
" Yang Mulia, apakah anda ingin membunuh Kenzo??"
Dans bertanya pada rajanya.
" Tidak, aku tahu Fangsi tidak akan mampu membunuh Kenzo, aku hanya tidak ingin memenuhi kesepakatannya untuk berdamai!"
" Oh.... syukurlah!"
" Ada apa denganmu Dans?? kau mengkhawatirkan siapa??"
" Tentu saja Raja, Nona adalah seorang yang Genius, jika dia sampai tahu dia pasti akan membenci dan membalas dendam kepada anda!"
" Hahahahaha...jika seperti itu sama saja aku dengan anak Fangxi!"
" Yang Mulia anda sangat bijaksana!"
" Oh...Ya....coba cari tahu informasi tentang keluarga Tasya saat ini...!" pinta Alfred pada Dans.
" Baik, saya akan minta seseorang untuk mencari informasi tentang keluarga nona yang sekarang!"
Aku penasaran, kenapa Kenzo dan anak ini sangat terikat?, apa hubungannya? aku yakin jika hubungan Tasya terjalin cukup lama.
" Kau cari tahu, tentang masalalu orang tuanya dengan detail ya??"
" Baik Yang Mulia!"
...----------------...
Di Jepang
Fangxi pun kembali ke jepang, setelah dia berputus asa akan pengobatan putrinya.
" Ayah, kenapa kita pulang??"
"Kenapa ?, hampir semua negara menolak kita kemana lagi jika tidak kembali ke Jepang!"
" Apa ayah gagal membujuk Raja??"
" Kau kira hanya Raja itu yang mempersulit kita?, Kenzo juga mempersulit lingkup kerja sama ayah!"
" Ayah apa aku tidak akan sembuh??"
" Kita hanya bisa berdiam diri untuk sementara waktu, aku akan mencaritahu tentang kelamahan Raja terlebih dahulu!"
" Bagaimana bisa kau mencaritahu kelemahan raja ayah??"
" Tidak tahu juga, sudahlah kau istirahatlah ayah akan pikirkan caranya!"
" Memangnya Raja tidak mau apapun dari yang kita miliki!"
" Raja meminta ayah melenyapkan Kenzo, hanya itu yang Raja mau!"
" Apa???" Tian sangat terkejut.
" Kenapa,??"
" Ayah apa kau setuju??"
" Jika ayah setuju, kita tidak akan kembali ke Jepang!, kau kira ayah sepertimu bodoh dan gegabah??"
" Ayah aku ini kan putrimu!"
" Seharusnya aku tidak membesarkanmu, juka ayah tahu kau akan membawa petaka untuk ayahmu ini!"
__ADS_1
" Hikhik ayah...!"
" Masuklah, jangan merengek seperti anak kecil!"
" Ayah, apa Raja sungguh ingin membunuh Kenzo??"
" Mana ku tahu, apa kau masih menghawatirkan pria kejam itu??"
" Hmmm...!"
" Anak bodoh , sungguh bodohmu itu tidak bisa di tolong, alangkah baiknya jika ayah memiliki anak seperti Dokter Istana itu, masih sangat belia tapi sangat genius, anak seperti itu pasti orang tuanya sangat bangga!"
" Ayah kau membicarakan siapa??"
" Dokter di dalam istana, ...anak itu sangat cantik ramah, genius berkatnya Ayah tidak menderita lagi!"
" Itu berarti dia bisa menyembuhkan ku kan ayah??"
" Katanya bisa, namun nasibmu yang mengatakan tidak bisa!"
" Apa??"
" Dia dokter istana dalam, dia tidak akan bisa mengobatimu!"
" ayah tidak bisakah membawaku ke istana??"
" Kau kira Istana itu milik ibumu???, sudahlah ayah lelah...mau istirahat!' Fangxi segera masuk ke dalam kamarnya.
" Ayah, apa kau mau membuang putrimu ini??, bagaimana bisa kau membandingkan aku dengan seorang dokter Istana??, apakah kau masih ayahku??" Tian merasa ayahnya sudah tidak peduli lagi dengan dirinya.
" Semua ini karna anak ingusan itu, hidupku menjadi seperti dineraka, ditambah ayah sudah tidak memperdulikanku lagi...!" Tian sangat mendendam, yang sebenarnya penderitaan yang dia alami adalah ulahnya sendiri.
...----------------...
" Kak Cindy...kenapa tidak bekerja??"
" Kakak tidak enak badan Fahad, kau sudah pulang??"
" Sudah...!"
" apa gaji kecil itu cukup untukmu Fahad??, padahal pekerjaanmu sangat berat!"
