GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
57. Karma Instan


__ADS_3

" mereka menyembunyikan bubuk pemutihnya, sialan!, sudahlah aku sulam saja untuk menutupi nodanya, jika nanti Yang mulia tidak suka tinggal meminta maaf!"


Dengan keahlian yang sudah di pelajarinya dari Yukini, Tasya menutup noda itu dengan sulaman indahnya berbentuk naga yang menakjubkan.


" Ah, Untung aku slalu membawa paket benang ini kemana - mana!, selesai tinggal menyeletika dan bawa ke paviliun Yang Mulia!"


setelah pekerjaannya selesai Tasya segera mengantar baju itu ke paviliun Alfred.


" Tuan pengawal, apa yang mulia sibuk?"


" Ya, ada perlu apa nanti aku sampaikan!"


" tidak ,tidak terima kasih, kalau begitu ini pakaian Yang Mulia, saya permisi dulu!"


" Oh baik!"


Tasya pun pergi,...


" siapa?"


" Bagian cuci, mengantar pakaian anda, silahkan anda bersiap berganti dan menuju Aula!"


" Hmm, ...!" Alfred segera mengambil set bajunya, namun dia kebingungan ada yang aneh dengan bajunya.


" Ada apa yang Mulia!"


" ini baju siapa??"


" Baju Yang Mulia!"


" Tidak, aku tidak pernah memiliki baju sulaman naga!"


" Ha??, lalu tertukar dengan siapa?"


" memangnya bajuku, banyak yang punya???"


" oh maaf yang mulia, jika begitu sulaman ini??"


" Ah, anak itu pasti yang menyulamnya!, baru berapa minggu anak itu sudah membuat perbuhan dalam hidupku!" Alfred merapikan bajunya dan segera menuju Aula.


" Dans, bawa anak itu menemuiku setelah pertemuan selesai!"


" Baik Yang Mulia!"


setelah pertemuan antar pejabat selesai, Dans pun segera membawa Tasya menghadap Yang Mulianya.


" Yang Mulia saya memenuhi panggilan anda!" ujar Tasya memberi hormat .


" Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" sambil menunjuk sulaman Tasya


" Yang Mulia saya mohon maaf atas kelancangan hamba!"


" oh kau slalu lancang yang pertama masalah wewangian, sekarang kau menyulam bajuku seenak jidatmu!"


" Mohon ampun yang mulia, karna saya tidak ada pilihan lain!"


" Apa maksudnya?"


" Saya tidak membela diri namun, saat saya mencuci saya tidak pernah menemukan noda apapun di baju Yang mulia, begitu juga saat menjemur saya juga tidak melihat ada noda merah, namun saat pakaian kering, ada noda merah di pakaian anda!"


" apa kau sedang mengadu?"


"tidak yang mulia, saya hanya menjelaskan!"


" Hanya noda, kan ada penghilang noda!"


" Itu permasalahannya mereka tidak memberikan saya bubuk pemutih!"


" apa kau di sini mengatakan ditindas??"


" Tidak, saya bukan orang yang mudah ditindas yang mulia, saya pasti akan membalasnya 3x lipat untuk mereka, apakah saya boleh meminta ijin untuk membalas perbuatan mereka?"


" Pfttttttttt!" Dans dan Alfred menahan tawa.


" Ehem...apakah aku harus mengurusi masalah seperti ini?"


" Tentu tidak, saya hanya meminta ijin untuk membuat keributan di wilayah percucian yang mulia!"


" Pfffffffftttttt... terserah padamu, aku menyuruh mu kesini hanya ingin memberimu hadiah, aku sangat menyukai sulamanmu, dan mendengar tragedi dibalik pembuatan sulaman ini sangat menarik!"


" Tidak, tidak tidak, saya tidak mau hadiah, yang Mulia bolehkan saya meminta 3 hal saja padamu?"


" banyak sekali 3?,Katakan dulu!"


" Yang pertama, yang Mulia saya kan yang meracikan wewangian untuk anda, namun uang saya selalu habis untuk itu apa yang mulia mau memberikku uang gantinya??"

__ADS_1


" Itu mudah, langsung acc...yang kedua??"


" saya memiliki kakak yang bekerja di sini bisakah kami tinggal bersama?"


" Kakak?"


" Ya dia yang menjadi kang kebon anda!"


" Maksudmu, Dai...???"


" Benar sekali !"


" Kalian kakak adik???"


" Iya, yang Mulia, bolehkah?"


" Bisa!"


" Sungguh?"


"ya...!, yang ke-3?"


"sebentar aku pikirkan dulu yang mulia!"


Tania berpikir keras dan lumayan lama.


" Apa masih lama???"


" Yang Mulia, jika yang ke 3 di keep dulu bisakah??" dengan wajah polosnya.


" Ah, baiklah... pikirkanlah dengan baik, jika sudah temui aku!"


" Ah, Yang Mulia sangat bermurah hati terimakasih yang Mulia!"


" Hmmm, kau butuh berapa untuk wewangian itu?"


" Lebihkan dari gaji saya seminggu!"


" kau mengambil gaji mingguan?"


" Ya, yang mulia!"


" Oh, ya ... wewangiannya itu sangat mirip dengan wewangian yang lama ,itu bagaimana bisa kamu meraciknya?"


