GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
374. Terkejut


__ADS_3

Di Kediaman Tengah.


Anna berjalan - jalan di halaman belakang, sambil melihat bunga-bunga yang kata Fahad yang menanamnya adalah kakak Ainanya .


" Hah, mumpung kedua anakku tidur, aku bisa memberikan healing pada diriku sendiri, kak Aina sangat penuh kasih, karena merawat taman belakang ini dengan sanga baik dan indah..." Gumam Anna.


" Aaaaagghhhhhh..."


Anna mendengar suara teriakan di balik taman itu, terlihat ada gerbang besi besar, Anna memasuki gerbang besar itu karena penasaran dengan suara yang ia dengar.


Anna memberanikan diri menuruni tangga, di ruangan gelap itu.


" bunuh aku ..."


" aaggggggghhhh......"


" bunuh aku..... aaggggggghhhh" teriakan itu terdengar makin jelas.


dan sampailah Anna di dasar, melangkah menghampiri rintihan suara itu dengan perlahan.


Betapa Anna sangat terkejut melihat seorang wanita diikat di sebuah tiang, kaki tangan di rantai leher di rantai, dan semua wajahnya rusak, tubuhnya melepuh, wanita itu di siram dengan air mendidih, masih di pecut berkali - kali.


tubuh Anna bergetar hebat, hingga melemas dan terjatuh ke bawah.


" Kau siapa???" di belakang kepala Anna sudah menempel sebuah pistol.


" saaa.....hiks hiks hik ...." Anna ketakutan sampai menangis.


" Katakan, siapa kau berani masuk???" seorang pria bertubuh besar itu menggertak Anna.


" Lepaskan dia bodoh, dia istri tuanmu Fahad!!" teriak Tasya dengan lantang.


" Apa??" pria bertubuh besar itu bergetar hebat hingga tak kuasa memegang pistolnya dengan baik.


Pria itu segera berlutut di hadapan Anna.


" Maaf .....maafkan saya nyonya anda bisa menghukum saya..."


" Anna, kau jangan datang ke sini lagi, Fahad akan memarahimu!" Tasya membatu Anna berdiri.


" Kau, lanjutkan pekerjaanmu, aku akan membawa nyonya keluar!" Tasya pun segera membawa Anna yang terlihat syok berat itu keluar dari ruang bawah tanah.


" Kau sekarang tahu, bagaimana Fahad itu jika sudah kecewa, aku rasa Fahad sudah memberitahumu kan??"


" ya...aku kira dia hanya dihukum di kurung saja..."


" minumlah, kau pasti sangat takut..."


" bagaimana Fahad bisa sekejam itu??" tangan Anna sampai gemetar memegangi gelasnya.


" kau hampir saja terbunuh, kenapa kau sampai di sana??, ingatlah untuk tidak menginjakkan kaki di sana lagi...!!"


" Iya tante..."


Tasya memberikan pijatan di telapak tangan Anna agar dia rileks.


" Apa kau takut ??"


" itu mengerikan, Fahad dulu sangat mencintai istrinya, kenapa dia sangat tega, apa harus seperti itu??"


" Hukuman di dunia ini tidak seberapa, dia sudah tidak bisa di maafkan Anna...jangan buat Fahad kecewa sedikit pun padamu Anna...kau akan tahu akibatnya, aku bukanya menakutimu ...itu demi kebaikanmu..."


" baik..."


" Kau istirahatlah, aku akan menjaga anak-anak..."


" baik..."

__ADS_1


Anna masih ketakutan, namun dia mencoba memejamkan matanya dengan paksa karena mantan istri Fahad sangat mengenaskan, sambil berlinang air mata, Anna mencoba menenangkan hatinya.


Di kamar anak-anak...


" Aku pulang..."


" Om...kau sudah pulang???"


Tasya langsung memeluk suaminya itu karena sudah 2 hari tidak pulang.


" Ada apa?? kau kelelahan??, anak-anak tidur??...muaach...i miss you...". Kenzo mengecup bibir ranum istrinya.


" Om...Anna tadi masuk ke ruang bawah tanah, dia sepertinya sedang Syok..."


" kenapa bisa kecolongan??"


" pasti mereka lupa tidak mengunci gerbang di sana!"


"kenapa Fahad tidak memberi peringatan pada istrinya.?"


" ya itu Fahad bodoh sekali..."


" kau sudah menenangkannya??"


" sudah aku memintanya tidur...aku memberikan ramuan pada minumannya ,saat bangun dia tidak akan ingat kejadian barusan!"


" kau semakin bijaksana sayang!"


