
" Aku ingin segera menemui suamiku!"
Incess melihat ke arah Luar jendela, terlihat suaminya melatih dengan sungguh - sungguh.
" Kenapa suamiku sangat tampan??"
tiba-tiba ada seorang wanita berseragam mendekati Putra dan mengusap keringatnya.
" Hei, siapa wanita itu, aku akan memberinya pelajaran!" Incess segera melompat keluar Jendela dan berlari menghampiri Putra.
"Hei kau, jangan sentuh suamiku!!" teriak Incess yang membuat semua orang menoleh padanya.
" Wahhhhhhhhhhhhh...cantik sekali!" semua anak didik Putra terpesona oleh kecantikan Incess apalagi Incess memakai celana pendek dan memperlihatkan paha putih mulusnya.
" Sayang...!" Putra terkejut dengan kemunculan Incess .
" Apa kau, ini ??, 3 hari tidak pulang rupanya kau memiliki cadangan lain...!"
wanita berseragam itu langsung mundur mengambil jarak.
Incess menghampiri wanita itu, mengambil sapu tangan darinya.
" Kakak, Pria yang kau seka keringatnya itu sudah beristri, anda harus menjaga perasaan seorang istri yang menunggunya di rumah, anda juga wanita, tolong pakai perasaanmu!"
wanita itu tak bisa berkata-kata, hanya menunduk.
" Suamiku, kenapa kau sangat tidak bersyukur dengan istrimu ini??, apa aku kurang cantik, atau masih kurang Sexy??, di mana kurangku??"
semua orang memperhatikan tubuh Incess,
" Ah, sial...kenapa kau memakai baju belum jadi ke sini??" Putra melepas seragamnya dan merangkapkan pada tubuh Incess yang mungil.
" Latihan, selasai...!"
Putra segera merangkul istrinya kembali ke ruangannya.
" Lain kali pakai baju yang lebih sopan sayang!"
Incess hanya diam tak menyahuti ucapan suaminya.
" Kenapa diam?"
" Aku mau pulang, kau sudah ada yang memperhatikan, jadi sia-sia aku datang!"
" Hei...jangan marah, aku hanya mencintaimu, jangan marah!"
" Siapa percaya??, siapa tahu kau 3 hari ini tidak pulang karena bersama wanita lain!'
" Istriku cemburu??"
" Apa??, tidak...!"
Putra merangkul tubuh mungil Incess dari belakang.
" Ayolah...dia belum menyentuhku, aku tidak memperhatikan dia tadi, maaf karna tidak pulang, aku ada hal penting yang harus ku urus agar aku bisa ambil cuti satu minggu, malam ini aku pulang, jadi kau harus bersiap-siap sayang,...kita akan pergi bulan madu, kau ingin ke mana??"
" Bulan madu??"
" keluar negeri saja, aku belum pernah keluar negeri!"
" Boleh sayang, mau kemana??"
" Aku belum memikirkannya...!"
" Baiklah,kita pikirkan nanti... sekarang katakan padaku apa yang membawmu kesini??"
__ADS_1
" Aku kira kau marah, aku membawa bekal untukmu, sebagai permintaan maafku!"
" aku tidak marah, bukankah sudah sepakat kau mau menjadi istri yang baik??"
" oh jadi sungguh tidak marah??"
" tidak, kan sudah aku jelaskan tadi ... baiklah ayo kita makan bersama...!"
" Ya...!"
" Apa kau menyiapkan bekal ini sendiri??'
" tidak...aku dibantu oleh Yuzan dan Ami...!"
" Baiklah suapi aku...!"
Incess tidak menolak permintaan suaminya, dia segera membuka bekal yang di siapkannya.
" Julia bilang, abang jarang makan dirumah, apa itu benar??" tanya Julia sambil menyuapi suaminya.
" benar, bagaimana mau sering makan di rumah,orang abang jarang pulang...!"
" Oh sungguh??, jadi abang bakalan jadi bang toyib dong??'
" dulu, sekarang abang bertugas di PM, abang bisa membawamu kemana pun abang dinas..., tapi abang berusaha menetap di sini karena dekat dengan rumah, jadi abang bisa pulang...!"
" oh begitu....!"
" Sayang,...aku akan membawamu tinggal di rumah dinas abang setelah bulan madu, apa kau mau??"
" rumah dinas??"
" Ya, ada di sebrang sana,...nanti abang ajak ke sana!"
" Ya bang ...!"
" apa aku sungguh tak perlu memasak??"
" tidak, pesan saja Gofood atau nanti kau bisa minta orang rumah mengirim makanan untukmu!"
" Tapi, apa yang harus dilakukan Incess, masak tidak ada kegiatan???"
