GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
475. Masih berjuang


__ADS_3

" Juli...."


Alfred yang mendengar tangisan putranya segera mengetuk pintu kamar Julia.


Savina segera membuka pintu , dengan stay wajah jutek.


" nyonya..."


Savina keluar melewati Alfred.


" Julia ada apa dengan Tobby,..ada apa dengan wajahnya merah semua????"


" maaf bang, mommy menciumnya sangat gemas, maafkan Julia tidak bisa menjaga Tobby dengan baik..."


" coba ayah lihat..." Alfred mengambil Tobby dan melihat semua tubuh Tobby.


" wah ibu mertuaku sangat maniak rupanya, maafkan omma ya Tobby itu karena dia sangat menyukaimu..." Tobby mengoleskan minyak bayi dengan lembut pada pipi Tobby yang merah karena perbuatan Savina.


" Abang tidak menyalahkan mommy??"


" tidak salah, ibumer terlalu suka pada Tobby!" ujar Alfred percaya diri.


" Bumer?? siapa yang kau panggil Bumer itu???"


Savina datang dengan botol susu, lalu mengambil Tobby lagi dan memberikan susu pada Tobby.


" kalian pergi sanah...kalian kira aku tidak bisa mengurus bayi??"


dengan nada sinis.


Alfred dan Julia saling memandang,mereka pun segera keluar kamar.


" tutup pintunya!!!!" teriak Savina , Julia segera menutup pintu kamar.


" tenang bang, mommy tidak akan membuat Tobby menangis lagi .."


" tidak, aku sangat terkejut karena Nyonya Savina menerima Tobby dengan sangat baik.."


" Ha??" Julia memutar bola matanya malas.


" abang kau berpikir berlebihan, istirahatlah kau lelah!" Julia segera meninggalkan Alfred.


" nona..."


" apa Yuka??"


" saya bingung apa yang harus saya lakukan di sini??, adakah yang bisa saya kerjakan ??"


" hanya istirahat saja Yuka!"


" hah??"


" ayolah ini bukan istanah, di sini tidak ada aturan ketat...anggap saja rumah sendiri..."


" mana boleh..." karena di negaranya tidak pernah ada hal seperti itu, tamu ya sewajarnya tamu, tidak bisa menganggap rumah sendiri.


"Oh ya, aku mau ke rumah...tengah ikut aja yuk ...!"


" Ya...ikut ...."


Yuka mengikuti Julia dari belakang.


" ehmmm...halo Julia .."


" kak...aka...??"


" hem aku dengar dari Fahad jika kau pulang dan aku langsung datang ke sini...."


" oh ...kakak apa kabar??"


" aku baik, bagaimana denganmu, katanya kau mengurus anak raja??"


" iya, ...hehe...aku mau ketempat Fahad juga kak, mau ikut nggak??"


" iyalah, aku kan mau bertemu denganmu, masak nggak??"


Yuka melihat ada indikasi tikungan segera berbalik dan melapor pada Rajanya.


" Yang Mulia, di luar ada pria yang akrab dengan nyonya..."


" siapa??"

__ADS_1


"saya tidak tahu ..."


Alfred segera menyusul keluar, Alfred melihat keduanya berjalan berdampingan dan terlihat begitu akrab penuh canda tawa.


hati Alfred langsung terbakar cemburu, Alfred segera berlari menyusul keduanya.


" Sayang..."


Julia dan Aka menolah dan menghentikan langkah mereka .


" siapa yang kau panggil sayang??" tanya Aka.


" Dia, ibu dari anakku...dia masak kau??"


" apa??"


Julia menepuk Jidatnya,


" Ayo jangan bahas hal pribadi ini di sembarang tempat, aku mau menemui keponakanku..." Julia berjalan mendahului karena malah jika ada perdebatan.


" Kau apa yang kau lakukan di sini??"


tanya Alfred tidak senang.


" apa hak mu menanyaiku???, saat kau tidak di negaramu kau hanya turis asing ...!!"


" Dia milikku jangan mencoba ku!!" tegas Alfred.


" Hahah, kau terlalu percaya diri jika Julia akan memilihmu...konyol..."


Aka pun segera menyusul Julia.


" Yang Mulia, apa saya harus memberinya pelajaran??" ujar Dans bertanya dengan wajah kesalnya.


"Kau temui,anak buah Sansan, tanyakan perihal orang ini..."


" baik Yang Mulia..."


" Siapa pun tidak boleh ada yang menyaingiku...!!"


Alfred berjalan menuju rumah tengah.


" Hallo Yang Mulia..." Sapa Fahad dengan senyum ramah


" sangat baik, aku bersyukur anda juga terlihat sangat baik ..."


" Ayo masuk Yang Mulia, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda..."


"ehmmm baik, ..."


" Yang Mulia ingin minum apa??'


" Kopi..."


" Sayang tolong mintakan mbak Zara mengantar 2 kopi ke ruangan ku!"


"oke sayang...."


Alfred melihat ke arah Anna, ternyata istri Fahad sangat cantik, pantas saja Fahad sangat bucin akut.


" tuan istri anda sangat anggun ..."


" ehmmm padahal dulu dia sangat nakal, seperti Sansan..."


" oh benarkah??"


" iya ... tapi dia sangat feminim setelah menjadi ibu ..."


