GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
285. Team Hello Dek


__ADS_3

pesan WhatsApp


" Abang, sudah 2 minggu tidak ada kabar, di mana abang ini??"


" Maaf dek, abang sibuk tapi nanti sore Free, mau jalan??"


" Boleh!"


" Oke, mau di jemput di mana dex??"


" Halte bus dekat rumah ya bang!"


" Oke, jam 3 ya!"


" Siap bang....!"


percakapan lewat WhatsApp pun berakhir.


Incess pun bersiap, karena ini sudah pukul 2 siang, jadi incess segera mandi berdandan.


Pukul 3 kurang 15 menit Inces sudah sangat cantik, dengan kaos hitam longgar dan celana jins panjang, rambutnya diikat ekor kuda.


" Incess mau ke mana??" tanya ibu Incess heran anaknya jarang keluar berdandan.


" Jalanlah... mumpung belum jadi istri orang!"


" Oh baiklah, hati-hati!"


Incess pun berjalan menuju halte bus terdekat, dia menunggu di dekat halte, masih kurang 5 menit lagi jam 3.


akhirnya pukul 3 pun telah tiba.


Tin tin. ...


incess mengenali mobil putih yang berhenti fi depannya dengan girang Incess masuk ke dalam mobil.


" Ommo?????" Incess dikejutan dengan penampilan Putra yang dengan seragam kemiliterannya.


" Apa??, jadi abang ini komplotan Hallo dek ya??"


" Hahahahahahahahah" sudah lama Putra tidak tertawa.


" Hallo dek, kuliah atau kerja???"


celoteh Putra sambil melepas kacamatanya.


incess tidak munafik, Putra sangat gagah dengan seragam militernya.


" Adek hanya beban keluarga bang, mau apa tanya-tanya??"


" Adek mau jadi Dharma Pertiwi abang???"


" pufffffffffffffftttttttttt, adek maunya ngabisin uang abang!"


" Dengan senang hati !, hhhhaaaaaa "


" Abang kenapa nggak bilang kalau abang itu team hallo dek??"


" Adek kan gak tanya!"


" Oh benar juga ya?? , ih malas lah kalau tahu abang ini TNI...!"


" Lah ayahmu juga TNI kan??"


" Iya kenapa aku gak bisa lepas dari bau-bau militer??"


" Hahaha, kenapa tidak terima dek??"


" bukan, tunanganku juga TNI, abang juga...!"


" Adek tidak suka seragam Loreng??"


" Suka abang...!"


" Berarti tidak masalah dong, kalau nikah sama abang??"


Incess hanya terdiam, dia berpikir jika dirinya sudah bertunangan, meskipun dia tidak menyukai calon suamimu tapi juga tidak bisa memberi harapan pada orang lain saat memiliki tunangan.


" Abang, kan adek sudah bertunangan!" ujarnya lirih.


" Katanya tidak suka dengan tunangannya??"


" Iya memang abang....!"


" Lalu??"


" Abang, aku masih tunangan orang jadi jangan bahas nikah dulu...!"


" Abang bercanda, kenapa kamu galak sekali??"


" Biarin wekkkkkk!" menjulurkan lidahnya.


Putra menggelengkan kepalanya, dan tersenyum hatinya senang karena meski Incess itu pembuat masalah, tapi dia tipe orang setia.


" adek mau makan apa??"


" Itu itu pinggirin ke kanan!" pinta Incess

__ADS_1


" Mie ayam???"


" Ya, ini Favorit aku loe bang...ayo makan!"


Putra segera menepikan mobilnya parkir, lalu mereka turun.


" Kau yakin makan mie ayam di sini??"


" Ini enak tahu bang, abang nie pasti tidak suka makan ,makanan pinggir jalan ya??"


" Bukan begitu, tak ku sangka kau yang super ribet ini sangat sederhana!"


" Abang ngeledek???"


" Hehehe bukan, bangga aja dek!"


" Hilih,abang mau makan tidak??"


" Boleh,...!"


" Matang apa setengah matang??"


" Matang...setengah matang itu gimana rasanya??"


" Pak, mie ayam 2 yang satu setengah matang, yang setengah matang agak asin ya!"


" Kita nggak minum dek??" Putra yang sebenarnya sudah kehausan dari tadi.


" mau minum apa??, tinggal pesan ajakan??"


" lemon tea aja abang!"


" Pak minumnya lemon tea 2 ya!"


" Iya neng siap!"


setelah menunggu 10 menit pesananmu datang, mereka segera memakan makanan favorit sejuta umat itu tanpa bicara, setelah habis mereka baru bicara, sepertinya kebiasaan incess dan Putra sama tidak biasa bicara saat makan.


" Hah...mantap!" Incess mengambil tisu dan mengelap keringatnya karena kepedesan.


" adek mau kemana lagi sekarang??, apa ujiannya sudah selesai??"


" kurang 3 hari lagi abang...!"


" Semangat ya dek!"


" iya bang...!"


" Gimana persiapan kaburnya??, sudah berapa persen ??"


" baru 30% bang...!"


" Kan pas adek itu sudah selesai jualan barang -barang terus kan otw pulang, lah pas di tengah perjalanan, adek ketemu kakek-kakek penjual buah bang kasihan sekali belum laku!"


