
Pagi hari...
" Zayn, ini...semua dokumen yang kau minta!"
" ya, lalu apa keterangan dari Crist dan Lidya??"
" Aku bertemu dengan Crist, saja...!"
" Ohya apa penjelasannya??"
" jadi kondisi manager Tuan Jovan, itu sudah dianggap mati dengan kondisi semua yang rusak parah!"
" Lalu??" Sambil memeriksa dokumen.
" karna istrinya juga setuju untuk itu, itu ada tanda tangan istrinya, setelah menandatangani semua itu, dan menerima uang sebesar 700juta!"
" Lah, kok dia tidak membawa anaknya??, yang mencelakai siapa??, yang enak siapa??" ujar Zayn Kesal.
" Entahlah, ...ini sepertinya Juno, menyelidiki kematian ayahnya, mungkin dia hanya membaca lembaran depan saja, karna disitu tertera tanda tangan tuan Jovan dan Bram , dia pasti tidak membaca, lembaran dibelakang itu!"
"Berarti sudah jelas...Juno pasti dalang dibalik ini semua, kita hajar Martin!"
" Eh, lah tunggu....kenapa ke Martin?? jika Juno yang melakukan itu??"
" Martin yang membantu Juno ,kabur dari Indonesia dan menutupi semua bukti yang dilakukan Juno, kau kira apa??"
" Tapi kau tidak bisa gegabah...kau harus membicarakan hal ini dengan Chiko, dan juga Laksmana, posisi saat ini tidak memungkinkan, karna nyonya mau keluar dari rumah sakit!"
" Apa kau kira menyembunyikan semua ini akan baik kedepannya?"
" Tapi kita bicarakan dengan Chiko lebih dahulu!"
" cepat panggil semua yang kau sebut itu untuk berkumpul...!"
" Ya, satu lagi Tuan Kenzo...dia juga harus tahu ini!"
" Panggil!" Zayn sudah tidak bisa menahan emosinya, karna mengentahui ternyata orang yang menyakiti Jovan dan Bram adalah orang yang sudah di rawat selama ini.
Gerry segera menghubungi Chiko, dan kemudian menghubungi Nathan baru Kenzo.
" apa sudah??"
"Chiko dan Kenzo, sedang perjalanan kemari, sementara Tuan Nathan belum bisa di hubungi, dia mungkin masih di pesawat!"
" Haaaaah??, kalian bagaimana bekerja selama 8 tahun ini orang yang mencelakai tuan kalian ada di sekitar kalian!"
Zayn mengomel tak karuan.
setelah menunggu lama, Kenzo dan Chiko pun tiba.
" Gerry apa masalah mendadaknya?"tanya Chiko.
Zayn segera melempar dokumen ke wajah Chiko karna sangat kesal.
" Ada apa ini kak Zayn??" tanya Kenzo.
__ADS_1
" Gery, jelaskan!!!" ujar Zayn.
Gerry menjelaskan semuanya dengan detail, kepada Kenzo dan Chiko.
" Apa??, Martin ini kurang ajar!!!" Kenzo sudah emosi.
" Panggil Martin ke sini Gerry!" tegas Chiko, Chiko sudah curiga sejak awal, namun dia berharap itu tidak benar, karna selama ini Martin sangat baik pada adik - adiknya.
" Apa yang ingin kalian lakukan pada Martin?, dia sebenarnya anak yang baik!"
ujar Gerry yang mengkhawatirkan Martin.
" Kita beri pelajaran dulu, baru memberi kesempatan dia untuk menjelaskan!"
" Jangan, tunggu...tuan Laksmana dulu, biar tuan Laksmana yang memutuskannya!"
" Dia juga akan masuk penjara karena melindungi Kejahatan!"Sahut Zayn.
" hmmm, aku akan jemput kak Nathan ke bandara, dia sudah membalas pesanku!" Kenzo segera pergi ke Bandara
Ah, 8tahun lamanya , baru terungkap, pantas saja, kita sangat sulit mencari kebenarannya, oh Martin, kau sangat mengecewakan.
dalam hati Kenzo.
30 menit perjalanan, sampailah Kenzo di bandara.
ternyata Nathan sudah menunggu bersama ajudanya di depan pintu keluar.
" Kenzo seharusnya kau tak perlu repot-repot, menjemput ku, aku sudah ada yang menjeput!"
" Kakak darurat, cepatlah masuk, biar ajudanmu mengikuti dari belakang!"
" Apa kau tidak bisa menjelaskannya pelan - pelan!"
" Aku sedang menahan emosi Kak, nanti kakak akan tahu di basecamp!"
" Ada apa ini, kenapa firasatku sangat tidak enak??"
Kenzo hanya diam saja, karna dia sedang menahan dirinya dari rasa kesal, kecewa dan campur aduk pokoknya.
Sampailah mereka di basecamp, Black Dragon,
Saat Kenzo dan Nathan masuk, Zayn sudah memukuli Martin , dan Martin pun tidak ada perlawanan, Chiko dan Gery hanya terdiam melihat situasi itu.
" Ada apa ini??" Tanya Nathan
" Kak, Nathan...kau mencari pembunuh adikmu??, ini aku sedang memukulnya!"
" Zelene apa yang kau lakukan?, jangan menuduh sembarangan!"
