GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
270. Seorang Pria Sejati


__ADS_3

" Ai aku menginap ya di rumahmu!"


" Ehmmm..."


" hore... besok pagi aku kembali ke asrama, 1,5 tahun kita akan berpisah setelah itu aku akan menikahimu!"


" Iya sayang, aku akan menanti dengan setia!"


Aina pun segera masuk ke dalam kamarnya dan diikuti oleh Iyus.


"Hai Cindy...." Sapa Iyus...


" Kau mau ngapain??"


" Menginaplah..."


" Kau tidur di kamar Fahad saja..."


" Tidak mau..."


" Awas jangan macam-macam pada Aina!"


" Tidak, aku tahu batasannya...!"


" Hei kau kira aku percaya, itu tidak akan seperti yang kau ucapkan, aku sudah ..." Cindy tidak melanjutkan percakapannya.


" Sudah apa??, eh eh ..kau dan Abang asuh sudah itu ya ehem..."


" Tidak mas Fannan kan berangkat dinas keluar pulau.."


" Apa??kapan??"


" Beberapa hari lalu..."


" Oh sungguh, wah kau pasti membuatnya patah hati ya, sampai abang asuh pilih ambil dinas luar kota!"


" Mana ada, kita hanya teman saja..."


" ya itu kau, tidak dengan abang...apa kau tidak lihat dia sangat menyukaimu??"


" Hilih kau ini mengada-ada sudahlah!" Cindy pun segera masuk ke dalam kamarnya.


" Aiiii tunggu..." Iyus mengejar Aina masuk ke dalam kamarnya.


" Iya, kan aku tidak kemana-mana!"


" Heheh, Ai... Tante kemana??"


" Mama dan Papa ke Paris...!"


" Oh jadi hanya ada Cindy dan mbak Zara??"


" Tentu aku juga dan kamu"


" Hehehehehe....iya selain kita..." Iyus mendekap tubuh gadis yang 2 tahun lebih tua darinya itu dari belakang.


" Aku mau mandi dulu, bau asem tahu..."

__ADS_1


" Mana??" Iyus menciumi bahu Aina


" Ih Iyus...geli..."


" Ya sudah cepat mandi...!" Iyus melepaskan pelukannya dan segera merebahkan tubuhnya di ranjang besar milik Aina.


Sebenarnya Iyus ingin memiliki malam yang lebih intim dengan Aina, namun saat memikirkan hal kotor itu tiba-tiba terlintas wajah garang sang Daddy yang membuatnya mengurungkan niatnya untuk memiliki malam yang erotis bersama Aina, Iyus sudah berusaha berakal sehat, namun dia tetaplah pria normal yang juga memiliki hasrat singa liar.


" Aku sungguh takut dengan Daddy ...aku harus bersabar, okey kau sebaiknya bersabar adik kecil, atau kau akan di pangkas habis oleh Daddyku...maka kita akan berkahir mengenaskan!" gumamnya sambil menunjuk adik kecilnya.


Saat berusaha menurunkan hasratnya, Aina keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit tubuh indahnya yang cukup berisi di bagian depan.


" Sialan...."


" Apa Iyus??" Aina terkejut karena tiba-tiba Iyus mengumpat kesal.


" Bisakah kau memakai bajumu sayang??" Iyus menutup matanya Dengan satu tangan namun jarinya ia renggang kan sehingga masih bisa melihat tubuh sang kekasih yang begitu menggoda Imannya.


Saat Aina membungkuk mengambil sesuatu di loker bawah lemarinya


" WTF!!!" Iyus segera beranjak menghampiri Aina yang masih sibuk mencari - cari sesuatu, tanpa aba-aba Iyus langsung mengangkat tubuh Aina kebagian pundaknya lalu melemparnya ke atas ranjang.


" Aggggggghhhh Iyus..."


" Ai kau sengaja menggodaku!" wajah Iyus sudah sangat memerah nafasnya naik turun tidak beraturan matanya memerah.


" Apa??" Aina yang lemot sangat bingung.


Iyus segera menindih tubuh Aina yang hampir terlepas balutan handuknya.


Sekarang Aina baru mengerti jika kekasihnya sedang bernafsu padanya, Aina lupa jika Iyus ada dikamarnya, dan itu hal biasa bagi Aina seperti itu setelah mandi karena itu kamarnya .


" Ai..." Suara Iyus tiba-tiba serak dan lirih seakan berat menahan sesuatu.


Aina menarik nafas panjang dan memejamkan matanya, lalu membuka matanya.


Tangan Aina melingkar di batang leher Iyus, Aina setengah mengangkat tubuhnya mendekati wajah yang sudah merah dan mengeluarkan hawa yang terasa panas


" Kita saling mencintai, jujur saja menunggu selama 1,5 tahun itu waktu yang cukup lama untukku Iyus, aku juga ingin kau memanjakanku dengan cintamu...!"


