GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
241. Gadis ceroboh


__ADS_3

Hiburan Malam


" Sayang, pesan minum dan duduk di sana, nikmati saja tapi jangan macam-macam aku pergi dulu...!"


" Satu macam saja om...!" Ujar Sansan bercanda


" Jangan nakal...!"


" Ehmmm...!"


Kenzo pun masuk lebih dalam tempat hiburan, sementara duduk sendiri, Sansan baru pertama kali datang di tempat hiburan malam, jadi dia bingung mau memesan apa.


" Aku paling tidak suka keramaian, tapi aku harus memantau calon suamiku...?" Gumam Sansan mencoba untuk menikmati suasana di tempat itu.


" Nona, apa kau tidak mau pesan minuman?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang.


" oh aku tidak ingin minum...!"


" Apa aku boleh memesankan minum untukmu??"


" minuman apa yang paling enak di sini??"


" Tunggu, aku akan pesan yang Special untuk perkenalan kita...!"


" oke, aku akan membayarnya sendiri senpai!"


" Oh, kau Sepertinya berdarah campuran...!"


" Ya...!"


" Siapa namamu?"


" bagaimana bisa seseorang menanyakan nama orang lain, tapi tidak memberi tahu namanya!"


" Aku Ryu...!" Sambil melambaikan pada waiters dan memesan minuman untuk Sansan dan juga dirinya.


" Tasya...!"


" oh senang berkenalan dengan anda...nona...!" Tak lama waiters itu datang dengan 2 gelas minuman.


Sansan dan Ryu berbincang cukup lama,


"Oh itu hebat...!"


Drrrt drtttttt drrrrt...


Ponsel Ryu pun bergetar


" Tasya aku harus pergi,ini pengalaman pertamamu di sini kan??, jangan mudah percaya dengan orang lain!"


" Apa kau membicarakan dirimu Ryu?"


" Hehehe...tentu tidak, aku memiliki seorang putri kecil, aku takut pada karma, aku pergi dulu, nikmati minumanmu...!" Melambaikan tangan pergi.


" Oh, aku mulai jenuh... aku akan mencari ruangan terbuka..!" Tasya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju tangga untuk naik ke atas balkon.


" Haaaah akhirnya aku menghirup udara segar... apa apaan orang - orang itu??, mereka bercumbu di setiap sudut ruangan...!"


" Tidak, tolong jangan...saya hanya pekerja paruh waktu, saya tidak melayani tamu !"


" aku akan membayarmu...!"


" Tidak saya tidak mau...!"


Sansan mendengar kegaduhan yang ada di sudut balkon.


" Baiklah minum ini, aku akan melepaskanmu!"


" Saya tidak bisa minum tuan...!"


Sansan yang penasaran berjalan mengendap agar tidak ketahuan kedatangannya sehingga bisa melihat situasi untuk bergerak membantu,namun naas Sansan tersandung dan jatuh di hadapan orang-orang yang terlihat bermasalah itu.


" ogh....au ....ha??? maaf maaf tuan saya tersandung....!" Sansan segera bangkit untuk pergi .


" Cantik sekali gadis itu?" ujar salah seorang pria baya.


" Hei nona apa kau mau bergabung dengan kami, kami akan bayar bila perlu memberimu uang jajan yang sangat banyak!"


" Hehehe...maaf paman saya sedang mencari suami saya, saya pergi dulu...!"


" Hei kau masih kecil, suami apa??, kau kira kami bodoh??"


menghalangi jalan Sansan.


" Nona, tolong saya...saya tidak bisa minum...!" ujar pelayan yang sebaya dengannya.


" Kau ini kenapa bisa bekerja di tempat seperti ini jika tidak mau minum??" ujar Sansan heran.


" Huhuhu...saya terpaksa!"


" Haaaaahhhh merepotkan...sekali...Paman, aku akan minum tapi lepaskan gadis lemah ini bagaimana??"

__ADS_1


" Bagaimana bos??"


" Oh baiklah cepat minum dulu baru aku lepaskan dia!"


