GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
8. Dalangnya


__ADS_3

Kalian bertanya kan sebenarnya siapa pembunuhnya???


ini jawabanya...


" Juno, kau tidak bisa seperti ini, kita tidak tahu Bagaimana kejadian yang sebenarnya!"


" Kak, Aku menemukan dokumen ini, ayah kita disuntik Mati!!, dan Ayah Jovan yang menandatanganinya!"


" Tapi kau membunuh 2 saudaranya!, kau juga seorang dokter, di mana hati nuranimu?"


" Kak Martin, gara - gara ayah angkat kita, di membunuh ayah dan membuat ibu kita meninggalkan kita saat kita masih kecil!!"


" Kakakmu seorang polisi, bukankah itu tindak kejahatan???, kakak seharusnya memberikan keadilan untuk ayah kita!!"


" Jika aku ingin memberikan ke adilan untuk ayah kandung kita, maka setelah itu aku juga akan memenjarakanmu!, karna kau adalah dalang dibalik pembunuhan ayah Jovan dan keluarga om Bram!"


" APA???, apa kakak mau memenjarakanku??, kakak aku adikmu!"


" seharusnya kau menyelidiki dulu sebelum bertindak, ini kejahatan besar, kau membuat IBU vevey menjadi janda dan anaknya menjadi yatim!!! "


" Kakak, iya memang aku akui mereka memberikan segalanya yang kita butuhkan!.Tapi semua tidak bisa mengganti nyawa ayah kita dan penderitaan tanpa orang tua!, mereka juga harus merasakannya!"


" Juno, pergilah keluar negeri sekarang juga!, kakak akan membereskannya untukmu!, Kau bawa renata untuk bersekolah di sana!"


" mana mau Renata juga menangis tiada henti!"


" mereka memperlakukan kita seperti anak - anak mereka sendiri, bagaimana bisa kau membalasnya sekejam ini???"


" Kakak terlalu baik, jadi mudah dibohongi oleh mereka!!!"


" Diam!!!!, jika kau tidak segera pergi maka aku akan mengungkap kejahatanmu!, mereka sedang fokus mencari Sansan!, sebaiknya kau ke luar negeri!"


" tidak aku mau di sini!"


" tinggalkan gelarmu sebagai dokter!, aku akan memesankan tiket , jika kau tidak pergi ,kakak tidak akan membantumu lagi!"


" Haiiis, lalu apa yang harus kulakukan di sana?"


" Terserah!!!, kakak akan membiayai hidupmu!, jadi kau tenanglah disana baik - baik menjaga Renata!"


" menyebalkan!!!" Juno pun segera meninggalkan Martin dengan kesal.


Juno, Bagaimana bisa kau berbuat sejauh ini???


Ayah Jovan maafkan aku karna tidak bisa memberikan keadilan pada mu...


dalam hati Martin.


nah, kalian masih ingat dengan maneger Ma kan?, yang dipecat karna memanipulasi data keuangan resto Jovan.


saat itu manager ma Ingin mencelakai Vevey,Dengan menabraknya dan Malah dia sendiri yang celaka, dan membuatnya mengalami kerusakan parah pada anggota tubuhnya, untuk kemungkinan hidup sangat kecil, lalu istrinya pergi begitu saja meninggalkan 3 anak - anaknya yang masih sekolah.


maka dari itu Jovan memutuskan untuk membantu Maneger Ma mengakhiri penderitaanya, dan memerintahkan rumah sakit untuk memberikan suntik mati, dan Jovan yang bertanggung jawab untuk itu, termasuk menanggung hidup anak - anaknya, memberikan kasih sayang dan segala apa pun yang mereka butuhkan sampai kini, 3 anak Manager ma tumbuh dengan baik dan menjadi orang,


Martin adalah anak pertama dia menjadi seorang polisi dengan Pangkat Perwira Pertama Polri Yaitu (Iptu) Inspektur polisi satu, sedangkan anak kedua, Juno menjadi seorang dokter,sedangkan Renata anak yang paling kecil dan masih bersekolah.


Keesokan harinya,


" Juno, kau sungguh tidak menculik Sansankan?"


" Tidak, ...aku juga tidak tahu jika anak nakal itu ikut!" jawab Juno


" Ya sudah, kau bisa pergi dengan Renata Sekarang!"

__ADS_1


"iya iya ah cerewet!!!, aku akan menjemputnya!, bye!" Juno pun bergegas pergi.


" Ini sangat berat!"gumam Martin merasa sangat terbebani, karna dia melanggar kewajibannya sebagai seorang polisi.


Karna saat itu, sangat diyakini Sansan masih hidup, maka mereka memutuskan focus pada pencarian, Sansan terlebih dahulu, karna semua perencanaan ini sangat rapi.


Kenzo, untuk sementara tinggal dikediaman Bram dan Sasha untuk mencari sesuatu yang bisa membantunya dalam mencari Sansan yang hilang, mata Kenzo sudah sangat membengkak karna tak berhenti menangis, Sasha dan Bram adalah orang yang paling sangat dekat dengan nya dan Sansan juga sangat special dihati Kenzo.


