
" Yus kau mau menempatkan Asep di mana??, di rumahmu sudah begitu ramai bukan??"
" iya juga, dirumahmu juga sudah ramai, di tempat tante sasa juga ramai..."
" lalu bagaimana??"
" ehmmmm...kalau begitu biar dia di basecamp dulu saja dengan Yuna, jadi aku tidak khawatir..."
" kau yakin itu tidak bahaya untuk Asep??"
" di Basecamp sangat aman aku rasa itu baik..."
" baiklah kalau begitu...aku akan menyiapkan semua keperluan Asep sehari-hari..."
" aku akan mengganti identitas anak ini kau tidak bisa memanggilnya Asep lagi, orang kau saja minta di panggil mama, masak iya anakmu Asep??, kecuali kau mau di panggil mamak tidak masalah!"
" Oh oke sayang jadi siapa namanya nanti?? aku ikut maumu saja kok..."
" aku akan memutus hubungan dulu dengan daddy dan membuat marga sendiri hahahah"
" yus barus saja kau memerintahkan dengan nama paman, kau tidak tahu malu..."
" kenapa memang, kan itu gunanya menjadi seorang ayah harus bisa di andalkan..."
" lalu kau Mau memutus hubungan, jika begitu aku tidak mau menikahimu!"
" kenapa??"
" aku tidak bisa membuatmu menjadi durhaka pada orang tuamu, dan mereka adalah bibj dan pamanku, aku tidak terima kau memperlakukan mereka seperti itu...kau tidak boleh melukai hati mereka!"
" ah... baiklah, jangan bicarakan lagi...Asep sekarang namamu Joven...aku akan memanggil kau Jov mulai sekarang!"
" Baik pak..."
" eh... karena kau memanggilnya mama kau panggil aku papah, masak iya seleh...dia mama aku bapak!"
" baik pah terima kasih.."
" ayo turun..."Julius segera mengajak Jov masuk ke dalam basecamp.
" kenapa namanya mirip dengan papah Jovan??"
" iya aku ingin slalu mengingat om Jovan dari anak ini... karena dia akan menjadi anak kita..."
" Tuan nona..." Yuna menyapa kedatangan mereka.
" Yunda (Yuna), Joven akan tinggal di sini, tolong bantu aku mengurusnya, untuk keperluan sehari-harinya..."
" oh....baik tuan..."
" Joven kau bisa memilih sendiri di mana kau mau di sini banyak kamar..."
" terimakasih pah...."
" Yun tolong kau arahkan anak ini" pinta Julius.
" tuan muda mari saya antar..."
__ADS_1
Joven pun segera mengikuti Yunda.
" aku akan memesan semua baju, sepatu sandal dari toko papa Hiro, dan meminta Fahad mengirimkan banyak makanan enak yang tinggal di hangatkan saat dia ingin makan..." ujar Aina segera mengotak-atik ponselnya.
" aku minta paman Gerry mengurus identitas anak ini dulu..."
" Joven Pratama, jika Daddy mengomel aku akan dengarkan saja...lagian dia mau masuk keluarga mana lagi jika bukan keluarga kita, nanti ditulis jelas begitu kan jadi cucu Jonathan Pratama hahahahahahaah" Julius tak kuasa menahan tawa.
sebenarnya jika dia bisa lepas dari keluarganya dia berniat untuk membuat marganya sendiri Shuyō (Utama) di ambil dari bahasa Jepang, kan hanya beda pelafalan artinya sama Pratama dan Shuyō ( Utama )
tapi Aina malah mengancamnya tidak mau menikah, terpaksa mengurungkan niatnya.
" kau sangat pintar membuat paman marah Yus!"
" Dia pasti sangat senang tiba - tiba memiliki cucu ..."
" ah, sudahlah terserahmu..."
setelah menunggu satu jam akhirnya pesanannya pun tiba,
semua kebutuhan sandang pangan untuk Jov, sudah terpenuhi.
" Besok kita cari sekolah ya nak...!" ujar Julius
" iya pah!"
" kau pilih kamar atas??, baiklah kau bisa menata semua barangmu di kamar, jika butuh sesuatu katakan pada Yunda, dia akan membantumu...papah dan mama harus segera pulang oke, besok papah akan menjemputmu jam 8 mencari sekolah untukmu..."
