GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
144. Bantuan


__ADS_3

" Abang, kapan kita bersembunyi terus??, Renata sangat lelah...!"


" Bagaimana lagi, kakak kita saja menghianati kita!"


" Kau yang jahat, kenapa kami harus ikut menanggungnya?, jika aku tahu kakak ingin mecelakai papa dan om bram maka aku juga tidak akan melakukannya!"


" Mereka adalah orang jahat yang berpura-pura baik, aku melakukannya untuk keadilan papah!"


Aku sangat lelah seperti ini, aku tidak bisa menjadi diri sendiri, aku akan mencari cara untuk kembali, apapun resikonya aku akan menanggungnya, kasihan abang Martin menanggungnya sendiri


dalam hati Renata.


" Mereka tidak terlihat seperti itu...kakak mungkin ada kesalah pahaman!"


" Kita dulu masih anak-anak mana tahu, sekarang kita sudah dewasa, seharusnya kau dan abang tahu mana yang benar atau tidak!"


" lalu sampai kapan seperti ini terus??"


" sampai mereka menyerah mencari kita!"


" apa bisa begitu?"


" Ya, pasti begitu...hidup kita juga tidak buruk dari sebelumnya, Nikmati saja ...!"


" Aku tidak tenang hidup seperti ini!"


" Sudah kau tidurlah sudah malam, besok kita masih harus melanjutkan perjalanan!"


" Ya, ...!" Renata pun segera masuk ke kamarnya dengan wajah yang sangat murung.


...----------------...


Kediaman Pratama.


" Cindy, jika aku ada libur luangkan waktu untuk menemaniku jalan-jalan lagi ya?"


" Ya mas... terimakasih untuk hari ini...aku masuk dulu!"


Cindy pun segera masuk ke dalam rumahnya ,belum sempat menginjak pedal gas sudah ada 2 orang yang masuk ke dalam mobilnya.


" Kalian, menganggetkanku saja!"


" Abang asuh...apa kakakku cantik?" tanya Fahad to the poin.


" jika ada kata lebih baik dari cantik maka itu yang akan ku katakan!"


" Abang kenapa kau mrmbantu kakakku berbohong?"


" Berbohong??"


" Kakakku datang ke penjara menemui kekasihnya kan??"


" Oh jadi kalian sudah menyelidikinya, kalian sangat nakal ya!"


" Abang asuh, sebenarnya apa yang terjadi pada Cindy?" tanya Iyus


" Oh, saat itu aku ada urusan di rutan 22 saat itu kakakmu beberapa kali terjatuh di depan rutan, dengan membawa bekal, aku membantunya dan membawanya masuk, dia seperti orang yang sangat syok berat, aku penasaran siapa yang dia besuk aku mencari tahunya, aku tahunya jika ini kasus musuh dalam selimut, ternyata lebih dari itu, kakakmu dan orang itu memiliki hubungan kusus, kakakmu adalah wanita yang tegar, apa kau pernah melihatnya menangis?"


" mana mungkin kakakku menangis, kakakku orang yang hebat!"


" Tapi aku melihatnya menangis begitu sesak, aku sampai bisa merasakan betapa beratnya beban hati dan pikirannya, dia menyadari bahwa dia adalah anak tertua, dia menanggungnya sendirian, tidak ingin membuat adik-adiknya khawatir!"


"Sungguh abang, kau dengan ucapanmu?"

__ADS_1


" Kenapa aku berbohong, namun aku tidak menyangka adik yang dia jaga adalah dirimu, beruntung sekali kau mempunyai kakak yang hebat sepertinya!"


" Jadi abang tidak tahu jika aku adik nya?"


" Tidak aku tidak melihat dengan jelas...hahaha. ...jadi apa boleh aku berteman dengan kakakmu?"


" Boleh sekali!!"


" Baik jika begitu aku lega...!"


" Jaga kakakku dengan baik abang, kumohon padamu, karena setelah ini aku akan lanjutkan pendidikan lagi dengan Iyus!"


" Wah lumayan lama dong 2tahunan...!"


" Ya, bisakah abang??, jangan membuat kakakku bersedih lagi!"


" Baiklah aku berjanji padamu akan menjaganya!"


" Aku lebih suka jika abang menjadi saudaraku!" Sahut Iyus


" Setuju!"


" Itu aku tidak berjanji, karena Cindy adalah wanita yang sangat setia, aku tidak yakin bisa mengejarnya, namun aku berjanji akan menjaganya!"