Aina mengecup bibir Sexy dihadapannya itu.


Iyus segera mengangkat tubuh Aina sehingga berpindah duduk dipangkuannya, Iyus begitu rakus menyambar bibir kekasihnya nafas mereka sudah tak beraturan, nafsu mulai menguasai keduanya, Iyus dengan cepat sudah berpindah turun ke leher Aina menghisapnya begitu kuat sehingga meninggalkan tanda merah pada leher kekasihnya, sekarang matanya tertuju pada belahan yang seakan menantangnya.


perlahan tangannya menuju si kembar Squeshy milik Aina, namun wajah Nathan kembali menghantui pikirannya dan kata-kata Sang Ayah tersimpan jelas di isi kepalanya.


" Pria sejati tidak akan merusak gadis yang dicintainya!"


Tangan Iyus terhenti, dan menarik tubuh Aina dalam dekapannya.


" Maaf Aina...aku tidak akan merusakmu!" kini nafsu itu hilang entah kemana.


Aina tersenyum bangga pada Iyus, karena sungguh bisa menahan diri, sebenarnya Aina juga tidak keberatan namun kata-kata Iyus benar-benar membuatnya menjadi wanita yang sangat berharga.


" Iyus cepatlah kembali dan ayo menikah!" ujar Aina mengeratkan pelukannya


" Iya sayang, aku akan segera kembali dan menikahimu... sekarang cepat pakai pakaianmu, agar singaku tidak bangun lagi!"

__ADS_1


" Ya, ..." Sementara Aina memakai pakaian Iyus masuk ke dalam kamar mandi...ngertilah Iyus lagi ngapain.


Setelah selesai Iyus pun segera keluar, Aina sudah sangat rapi, dengan pijama tidurnya yang dia beli dari korea .


" Lihat iyus kau meninggalkan bekas di leherku, aku harus menutupinya dengan Makeup!"


" Maaf ya...!"


" Kakak menyuruh kita makan malam ayo!"


" Ya...!"


mereka pun segera menuju ruang makan, ternyata Cindy dan mbak Zara sudah menyantap makanan di meja makan.


Iyus memperhatikan Cindy yang terlihat lahap menyantap makanannya tanpa memperdulikan orang di sekitarnya dan tanpa sengaja Iyus melihat lengan Cindy ada tanda merah seperti yang ia tinggalkan si leher Aina, Iyus memperhatikan dari ujung rambut sampai bawah, karna Iyus duduk di samping Cindy , tidak hanya di lengan namun juga di betisnya banyak sekali terdapat tanda merah .


" apa??" ujar Cindy sinis


" Tidak, sepertinya kau sangat kelaparan!" ujar Iyus mengalihkan pandangannya ke mulut Cindy yang penuh dengan makanan.


" Iya, mbak Zara juga sangat heran...nona jarang sekali makan malam, makan saja hanya sedikit...!"


" Kau tidak apa-apa kan Cindy??" tanya Iyus yang sedikit khawatir pada sepupunya, meskipun mereka seperti kucing dan tikus namun mereka sungguh peduli satu sama lain.


" Tidak apa-apa...!"


masih melanjutkan makannya


" Baiklah, jika ada apa-apa kau harus cerita pada saudaramu..." tegas Iyus.


Aina tidak mengerti pembicaraan kakak dan kekasihnya itu dia mengambilkan makanan kesukaan Iyus dengan porsi yang sedikit karena Iyus sangat menjaga tubuhnya.


" Terimakasih sayang..."


" Sama-sama..."


" mbak Zara, tolong jaga Ai untukku jika ada pria selain aku dan saudaranya mendekat bantu Iyus mengusirnya!"


" Siap Den!"


" Posesif!! " Ujar Cindy


" Hemmm, sepertinya kau juga memiliki kekasih yang posesif...!" Sindir Iyus, Iyus sudah menebak jika Cindy sudah tidur dengan seseorang, tapi siapa Iyus juga tidak ingin bertanya.


Sebenarnya pikirannya menebak jika itu pasti Martin, namun Iyus tidak mau ikut campur urusan Cindy, karena Cindy terlihat lebih ceria dari biasanya,


yang terpenting jangan sampai membuat Sepupunya menangis saja.


" Mbak, jika ada yang macam-macam pada Cindy segera lapor pada om Zayn ya...hanya om Zayn yang standby di rumah!" Tegasnya


" Siap Den!, oh Ya Den Iyus apa jadi kembali ke asrama??"


" Ya lah mbak...aku akan segera menyelesaikan pendidikanku dan pulang lalu menikahi Ai!"


" Wahz mbak Zara doain ya Den semoga semuanya berjalan sesuai keinginan Den Iyus dan nona Ai"


" Aamiin makasih mbak..."

__ADS_1


mereka segera melanjutkan makan dan bergegas beristirahat.


__ADS_2