
Suara rem mobil mendadak pun terdengar Sansan segera lari melihat dari gorden jendela.
Matanya yang panik tiba-tiba berbinar melihat sesosok yang datang.
segera Sansan membuka pintunya
" paman Gerry....!"
melihat pria yang memapah Kenzo
"nona Sansan kau sudah besar rupanya...!"
" Paman apa yang terjadi??" melihat Kenzo dengan tangan terikat dan terlihat mabuk berat.
" Hemmm, aku kembalikan Kenzo padamu, jangan sekali-kali membuka ikatan tangannya, apapun yang terjadi!"
" Paman bisa jelaskan dulu ,om kenapa??"
" Sudah aku tidak ada waktu nona, aku harus membereskan sisa nya, tanya saja jika Kenzo sudah sadar!" Gerry segera meninggalkan Kediaman itu
Sansan memandang Kenzo yang sempoyongan tapi masih mengenali dirinya.
" Oh calon istriku yang mungil kenapa cemberut??" dengan sempoyongan mendekat pada Sansan.
" Om kau ini minta dihajar??" Sansan segera memapah Kenzo masuk dan mengunci pintu , Sansan segera membawa Kenzo ke kamar.
" Sayang, ciummm aku..." Kelakuan Kenzo seperti anak kecil dan tidak tahu malu.
" Jika kau hanya ingin mabuk, kenapa begitu membuatku cemas!" Sansan mengomel sambil melepas sepatu Kenzo.
" Sayang lepaskan talinya!" pinta Kenzo.
Sansan memeriksa mata Kenzo dan bau mulut Kenzo tidak ada yang aneh,
.
tapi kenapa Paman tidak mengijinkanku membuka talinya dalam hati Sansan bertanya -tanya
" Sebenarnya kenapa??" Tapi melihat baju Kenzo yang kotor membuatnya merasa terganggu.
Sansan segera melepaskan tali ditangan Kenzo dia ingin melepas baju kotor itu sebentar, lalu mengikat tangan Kenzo lagi.
Setelah melepaskan baju Kenzo dia hendak mengambil baju bersih yang akan dipakaikan Kenzo.
namun tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya
" Sayang, aku merindukanmu!" Kenzo memeluk Sansan dengan erat dan menciumi aroma tubuh gadis nakalnya itu.
" Om pakai dulu bajumu, Sansan akan buatkan minuman penghilang mabuk!" mencoba melepaskan pelukan Kenzo namun tidak bisa.
Sansan mencoba bersabar pada orang tua yang dicintai nya itu.
" Om lepaskan??"
" Tidak...!" Kenzo membalikkan tubuh Sansan menghadapnya dan mengunci tubuh Sansan terpojok di lemari.
" Kenapa kau sangat cantik, aku sangat menggilai gadis nakal sepertimu!"
" Aku tahu, tidak usah om beritahu, cepat minggir!"
__ADS_1
" Tidak, cium aku...!"
" Tidak om bau alkohol!"
" aku memaksamu!"
" Aku akan memukulmu sampai om hilang ingatan!"
mendorong tubuh Kenzo hingga Kenzo terjatuh.
Sansan, segera pergi ke dapur untuk membuatkan minuman penghilang mabuk untuk orang tua mabuk itu.
sambil mengomel tidak karuan,
" Awas saja jika aku mendapati kau mabuk lagi, aku akan mematahkan lehermu" Setelah selesai Sansan segera kembali ke kamar, baru membuka pintu ingin masuk, terkejut melihat wajah dan mata Kenzo yang merah
" Ooooom, kenapa??"
" Pergi, tutup pintu dari luar, kunci!" teriak Kenzo menahan sesuatu yang seperti sangat menyiksanya.
" Kau tuli cepat keluar!!" teriak Kenzo dengan lantang.
Sansan tidak pernah di bentak oleh Kenzo, tubuhnya tersentak tak percaya, hatinya tersayat sangat sakit. tubuhnya bergetar hebat,
sangat menyakitkan dibentak oleh orang yang sangat dia cintai, apalagi dirinya tidak tahu salahnya di mana.
gelas yang di bawa Sansan pun terjatuh
Pyar.....
air mata Sansan mengalir hebat,
melihat Sansan menangis Kenzo yang masih bisa menahan diri itu segera bangkit memeluk Sansan,
Kenzo berusaha mendorong Sansan untuk keluar, namun gadis itu justru memeluk erat tubuh Kenzo.
Sansan tahu rasanya tersiksa saat obat perangsang yang berlipat dosisnya bereaksi di tubuhnya itu sangat menyiksa.
" Sansan....!"
Kenzo melepaskan tangan Sansan dan mendorong Sansan keluar dan menutup pintu.