" Ehmmm nanti kami akan bantu...hehehe!" ujar Fahad senang.


" Mana boleh anak kemarin sore ikut campur urusan orang dewasa, fokuslah pada apa yang kalian impikan, sekarang apakah aku boleh pulang?"


" Sudah dong!"


" Hmm kalian mau ikut aku pulang?"


" eh lupa, iya kami turun abang...!" Fahad dan Iyus pun segera turun dan mobil Fannan pun melaju meninggalkan kediaman Pratama.


" Ya...!" mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.


...----------------...


Di pagi Hari di taman paviliun selatan.


" Nonaku... ayo sarapan...!"


"Tidak, aku ingin menghubungi Dai, baru mau makan!"


" Nona jangan membuat Yang Mulia marah lagi, anda sudah membuatnya berkali-kali marah!"


" Biar dia marah dan darah tinggi lalu strukkk!"


" Nona jaga ucapanmu, bagaimana bisa anda mengutuk Raja kami!"


" Raja kalian itu gila, bagaimana bisa mengurungku setiap hari aku jenuh,sekali!"


" Ini demi kebaikan anda nona!"


" Kebaikan kepalamu, dia gila dia gila dia gila, kalian masih saja patuh pada orang gila!!"


" Apakah kau sudah puas mengutukku anak nakal??"


" Yang Mulia....!" Semua orang memberi hormat kecuali Tasya.


" Nona, tolong membungkuk!"


" Di negara ku tidak ada hal kampungan semacam ini, aku tidak mau!" Tasya membantah.

__ADS_1


" Nona...!"


" Sudah...tinggalkan kami berdua!"


" Kau juga pergi!" Tasya mengusur Alfred tanpa rasa takut.


" Kenapa tidak mau makan?, apa tidak selera? kau ingin makan apa?, jika kau ingin melawanku kau harus memulihkan tubuhmu dengan baik baru melawanku!"


" Aku tidak butuh kau perhatikan, aku hany ingin menghubungi Dai, kenapa kau tidak mengijinkanku?"


" Aku sudah bertekad tidak akan melepaskanmu jika aku mengijinkanmu menghubungi Dai, sama saja aku membukakan gerbang untukmu pergi!"


" Kau menyebalkan...pergilah aku tidak ingin melihatmu!"


" Baiklah, nanti malam aku akan mengunjungi mu lagi ,aku pergi dulu karena ada urusan!"


" Jangan kembali lagi!!"


Alfred hanya tersenyum dan pergi,


" Nona kau sangat hebat, bisa menakhlukan Yang Mulia Raja!"


" Siapa kau?, jangan banyak mengomentari!"


" Lancang, kau sedang berbicara dengan Selir ke 7!"


" Sudah tidak apa...!"


" oh Selir ke tujuh...aku dengar hanya selir ke 7 dan ke 3 yang bertahan, yang lainnya sudah di eksekusi karna keluarganya pemberontak!"


" Kami ada di sisi yang benar makannya kami selamat nona!"


" Aku tidak tertarik dengan urusanmu, aku mau masuk!"


" Nona, bagaimana jika aku bisa membantumu?"


" Apa maksudmu?"


" apa kau bercanda??"


" Tentu saja tidak..., bagaimana jika aku membantu anda menghubungi seseorang yang kau ingi hubungi itu!'


" Apa kau bisa??"


" Tentu saja bisa...!"


" Tunggu, apa yang kau rencanakan?, apa kau menargetkanku karna merebut perhatian dari Raja?"


" Tidak, aku sebenarnya tidak menyukai raja, pernikahan ini hanya saling menguntungkan saja, kau tidak usah khawatir!"


" Apa balasan yang kau inginkan?"


" Saya ingin membalas dendam pada seseorang, ingin membuatnya menderita selama hidupnya sehingga kematian adalah yang terbaik untuknya!"


" Hanya itu??"


" ya....apakah itu sulit untuk mu?"


"Bukan masalah besar, hanya saja semua lebih baik di buktikan dengan perbuatan!"


" Tenang nona, siapa yang ingin anda hubungi, biar orang ku yang datang padamu nanti mengantar makan siang, jadi sekarang Nona sarapan saja dulu agar nona cepat membaik!"


" Oke...!" Tasya pun segera kembali ke kamarnya,

__ADS_1


Tak ku sangka masih ada bala bantuan tak terduga, Terimaksih Tuhan sudah memberi jalan untukku.


__ADS_2