Sansan segera mengambil minuman dan meneguknya..


wajah Sansan terkejut setelah meminum minuman itu.


" Hahahah bagus ...!"


" Cepat lepaskan dia!"


" Baik, kau pergilah!" mendorong pelayan itu hingga tersungkur jatuh.


pelayan itu segera berlari dengan cepat


" Paman, aku sudah meminumnya, aku juga permisi...!"


" Siapa yang mengijinkan kau pergi?, kita belum selesai minum, duduklah bersama kami...!"


" Tidak...!" Sansan terburu-buru untuk pergi


" Tangkap dia...!"


Sansan dengan lincah menghindar dan segera memukul 2 orang yang akan menangkapnya.


" Nona, serahkan pada kami...!" Penjaga bayangan yang diam diam menjaga Sansan pun datang.


" Huhhhh terimakasih, Dimana bos kalian??"


" Bos sebentar lagi selesai, nona cepat kembali ke mobil...!"


" Yayaya...!"Sansan segera berlari turun ke bawah, menuju parkiran...


"sialan minumannya di beri obat...!" Sansan segera mengambil tasnya dan memakan penawarannya.


" Huffftt... untung aku slalu membawa obat herbalku, haaaaaah....!" Sansan merasa sangat lega, dengan penawar itu dia tidak akan bereaksi.


Tak Kenzo pun datang dan segera masuk ke dalam mobil dengan wajah khawatir.


" Sayang, apa kau baik-baik saja??"


Sambil memeriksa tubuh Sansan, Sansan hanya menggeleng.


" Apa kau sakit?, kita ke dokter!"


" Tidak, aku hanya merasa pusing om...!"


" hmmm... kepalaku sakit sekali om...!"


" Iya kita pulang , bertahanlah...!" Kenzo mendekap Sansan.


" Tambah kecepatan!"


" Baik Tuan!"


Kenzo menggosok punggung Sansan dengan lembut.


Setelah Sampai Kenzo segera menggendong Sansan ke apartemen.


"aku buatkan minuman hangat ya?, apa yang kau minum kenapa begini??, kenapa juga sok - sokan menolong orang??"


Kenzo segera ke dapur membuatkan minuman hangat untuk gadis nakalnya.


" Dia dan ibunya sama cerobohnya...!" Segera kembali ke kamar, saat masuk ke kamar Kenzo Terkejut karena Sansan menanggalkan semua pakaiannya , kini dia hanya memakai dalaman saja.


" Ya Tuhan, Sansan apa yang kau lakukan??" Kenzo segera meletakkan gelasnya di meja, lalu memunguti pakaian Sansan yang di buangnya berserakan di lantai, baru akan menegakkan tubuhnya , kini ada ****** ***** mendarat di wajah Kenzo .


Sungguh membagongkan, dari celah lubang, celana itu Kenzo melihat Gadis nakalnya akan menanggal brraaanya.


Ya, om Kenzo tetaplah pria normal melihat, pemandangan menakjubkan membuat aliran darahnya mengalir begitu cepat sampai ubun-ubun, jantungnya berdegup sangat kencang.


Kenzo mencoba menenangkan dirinya, agar tidak berlaku sembrono, Kenzo mengambil dalaman di wajahnya dan berjalan mendekati Sansan yang terlihat seperti cacing kepanasan di atas ranjangnya.


" Sansan...!"


" Om,...om...apa Acnya mati??, panas sekali... tolong nyalakan acnya!"


Kenzo menepuk Jidatnya.


" Kucing nakal ini benar - benar di luar Kendalinya!"


Sansan berusaha keras melepas pengait branya, namun itu sangat sulit ia lepaskan.


" Kenzo memegang pipi Sansan yang memerah...!"


" Om itu sangat nyaman...berikan aku lebih!"


Mendengar ucapan Sansan telinga Kenzo memerah.


" Haaaaahhhhh....kucing tidak beradap ini memang harus di beri pelajaran, untunglah kau bertemu dengan orang yang slalu menggunakan logika yang kuat!" Kenzo segera menggendong Sansan dan membawanya ke kamar mandi, Kenzo mendudukkan Sansan di bathtub, lalu mengguyur sekujur tubuh Sansan dengan air dingin.