" baik pah...."
" tuan muda anda sangat beruntung bertemu tuan Julius, tolong di masa depan anda harus slalu baik pada mereka ..."
" kakak siapanya papah mama??"
" hanya orang yang ditolong saja, aku harap kau tahu balas budi suatu hari nanti ..."
"tentu saja, aku akan balas budi .... setelah ibu dan ayahku tiada, dialah orang pertama yang memperlakukan aku dengan sangat baik..."
" ehhmmm kau mau makan, aku panaskan untukmu lalu kau istirahat!"
" Iya,...kak makasih ya kak..."
" sama-sama..."
yuna segera ke dapur dan menghangatkan makanan untuk Joven.
Andaikan aku bisa hidup lebih lama aku juga akan membalas kebaikan mereka dan menebus semua kesalahan di masa lalu, tapi sepertinya tidak mungkin.
dalam hati Yuna.
" tuan muda ayo makanlah ..."
" wah...kakak ini semua untuk Jov??"
" iya kau sangat kurus tuan akan merawat mu dengan baik makan yang banyak agar tumbuh dengan baik!"
tanpa ragu Joven segera melahap hidangan mewah di hadapannya dan itu pertama kalinya dia memakan makanan enak.
__ADS_1
" ini enak sekali paha ayam terakhir kali makan juga saat ibu masih ada..."
" habiskan Tuan muda..."
" kakak tidak makan??"
" aku sudah makan..."
" baiklah Joven akan habiskan??"
benar-benar makanan sebanyak itu dihabiskan sendiri oleh anak kecil itu.
" ah....kenyang, kak apa Joven bisa makan makanan seperti ini setiap hari??"
" ya...pasti asalkan Joven menurut pada tuan dan nona..."
" ya ya aku akan patuh ..."
" sekarang tuan muda coba jalan-jalan di halaman depan baru tidur !"
" kenapa??"
" agar pencernaannya lancar heheheh"
" oh ya kak...." Joven menuruti ucapam Yuna
setelah di rasa perutnya sedikit enakan dia kembali ke kamar dan tidur,selama ini dia tidur di kandang kambing , tubuhnya slalu bau kambing, sekarang dia merasakan tempat tidur yang empuk dan nyaman haru. pula, baju bagus dan parfum agar tumbuhnya tidak bau kambing lagi.
Dan Joven pun bangun di pagi buta dia mandi selama satu jam dengan busa-busa di buthab, menggosok gigi sampai 10x menggosok tubuhnya sampai 12x sampoan pun sampai 17x setelah puas mandi Joven segera memilih pakaian yang sudah disiapkan oleh Aina.
" wah, bagus...bagus...aku pakai yang mana ya?" semua di coba satu persatu satu lemari.
lalu mencoba sepatu yang juga ada di rak ada sepuluh macam, ada sandal juga.
"ini bukan mimpikan??" ujarnya sambil memandangi dirinya yang terlihat berbada di kaca.
" ini Joven, bukan Asep lagi..."
tok tok tok..
" tuan muda tuan sudah menunggu di depan!"
dengan semangat empat lima, Joven membuka pintu dan langsung berlari keluar, terlihat Julius sangat gagah dengan seragam coklatnya.
" Gila papahku benar-benar seorang polisi...keren..." Joven berlari memeluk Julius sangking senang dan bahagianya dia memiliki keluarga yang sangat luar biasa setelah penderitaan begitu lama.
" papah Joven sangat senang, Joven akan menjadi anak yang patuh pada papah mama mulai sekarang dan di masa yang akan datang..."
" hahahah....begini rasanya punya anak yang patuh...ayo masuk nak!"
Joven segera masuk ke dalam mobil, Julius membawanya ke sekolah terbaik dikotanya.
Joven masuk kelas 1 SMP, Julius dari tadi senyam senyum saja di dalam mobil, dia tak sabar melihat ekspresi Daddynya jika mengetahui dia memiliki cucu kelas satu SMP.
Heheheheheh betapa sudah tua bapak tua itu
dalam hati Julius.
__ADS_1