" tanya Sansan.
" Aku tidak bisa membiarkan orang menyakiti bayi ini, lagian tidak ada salahnya menjadi ibunya ..!"
" kau apa sadar dengan apa yang kau ucapkan??"
" Sadar, ...aku sudah memutuskannya!"
" Julia..."
" Aku sangat menyukainya, lihat Tobby menggenggam jariku dengan erat..." menunjukan pada Sansan.
" Baiklah, Julia...aku pulang ya... Yang Mulia aku titip saudaraku...!"
" Ehmmm...siap!!"
Sansan pun segera meninggalkan Julia di negara F.
" Gila san, kau hebat sekali...kau sungguh keren, aku harus banyak belajar darimu!" Zayn memuji kehebatan Sansan.
" Om, ...ini uangmu...semua sudah sesuai dengan waktu dan pekerjaanmu, terimakasih om..."
" Ya... terimakasih juga San...aku akan memberikannya pada Natali..."
__ADS_1
" Lancar ya om...aku mau tidur jika sudah sampai tolong bangunkan aku!"
" oke..."
karena lelah Sansan pun tertidur pulas dalam pesawat.
sementara di paviliun Raja.
Hati Alfred sudah seperti kembang api yang meledak-ledak.
tapi Alfred mencoba tetap tenang di hadapan Julia.
" Abang, ..."
" Ya Julia..."
" Aku akan menjadi ibunya Tobby..."
" terimakasih, aku akan memberikan kau apapun, selama kau merawatnya dengan baik..."
" Tentu saja...kalau begitu, bisakah membiarkan aku istirahat dengan Tobby sendiri, siapkan saja semua keperluan Tobby di sini...!"
" baiklah...aku percayakan putraku padamu Juli...."
setelah menyiapkan semua keperluan Tobby dan juga Julia, Alfred segera kembali ke paviliunnya, karena dia mempercayakan semuanya urusan Tobby pada Julia.
" Tobby Tobby Tobby..." Julia sangat senang dapat mengasuh Tobby yang sangat menggemaskan itu, karena Julia sangat menyukai anak-anak.
Julia juga sudah terampil meskipun belum memiliki seorang anak, karena kedua keponakannya itu yang membuatnya belajar mengurus anak bayi dengan telaten.
Julia tidak merasakan kesulitan dalam mengurus Tobby, dia tahu saat Tobby menangis karena haus, pup atau pun pipis.
Hanya ada 1 pelayan dan 1 Dokter yang berjaga di tempat itu.
Julia duduk memangkunya di ranjang...
sambil terkantuk - kantuk dan tertidur dengan memangku si bayi Tobby itu.
Alfred pagi-pagi sudah datang ke Paviliun Tobby, melihat Julia tidur terduduk memangku putranya, membuat Alfred semakin jatuh cinta pada gadis yang jauh lebih muda darinya itu.
" Hemmmm, sekarang aku percaya bahwa bidadari itu ada..." gumam Alfed
" Juli..."
namun Julia masih terlelap,
Alfred mengambil putranya dari tangan Julia, tiba-tiba Julia terbangun dan mendekap erat Tobby.
" ini aku..."
" ah abang, aku kira siapa..."
" Juli berikan Tobby padaku, kau mandi , sarapan dan beristirahat...!"
" Iya...bang ..."
" Siapkan air untuk Ibu Tobby..." perintah Alfred.
" abang aku bisa sendiri kok...."
" tidak biar mereka membantumu !"
__ADS_1
Julia pun berendam untuk melepaskan lelahnya, mengurus anaks sendiri sangat melelahkan sekali, saat mengasuh 2 ponakannya dia merasa ringan karena dibantu Sansan dan juga kakak iparnya, kali ini dia mengurus Tobby di bawah tangannya sendiri, entah kenapa dia sangat menyukai Tobby dan tidak rela jika orang lain merawatnya.
tapi memang tobby ini sangat rupawan, Julia saja sudah bisa membayangkan bagaimana ketika Tobby sudah dewasa nanti, dia akan lebih tampan dari ayahnya.
" Nyonya...anda sudah terlalu lama berendam!"
" ah benar kah??" Julia langsung menarik handuk dan melilitkan ke tubuhnya.
" nyonya sarapan sudah siap...!'
" jangan panggil aku nyonya..."
" kenapa?, semua orang tahu,jika Yang Mulia memiliki putra dengan anda setelah perceraian, semua orang membicarakan ini, pasti raja memaksa mengambil putranya dari anda, jadi anda terpaksa kembali ke sini demi bersama putra anda, kami sangat mengasihi anda Nyonya, bukan hanya kami...semua rakyat juga sangat mengasihi anda....jika bisa berbaikan dengan raja...itu adalah harapan kami dan semua rakyat di sini!"
apa - apaan kenapa menjadi seperti ini??
siapa yang menyebarkan gosip murahan ini
dalam hati Julia.
" kalian sepertinya salah paham..."
" tenang nyonya, kami akan baik pada anda...semua akan melayani nyonya dengan baik di sini...tapi kami tidak bisa membantu anda membawa kembali putra anda, karena putra anda adalah pewaris tahta kerajaan ini..."
Julia memegangi kepalanya,
tidak tahu dia harus menjelaskan bagaimana lagi, dan lagi perihal putra mahkota ini hanya mereka yang dipercaya raja saja yang tahu.
" baiklah terimakasih..."
" nyonya jangan sungkan ya meminta bantuan pada kami...anda adalah wanita yang sempurna, anda menjaga putra anda sendirian, meskipun banyak pelayan di sini, tenang saja nyonya kami tidak akan menyakiti putra nyonya, dia darah daging raja, siapa yang berani menyentuh Putra mahkota!, hehehehe...ayo sekarang sarapan..."
" baik terimakasih...." Julia pun melahap hidangan lezat dan bergizi dihadapannya
Baru melahap 2 suapan, teedengar suara tangisan Tobby, Julia langsung meninggalkan sarapannya dan segera masuk ke kamar Tobby.
" nyonya makanan anda harus di habiskan!" pelayan itu mengikuti Julia sambil membawa piring makanan
Julia mengabaikannya dia langsung meraih Tobby dari Alfred,.
" cup cup cup cup anakku ibu di sini nak, jangan menangis..." Tobby langsung terdiam.
" Tolong buatkan susu untuk Tobby pasti dia lapar..."
" nyonya anda sambil makan ya, jangan sampai sakit ...." masih membawa piring makanan Julia.
Alfred mengambil piring itu dari pelayan.
" tolong buatkan susu untuk Tobby, ibunya biar aku yang urus..."
" Baik!!"
" Buka mulutmu Juli!"
" nanti saja bang, nanti Julia lanjutkan!"
" tidak, menurutlah...ayo jangan sampai sakit, jika kau sakit Tobby harus di jaga orang lain..."
Akhirnya Julia pun membuka mulutnya, sambil menyusukan Tobby, Julia pun disuapi oleh Alfred sampai habis.
semua pelayan disitu terkejut dengan kelembutan rajanya yang mereka ketahui sebagai sang mantan istri,
__ADS_1
ternyata Rajanya begitu mencintai mantan istrinya itu, mereka berharap keduanya bisa berbaikan, meskipun harapan mereka tak sesuai kenyataan yang ada, bahwa Julia bukan. mantan istri Alfred .