
" Ayo sudah, kau mau lihat ponakan cantikmu tidak??, barang kali membuatmu melupakan hal yang membuatmu merasa buruk!" ujar Nathan dangat lembut.
" Ayo nak keponakanmu cantik sekali ayo!" Savina semangat 45 membawa Julius ke ruangan Incess
" loh Yang Mulia kenapa masih di sini??"
tanya Savina.
" ponsel saya ketinggalan, kalau pulang sendiri saya takut nyasar nyonya..."
" Ya sudah masuk saja, lihat cucuku juga sangat cantik loh!" ajak savina yang sedang berbahagia.
" baik, saudara ipar apa kau baik??"
" baik yang mulia, terimakasih...ayo kita masuk!"
" Ya..." mereka bertiga pun masuk.
begitu melihat Nathan dan Alfred Incess langsung pucat, karena teringat bagaimana Incess memperlakukan kedua orang besar itu di dalam mobil.
Incess langsung bersembunyi di lengan suaminya.
" ada apa sayang??"
" Suamiku aku aku tadi menjambak kepala daddy dan yang mulia saat menuju rumah sakit, aku aku....takut...."
" Pfffffffft " Nathan dan Alfred terkekeh mengingat hal itu
" ah nyonya selamat ya atas kelahiran putrinya begitu juga dengan komandan, saya sebelumnya tidak menemani ibu tobby lahiran sekarang saya tahu ternyata melahirkan begitu besar bertaruh nyawa...jangan di ambil pusing ....dengan kejadian ini saya mendapatkan pelajaran yang luar biasa, saya akan memperlakukan istri saya dengan baik di masa depan!"
" ya kau tidak perlu takut menantuku, kau anak yang hebat... terimakasih atas perjuanganmu!"
Daddy mencium kening Incess.
" woooo ini gadis yang cantik ...sangat cantik..." Nathan menoel pipi cucunya dengan gemas.
" kak apa kau baik-baik saja??"
" baik saja...lihat keponakanmu cantik bukan??"
" ehnmm ..cantik sekali...siapa namanya??"
Incess dan Putra saling berpandangan.
" apa komandan??" tanya Incess.
" aku lupa, apa ya??" ujar Putra yang tiba-tiba ngeblank.
" lah gimana sih kalian ini kok aneh sekali..."
" Hahaha, iya kami kok lupa ya mom..." Incess menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" hahahahahah" semua tertawa.
" Karna tadi yang menemani istriku Julius, ayo sebagai om nya kau harus memberikan putriku nama yang baik...!"
" Ha??, sebentar aku cari dulu..."
" ayo boy. kau beri nama!" Nathan menepuk pundak Julius memberi dukungan.
eh eh pak tua ini kenapa ya
kok tumben baik banget bikin merinding aja...
dalam hati Julius tidak nyaman dengan kebaikkan bapaknya.
" Kalau begitu aku pikir dulu bang ..."
" pikirkan baik-baik dan duduk..."
__ADS_1
Nathan mendudukan putranya yang masih tidak nyaman dengan sikap lembutnya kepada-nya.
mereka semua mengobrolkan seputar kelahiran dan bayi.
" Bang aku berinama Dia Harumi Aina saja biar cantik seperti tantenya kelak.."
" hadehhhhhh...kau ini boy!"
" Aduh kau terlalu bucin sekali yus!!!!"
" heheheheh bolehkah??, Harumi Aina Pratama!"
" Boleh, Aina memang sangat cantik...!!" ujar Incess setuju.
" abang gimana??"
" boleh, Aina sangat memang cantik dan baik hati..."
" oke...heheheeh" Julius sangat senang karena idenya langsung di terima.
" Kalau begitu Daddy akan minta paman Gerry mengurus akta dan memisahkan kalian untuk membuat kartu keluarga sendiri ya???"
" iya dad...maaf merepotkan!" ujar Incess tidak enak hati.
" Kalian anak dan cucu tidak ada kata merepotkan"
Nathan segera meminta Gerry untuk mengurus masalah kartu keluarga
Heheheeheheheheh
Julius diam-diam terkekeh.
" Karna Julius lelah, Julius pulang dulu ya dengan Yang Mulia!"
" oh yaya boy kau ajak pulang Yang Mulia dulu ya nak..."
ujar Nathan mengiyakan
Drrrrrr drrrrt ...
" Gimana Ger sudah jadi??"
" Tuan, kemarin kan baru pembaruan..."
" pembaruan apa??"
" menambahkan satu nama di kartu keluarga anda, sebagai Cucu..."