" Lalu??"


" Adek beli semua!"


Putra tersenyum, sambil mengusap kepala Incess, betapa leganya dia memiliki calon istri yang baik hati.


" terus adek kemanain semua buahnya?? bawa pulang??"


" Adek bagi-bagikan lah abang...!"


" Ihhhhhh gemassss!" mencubit gemas pipi chubby Incess.


" agggh sakit abang!" menepis tangan Putra


" Abisnya gemesin!"


"ih ngeselin, Abang bayarlah !"


" ehmmm oke...!" Putra segera berdiri dan membayar makanannya makan bedua hanya abis 30ribu saja.


sebelumnya jika dengan mantannya, makan bisa habis jutaan ini dengan anak kecil, memang berbeda,


"orang berada asli dan orang berada pura-pura itu memang beda" gumam Putra.


" makasih ya bang, udah di traktir!"


" Sama-sama... Adek ayo mau kemana lagi??"


" oh ya, abang sudah punya pacar??"


" Kenapa tanya begitu??"


" Takut di labrak pacar abang!"


" Nggak kok, abang nggak punya pacar tapi tuanangan!"


" Hah????, kenapa ngajak adek jalan??"


" memang kenapa??, adek juga udah punya tunangan!"


" nanti kalau tunangan abang tahu gimana??, terus marah-marah ke adek!"


" Nggak, dia nggak suka sama abang dek, kasihan kan abang??, nasib abang tuh sama kayak tunangan kamu tuh!"

__ADS_1


" hem...ya gimana bang orang dia udah tua, gimana Incess bisa mengimbangi??,lagian dia itu sudah semuran ayahku, kenapa juga belum menikah??, jika saja umurnya tidak tua - tua amat Incess coba terima!"


" Kalau seabang ketuaan nggak dek??"


" pas mah, kalau seabang!"


" Oh gitu!" Putra tersenyum senang


" Dah ah nggak usah ngomongin tunangan kita,mumpung masih Free ya nikmati saja!"


"mending adek nurut ajalah sama pilihan orang tuanya adek, biar jadi anak berbakti!" bujuk Putra.


Incess terdiam,


" Ya kalau dia jodoh adek, bisa apa??, kalau belum jodoh juga orang tua adek juga nggak bisa apa-apa!"


" Itu nanti saja di pikirin, memang abang tetep mau nikah sama tunangan abang, yang tidak menyukai abang??"


" Ya, abang bakal berjuang buat dapatin hatinya, janji bakal buat dia bahagia seumur hidupnya!"


" Wah, beruntung banget tunangan abang!"


" Kamu sih di ajak nikah nggak mau!"


" Ya kita belum berjodoh abang, kita punya tunangan sendiri - Sendiri!"


" Ehmm...sudah malam dek, abang antar pulang ya??"


" Ya bang, ...!" Putra pun segera mengantar Incess pulang dengan selamat.


" Abang hati-hati dan terimakasih, adek masuk ya!"


" Hmmm...!"


setelah Incess masuk ke dalam Putra segera kembali, hatinya sangat senang sekali.


...----------------...


Kediaman Sansan.


tok tok tok...


" Sansan... ada Noah!" Kenzo mengetuk pintu kamar Sansan .


ceklek...


" Mana abang om??"


" Tuh di ruang tamu!"


Sansan langsung berlari ke ruang tamu.


" Abang Noah??" sapa Sansan.


" Nona...!" Senyum lebar tampak menghiasi pria 20tahun itu.


" Abang, ...abang sehat, ayo duduk abang!" ajak Sansan.


mereka duduk dan berbincang, Kenzo mengamati kedua teman masa kecil itu berbincang.


Kenzo tahu keduanya sangat dekat saat kecil, Kenzo sering menjaga keduanya saat bermain bersama.


tapi tak di sangka Noah, tumbuh menjadi pria yang menawan, tinggi ,putih bak seorang Idol .


" Tuan, ..."


" Heh, Dai mengaggetkan saja!"


" Maaf, tapi Tuan, kenapa berdiri di tangga??"


" Oh ya, itu kau kenal Noah??"


" Hanya pernah dengar saat uncle Gerry menceritakan putranya, baru bertemu sekarang, dia sibuk menjalankan misi!"


" Oh...!"


" Tuan kenapa tidak bergabung??'


" Tidak, kau bergabunglah sana, jaga Sansan untukku!"


" Bukankah, Noah sekarang yang akan menjaga Sansan Tuan!"


" jaga Sansan dari Noah untukku!"


Kenzo segera masuk ke dalam kamar.


" Hah...!" Dai menghela nafas berat, lalu menuruni tangga dan menghampiri keduanya.


" Dai kenalkan ini abang Noah, Abang ini Dai sahabatku!"


mereka saling berjabat tangan, dan Noah memberikan senyuman ramahnya, memang anak itu sangat ramah.


" Noah, apa kau tidak pusing menjaga Sansan?, dia sangat nakal!" ujar Dai.


" Nona tidak nakal, nona hanya terlalu aktif Dai!"


Dai memutar bola matanya malas,

__ADS_1


Kau kira Sansan itu Balita??


dalam hati Dai kesal.


__ADS_2