" Sembarangan???, hahaha...kalian ini bagaimana bisa tidak tahu, orang ini yang selama ini kalian cari!" Ujar Zayn sangat marah
" Chiko, Gerry apa ini?" Tanya Nathan
mereka berdua hanya terdiam, tak sanggup menyampaikan apa yang mereka ketahui.
__ADS_1
" Kenzo???" Nathan meminta penjelasan Kenzo.
" Dalang di balik ke celakaan itu adalah Juno!"
ujar Kenzo.
" Juno???" Nathan tak percaya
" Kalian jangan menuduh sembarangan, Martin ayo bangun nak, katakan pada paman, itu tidak benar kan?, mereka salah mengira semua ini kan??" Nathan berjongkok meminta penjelasan pada Martin, dan berharap semua itu tidak benar, Namun Martin hanya terdiam.
" Cukup katakan tidak nak, paman akan mempercayaimu!" Ujar Nathan, berharap semua ini adalah tuduhan tidak berdasar.
" Maafkan Martin paman, ...!"
" Jangan, jangan meminta maaf...kalian anak - anak baik, mana mungkin tega menyakiti adikku!" Nathan masih tidak percaya
" Paman, bunuh saja Martin dengan pistol di pinggangmu !" ujar Martin
" Apa kau bodoh??, adikuu sangat menyayangimu, bagaimana bisa aku membunuhmu?, cepat katakan tidak pada paman, ayolah !!!"
" Kak Nathan lihatlah ini!" ujar Zayn memperlihatkan bukti - bukti, namun Nathan tidak menggubris Zayn, Nathan hanya fokus pada Martin, dia akan percaya apapun yang keluar dari mulut Martin ,meskipun itu sebuah kebohongan.
" Martin, katakan sesuatu!!!"
" Paman, semua itu benar!"
" plokkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!" Nathan memukul Martin dengan sangat keras.
" kenapa kau mengakuinya!!!, seharusnya kau mengatakan tidak!!!"
Nathan sangat kecewa.
" aku akan membunuhnya untuk membalas semua!" ujar Zayn sudah sangat murka.
" Zayn, bukan dia yang membunuh tuan Jovan dan Bos Bram!" Ujar Gery.
" Dia membantu adiknya melarikan diri!"
" Martin ,apa alasan Juno membunuh kedua adikku??" tanya Nathan.
" Dia hanya tahu, jika ayah kami di suntik mati atas perintah ayah Jovan dan dilakukan oleh om Bram!"
" Dia tidak mau mencari kebenarannya?? dan kau sebagai kakak, tidakkah ada usaha menyelidikinya??, padahal saat itu kau seorang penegak hukum???, apa kalian tidak tahu dosa apa yang di perbuat papah kalian?, dan di balik kematian ayahmu, jika tanpa ijin atau persetujuan dari keluargamu, apakah itu bisa dilakukan??, kalian seharusnya menyelidiki siapa sebenarnya yang membunuh ayahmmmmuuuuuuuuuuuuuuu!!!" Nathan sangat kesal.
" Martin, akan menanggung semua itu paman, tolong ampuni adik - adiku!"
" Lihat ini dengan jelas!!!" Nathan memperlihatkan lembaran yang paling akhir.
" Apa kau bisa membacanya dengan jelas???!!!"
teriak Nathan.
" Tiiiitiiiidak mungkin!" Martin semakin tak percaya, di balik kejahatan yang dilakukan ayahanya ternyata, ibunyalah yang meminta semua itu pada ayah angkatnya sendiri.
" Ibumu yang sudah membunuh ayahmu sendiri!!!, lihat bahkan dia menerima uang dari adikku, ibumu juga meninggalkan kalian!!, dan adikku yang merawat kalian tanpa kekurangan apapun , bagaimana bisa kalian menutup mata kalian, dari semua kebaikan adikkku, dan membuka mata untuk satu kesalahan adikku, yang itu juga atas kemauan ibumu sendiri, yang sudah tidak mau mengurus ayahmu yang tak bisa apa-apa lagi, dan menelantarkan ketiga anaknya setelah menerima uang!!"
__ADS_1
" hikkkkkk...hikkkkkk...hikkkk... apa yang harus Martin lakukan paman?,,, hikkkkk...hikkkkkk, Martin juga sangat terpukul atas kematian ayah, hiiiiiiikkkkkk Martin tidak melihat dengan benar semua itu adalah kesalahan ibu kami, Martin tidak bisa mengulang waktu untuk memperbaiki kesalahan Martin..., jika bisa memilih Martin juga tidak ingin terlahir menjadi anak mereka, bagaimana Martin menebus semua kesalahan, ayah, ibu dan adik kandung Martin??, bagaimana Paman???, bagaimana??, jika saja Nyawa Martin bisa di ganti dengan kehidupan ayah Jovan dan om Bram, Martin akan lakukan!!, jika bisa berganti posisi saat itu biarkan Martin saja yang berada di mobil saat itu!"
Martin sungguh tidak tahu harus berbuat, apa Martin juga tidak berani mengharapkan maaf dari keluarga Pratama, dan baru saja dia memulai hubungan dengan Cindy namun juga sudah harus diakhiri, Martin tidak tahu harus menghadapi semuanya bagaimana,jika ibu dan saudara nya tahu tentang hal ini, terlebih menghadapi wanita yang sangat dicintainya.