GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
240. Bekerja keras


__ADS_3

" Sayang, apa kau senang??"


" Ya, aku sangat senang... terimakasih Iyus...!"


" Jika nanti aku memiliki uang cukup dengan kerja keras ku sendiri aku akan membangun Vila di dekat pantai...!"


" Itu akan sangat menyenangkan Iyus...!"


" Hemmm...Ai...aku ingin punya anak banyak darimu...!"


" jangan bicara itu Iyus...aku malu ...!"


" Hmmm masih lama, aku harus bisa membuktikan pada Pamanmu jika aku bisa membahagiakanmu, apa kau bahagia denganku Ai??"


" Ya, Iyus... sekarang aku bisa merasakan ketulusanmu...aku mencintaimu Iyus!"


" Apa??"


" hmmm jangan begitu aku malu...!" Aina tersipu malu.


" Ayo katakan dengan jelas, aku harus mendengarnya dengan baik Ai...katakan yang keras, ini masih pagi tidak ada orang!"


" Iyu aku sangat mencintaimu...!"


" Uchhh..."


Iyus langsung meluumat bibir seseorang yang baru saja menyatakan perasaannya dengan lantang.


" Aku juga Ai, aku lebih mencintaimu dan lebih...tetaplah menungguku pulang, dan jangan pernah meninggalkan ku kau harus setia ingat itu....!"


Iyus menarik Aina dalam pelukannya.


" Ai... apa sebaiknya kita tinggal lebih lama di sini??"


" Ehmm ...kita harus segera pulang Sayang...!"


" tapi aku masih ingin bersamamu lebih lama ...!"


" Baik satu malam lagi...besok pagi kita harus kembali...!"


" Hore, ayo kita jalan - jalan dan membeli oleh-oleh , untuk saudara-saudara kita, kau boleh menguras dompet ku Ai...mintalah apapun aku akan belikan untukmu!"


" aku punya uang sendiri sayang, simpan uangmu, bukankah kau harus membuktikan pada paman, jika kau bisa membahagiakanku, simpan saja uangmu, aku akan membeli dengan uangkus sendiri...!"


" Tidak, kau simpan uangmu...pakai uangku saja!"


" Iyus...!" Enggan


" Ai...aku hanya ingin kau mengandalkanku dalam segala hal...tolong jangan menjatuhkan harga diriku sebagai seorang pria..." Meraih pinggang ramping Aina dan mengecup pipi Aina.


" Hei banyak orang Iyus...!"


" Kenapa??, biar saja biar mereka tahu kau wanita yang paling kusayangi....!"


" Iyus aku mau itu....tirai dari kerang...itu sangat lucu jika untuk diletakkan di pintu kamar, aku mau beli untuk , Sansan, Julia, dan Nathalie...!"


" Baik aku belikan, tapi Julia membawa 2 rekanya dari negara F, tambah 2 lagi untuk mereka!"


" Siapa mereka??"


" Oh ya kau belum sempat berkenalan, mereka 2 orang wanita yang telah menjaga kembaranku di sana, ...!"


" Apa mereka cantik??"


" Mereka sangat cantik, tapi masih cantik Ai ku...dan tidak ada yang lebih cantik dari Ai...dimata Iyus...!"


" Bagaimana kau bisa mengatakan wanita lain cantik dihadapanku iyus??"


" Karna mereka sangat baik hati dan setia pada Julia, ...tapi aku hanya melihat Ai seorang wanita yang paling sempurna, jangan marah, aku sudah bertekad padamu...!"


" Hah??, aku meragukanmu!"


" Ayolah jangan merajuk...aku akan membelikan kau perhiasan lagi yang mahal...berbeda dengan saudara yang lain...!"


" Tidak kau sudah membelikanku perhiasan...!"

__ADS_1


" Lalu kau mau minta apa??"


" Tidak ada Iyus...!"


" Kau mau mahar apa ?, saat nanti aku melamarmu??"


" aku tidak meminta apapun!"


" Ai... mintalah sesuatu padaku tanpa harus kau memikirkan uangku akan habis...!"


" Lalu, kita akan buktikan pada paman, kan? makanya Iyus harus hemat...!"


" habiskan uangku Ai, mintalah apapun aku pasti akan berusaha untuk mendapatkannya untukmu...!"


Aina mengusap lembut rambut Iyus yang sangat tipis membentuk lingkaran kepalanya


setengah botak lah...


" aku sangat bahagia memilikimu saat ini, aku hanya ingin dirimu tetap mencintaiku, tidak pergi meninggalkanku, aku sangat takut kau akan bosan padaku dan pergi Iyus...!"


" Jangan katakan itu...!" Membelai lembut pipi Aina.


" Aku sudah jatuh cinta padamu, ...tolong tetaplah seperti ini selamanya...!" Aina menundukkan kepalanya


Iyus segera mendekap Aina mengecup pucuk kepalanya.


" Aku janji,...apa kau masih ingat jika aku berkhianat aku akan di sambar petir , begitu juga denganmu!"


" Heheh..kau menyebalkan...!" Mencubit kecil lengan Iyus.


" Achhh...sakit Ai...!"


" siapa suruh kau menyebalkan...!"


" Sudah kan tidak merajuk lagi, ayo kita lanjutkan lagi berbelanja...!"


mereka sangat bahagia memiliki waktu berkualitas bersama , mereka benar - benar menghabiskan waktu dengan penuh kebahagiaan.