" Syukuri aja kak...dari pada tidak ada kerjaan sama sekali, sekalian belajar, ternyata menjadi orang kecil itu sangat susah ya kak?"
" Ehmm??, kakak tidak tahu Fahad...tapi menjadi seorang Bos juga tidak mudah Fahad, meski mereka itu karyawan yang kita bayar, kita juga tidak boleh semena- mena apalagi memberikan pekerjaan di luar perjanjian!"
" Ehmmm...enak sekali ya mereka yang memiliki bos seperti kakak, bosku banyak menyuruh diluar pekerjaanku!"
" Hahaha pasti dia bilang begini, tolong Fahad bisa kau kerjakan ini, karena aku sudah terlanjur cocok biasanya aku tidak mudah cocok dengan orang lain!'
" Eh kok kakak tahu??'
" Ya tahulah...!"
" Hehehe...kakak sudah pro sih ya...!"
" Belum juga, kakak masih belajar Fahad, tapi kata mama kita harus merasakan menjadi orang kecil agar nanti kita tidak menginjak yang kecil jika sudah menjadi orang besar!, Karna mama sudah mengancam begitu kakak hanya bisa menyemangatimu... nikmati prosesmu ya Fahad!"
" Ya Kakak terima kasih semangatnya!"
" Kakak tidak malu kan punya adik seperti Fahad??"
" Kenapa malu?, adikku bukan pencuri bukan penjahat, kenapa harus malu??"
__ADS_1
" Heheh, Kak Cindy sukses, kak Aina juga menjadi pengusaha meski hanya memiliki toko bunga kecil setidaknya dia adalah bosnya, lah aku???"
" Berhenti membandingkan nasib kita, Fahad kita tidak tahu ke depannya, bisa saja kau akan menjadi seperti papah!, hanya saja kakak tidak menyangka Sih!"
" Tidak menyangka apa kak??"
" Kamu sebucin ini ,hehehe...!"
" Ah???, kakak jika di katakan bucin tidak bucin terlalu juga kakak, hanya saja aku ingin menjadi seorang pria yang menepati janjinya!"
" Iya, Fahad memang laki-laki terbaik kedua setelah papah!"
" hehehehe, Kakak...tolong nanti sayangi Yuna seperti kakak menyayangi Fahad dan kak Aina ya jika kami sudah menikah!"
" Kau sangat khawatir kakak akan menganiayanya??"
" Bukan begitu kakak, kakak tahu dia saat ini tidak bisa berjalan, dia pasti akan insecure dengan keadaanya!"
" Jika dia sudah menikah dengan Fahad maka dia adalah anggota keluarga kita, bagaimana pun keadaanya...jangan khawatir tentang itu...kami akan mensupportnya !"
" Kakak terbaik deh!, kakak apa tidak ingin segera menikah??"
" Ha???"
" Ya, bang Asuh kan sangat baik...!"
" Apa yang kau bicarakan Fahad, mas Fanan adalah teman kakak!"
" Aku berharap dia menjadi kakak ipar Fahad,jadi Fahad tidak akan mengkhawatirkan kakak lagi!"
" hemm...Kakak enggan memikirkan hal itu Fahad, jangan pikirkan kakak, Fahad harus fokus pada kebahagiaan Fahad sendiri, kakak itu gampang, yang penting Adik kakak bahagia!"
" Kakak dari umur sangat belia sudah mengambil alih bisnis papah...kakak sudah waktunya bahagia bukan??"
" Aduh adikkku bawel sekali, kakak jadi tambah pusing tahu...!"
" heheh... Oke kakak Fahad mau ke perumahan dulu ,lanjut untuk merenov, lekas membaik kakak!"
" Terimakasih Fahad, jika butuh seseorang untuk membantu katakan pada kakak!"
" Tidak kak...Fahad sendiri cukup, biar nanti lebih puas...!"
" Baiklah!"
" Kakak Fahad pergi dulu ya...!"
" Yah, hati -hati!"
Fahad segera keluar sebelum menutup pintu kamar Cindy Fahad diam-diam mengambil gambar Cindy .
Fahad segera mengirim gambar kakaknya pada Fannan.
" Abang asuh, kenapa abang tidak ada saat kakak sakit??"
" Apa sakit??, kemarin baik-baik saja!"
" Sekarang sakit sampai tidak masuk kerja, itu pasti kakak sangat kelelahan!"
" Oh, baik terimakasih Fahad, setelah selesai jam kerja abang meluncur ke rumah mu!"
" Oke, maksih abang!"
" Sama-sama!"
__ADS_1
Hehehe...kakak kau juga harus bahagia...dalam hati Fahad segera pergi