" Sudahlah, jika tidak ada lagi yang kau inginkan kau bisa pergi!"


" Eh tunggu yang Mulia!"


" apa lagi??"


" Jadi bagaimana, kapan saya bisa tinggal bersama kakak saya!"


" Hari ini!"


" Sungguh?"


" Hanya kau yang slalu meragukan ucapan seorang Raja!"


" Heheheh, jadi kami akan tinggal di mana Yang Mulia?"


" Di sini, kau bisa mengemasi barang-barang dan pindah di sini bersama kakakmu!"


" Tapi aku hanya buruh cuci , bagaimana bisa tinggal di sini?"


Wah, kami tidak akan bebas jika tinggal bersama Raja ,dalam hati Tasya.


" Kau akan ku jadikan ,buruh cuci kusus untukku, jadi kau dan kakakmu akan ku beri tempat tinggal di belakang kediamanku, di sana sangat cukup untuk kalian tinggali bersama!"


Tasya menelan ludah,


" Yang Mulia, bisakah anda memberi kami privasi?"


" Apa yang kalian sembunyikan ?, sampai meminta privasi!"


" Ah,hanya bercanda anda sangat bermurah hati Yang Mulia , saya akan segera mengemas barang dan pindah ke sini!"


Tahan dulu Tasya, kau harus bisa mendapatkan kepercayaan nya, ini sudah lumayan ayo berusaha lagi,


menyemangati dirinya sendiri.


Tasya segera kembali ke tempatnya dan mengambil barang-barangnya lagi, setelah itu dia segera kembali ke paviliun utara


" nona, ini Kediaman anda dan kakak anda, ada 2 kamar 1 ruang tamu, dan di sebelah adalah tempat untuk mencuci kusus pakaian Yang Mulia!"


" Terima kasih kepala pelayan, lalu di mana kakak saya?"

__ADS_1


" Oh, Dai masih membereskan beberapa barangnya juga, jadi nona tenang saja!"


" Baik , terimakasih!"


" Sepertinya anda mendapatkan perhatian berbeda, dari yang mulia!"


" Bukankah itu tugas saya?"


"semoga, berhasil nona, jika ada perlu katakan pada saya!"


" Terimakasih kepala pelayan!"


" sama - sama saya permisi dulu!"


Kepala pelayan pun pergi .


" Ah, aku hampir lupa, aku harus membuat perhitungan pada mereka, huh... hampir saja lupa, kalian mencari masalah dengan orang yang salah sih!"


Tasya segera kembali ke tempat para buruh cuci.


" Lihat, penjilat itu datang, bagaimana caranya dia bisa mendapat perhatian dari Raja setelah mengotori pakaian raja!"


" Sudah pasti dengan tubuhnya!"


" ya dia pasti menggoda yang mulia, petapa sangat menjijikannya orang seperti itu!"


" apa kalian iri padaku?"


" Siapa yang iri?, kau jangan senang dulu siapa tahu kau hanya kekhilafan sesaat yang mulia!"


" Wah, kau berani sekali menghina yang Mulia?, apa kau cari mati!"


" Sisiapa yang menghina yang Mulia?"


" Kau baru saja!"


" Kau anak baru berani sekali menuduhku!, ayo hajar dia ,kita banyak orang kita tinggal katakan saja jika dia kurang aja, Yang Mulia pasti akan percaya!"


terjadilah keributan 8 lawan 1, mereka berldelapan dihajar habis oleh Tasya .


" Katakan siapa yang memberi noda pada baju Raja??"


" Itu perintah kakak senior!"


" Kenapa kau menyalahkanku?"


" Itu kau yang menyuruh, lihatlah kita dihajar balik olehnya!"


Di sisi Lain ada 4 mata melihat dari jarak aman.


" Yang Mulia, sepertinya anak itu bukan anak sembarangan!"


" Ya, lihatlah ...dia bisa bela diri, coba kau selidiki dia ini siapa dan apa tujuannya di sini!"


" Baik Yang Mulia!"


Alfred pun berjalan menghampiri keributan yang di buat oleh Tasya.


" Apa, area cuci di sini sudah berganti tempat bergulat??" ujar Alfred dengan tenang .


" Yang Mulia, ampuni kami, tapi anak ini sudah menganiaya kami!"


" Apa tangan kecil dia ini mampu menghajar kalian orang besar - besar seperti kalian?"


" Apa tangan kecil?" Tasya tak terima dengan pernyataan sang Raja.


" Berani mengotori pakaian Raja maka, hukuman pukul 70x!"


" Mohon ampun Raja, mohon ampun!"


" Kalian memiliki hati yang Jahat, maka potong upahnya 50%, jika masih berani menindas orang lain maka hukum mati!"


sambil berlalu pergi.


" Kejam sekali?, aku bahkan tidak berniat membuat mereka mati!"


" Tasya tolong minta kan ampun pada yang mulia, kami berjanji tidak akan menindas lagi!"


" itu kesalahan kalian, maaf aku tidak bisa membantu!"


Tasya berlari menyusul Raja dengan buru -buru.


Sudahlah, itu karna kesalahan mereka sendiri,biar menjadi pembelajaran.


dalam hati Tasya.

__ADS_1


__ADS_2