...----------------...


Fahad melihat ponsel terus menerus...


" Apa kau menunggu pesan dari pacarmu??"


Tanya Diana.


" Bukan, kakakku pergi dengan kekasihnya aku khawatir dengannya!"


" Kalau begitu jemput dia pulang!"


" Tidak nona, oh maaf nona apa pelajarannya berjalan lancar??"


" Ehmm ada beberapa hal yang mungkin masih aku tidak mengerti!"


" Oh hal apa itu mungkin aku bisa membantu anda!"


" Ini dia, soal ini...!"


" Oh aku akan lihat sebentar...!" mengambil buku dan mempelajarinya.


" Oh mudah saja Nona, lihat ini...anda bisa menggunakan cara mudah seperti ini, lihat baik-baik!"


Fahad dengan sangat sabar mengajari Diana,


" ini dan ini begitu??"


" Benar....anda sangat pandai menyerap ilmu!"


" ini karena kau memberikan aku rumus yang lebih sederhana , terimakasih Fahad!"


" Hoaaammm,...!" Fahad menguap.


" Maaf nona, hehehe...!"


" Fahad, tinggal saja kau di sini...kau bisa memakai kamar di sisi kiri itu kosong...kau bisa menghemat transportasi, dan aku akan memberikan waktu istirahat 3 jam dari pukul 11- 14 siang untukmu istirahat...jika kau di sini...!"

__ADS_1


" Tapi nona jika aku di sini makan jam bekerjaku pasti lebih banyak...!"


" Di atas jam 9 aku tidak akan mengganggumu dengan pekerjaan...!"


" Saya akan bicarakan dengan. calon saya nona...!"


" Ehmmm..bisa menghubungi cleaning servis online untuk membersihkan ruangan itu!"


" Saya akan mengaturnya terimakasih nona!"


" Ya, tapi tidak ada paksaan...kau bisa berdiskusi dulu dengan calon istrimu,...!"


" baik nona!" Wajah Fahad begitu sangat ceria


Dia sangat bahagia saat menyinggung kekasih hatinya, wanita beruntung seperti apa yang menjatuhkan hatimu...aku harap dia benar-benar wanita yang pandai mensyukuri segala sesuatu yang dia miliki, tunggu kenapa aku memikirkan perasaannya, bukan urusanku dia hanya seorang penjagaku saja, aku tidak perlu tahu dia bahagia atau terluka, selama dia masih profesional dalam bekerja maka bukan masalah besar.


dalam hati Diana.


Fahad pun segera mengunjungi kediaman Yuna, sepulang kerja, namun orang yang sama waktu itu baru saja keluar dan pergi dari rumah Yuna.


" Siapa sih dia??, aku akan meminta paman om gerry menyelidiki, oh tidak itu akan menyakiti Yuna...aku percaya padanya!"


Fahad pun segera turun dan menghampiri Yuna dan ibunya yang masih berada di luar karena mengatar kepergian tamu tadi.


" Ibu, Yuna...!" Sapa Fahad keluar dari mobil milik tuannya


" Nak Fahad apa kau sudah datang sejak tadi??"


" Baru saja bu....!" Fahad merasa aneh dengan pertanyaan ibu Yuna.


" Sayang, kenapa sekarang kau tidak pernah memberitahu ku dulu jika mau datang??"


" Apa itu harus??"


" Ah, aku terlihat buruk karena tidak dandan saat bertemu denganmu!"


" Apa yang kau bicarakan, kau cantik sekali ...!"


" Hehehhe anak muda, anak muda...ayo masuk dulu ibu buatkan minum!"


mereka pun masuk ke dalam dan mengombrol, dan Fahad pun segera pada Intinya.


" Jadi kau akan tinggal di rumah bosmu??"


" Ya, apa boleh??"


" Tentu saja boleh, ...!"


" Tapi itu akan membuatku lebih jauh darimu!"


" Apakah sangat jauh??"


" 2 jam perjalanan sayang....!"


" Oh bagus itu...!"


" Bagus??, lebih senang berjauhan denganku??"


" Eh maksud ku kau bisa menghemat biaya transportasi bukan??"


" Benar, itu lah kenapa aku mempertimbangkan tawaran tuanku!"


" karena kau sudah mendiskusikan denganku aku akan mendukung keputusanmu sayang, terima kasih karena slalu membicarakan semua padaku lebih dulu...!"


" Tentu saja kau calon istriku...!" menggenggam tanga Yuna.


" hehehehe...!" Yuna terkekeh mereka berbincang cukup larut , dan pada akhirnya Fahad berpamitan kembali ke kediaman tuannya.


" Aku akan mengunjungimu saat libur sayang, jaga kesehatan, makan yang banyak, dan lakukan apapun yang kau sukai, ini ada sedikit uang untuk keperluan pribadimu, tidak banyak, jika aku mendapatkan bonus lagi aku akan menransfer ke rekening mu, tolong kirimkan aku nomer rekening mu!"


" jangan sayang, simpan saja...!"


" Pokoknya aku tunggu...!"


" ah baiklah, hati-hati di jalan sayang...!"

__ADS_1


Fahad pun segera kembali Ke Mansion Alexcey dengan hati berbunga-bunga.


__ADS_2