" wah anda sangat beruntung....oh ya apa yang ingin anda bicarakan ,sampai membawa saya ke sini..."


" hehe...silahkan duduk Yang Mulia..."


" Ya terimakasih..."


" Yang Mulia, apa anda memiliki lahan yang sangat strategis, di mana rakyat biasa dan bangsawan berkumpul??"


" ehmmmm...biar saya ingat dulu tuan, memang anda butuh tempat untuk apa??"


" hehehe, iya saya butuh tempat yang strategis, di sana saya akan membuka tempat kursus, hehehe..."


" Kursus??"

__ADS_1


" ehmmm, setahu saya di negara anda yang bisa berbahasa asing hanya dari kalangan menengah ke atas, untuk menengah ke bawah, mereka sulit berinteraksi dengan orang asing..."


" Memang terlalu santai untuk negara saya soal pengetahuan bahasa asing ..."


" Tapi bagaimana menurut anda Yang Mulia??"


" saya akan meminta Dans untuk mencarikan tempat sesuai yang anda inginkan, jika itu baik kenapa tidak??"


" Ya, Bagus kalau begitu...saya sangat senang anda sangat muda untuk di ajak bicara!"


" memang, semua orang mengira aku orang yang keras, padahal yang keras itu sepupumu hahaha"


" ah, Julia memang keras kepala, apa Julia menyinggung anda Yang Mulia??"


" tidak...dia sangat powerfull akhir - akhir ini, bisakah aku menjadi saudara iparmu tuan??"


" Tentu saja bisa..."


" tapi di luar sana ada pesaingku, sedang mendekati calon ibu dari anakku ..."


" hehehehe...Oh Aka...apa anda sedang meminta bantuan saya??"


" Ya, bagaimana mengatasinya agar tidak maju mengejar Juliaku...??"


" Saya akan membantu anda...ayo tuan nikmati kopinya..." sambil memainkan ponselnya.


" terimakasih..." Alfred pun segera meminum kopinya.


mereka melanjutkan perbincangan tentang bisnis dan kerja sama mereka yang semakin baik.


sementara di ruang tamu,


" Julia, Raja itu terlihat sangat baik padamu...apa kau masih akan menolaknya Julia??"Anna yang mendapatkan tugas dari sang suami bertanya pada Julia di hadapan Aka langsung yang sibuk bermain dengan Dhiren dan Nora.


Aka yang mendengar langsung memasang telinganya.


" Dia sedang berusaha keras menaklukkan mommyku..."


" oh sungguh, keren sekali, Julia...apa di sana Yang Mulia banyak selir??, makanya kau tidak mau denganya??"


" tidak ada selir satu pun di istana Anna...aku juga heran dengannya..."


" kata Fahad, kau sejak kecil sangat ingin menjadi seorang putri kerajaan, sekarang bahkan kau bisa menjadi seorang ratu..."


" hahahah itu hanya keinginan konyol di masa kecil, Fahad masih mengingatnya saja..."


" menjadi seorang ratu itu berat, Julia" sahut Aka.


" eh tuan Aka, apa kau tidak lihat jika Raja sangat sabar dengan Julia??, lihatlah dia sampai datang ke sini meninggalkan istana untuk mendapatkan restu dari bibi Savina..


.itu sangat keren..."


" itu namanya tidak bertanggung jawab nyonya, dia memiliki tanggung jawab besar, tapi malah seenaknya sendiri dan lepas tanggung jawab untuk hal sepele!!"


Julia terkejut dengan ucapan Aka, rupanya hal yang di lakukan Alfred itu baginya adalah hal sepele.


Julia mengangguk mengerti, ternyata Alfred benar - benar menganggap dirinya dan keluarganya itu sangat penting dan tidak meremehkan kedua orang tuanya , terutama.


" Heheheh Misi selesai suamiku..."


Anna mengirimkan pesan pada suaminya.


" Yang Mulia , saya sudah membantu anda, sekarang ambil peran anda untuk mendapatkan nilai plus dari Julia!"


" secepat itu??, apa anda yakin??"


" Yakin, anda hanya tinggal berpamitan pada istri saya , untuk kembali ke kediaman utara, jika tidak enak hati meninggalkan putra mahkota pada ibu mertua, ..."


" anda dan istri anda sangat kompak, saya bagi hasil 2 bulan kedepan untuk anda dan istri anda, bulan berikutnya baru berikan pada saya, hanya itu hadiah yang bisa saya beri tuan, saya permisi!"


" Terimakasih atas kebaikan yang mulia, semoga beruntung!!"


" ya..." Alfred pun dengan tenang melangka. ke ruang tamu,


" Nyonya Fahad, saya kembali dulu ya...saya terlalu lama meninggal Putra Mahkota pada ibu mertua, heheh kasihan pasti kuwalahan, permisi, Julia nikmati saja waktumu dengan Nyonya Fahad, kalian sudah lama tidak bertemu!" Alfred segera meninggalkan mereka


Julia tersentak, dan ikut berdiri, benar juga dia terlalu lama meninggalkan Tobby.


" kenapa Julia??"


" Anna , Kak Aka, aku juga harus kembali, nanti aku datang lagi..."

__ADS_1


Julia segera menyusul langkah Alfred.


Juli


__ADS_2