
Suhail menarik ke taman di depan perusahaan Fahad.
" apa ???"
" Jangan marahlah sayang...itu karena temanku meminta tolong, dia sedang bertugas ...jadi meminta pertolonganku!"
" huft..." Fathia mendengus kesal.
Suhail memeluk Fathia dari belakang....
" aku senang kau cemburu, meski kau sangat sibuk dan tidak ada waktu untukku, kau masih mencintaiku...aku pikir kau ada pandangan lain..."
" kau kira aku wanita apaan, aku orang tahu diri, aku bisa sampai seperti ini karena kau dan keluargamu,..."
" Fathia, aku senang mendengarnya, tapi jangan terpaksa mencintaiku....aku tidak suka hubungan palsu ..."
" Siapa yang terpaksa, hanya Seorang Jendral aneh ini yang menyukai gadis buta sepertiku, sudah ku tolak berkali-kali tapi dia tidak menyerah, apa aku akan menyia-nyiakan pria tulus seperti jendral aneh ini???"
" apakah aku ini aneh, baru kau orang pertama yang mengatakan aku aneh??"
" ya, kau sangat aneh...tapi aku mencintaimu...besok aku akan libur 3 hari ayo kita jalan-jalan!"
" Sungguh...???"
" tentu saja, maafkan aku yang terlalu sibuk Jendral, aku akan mengatur waktu dengan baik agar bisa membagi waktu untukmu!"
" kau yang bernjanji...awas kau mengingkari janji..."
" heheh, aku tidak jadi berjanji kalau begitu..."
" ehem... Jendral,...."
Ester yang tiba-tiba di belakangnya.
" oh nona Ester....apa sudah selesai??"
" iya , terimakasih Jenderal..."
" hemmm, baiklah....anda tahu kan, tempat parkirnya, ... karena tunanganku sangat cemburuan saya tidak antar nona..."
" ah, astaga" Fathia mencubit lengan Suhail
" ouuuughhhh"
" oh...maafkan saya nona, lain kali saya akan minta mengajak anda jika ada perlu dengan Jendral...maafkan saya sekali lagi nona...."
" tidak tidak, Jangan kau hiraukan Jendral aneh ini nona....dia terlalu kepedean..."
" hahahaha...anda adalah pawangnya nona...saya tidak berani mengatakan Jendral Aneh..."
" memang dia aneh..."
" hahah, kalau begitu saya harus undur diri, sekali lagi terimakasih..."
" hati-hati dijalan nona..."
Setelah Ester pergi, Suhail dan Fathia kembali ke ruangan Fahad.
" ah, mom...kau tahu tadi Dokter Ryu datang ke rumah...!" ujar Suhail melapor pada mommy nya.
Sansan dan Kenzo yang tahu hanya diam,menyimak.
" oh ada perlu apa??'
p CC
" dia mau mengejar Julia lagi..."
" apa??" Savina terkejut.
" Ya Julia menolaknya, tidak mau memberikan kesempatan kedua, tapi setelah dia mengusir Ryu di malah menangis..."
" Aduh putriku, aku harus segera pulang!" Savina langsung mengambil tas dan kunci mobilnya dan pergi dengan terburu-buru.
__ADS_1
" Lah mom, itu kan mobil Fathia..."
ujar Suhail.
"kau ini tunangannya apa tidak bisa membawanya dulu dengan mobilmu?"
" ah benar juga..."
Savina pun segera pulang.
" Kasihan Julia, padahal aku sudah menasehatinya..." ujar Fahad
" Tidak masalah, semua punya liku - liku kehidupan sendiri...dia sudah baik-baik saja"
" baguslah..."
" Ryu tidak akan menggangu Julia lagi kan??"
tanya Fahad.
" aku tidak tahu,..." jawab Suhail.
" Dia, tidak akan mengganggu Julia lagi,..." sambung Kenzo.
" oh, benarkah om??" tanya Suhail.
" kami yang mengantarnya ke bandara, aku sudah menjelaskan pada Ryu, dia tidak akan memiliki kesempatan kedua dari Julia, karena Julia, tidak seperti wanita pada umumnya..."
Sahut Tasya.
" ehmm, benar juga Logika dan hati Julia sangat seimbang...dia lebih baik merasa sakit di awal ..."
" Kalau begitu bagaimana dengan Aka itu, aku lihat Aka sering menemui Julia??" Tanya Suhail penasaran.
" Aka, dia teman Martin aku rasa dia cukup baik, nanti aku tanya Yuda dulu deh..."
" Aka baik, tapi tidak cocok untuk Julia ..." tegas Tasya.
" Aku hanya merasa begitu..."
" lagian Julia itu masih sangat kecil biar dia menghabiskan masa mudanya dengan baik..."
" Setuju ...!"