" kau ingin kursus apa sayang?, setidaknya kau juga tidak bosan di rumah, atau ingin membuka usaha??"
" aku mau membangun rumah singgah, lalu mendirikan sekolah untuk anak-anak jalanan bang"
" Oh ya??, kau ingat tidak anak-anak dibawah kolong jembatan?, saat itu sepupuku membagikan uang dan nasi kotak, kau bertemu dengannya kan??'
Incess mencoba mengingatnya kembali.
" Oh ya aku ingat, aku masih menyimpan kartu namanya!" Incess mengambil ponselnya dan membuka softcase ponselnya, rupanya dia menyimpan kartu nama Cindy di balik softcasenya.
" Ini, namanya Cindy Pratama, hah??, aku kenapa tidak menyadarinya sejak dulu??,kalian sekeluarga sangat kompak mengerjai anak orang!"
" Hahahah, dia sangat menyukaimu, bukankah dia menawarkan bantuan padamu?"
" Ya benar, tapi dia kan orang asing, ya kali mau langsung minta bantuan bang??!"
" Anak - anak di kolong jembatan itu di berikan rumah dan di sekolahkan oleh Cindy...!"
" Serius??"
" Hemmm, sungguhan...!"
" wah keren....!"
__ADS_1
" Abang, nanti bicarakan hal itu pada Daddy dulu sayang, jika hanya mendirikan saja mudah, kalau bisa buat yang resmi, biar Daddy membantu dalam perijinan rumah dan sekolah untuk anak-anak jalanan!"
" kenapa tidak kita dirikan dulu??, sambil menunggu mendapatkan ijin??"
" Tidak sayang, Hal seperti itu untuk Daddy mudah...jangan khawatir...!"
" Baiklah abang...begitu juga lebih baik!"
" Ya, bukannya abang mendahului takdir, tapi kita tidak selalu ada dalam limpahan rejeki, dalam seumur hidup kita, tapi mudah-mudahan saja begitu, semua kehidupan pasti mengalami naik turun kan sayang, untuk menjaga kestabilan kebutuhan mereka, kita butuh para donatur...!"
" Benar juga ya bang...baiklah...pokoknya Incess ikut aja gimananya!"
" Inilah yang membuat aku jatuh cinta padamu, kau memiliki kepedulian terhadap orang lain!"
" Ah abang lebay...!" wajah Incess
memerah seperti tomat.
" Ya sulit kalau tidak di percaya oleh istriku, ehmmm terimakasih untuk bekalnya sayang, sangat lezat!"
" Sama-sama abang...!"
" Kau mau lihat rumah Dinas abang??"
" Ya....!"
" Ayo....!" Putra membawa Incess ke ruamh dinasnya yang berada di seberang.
" Ini tidak sebesar rumahmu dan rumahku, tapi cukup untuk kita tinggali berdua, bagaimana??"
" ini terlalu besar untuk kita abang!"
" Tapi masih kosong, nanti untuk interiornya aku serahkan pada om Ken saja, kau pilihlah sesuai seleramu sayang, tapi simpel aja, peralatan seperlunya, kita tidak terus tinggal di sini soalnya!"
" Aku ngerti abang...!"
" Bagus, nanti jika kau sudah ada gambaran bagaimana, kau bisa bicarakan pada om Ken!"
" Siap komandan!!'
" Hemmm, aku masih ada pekerjaan sayang, selepas ini...kau bisa kembali dulu, aku pulang agak malam...!"
" Baiklah, aku akan pulang sekarang, sambil memikirkan mau honeymoon kemana!"
Putra tersenyum semangat karena istrinya cukup semangat juga di ajak untuk pergi honeymoon.
" Biar aku peluk dulu ...dan cium baru boleh pulang...!"
Putra meraih pinggang ramping istrinya, dan mencium bibirnya dengan lembut.
" hati-hati di jalan, ingat sayang pakaianmu harus lebih sopan, kau sudah masuk persit sekarang!"
" Ya maafkan Incess bang..."
" iya tak apa-apa....asal jangan diulangi lagi ...!'
" siap komandan, aku pulang dulu, tolong ingat kau sudah memiliki istri cantik dan seksi,jaga sikapmu komandan, awas kau genit-genit!!"
Putra mengangguk dan tersenyum sambil melambaikan tanganya pada Incess yang masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.
" Komandan, bagaimana aktingku tadi??"
wanita yang tadi menyeka keringat Putra .
" bagus, Selamat kau bisa memulai tugas pertamamu besok!"
__ADS_1
" Yes, terimakasih komandan, semoga bahagia dan segera mendapatkan momongan!" ujar anak buah Putra berlalu pergi dengan girang.