" hah?? Cucuku baru lahir loh Ger???'
" lah tapi ini kan tuan muda yang minta kemarin itu, sudah bilang dengan anda katanya!"
" Sebentar!, Putra apa kau kemarin sudab minta menambah anggota ke KK daddy??'
" lah kan Incess baru lahiran dad???, bukan...."
" lalu??" Nathan melihat arah Suhail..."
"Dad, bahkan Fathia belum mengandung bukan aku...."
" lalu siapa??" Nathan berpikir.
" Eh Gerr...siapa yang minta masukan anggota baru dalam kartu keluarga.?"
" Tuan Julius..."
" Apa??, anak siapa yang dia masukan???" Nathan langsung darah tinggi.
" Siapa saya juga tidak tahu ...anak ini usianya 12 tahun dan sudah mendaftar sekolah di sekolah terbaik dikota ini tuan!"
__ADS_1
" JULIUSSSSSSSSSSS,..."
" Ada apa sayang??, kau tadi sudah baik-baik sekarang kau marah lagi...."
" Anakmu itu memang tidak pernah menganggap aku sebagai Daddynya..."
" apa lagi ini" Savina kebingungan.
" Dia memasukan anak 12 tahun tanpa ijin dariku, sebagai cucuku...!!!, kuranv ajar memang!!!, aku pulang dulu!"
" Haduh Julius ini sangat terampil membuat Daddy naik darah...Mom sebaiknya kau susul daddy dari pada julius jadi lego nanti!" ujar Putra
" yayayaya" Savina segera keluar menyusul suaminya.
" Parah banget sih Julius ini padahal Daddy sudah merubah sikapnya, dia malah membuat daddy marah!" sambung Suhail menggeleng kepala .
" Dia Sansan Versi cowok!" sahut Fathia.
" benar hahahaha...Daddy sangat tua sekali ya cucunya 12 tahun" sambung Incess
" kau tadi ketakutan sekarang kau menertawakan orangnya saat tidak ada dasar nakal .."
" Anak mana yang dia jadikan anaknya???" Suhail sangat penasaran.
" Sama aku juga penasaran, kenapa dia punya ide mengangkat anak ya??, anak siapa lagi??"
" hahahah, dasar anak ini memang slalu ada aja yang membuat daddy marah... pantas waktu Daddy mau mengurus kartu keluarga dia langsung cabut!!"
" hihihihi...cari aman dia, oh ya Hail, kalau kau sibuk kau juga bisa kembali dulu dengan istrimu, Incess sudah ada aku juga..."
" Iya bang, pukul tiga sore Suhail ada pertemuan penting..."
" ya udah gih... sebentar lagi keluar Inces juga datang..."
" oh oke kalau gitu ..."
Suhail dan istrinya pun segera pulang.
Dikediaman Pratama.
" JULIUSSSSSSSSSSS!!!!" Nathan yang setiba di rumah langsung membanting pintu dan berteriak.
" sayang sayang sabarlah..."
Savina menenangkan suaminya.
" tidak bisa, bagaimana bisa dia sembarangan memasukan orang ke dalam keluarga kita???!!!!"
" Dad ada apa??" Julia pun segera keluar mendengar Daddy nya berteriak.
" Di mana kembaranmu??"
" Tuan Julius keluar.... setelah mengantar saya pulang tadi!" ujar Alfred yang sangat terkejut melihat Nathan marah.
" Cepat cari tuan mudamu dimana sekarang??!!" perintah Nathan pada anak buahnya.
" baik..."
Tak perlu berlama-lama, anak buah Nathan langsung menemukan Julius.
" Tuan muda ketiga ada di basecamp..."
Nathan langsung meraih kunci mobilnya,Savina terus mengikuti suaminya, karena 2 orang ini sama keras kepalanya.
Nathan langsung tancap gas menuju basecamp Julius.
Sesampai di basecamp, Nathan menendang pagar basecamp sampai roboh dan membuat beberapa anak buah Julius sport jantung, karena Julius saja sudah seram kalau marah apalagi leluhurnya, mereka hanya memberi hormat dengan gemetaran.
Savina memijat pelipisnya pusing dengan tingkah bapak dan anak ini, terlalu keras , menjadi Savina sangat pusing, yang satu suami yang satu putranya.
__ADS_1
"aduh aduh maaf ya kalian bisa kembali beraktivitas!" Savina mencoba menenangkan anak buah Julius yang sudah pucat melihat Nathan, yang terkenal dengan pembunuh tanpa jejak di lautan.