" Om tunggulah, aku akan membuat penawarnya!"
Sansan segera naik ke atas mencari bahan untuk membuat penawar .
namun bahan itu rupanya sudah habis untuk mengerjai, Yuna.
" Sial, tahu begitu aku tidak sekejam itu pada Yuna!" Sansan mencari - cari bahan lain barang kali ada yang khasiatnya sama namun, tidak ada.
sedangkan di bawah terdengar rintihan Kenzo yang tersiksa.
Sansan sangat tidak tega pada Kenzo, padahal Kenzo sudah berendam di bathtub cukup lama sambil merintih sakit.
" Tidak, ini tidak akan baik, jika penawar tidak ada , dan hasratnya tidak tersalurkan, om Kenzo akan mengalami kelumpuhan saraf, obat itu sepertinya cukup kuat...!" Sansan segera turun dan masuk karena pintunya tidak di kunci, Kenzo masih mengerang kesakitan di dalam bathtub.
" Sansan keluar!" dengan suara seraknya yang tak berdaya.
Sansan justru melepaskan semua pakaiannya dan segera masuk ke dalam bathtub.
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan Sansan??"
Sansan langsung menarik tengkuk Kenzo, dan menciumnya, Kenzo mendorong tubuh Sansan menjauh
" Pergi...!!" tegas Kenzo meremas pinggiran bathtub , sebenarnya Kenzo ingin menerkam tubuh indah dihadapannya, tapi tidak jika hanya melampiaskan nafsunya tanpa ikatan pernikahan otak Kenzo masih bekerja dengan baik meski tubuhnya sudah meronta dengan kuat untuk meraih tubuh mungil indah di hadapannya.
" Tidak, aku akan membantu Om !"
" Kau sadar dengan ucapanmu?, kau akan menyesal!!"
" Tidak aku sangat mencintaimu, dan om juga mencintai ku, kita sudah dewasa, memang kenapa jika belum menikah??"
" Pergi...!" Kenzo mendorong Sansan kuat sampai Jatuh dari bathub.
" Aghhhhh bokongkuuuu...!" Sansan meringis menahan sakit .
melihat Sansan meringis ke sakitan Kenzo justru semakin membara , Hasratnya semakin menggebu.
" Om bantu Sansan berdiri!" mengulurkan tangannya
Kenzo segera menggendong tubuh Sansan itu keluar kamar mandi.
Kenzo sangat kesal dengan Sansan yang tidak mau menurut padanya, Kenzo melempar tubuh polos Sansan ke ranjang.
" Oggghhhhh sakittt om...!"
Kenzo tidak peduli lagi dengan gadis yang merintih kesakitan itu, Kenzo menindih tubuh polos Sansan.
mata mereka saling memandang,
" Lihat bagaimana aku menghukummu, agar kau lebih patuh ke depannya!"
" Ah, ommm...kita bisa bicara baik-baik om Sansan janji tidak nakal lagi!"
" Terlambat, kau tidak ada kesempatan untuk mundur!" Kenzo segera menyambar bibir ranum yang slalu membuatnya di mabuk kepayang.
Sansan gelagapan karena tidak bisa bernafas,
" Aku menyuruhmu pergi kau malah datang dengan tubuhmu yang polos, siapa yang tidak mau daging segar!" Kenzo memegangi kedua tangan Sansan ke atas kepala, Karena Ken zo sudah menggila maka habislah Sansan di lahapnya.
" Ahhh ...." ******* Sansan membuat Kenzo semakin bergairah, Kenzo semakin buas menjelajahi tubuh indah gadis nakalnya yang selama ini ia inginkan.
" Ah, geli om ....!"
" Tapi kau suka kan, jangan sampai kau ketagihan!" Kenzo meremas Squeshy kembar milik Sansan yang membuat bibir ranum itu mengeluarkan suara indahnya.
Sansan tidak akan munafik sentuhan yang diberikan orang tua itu sungguh nikmat, hingga di mabuk kepayang, Tubuh Sansan sudah dipenuhi dengan kissmark buatan Kenzo rata hingga kaki-kaki tidak ada yang terlewati.
Duda perjaka itu sudah menumpuk hasratnya cukup lama, wajar saja menggila mendapatkan apa yang diinginkan apalagi itu adalah orang yang sangat dia cintai.
" Sansan, kau akan lihat betapa perkasanya pria mu ini...!"
Kenzo membuka celananya dan...
Aggggggggghhhggghhhhhhhhhh....
bersambung
Author
__ADS_1
aduh kira-kira mereka mengulang kekhilafan kedua orang tua Sansan tidak ya??
Ayo tebak...