" Tuan, lihat ini barang kali bisa membantu !" mbok Yem memberikan sebuah bingka foto pada Kenzo.


" Ini, aku dan Sansan...aku ingat saat itu aku yang memberikan kalung yang dipakainya!" Kenzo meraba foto itu .


" Ya kata nyonya, itu hasil jepretan tuan Bram!, hikhikhik" Mbok Yem menangis lagi.


" Mbok Yem, tidak kembali saja dengan anak mbok yem?" tanya Kenzo.


" Tidak, saya akan menemani nyonya sampai sadar dan menunggu nona kembali hikhiks, mereka orang - orang baik tuan, kenapa mereka seperti ini, nyonya Vevey pasti sangat terpukul kehilangan suaminya hiks hiks kenapa semua ini terjadi?"


" Aku tahu mbok keluarga Pratama adalah keluarga yang sangat baik!, aku tahu...!"


" Hiks hiks hiks...!" mbok yem dan Kenzo menangis terus menerus.


" Malam....!" Chiko yang baru datang dengan Gery.


" kalian jika hanya menangis tidak akan menyelesaikan masalah!" Ujar Chiko.


" Hmm....bagaimana ? ada kabar??"


tanya Kenzo.


" Belum...!" jawab Gery.


" Aku tidak bisa berbuat banyak!" Chiko sangat merasa sedih.


" Hmm...aku akan fokus menjaga nyonya Sasha, untuk penyelidikan ini Martin yang akan membantu, Tuan Nathan focus pada nyonya vevey dan anak - anaknya!" ujar Chiko


" Ya, kita semua merasa kehilangan, seberapa pun jauh mereka bersembunyi pasti akan kita temukan meskipun membutuhkan waktu yang lama!" Gery sangat geram.


" hmm...mereka akan mendapat balasan yang setimpal!" Kenzo mengepalkan tangannya


Drreeet drrrrrrrt


" Aku angkat telphone dulu!" Kenzo pun Ada keluar


" Ya, bibi?"


" Kau ini tidak punya hati!!!, meninggalkan istrimu begitu saja!, cepat pulang!!!"


" Tidak bibi, Kenzo akan tetap di sini!!!, bila dia tidak terima bisa menggugat ceraiiii!!!"


" Apa???"


titttttttt


Kenzo mematikan ponselnya.


" Huh...urusanku di sini lebih penting!!!"


drrrrt drrrrt drtt


"apa lagi bibi???"


" Eh Kenzo, aku bukan bibimu!"

__ADS_1


Kenzo kembali melihat ke layar ponselnya,


" ah kak Hiro maaf, eh ada APA kak?"


" aku dengar kau menikah, selamat ya...maaf aku baru dengar dari pamanku !"


" Kak HIRo...Sasha mengalami kecelakaan,apa kau tidak dengar?"


" Apa???"


" Kecelakaan itu menyebabkan suaminya meninggal dan putrinya menghilang, lalu..."


" Lalu apa?"


" Kak Jovan, suami kak Vevey juga meninggal..."


" Oh Tuhan, Kenzo jangan bercanda !"


" tidak aku tidak bercanda!, aku sekarang di Indonesia!"


" Oh God, aku akan terbang sekarang!" Hirosan pun segera terbang dari Rusia ke Indonesia.


...----------------...


Keluarga Pratama sedang sangat berduka,


namun mereka tidak bisa berlarut dalam kesedihan, Nathan dan istrinya saling menguatkan, karna yang sangat terpuruk saat ini adalah Vevey.


Yang sudah mengerti untuk rasa kehilangan hanya Cindy karna dia yang paling besar, sedangkan Aina dan Fahad hanya tahu jika papahnya itu pergi jauh bekerja.


" Cindy, apa mama mu makan dengan baik hari ini?" tanya Savina.


" Tidak Bibi, mama tidak menyentuh makanannya!, mama hanya minum sedikit air saja !"


"Cindy kau tidak boleh lemah, kau harus kuat untuk mama dan adikmu!"


" Ya, Bibi...Bibi tolong ajari Cindy untuk mengurus semua Resto papah, karna itu adalah jeripayah papah dan mama, Cindy akan melanjutkannya!"


" Bagaimana dengan sekolahmu?, bibi akan membantu menjaganya sampai mamamu,sudah bisa bangkit kembali!"


" Tak apa bibi, Cindy akan membagi waktu!"


" Baiklah, jika begitu!"


" Bibi akan mengajarimu, Sekarang kita bujuk mamamu untuk makan!"


" Ya...!"


"Nyonya....diluar ada tamu!" ujar mbak Zara


" Hmm, ya mbak biar saya yang menemui!"


Savina pun segera keluar.


" Maaf, tuan mencari siapa?"


" Kak Savina, apa tidak Ingat aku???"


Savina mencoba untuk mengingatnya, namun tetap tidak ingat.


" Siapa???"


Besambung...

__ADS_1


__ADS_2