__ADS_1


" Aagggghh,......!" Sansan berteriak merasakan dinginnya air di malam hari.


" Jangan bergerak sedikitpun jika otakmu masih panas!"


Kenzo menambahkan volume airnya.


"Berendamlah sampai otakmu jernih!"


Kenzo segera keluar dan mengunci pintu dari luar.


" Haaaaaaah...aku hampir kehilangan kendali!" gumam Kenzo.


" Oh, Dai.... seharusnya dia sudah sampai kan?" Kenzo segera menelpon Dai.


" Ya Tuan, saya baru akan menelpon anda...saya sudah di markas utama!"


"Dai cepat datang kemari...Sansan sepertinya sudah meminum obat perangsang!'


" Sansan slalu membawa obat herbal tuan, apa dia tidak sempat meminum??"


" Aku menguncinya di kamar mandi, cepat datang ke sini tangani Dia sekarang!"


" Baik!"


Akhirnya Dai sampai di apartemen


" Tuan, .... bagaimana bisa terjadi..?"


" Cepat urus dia, Dai...!"


" Baik...!"


Dai segera menuju pintu kamar mandi.


" Tunggu!"


" Apa Tuan!"


" Mundur, aku tidak bisa membiarkanmu melihat tubuhnya!" Kemzo mengambil gaun tidur Sansan


dan masuk ke dalam lebih dulu...


Kenzo segera memakai gaun tidur pada Sansan yang masih menggeliat seperti cacing kepanasan.


" Dai kau boleh masuk...!"


" Baik...!"


Dai segera memeriksa sahabatnya yang sangat ceroboh itu.


" Sansan...ini pasti menyiksamu...!" Ujar Dai merasa kasihan pada Sansan.


Sansan tiba-tiba memeluk Dai dan menjilat telinga Dai.


" Beraninya!" Kenzo sangat kesal.


" Heiii apa yang kau lakukan?, apa kau mau aku mati mengenaskan?!!" ujar Dai segera menjauh mendorong Sansan pada Kenzo.


kini Sansan bergelantung dan meraba-raba tubuh Kenzo.


" Tuan, Sansan dia meminum obat perangsang dengan dosis tinggi!"


" Apa??"


" Ehmmm... benar...bisa satu hari penuh dia akan tersiksa, satu obat perangsang akan hilang dalam 4- 5 jam, tapi itu dosis yang cukup banyak!"


" Apakah kau tidak memiliki cara agar dia tidak menderita??"


Dai melirik Kenzo dengan penuh makna,


" Apa maksudmu?? melihatku seperti itu???" wajah Kenzo memerah dia memahami arti lirikan mata Dai.


" Dai, aku beri kau waktu 1 jam untuk menenangkan Sansan...!"


" Haa, tapi Tuan...!"


" Dia masih sangat kecil untukku makan , Cari cara lain....!" Kenzo menggendong Sansan kembali ke ranjang, Kenzo mengikat kedua tangan Sansan agar tidak kemana-mana.


" Aih...maafkan aku karena tidak menjagamu dengan baik...!" ujar Kenzo


Sansan masih mengeliat kepanasan dengan nafas terangah-engah.


Dai mondar-mandir memikirkan caranya.


" Dai, di sana tempat Sansan menyimpan beberapa bahan herbal dan obat herbal racikannya, kau tahu kan apa yang harus kau lakukan??"


" Oh ya!" Dai segera masuk ke ruangan Sansan


tidak menyangka di ruangan itu banyak sekali bahan herbal langka,Dai adalah ahli dalam membuat racun, sedangkan Sansan ahli dalam penawar, namun Dai juga mengerti sedikit tentang membuat penawar dari beberapa obat, meski tidak sehebat Sansan.


Dai memanfaatkan waktu dengan baik untuk membuat obat penawar untuk Sansan.

__ADS_1


Sementara Kenzo masih setia menemani Sansan yang mengeluh kepanasan, dan menderita.


__ADS_2