" Suhail, bagaimana pernikahanmu ??" tanya Kenzo.
" ini yang di ajak menikah masih belum mau..."
melirik ke arah Fathia.
" kalau tidak mau kenapa kita harus tunangan??"
sahut Fathia ketus.
" Tapi aku ingin segera menikah..."
" Kak Fathia, kau jangan mengulur lebih lama lagi, seseorang terkadang akan kehabisan kesabarannya..."
" Benar Fathia kau harus segera memutuskannya, karena tunanganmu ini bukan orang biasa loe..."
Goda Kenzo.
" Ya sudah aku ikut maunya Jenderal saja...mau mengajak menikah kapan...."
" Bagus itu aku akan bicarakan dengan mommy, sekarang ayo kita pulang!" Suhail langsung menarik Fathia dan membawanya pulang.
Fahad dan yang lainnya tertawa ...
" anak jaman sekarang sangat buru-buru menikah ya??!" gumam Kenzo.
" Itu karena anak jaman now, jiwa nekatnya lebih kuat dari orang jaman dulu om..."
" oh ya kau dan aku adalah perpaduan antara anak jaman now dan jaman old...ya, anak kita nanti seperti apa ya sayang??"
__ADS_1
" nah cepat kalian membuat anak, aku juga penasaran seperti apa anakmu dan tante. kecil om...!"
" sudah kami sudah membuat anak setiap hari..." ujar Sansan santai.
" uhukkkk...." Fahad sampai tersedak angin mendengan penuturan Saudaranya, tapi memang itu tidak bisa di sangkal saat Fahad menelpon Kenzo saat darurat pasti mereka sedang berolahraga.
" oh iya Had ...kan anak-anak sudah mulai makan dan juga sufor....kami akan kembali ke kediaman Alexcey,..."
" tidak apa-apa om, tante... terimakasih banyak sudah membantu menjaga anak-anak..."
"sama-sama, oh ya...apa istrimu ingin membeli kediaman Alexcey lagi??"
" Tidak dia lebih suka di kediaman Pratama, lebih nyaman..."
" oh kalau begitu, biar di tempati keluagaku!" Ujar Kenzo.
" Ya om, lagian juga sudah om beli...tapi jangan di jual ya om... takutnya nanti Anna berubah pikiran!"
" aku tahu...kau tenang saja..."
" Ya om, ...."
" Ya udah Had, kita kembali ya ....oh ya pesananku sudah di antar kan?, makan untuk anak-anak??"
" sudah beres... terimakasih sudah member terbaik kami om...."
" Yah, bagaimana ya istriku tidak pandai memasak, untunglah ada kau...."
" hahahah, Istriku juga tidak bisa om... lagian itu bukan kewajiban istri kan, ..."
"Betul...tugas mereka cukup merawat anak - anak dan melayani suami dengan baik bukan??"
" Ya bagus sekali... suamiku, kau sangat tahu untuk berkata manis...heheheh..."
" hahahahah, om Kenzo sangat memanjakanmu Tan..."
" Hahahah jika tidak aku racun kopinya, iya kan om??"
" hahahhahaha, kau tega??"
" tega dong...tidak tidak om, mana aku tega..."
" jika kau tega aku juga rela..."
" aduh, aduh...sudah sudah kalian pulang sana!, membuat orang seperti obat nyamuk bakar saja..."
" kami juga akan pulang, yuk om...kau juga pulang sana, Anna juga butuh perhatianmu..."
" ini setelah bertemu dengan Yuda aku akan pulang..."
" oke, kami pamit!" Tasya dan Kenzo pun segera kembali kekediaman Alexcey.
Anak-anak langsung menyerbu memeluk Kenzo dan Tasya.
" Ayah ibu...kalian akhirnya pulang..."
" anak-anak kalian cepat sekali bertumbuh..?" ujar Tasya terkejut melihat tumbuh kembang mereka begitu cepat.
" Lily bagaimana Ibu??"
" ah lily semakin tinggi juga...ah ibu senang kalian benar - benar penurut...oh di mana oma - oma dan opa opa kalian...??"
" mereka sedang menikmati teh di halaman belakang..."
"ah, baiklah kalian lanjut bermain dulu, ibu dan ayah akan menemui mereka nanti kita lanjutkan obrolan kita ya...."
" Baik..."
Kenzo menggandeng tangan mungil istrinya berjalan ke halaman belakang, mereka melihat para oma oma dan opa opa, sedang double date rupanya.
Bibi Kenzo sedang tiduran di paha paman kenzo sementara Yuki dan mamoto berpelukan. erat sambil membicarakan bunga anggrek dihadapannya.
Tasya dan Kenzo saling menatap dan tersenyum, mereka berdua mengurungkan niat mereka untuk menemui Oma - Oma dan opa - opa itu
__ADS_1