" gimana ya om, dia kan juga lelah mengurus dua anak, terus di rumah terus, takutnya mentalnya tidak kuat..."


" Benar, itu kenapa kita ada di sini sayang...."


" Om apa kau sudah makan??"


" Belum tadi aku mampir ke tempat anak-anak sebentar,..."


" ih aku rindu mereka..."


" Iya, om mau makan apa, nanti aku minta mbak Zara siapkan!"


" apa saja Sayang ..."


" Aku titip bocil-bocil ya om, aku ke belakang dulu..."


" iya sayang..."


Tasya pun segera meminta mbak Zara untuk menyiapkan makan siang.


" mbak makan siangnya tolong siapin ya mbak..."


" oh iya nyonya...saya akan segera siapkanz nanti saya panggil jika sudah siap..."


" mau aku bantu mbak..."


" heheh bantu doa aja ya nyonya, Nyonya kembali saja ke kamar...." Sebaiknya mbak Zara tidak membiarkan Tasya untuk berolah di dapur dari pada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


" mbak...kau ini...baiklah..." Tasya juga cukup tahu diri dan segera kembali ke kamar.


" hahaha apa mbak Zara menolakmu???"


"om kau puas ya mengolok!!"


" aku bertanya lo..."


" menyebalkan memang kau om..."


" sinih peluk, ...eh kemana Zurra??, kenapa aku tidak melihatnya??"

__ADS_1


" itu..." Tasya menunjuk ke atas lemari dengan santai.


Kenzo menepuk jidatnya, melihat perbuatan istrinya yang mengikat tubuh tangan hingga kaki Zurra dengan tali,dan menutup mulut Zura dengan Lakban berlapis.


" Apa yang membuatmu kesal padanya??"


" Om, kira-kira lah om, masa aku mandi dia yang mandii, ganti baju dia juga, makan dia yang suap, aku buang air kecil ikut, buang air besar ikut, coba om di posisi Tasya???"


" Hadeh, ....tapi kau tidaj juga harus mengikatnya begitu...."


" ih setiap kali. aku melarangnya dia akan mengatakan, tuan memerintahkan saya untuk menjaga nona agar tidak kelelahan, setiap aku mengancam menghajarnya, dia malah menyuruhku menghajarnya, lama-lama aku bisa gila om, dia lebih posesif darimu huaaaaaaaaa" keluh kesah Tasya yang sudah sangat kesal.


" Sayang, Dai mengambilnya dari pasukan rahasia, jika melihat profilnya, dia dari lahir sudah hidup di hutan, dia tidak hidupⁿ bermasyarakat, dia hanya tahu berkelahi, setia dan patuh...."


" Pantas dia kaku sekali..."


" pelan-pelan mengajari dia untuk mengerti, dengan apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang perlu dan tidak perlu..."


" Tapi aku tidak sabaran ..."


" nanti aku akan bicara padanya, tapi ngomong-ngomong kau sangat kuat ya??, bagaimana caranya kau melemparkan Zurra ke atas lemari??"


" Apa om mau tahu??"


" ya..."


" Sini om aku beritahu...."


" heheh tidak jadi... aku sudah mengerti "


dari pada dia juga ikut di lemparkan ke atas lemari oleh istrinya.


" oh kenapa??"


" sayang, sudah turunkan Zura...aku akan berbicara padanya!"


" Ah baik" Tasya menarik kaki Zurra ke bawah.


boooooookkkkkkkkk.


" Astaga istriku,..." Kenzo agak ngeri juga jika dia menjadi Zurra.


Tasya melepaskan ikatannya dan juga penutup mulutnya.


" siang tuan..."


" Zurra ikut saya..."


"baik!" Zurra mengikuti Kenzo ke ruang tamu.


" Zurra, maafkan perlakuan istriku padamu, dia masih muda dan kekanakan terkadang"


" saya tidak apa-apa tuan!!"


" Zurra, perhatikan nyonya sewajarnya saja, jika itu masih di lingkungan rumah turuti saja perkataannya, tapi jika sudah di luar kediaman kita, kau harus sangat protek..."


" Mengerti Tuan!"


" Ehnmmz kau bisa istirahat, obati lukamu Zurra jika ada yang terluka, oh Zurra apa kau membenci perbuatan istriku??"


" Tidak tuan..."


" ku harap kau berlapang dada untuknya!"


" Mengerti tuan!"


" Hemm lanjutkan istirahatmu..."

__ADS_1


Hah... keduanya sama keras kepala, tapi Zurra memang yang terbaik.


dalam hati Kenzo


__ADS_2